Pencarian







Gagal Panen Picu Kenaikan Harga Cabai

Tanggal : 14-07-2010, Kategori : Ekonomi & Bisnis, Daerah, Yogyakarta


LAPORAN : AFFAN SAFANI ADHAM

YOGYAKARTA – SURABAYAWEBS.COM

 

Kenaikan harga bahan pokok – terutama cabai – disebabkan karena produksi cabai yang berkurang serta pasokan yang juga terbatas. Produksi cabai yang terpusat di Jawa, banyak mengalami kegagalan. Sehingga produksi dan pasokan cabai berkurang, baik di pasar tradisonal maupun nasional.

Demikian disampaikan Dekan Pertanian Universitas Muhammdiyah Yogyakarta, Ir. Agus Nugroho Setiawan, MP, menanggapi kenaikan harga bahan pokok terutama cabai di Kampus Terpadu UMY, Rabu (14/6).

Gagalnya panen dan menurunnya pasokan cabai ini, sebagaimana dijelaskan Agus Nugroho, dipengaruhi oleh banyak hal. Di antaranya pengaruh iklim yang susah ditebak hingga sistem budidaya yang dilakukan petani. “Iklim yang susah ditebak ini menyebabkan cabai yang ditanam banyak mengalami kerusakan. Dan curah hujan yang masih tinggi bisa menyebabkan kerusakan bunga tanaman cabai,” urainya.

Terkait dengan sistem budidaya yang dilakukan petani cabai, menurut Agus, kebanyakan petani berani mengambil risiko untuk mendapatkan produksi cabai yang tinggi. Petani seringkali menanam cabai lagi setelah panen dengan maksud agar segera memperoleh hasil panen yang tinggi. “Namun hal tersebut dapat menyebabkan siklus organisme pengganggu tanaman, misalnya hama tanaman tidak berhenti. Siklus hama yang tidak berhenti dapat mempercepat kerusakan tanaman belum lagi curah hujan yang masih tinggi selain merusak bunga tanaman,” paparnya.

Dalam penuturannya, Agus berharap, ke depan petani dapat mengusahakan pola penanaman cabai yang lebih baik untuk mengantisipasi pengaruh iklim yang susah ditebak. “Untuk mengantisipasi pola iklim yang susah ditebak tetapi tetap memproduksi cabai tinggi, petani bisa melakukan pola tanam out system atau di luar masa tanam di bawah naungan, yaitu dengan menyediakan atap pada lahan tanaman cabai misalnya dengan menggunakan atap plastic,” jelasnya.

Selain itu, petani juga harus bisa berhitung dengan pasar, memperhatikan kapan waktu harga tinggi. “Harga tinggi itu kan biasanya ketika tidak banyak orang yang menanam serta selalu berhubungan juga dengan situasi iklim. Melihat peluang tetapi harus diikuti dengan penggunaan teknologi seperti dengan sistem tanam di bawah naungan tersebut,” katanya.

Kemudian, agar siklus bakteri pengganggu tanaman terputus,petani diharapkan tidak langsung menanami kembali setelah masa panen. “Hal ini untuk memberi masa atau jeda agar hama tanaman tidak terus berkembang. Atau jika tetap menginginkan untuk menanam bisa dilakukan dengan sewa lahan. Itu jauh lebih aman. Setelah panen kemudian sewa lahan lain,” tambahnya.

Terkait mengenai regulasi harga cabai yang mungkin dilakukan pemerintah, menurut Agus, hal ini sulit dilakukan. Kebijakan jangka pendek akan sulit dilakukan pemerintah. Agus menilai, cabai merupakan jenis tanaman hortikultura yang tidak tahan disimpan. Selain itu, di Indonesia tanaman ini kebanyakan dikonsumsi dalam bentuk segar. “Dibandingkan produk lain seperti beras atau minyak untuk cabai agak sulit jika ada penetapan harga. Karena cabai hampir selalu dikonsumsi segar. Cabai seringkali dipanen dan dikonsumsi segar sehingga membutuhkan distribusi yang cepat pula,” pungkasnya.

