Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono
Atas penilaian tingkat kepuasan publik kepada pemerintahan KIB II 2009-2014, adalah ujian bagi setiap pemimpin ummat yang memenej suatu pemerintahan negara. Sebagaimana yang ditulis pada Harian Kompas Kamis 02/09 yang dirilis Surabayawebs.com. Sebenarnya apa yang menjadi tantangan bagi kedua pemimpin itu juga ada baiknya. Karena dengan adanya penilaian menurut survei itu adalah masukan. Apalagi sekarang ini teknologi informasi yang begitu cepat mengakses kepada publik bagai angin yang tidak bisa dilihat tapi hanya bisa dirasa.
Tak hanya survei Indo Barometer, survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dirilis di kantornya, Kamis (2/9/2010), menunjukkan terus menurunnya kepuasan rakyat terhadap kinerja pemerintahan SBY-Boediono dalam satu tahun masa pemerintahan mereka.
Penurunan tingkat kepuasan ini sedikit banyak dipengaruhi menurunnya tingkat persepsi rakyat terhadap kondisi keamanan dan ketertiban nasional, proses penegakan hukum dan kondisi ekonomi yang terus memburuk.
Direktur Eksekutif LSI Dodi Ambardi mengatakan meski dalam lima bulan terakhir kepuasan rakyat terhadap SBY sebagai Presiden naik 1 persen, namun sebelumnya terus menurun. “Oleh karena itu, tren kepuasan terhadap kinerja presiden itu terus-menerus turun,” ungkapnya di kantor LSI.
Menurut Dodi, kinerja presiden memang sempat tinggi sejak terpilih sebagai presiden. Namun terus menurun di November 2009 hingga ke awal 2010. Sementara itu, tingkat kepuasan rakyat terhadap wakil presiden Boediono leboh bersifat fluktuatif. Kepuasan terhadapnya naik di awal 2010, kemudian turun hingga naik kembali pada Agustus 2010.
“Namun, faktor pendidikan tampaknya sedikit berpengaruh terhadap tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja presiden. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin rendah tingkat kepuasan mereka terhadap kinerja presiden,” katanya kemudian.
Penurunan tingkat kepuasan ini, lanjut Dodi, sedikit banyak dipengaruhi menurunnya tingkat persepsi rakyat terhadap kondisi keamanan dan ketertiban nasional, proses penegakan hukum dan kondisi ekonomi yang terus memburuk.
“Mereka yang katakan kondisi ekonomi tahun ini dibanding tahun lalu buruk, dibandingkan Maret 2010 itu turun 10 persen. Apa penyebabnya? Kami temukan hubungan ketika inflasi naik, persepsi publik terhadap kondisi ekonomi menurun,” tambahnya.
Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan jajarannya di Kabinet Indonesia Bersatu II untuk melakukan operasi pasar dan pasar murah guna menstabilkan harga sejumlah kebutuhan pokok menjelang Lebaran.
Julian mengatakan Kepala Negara juga menginstruksikan agar penggelontoran beras untuk masyarakat miskin (raskin) dipercepat. Apalagi mengingat saat ini ada pantauan, beras merupakan komoditas yang masih bertengger di harga jual yang tinggi.
“Kalau ada harga di luar kelaziman [karena] terlalu tinggi atau meroket, [maka] kementerian terkait dan Bulog memberi perhatian khusus,” kata Julian dalam jumpa pers usai sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Yudhoyono tentang kesiapan menjelang Lebaran di Istana Presiden hari ini.
Julian mengatakan dalam instruksinya, SBY minta Kementerian Perdagangan untuk melakukan operasi pasar dengan sasaran yang fokus dan terarah. Di samping itu, jelasnya, SBY juga minta perhatian untuk penyelenggaraan pasar murah yang dilakukan BUMN dan swasta.
“Menko Perekonomian dan Menteri BUMN lapor pada Presiden [terkait] swasta dan BUMN yang menggelar pasar murah [yang selama ini] belum mendapat atensi khusus,” kata Julian. Sementara stok beras dilaporkan aman bahkan surplus untuk menurtupi kebutuhan di dalam negeri sampai Desember tahun ini. Namun SBY meminta untuk tetap menjaga keamanan stok beras sehingga terjaga kecukupan pasokannya bagi masyarakat.
LAPORAN : MURHAN RAMLY
NASIONAL , SURABAYAWEBS.COM
Sambutan Jusuf Kalla pada perayaan buka bersama dalam menyambut dua komunitas , yaitu warga asal Sul - Sel dan anggota KAHMI.
JK pada hari Sabtu 21/08 di Wisma PMI Jakarta , melangsungkan acara buka bersama yang dihadiri oleh menejmen BPP KKSS bersama warga yang datang dari luar P. Jawa serta masyarakat dan warga KKSS yang berdomisili di Jabotabek.
JK pada sambutannya seusai Sholat Tarawih bersama, mensiarkan tentang warga asal Sul-Sel yang berciri khas perantau merupakan warga yang banyak membuka lahan pasar di wilayah KTI , Indonesia. Kata , mantan orang kedua di RI ini , pada periode SBY-JK, di KTI, kalau ada pasar yang terbakar maka warga kita yang pasti kena, karena memang mereka ada disana, ujarnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan soal budaya yang berbeda di RI ini , menurut ia merupakan sarana untuk mendukung kuatnya RI.Ujurnya. Pada sisi lainnya , ia mengingatkan kepada warga , agar tidak usah ragu dalam berusaha meskipun modal tidak mendukung. Penegasan JK, soal usaha itu , yang lebih dominan adalah kekuatan semangat yang utama, jelasnya. Kalau hanya uang/modal semua orang bisa berusaha, imbuhnya.