Disinggung mengenai adanya kemungkinan kenaikan harga cabai yang mendorong harga lainnya, Agus berpendapat hal itu kemungkinan tidak akan terjadi. “Menurut saya kenaikan harga cabai ini tidak akan mendorong kenaikan harga lain dilihat dari sesama komoditi misalnya beras dan lainnya. Tetapi jika terkait barang-barang yang berhubungan dengan cabai misalnya restoran atau warung makan, bisa jadi produsen tempat tersebut menaikkan harga makanannya. Tetapi jika sesama komoditi seharusnya tidak akan mendorong kenaikan harga,” tandasnya.

MASYARAKAT DATANG KE DOKTER GIGI SETELAH SAKIT

Tanggal : 14-07-2010, Kategori : Olahraga & Kesehatan, Daerah, Yogyakarta


LAPORAN : AFFAN SAFANI ADHAM

YOGYAKARTA – SURABAYAWEBS.COM

 

Tidak kurang dari enam puluh satu persen penduduk Indonesia mengeluhkan sakit gigi. Hal itu masih rendahnya prioritas masyarakat dalam memperhatikan kesehatan – terutama kesehatan gigi – dan masyarakat hanya datang ke dokter gigi setelah mengalami gejala atau keluhan.

Hal itu disampaikan Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta drg. Iwan Dewanto, di sela-sela pemeriksaan gigi gratis di Asri Medical Center Yogyakarta, Rabu (14/7), bekerjasama dengan Unilever dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOGI). Pelayanan yang dibuka pukul 08.00-15.00 WIB meliputi cabut dan tambal gigi sederhana, scaling atau pembersihan karang gigi yang ditangani 70 dokter.  

Menurutnya, pemeriksaan gigi dimaksudkan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan tidak takut ke dokter gigi. “Selama ini sebagian masyarakat lupa atau bahkan kurang memperdulikan kesehatan. Mereka baru datang ke dokter berdasarkan gejala atau ketika ada keluhan. Hal ini terjadi karena kesehatan masih dianggap sebagai low priority bagi sebagian masyarakat,” jelas Iwan.

Peranserta dokter gigi dalam meningkatkan kesehatan gigi masyarakat itulah, diharapkan Iwan bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi.  “Idealnya masyarakat perlu berkonsultasi dengan dokter dan memeriksakan kesehatan setiap enam bulan sekali,” ujarnya lagi.

Ditambahkan Koordinator Periksa Gigi Gratis RSGMP Universitas Muhammadiyah Yogyakarta drg. Laelia Dwi Angraini, SpKGA, anak-anak yang giginya tidak bagus atau terkena rampan karies menyebabkan asupan gizi yang mereka terima berkurang. “Jika gigi sakit akan menyebabkan gigi tidak bisa mengunyah makanan dan akibatnya makanan akan langsung ditelan Hal ini akan mempersulit kerja lambung. Jika lambung kena bisa menimbulkan sembelit,” terangnya.

KENAIKAN TDL TIDAK MENYENTUH MASYARAKAT

Tanggal : 16-06-2010, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis, Yogyakarta

LAPORAN : AFFAN SAFANI ADHAM

YOGYAKARTA - SURABAYAWEBS.COM

Setelah melalui rapat di DPR RI, pemerintah akhirnya menetapkan tarif dasar listrik (TDL) naik 10 persen terhitung per 1 Juli 2010 mendatang bagi pengguna non 450 dan 900 KWh (R1), sementara kenaikan bagi pengguna R1 ditolak oleh DPR.

Jika kenaikan dibatasi pada non-pengguna 450 dan 900, artinya kenaikan ini memang tidak menyentuh langsung masyarakat atau kebutuhan rumah tangga, yang kebanyakan menggunakan listrik 450 dan 900 KWh. Namun, kebijakan ini tetap saja menimbulkan dampak positif dan negatif bagi masyarakat.

Menurut pengamat politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Tunjung Sulaksono, M.Si, akan ada dampak positif dan negatif dari kebijakan ini. “Meskipun kenaikannya tidak secara langsung menyentuh masyarakat pengguna atau rumah tangga, akan tetapi ada dampak negatif yang ditimbulkan dari kenaikan TDL dan hal ini tetap akan menimpa masyarakat,” jelas Tunjung sambil menambahkan paling tidak, tetap akan ada kenaikan biaya dalam bidang usaha atau industri.

“Sehingga ada kemungkinan bahwa beberapa produk di pasaran akan sedikit banyak mengalami kenaikan harga terkait kenaikan TDL tersebut,” ungkapnya di Kampus Terpadu UMY, Rabu (16/6).

Selain itu, ia juga menguraikan jika industri berskala Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau besar yang tergantung pada pasokan listrik PLN sudah pasti akan terpukul dengan kebijakan ini. “Apalagi di Yogyakarta, sebagian besar roda perekonomian masyarakatnya digerakkan oleh usaha pada level ini. Bahkan jika kondisi ini tidak diantisipasi dengan manajemen pengelolaan aset sebagai kompensasi atas kenaikan TDL, bisa jadi akan banyak usaha yang mengalami kolaps, yang bermuara pada PHK bagi buruh atau karyawan,” jelas Dosen Ilmu Pemerintahan UMY ini.

Lebih lanjut Tunjung menegaskan, kenaikan TDL oleh PLN di Indonesia sudah pasti memicu gejolak. “Hal ini lantaran PLN memonopoli distribusi energi listrik di negeri ini. Monopoli ini mengakibatkan masyarakat tidak punya pilihan ketika harus berlangganan energi listrik,” tandasnya.

Akibatnya, berapapun harga yang  ditetapkan PLN, masyarakat harus mau menerimanya, suka atau tidak suka. “Lain ceritanya jika di Indonesia ada beberapa perusahaan yang diperbolehkan masuk sebagai pemain dalam industri pembangkit atau distribusi listrik. Masyarakat akan bisa memilih mana perusahaan yang memberikan tarif paling rasional dan kompetitif,” tutur Tunjung.

Tunjung berujar, alasan PLN bahwa kenaikan ini harus dilakukan sebagai upaya mengurangi subsidi memang beralasan. Subsidi bagi pengguna yang diberikan pemerintah selama ini kepada PLN akan dapat dialihkan bagi kepentingan lain yang lebih mendasar atau strategis.

Namun Tunjung menilai, penjelasan tersebut belum cukup tanpa ada transparansi data dan akuntabilitas terkait bagaimana sebetulnya kondisi dan manajemen keuangan dalam tubuh PLN. “Sebagai sebuah lembaga pelayanan publik, sudah saatnya PLN terbuka untuk menyampaikan laporan keuangannya, sehingga publik dapat menilai apakah PLN sudah melakukan efisiensi. Karena bisa jadi, jangan-jangan membengkaknya subsidi kepada pemerintah kepada PLN bukan karena beaya pelayanan kepada masyarakat, tetapi karena ada inefisiensi dalam tubuh PLN sendiri,” imbuh Tunjung.

Meskipun demikian, ia mengatakan ada dampak positif juga dari kebijakan kenaikan TDL ini, antara lain kebijakan ini akan memaksa pengguna untuk lebih berhemat dalam penggunaan energi listrik. Bahkan jika memungkinkan, mereka justru akan mulai mencari energi alternatif sebagai pengganti ketergantungan terhadap listrik dari PLN.

“Ketika kenaikan TDL tidak bisa lagi dihindari, maka sebagai konsekuensinya, PLN harus menaikkan kualitas pelayanannya kepada pelanggan. Semoga responsifitas pelayanan dapat ditingkatkan dan merambah aspek-aspek pelayanan yang lain seiring kenaikan TDL,” harapnya.

PERSOALAN DAN TANTANGAN MUHAMMADIYAH

Tanggal : 5-06-2010, Kategori : Politik & Keamanan, Yogyakarta


LAPORAN : AFFAN SAFANI ADHAM

YOGYAKARTA - SURABAYAWEBS.COM  

Saat ini Muhammadiyah menghadapi beberapa persoalan dan tantangan internal maupun eksternal. Untuk internal, yang dihadapi Muhammadiyah adalah melemahnya praktik pengamalan Islam pada aspek ritual – seperti tradisi sholat berjamaah, tadarus dan silaturahmi – dalam tingkatan pimpinan dan anggota. Di samping itu, tidak adanya potret dan role model keluarga sakinah di kalangan Muhammadiyah serta tidak berfungsinya keluarga dalam mentradisikan kehidupan berdemokrasi, kesahajaan, kepemimpinan dan keteladanan.

Hal itu dikatakan mantan Ketua IPM dan Badan Pendidikan Kader (BPK) PP Muhammadiyah di sela-sela kajian dan bedah buku “Meremajakan Pimpinan Muhammadiyah” di Gedung PP Muhammadiyah Jalan KHA Dahlan 103 Yogyakarta, Sabtu (5/6), yang dihadiri DR Gunawan Budiyanto (UMY) dan HM Muchlas Abror (PP Muhammadiyah).

Menurut Busyro Muqoddas, tantangan eksternal yang dihadapi Muhammadiyah adalah etika politik yang menonjolkan transaksional pragmatis mengacaukan sistem ketatanegaraan dan sistem presidensial.

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi Yudisial juga menyampaikan format kepemimpinan Muhammadiyah abad ke-2, yaitu teorisasi role model kepemimpinan yang memadukan unsur amanah, sidiq, fathonah, tabligh dan pemberani dalam Muhammadiyah. “Perlu dipikirkan suatu lembaga pelatihan dan promosi kepemimpinan Muhammadiyah dalam bidang-bidang umum dan spesialisasi,” tandasnya.

Dikatakan Busyro Muqoddas, untuk saat ini terbatasnya peran Ranting dan Cabang dalam proses pembentukan dan penguatan ikatan sosial keagamaan pada anggota Muhammadiyah dan masyarakat umum. “Dan digantikan oleh ormas lain dengan aksi program pragmatisnya. Kondisi ini akan menempatkan disfungsinya peran Muhammadiyah sebagai gerakan dan tidak dirasakan faedah kehadirannya oleh masyarakat sekitar,” kata Busyro Muqoddas sambil menambahkan peran PDM dan PWM dengan majelis dan ortom bersifat terbatas dalam mendorong peran perubahan amal usaha Muhammadiyah.

KEBIJAKAN NASIONAL TIDAK PEOPLE ORIENTED

Tanggal : 5-06-2010, Kategori : Berita Utama, Politik & Keamanan, Yogyakarta


LAPORAN : AFFAN SAFANI ADHAM

YOGYAKARTA – SURABAYAWEBS.COM

Saat ini, etika politik yang menonjolkan transaksional pragmatis mengacaukan sistem ketatanegaraan dan sistem presidensial. Sebagai dampaknya, absolutisme politik pada Presiden dan lumpuhnya kontrol DPR. “Parpol juga mengalami krisis ideologi kerakyatan dan derita sospolekbud rakyat tidak teradvokasi melalui parpol,” kata M Busyro Muqoddas, SH, MHum, Ketua Komisi Yudisial, di sela-sela kajian dan bedah buku “Meremajakan Pimpinan Muhammadiyah” di Gedung PP Muhammadiyah Jalan KHA Dahlan 103 Yogyakarta, Sabtu (5/6), yang dihadiri DR Gunawan Budiyanto (UMY) dan HM Muchlas Abror (PP Muhammadiyah).

“Adapun spirit dan sistem kelola BUMN dan sumber daya alam ditentukan oleh kartel politik yang muncul sebagai sistem korupsi yang melahirkan kleptokrasi,” jelas Busyro sambil menambahkan kalau akhirnya meriokrasi jadi lumpuh dan kalangan profesional bekerja tidak independen serta tidak transparan dan partial atau memihak elit politik.

Ketika menyinggung soal sistem UU Politik dan Arah Politik Legislasi yang tidak mencerminkan kedaulatan rakyat dan menutup peluang transparansi proses dan mekanisme politik bagi kandidat eksekutif, legislatif dan yudikatif, Busyro mengatakan hal itu terlihat pada rekrutmen pimpinan Parpol, seleksi kandidat DPRD, DPR, DPD, Menteri, Pemilukada, rekrutmen pejabat struktural dan non-struktural pada sejumlah kementerian dengan sengat aroma primordial dan bukan profesional. “Apalagi sejumlah kebijakan nasional yang tidak people oriented dan bertentangan dengan asas keadilan sosial,” kata Busyro lagi.

Lebih lanjut Busyro mengatakan, trend menguatnya oligarkhi politik yang antagonistik dengan demokrasi dan demokratisasi sebagai persyaratan negara modern. Di samping juga tidak teraksesnya wewenang eksekutif dan legislatif dalam penyusunan APBN atau APBD yang berorientasi pada keadilan sosial.

TINGKAT KEBUTAAN DI INDONESIA, TERTINGGI DI ASIA

Tanggal : 31-05-2010, Kategori : Berita Utama, Olahraga & Kesehatan, Yogyakarta

LAPORAN : AFFAN SAFANI ADHAM

YOGYAKARTA - SURABAYAWEBS.COM

Tingkat kebutaan di Indonesia tertinggi di Asia, baik karena katarak maupun kebutaan yang disebabkan glaukoma. Katarak adalah keadaan lensa dalam bola mata yang mengalami kekeruhan. Lensa yang keruh ini akan menyebabkan terhalangnya sinar masuk sampai retina. Katarak juga merupakan penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia, di mana angka kejadiannya mencapai 1,5% penduduk. Namun sifat kebutaan karena katarak tidaklah permanen artinya masih bisa disembuhkan dengan jalan dioperasi. Demikian disampaikan pakar kesehatan mata Asri Medical Center Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dr. Nurfifi Arliani, SpM pada saat melaunching Eye Center AMC, Minggu (30/5) siang. Menurut dr Nurfifi, katarak dapat disebabkan oleh beberapa hal, namun yang paling banyak diderita masyarakat adalah katarak yang diakibatkan proses penuaan atau degenerasi. “Katarak kongenital merupakan penyakit katarak yang dialami sejak lahir, biasanya muncul akibat infeksi saat ibu hamil,” terang Fifi sambil menambahkan katarak traumatika terjadi akibat lensa mata trauma tumpul maupun tajam dan katarak komplikata yang disebabkan penyakit sistemik, misalnya penyakit kencing manis. Lebih lanjut Fifi menjelaskan gejala awal katarak muncul saat terjadi penurunan penglihatan sedikit demi sedikit. Pada stadium awal tersebut, penderita katarak akan merasa silau pada siang atau malam hari apabila terkena cahaya lampu dan merasa nyaman pada kondisi remang-remang. “Selain itu, penderita umumnya juga tetap mengeluh kabur walau sudah berulang kali ganti kacamata dan pada stadium lanjut, ia tidak dapat melihat secara jelas lagi karena ia hanya bisa melihat bayang-bayang,” imbuhnya. Manajer Eye Center AMC ini menguraikan penyebab kebutaan setelah katarak di Indonesia adalah glaukoma. “Glaukoma sering disebut sebagai pencuri penglihatan karena penderita biasanya tidak menyadari kalau penglihatannya sedikir demi sedikit berkurang bagian tepinya karena bagian tepinya masih jelas atau normal,” paparnya. Penyebab glaukoma itu sendiri, menurutnya, bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Bisa karena faktor keturunan, hipertensi maupun menderita Diabetes Mellitus. ”Kemudian pernah terkena trauma pada mata, misalnya terkena bola tenis, mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung steroid jangka lama serta pasien merupakan penderita miop atau hipermetrop tinggi,” tuturnya. Sebagaimana dikatakan Fifi, glaukoma merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan lantaran bila sudah terjadi kerusakan saraf, maka saraf tersebut tidak bisa menjadi baik kembali dan obat yang diberikan pada penderita glaukoma ditujukan untuk menurunkan tekanan bola mata sehingga hal ini mencegah atau menjaga agar tidak terjadi kerusakan saraf mata. “Oleh karena itu, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan mendeteksi sedini mungkin orang yang mempunyai faktor resiko terkena glaukoma,” jelasnya.

SEMINAR PENANGANAN DM DAN KOMPLIKASI MATA DI UMY

Tanggal : 29-05-2010, Kategori : Berita Utama, Olahraga & Kesehatan, Yogyakarta


LAPORAN : AFFAN SAFANI ADHAM

YOGYAKARTA - SURABAYAWEBS.COM

Diabetes Melitus atau kencing manis merupakan penyakit gula yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang melebihi normal akibat tubuh kekurangan insulin. Diabetes Melitus menyebabkan penderita rentan terhadap infeksi, seperti infeksi saluran kencing, infeksi paru serta infeksi kaki. Selain menyebabkan infeksi, ternyata Diabetes Melitus bisa menyebab kelainan yang terjadi pada pembuluh darah retina dan bisa berakhir dengan kebutaan bagi penderitanya. Retinopati Diabetik, begitu kebutaan akibat DM ini dalam bahasa kedokteran, terjadi pada 60% penderita diabetes atau diabetisi yang berumur di atas 15 tahun.

Demikian diungkapkan dr. Yunani Setyandrian, Sp.M dari RS PKU Muhammadiyah Bantul dan dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY, dalam seminar ilmiah “Penanganan Diabetes Melitus dan Komplikasi Mata” yang diselenggarakan oleh Asri Medical Center UMY, Sabtu (29/5).

Menurut Yunani, Retinopati Diabetik muncul karena adanya kebocoran atau sumbatan pembuluh darah halus di retina serta dapat menyebabkan pembentukan pembuluh darah yang rapuh.  “Namun pembuluh darah rapuh ini sebenarnya bisa di cegah dengan suntikan anti VEGF ke dalam bola mata,” ungkap dr. Yunani.

Dikatakannya, Retinopati Diabetik pada stadium awal biasanya tidak bergejala sehingga sering sekali penderita tidak menyadari. “Sebenarnya kebutaan akibat Retinopati Diabetik ini bisa dicegah melalui fotokoagulasi laser yang tepat waktu. Namun pada kenyataannya, sebagian penderita sering datang terlambat waktu, hingga kebutaan kadang tidak bisa dihindarkan lagi. Oleh karena itu para penderita diabetes melitus sebaiknya memeriksakan matanya lebih awal,” ungkap Yunani.

Sebagaimana dikatakan dr Yunani, jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia (2000) mencapai 8,4 juta jiwa dan diperkirakan pada tahun 2030 akan mencapai 21,3 juta jiwa.  Peningkatan terus terjadi, 14,7 % di perkotaan dan 7,2% di pedesaan. Ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan jumlah penderita diabetes di Indonesia yang kebanyakan disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.


TINGKAT KEPERCAYAAN ORANG MELALUI IKLAN

Tanggal : 16-05-2010, Kategori : Ekonomi & Bisnis, Daerah, Yogyakarta

LAPORAN: AFFAN SAFANI ADHAM

YOGYAKARTA-SURABAYAWEBS.COM

Tingkat kepercayaan orang terhadap suatu produk dalam hasil sebuah riset adalah 68 % orang percaya terhadap apa yang disampaikan orang lain. Sedangkan tingkat kepercayaan orang melalui iklan sebesar 76 %. Sehingga agar iklan lebih efektif dalam komunikasi pemasaran perlu memperhatikan apa yang diinginkan konsumen atau pelanggan.

Demikian disampaikan CEO Srengenge, Mohamad Kurniawan, dalam kuliah umum “Kapita Selekta Periklanan” yang diselenggarakan Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Kampus Terpadu UMY, Sabtu (15/5).

Iwan menjelaskan, untuk melakukan komunikasi pemasaran yang baik perlu diperhatikan apa yang diinginkan konsumen. “Konsumen selalu dikelilingi oleh konsumen yang lain. Perlu diperhatikan apa yang dilakukan customer atau pelanggan, salah satunya bahwa customer membeli produk karena dia telah berbicara dengan orang lain,” jelasnya.

Selain itu, support atau dukungan dari customer lain juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. “Misalnya ada pelanggan yang tidak puas dengan suatu produk, pasti orang lain yang juga merasa tidak puas terhadap produk tersebut akan turut mendukungnya.,” katanya sambil menambahkan terkadang customer juga melihat apa yang dipakai orang lain. Dia lalu akan mencari tahu mengenai produk tersebut mulai dari bertanya produk tersebut beli di mana, harganya berapa, keunggulannya apa dan seterusnya.

Konsumen juga mendengar pendapat orang lain bahkan juga mengidentifikasi perbedaan satu produk dengan produk yang lain. “Sehingga dengan melihat hal-hal tersebut selain menggunakan iklan melalui media above the line seperti iklan-iklan di televisi dan below the line seperti iklan-iklan menggunakan brosur atau poster perlu dikembangkan juga metode iklan melalui pendekatan cerita,” tambahnya.

Ditambahkan Dosen Ilmu Komunikasi UMY, Muria Endah Sokowati, SIP, MSi  selama ini mahasiswa memahami industri periklanan hanya membutuhkan kreatifitas semata. Hal tersebut menjadikan mahasiswa menjadi malas untuk kuliah. Padahal dalam dunia industri tidak hanya kreatifitas semata.

“Dunia industri tidak hanya membutuhkan mahasiswa yang kreatif semata atau hanya paham mengenai teori. Tetapi juga membutuhkan mahasiswa yang paham keduanya, selain kreatif mahasiswa juga harus tetap belajar karena dunia industri selalu berkembang,” kata Muria Endah.

Endah menambahkan, selama ini kebutuhan dunia industri dan akademis saling berbenturan. Dunia akademis seringkali memberikan lebih banyak teori sedangkan dunia industri tidak hanya membutuhkan mahasiswa yang pandai teori. “Melalui kuliah umum dengan mendatangkan praktisi, mahasiswa diharapkan dapat mengerti dunia industri yang sebenarnya dan mengetahui apa yang dibutuhkan dalam dunia industri sehingga nantinya tidak kaget ketika terjun langsung di lapangan,” pungkasnya.

FESTIVAL KREASI ANTI KORUPSI 2010 BEM UMY

Tanggal : 15-05-2010, Kategori : Seni & Hiburan, Daerah, Yogyakarta

LAPORAN : AFFAN SAFANI ADHAM

YOGYAKARTA-SURABAYAWEBS.COM

Kata korupsi sudah begitu akrab di telinga rakyat Indonesia. Seluruh lapisan masyarakat, tua muda, kaya miskin, majikan pesuruh, guru siswa, pejabat buruh, hingga pemulung sekalipun mengenal kata korupsi. Bukan hanya sebuah kata  namun bentuk nyata tindakan korupsi pun juga seakan telah mendarah daging dalam kehidupan rakyat Indonesia. Korupsi telah merasuki seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebuah kondisi yang memprihatinkan.

Terkait hal tersebut, demi mengkampanyekan gerakan anti korupsi di kalangan remaja, khususnya pelajar dan mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (BEM UMY) menggelar Festival Kreasi Anti Korupsi 2010 bertema “Lawan Korupsi, Wujudkan Generasi Penuh Kreasi” di Monumen Serangan Oemoem Satoe Maret, Yogyakarta, Sabtu (15/03). Dalam kegiatan tersebut, diselenggarakan parade band pelajar, deklarasi gerakan anti korupsi oleh Aliansi BEM Jogjakarta, galangan tanda tangan dukungan terhadap pemberantasan korupsi, konser musik, unjuk kreasi, dan sebagainya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang peringatan Hari Pendidikan Nasional  dan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh . Diharapkan masyarakat, khususnya para pelajar dan mahasiswa, menjadi tergugah untuk memaknai Hardiknas dan Harkitnas dengan terus melakukan upaya perlawanan terhadap korupsi, bukan hanya sekadar ritual belaka.

Di samping itu, kegiatan itu bertujuan untuk mengkampanyekan budaya anti korupsi kepada kalangan pelajar dan mahasiswa, memberikan pengetahuan dan pemahaman akan bahaya korupsi, menumbuhkan kepekaan dan keinginan untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan penindakan tindak pidana korupsi, sebagai seruan untuk memberantas segala bentuk korupsi, dan sebagai bentuk apresiasi terhadap potensi dan hasil kreasi anak bangsa.

BEM UMY ingin lebih menggalakkan kembali kampanye anti korupsi kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang kelak akan memimpin bangsa ini. Menurut Muhammad Raihan, Menteri Luar Negeri BEM UMY, kata korupsi bukan hanya sekadar kata tanpa makna, namun menggambarkan tindakan yang tidak manusiawi. “Korupsi merupakan sebuah tindakan yang berbahaya, baik secara manifest maupun laten,” kata Raihan sambil menjelaskan bahaya manifest dari korupsi ini akan semakin menyengsarakan rakyat miskin.

Lebih lanjut dikatakan Raihan, keringanan yang seharusnya menjadi hak mereka, akhirnya tidak dapat mereka peroleh gara-gara korupsi. “Sedangkan secara laten, korupsi lambat laun akan menjadikan bangsa ini hancur, baik dari segi moral maupun materiil, apabila korupsi terus saja dibudayakan,” tandasnya.

TELKOM Kembali Gelar Speedy Championship di “Kota Gudeg”

Tanggal : 15-03-2010, Kategori : Ekonomi & Bisnis, Yogyakarta

Laporan : H. Erry Budianto

Jogjakarta- Surabayawebs.com




Operator telekomunikasi terkemuka PT.TELKOM Tbk  menggelar Speedy Sport Championship (SSC) putaran III yang merupakan rangkaian Speedy Games Competition di Jogja Expo Centre Jogjakarta, Sabtu dan Minggu, 6-7 Maret 2010 lalu. Event tersebut digelar untuk membuktikan kehandalan jaringan internet cepat Speedy sekaligus mempromosikan layanan konten Speedy Game yang merupakan layanan game on line melalui situs http://game.telkomspeedy.com.

SSC kali ini dimeriahkan oleh performance band-band juara Speedytrek Indie Nation Competition, cheers leader, costum player, pameran produk dan layanan TELKOM Group serta Speedy Edu Competition antarsekolah di Jogjakarta. SSC putaran III yang terselenggara bersamaan dengan Mega Bazar Computer 2010 ini dipadati oleh pengunjung yang rata-rata adalah kawula muda di “Kota Gudeg” itu.

Vice President Public and Marketing Communication (PMC) Telkom, Haji Eddy Kurnia mengatakan, Speedy Sport Championship merupakan komitmen operator kelas dunia ini untuk menyediakan akses internet kecepatan tinggi. “Speedy Games Championship dilaksanakan secara berkesinambungan di beberapa kota besar dalam rangka sosialisasi kepada komunitas gamers, tentang produk konten game Speedy,” katanya kemudian.

Selain di Jogjakarta, penyelenggaraan Speedy Championship juga akan berlangsung di kota-kota besar lainnya antara lain di Medan, Surabaya, dan Makassar. Pemenang kompetisi game di setiap kota akan mewakili kotanya pada Grand Final Speedy Sport Championship yang akan diselenggarakan Juli 2010 di Jakarta.

Menurut dia, komunitas gamer memang menjadi target market pemasaran layanan internet cepat Speedy. ”Kami menargetkan 20% dari total pelanggan kami datang dari komunitas game online,” jelasnya.

Berikut pemenang SSC dan SEC Jogja
Kelompok Game Left4Dead
Juara 1 Infected Surviur, Jogjakarta
Juara 2 Busted, Jogjakarta
Juara 3 Elite, Jogjakarta

Kelompok Game Counter Strike 1.6
Juara 1 Blooders, Jogjakarta
Juara 2 Spider, Jogjakarta
Juara 3 Markas, Semarang

SEC Kelompok SMP
Juara 1 Jihan Rizky Marnawati, SMPN Karangmojo Jogjakarta
Juara 2 Maria Fransiska Pudjohartono, SMPN 5 Jogjakarta
Juara 3 Ulfa Sylvia Yudia P, SMPN Karangmojo Jogjakarta

SEC Kelompok SMA/SMK
Juara 1 Albertus Fuad PHS, SMA Kolese de Britto, Depok
Juara 2 Christophorus Dwiadi, SMA Kolese de Britto, Depok
Juara 3 Adyaksa Bagaskara, SMAN 1 Jogjakarta