Pada pertemuan berikutnya diacara buka bersama pada hari Minggu, 22/08 pada tempat yang sama yang dihadiri oleh sejumlah kalangan , undangan dan Mahasiswa, LSM, mantan pejabat negara yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif diantaranya , terlihat Anwar Nasution / BPK, AM FAtwa, Beddu Amang, serta sejumlah pengurus KAHMI NASIONAL turut hadir.
Ceramah yang dimulai oleh Mantan Ketua MPR-RI, Nur Hidayat Wahid, dengan siraman rohani terkait pelaksanaan ibadah puasa.
Pada ceramah yang berlangsung seusai Nur Hidayat , dilanjutkan oleh JK. Pada kesempatan ini , Jusuf Kalla lebih banyak menuangkan ceramahnya terkait pengalamannya ketika masih menjabat RI II. Sebagaimana catatan Surabayawebs.com.
JK, kadang susah berbuat manakala mengahadapi anggota KAHMI yang menduduki jabatan di Partai. Hampir disetiap partai anggota Kahmi ada disitu.
Jadi berat juga saya mengatasinya. Mana yang saya dahulukan, gumannya yang disambut tawa hadirin. Ia pun mengingatkan bahwa peran anggota KAHMI yang sudah menasional dan berada disetiap level pemeritahan menjadikan organisasi ini sebagai i wahana SDM menuju tempat yang strategis.
Bahkan ada sejumlah anggota Kahmi yang pada bulan Ramadhan ini diangkat untuk menempati posisi Konjen dibeberapa negara.
Anggota KAHMI , yang menduduki jabatan politis, karena aktifitas melaksanakan tugas, juga tercatat beberapa anggotanya terpaksa harus berhadapan KPK, karena mengurusi pelayanan publik dalam melaksanakan tugas , harus menjalani hukuman, kata ia yang sempat mengunjungi anggota KAHMI yang ada di Cipinang.
Nasional , Surabayawebs.com.
Kata Bang Foke, yang dipercaya oleh Kedaulatan Rakyat , memenej Batavia pada saat sekarang ” pemindahan Ibukota Negara sama saja tidak akan ada perobahan “.
Mencermati , apa yang disampaikan Gubenur Ibukota Negara, DKI Yaya, Ing. Fauzi Bowo itu, bisa jadi pendapat peribadi. Tapi apa yang sudah terdengar tentang rerncana itu , sebenarnya bukan bahan kajian yang masih embrio , tapi sudah lama rencana pemindahan itu dikonfromi oleh petinggi negara kita ini. Bahkan RI pertama Ir. Soekarno “well come” akan rencana itu.
Bahan kajian untuk rencana tersebut tidak terlalu banyak , tapi membawa dampak yang berkepanjangan apabila tidak dilakukan ” improvment wilayah ” .
Kajian yang pertama, adalah masalah kependudukan, yang kedua kemacetan, dan yang ketiga lahan yang kian menyempit karena tercentral di Jakarta.
Dari aktifitas pemerintahan hingga perniagaan ada disini. Bahkan ada kabar bahwa uang yang beredar di Jakarta mencapai 70 persen. Lainnya didaerah.
Rencana itu, sudah dikonfromi oleh kalangan politisi, publik , hingga pemerintah dengan fokus akan dipindahkan demi untuk memperbaiki tata pemerintahan kedepan. Yang perlu kita fahami adalah keriteria Ibukota Negara itu , perlu di hias dan dipercantik karena wilayah itu yang menjadi “representatif ” dari kenamaan suatu negara, adalah Ibukota Negaranya.
Hal demikian karena masyarakat dunia menilai kerapihan Ibukota Negara , yang ada disetiap negara adalah sebagai bahan penilaian , yang menjadi nilai kebangsaan suatu negara. Sebagaimana apa yang terlihat di negara itu.
Dengan melihat Ibukota Negara, yang ada di wilayah DKI Jaya pada saat sekarang ini, hanya dilihat dari kesemrautan yang terjadi disetiap hari , tanpa kita memahami bahwa wilayah ini adalah “miniatur negara” RI.
Artinya , dengan masyarakat luar dan dalam melihat Jakarta yang serba padat dan macet pasti NKRI nya dinilai seperti itu.
Memang , mereformasi Ibukota Negara kita ini , untuk dipindahkan ketempat lain , pasti akan terjadi pertimbangan, apakah akan lebih baik atau bagaimana. Dilihat dari bahan kajian yang ada , dan sudah fakta, memang seharusnya dipindahkan karena harapan yang akan dicapai , juga tipis untuk digapai , apabila tidak ada perobahan untuk memindahkannya.
Sementara apabila kita melakukan perobahan , pasti akan terjadi perbaikan pada sisi kemudahan untuk bermanuper pada berbagai aspek kehidupan. Bisa saja tingkat kenyamanan di Jakarta bisa lebih baik, dan pemerataan penduduk bisa terjadi , tidak hanya bertumpuk di Jakarta.
Lainnya adalah pada sektor kemacetan , dan tidak lagi mengurangi waktu bagi SDM untuk produktif.
Hanya saja , perlu ada “sosialisasi pemikiran” yang harus dipahami dengan mantap oleh semua kalangan. Apabilia pemerintah akan melakukan manuper untuk memindahkannya.
Bahwa ketika keputusannya sudah pasti dan siap untuk dilaksanakan segala peroses menuju perbaikan , adalah negara yang menjamin. Hal ini perlu karena melakukan perbaikan pada sektor ini tidak bisa berjalan degan baik tanpa ada kekuatan yang menasional.
Sebagai bahan perbandingan ketika RI, masih melakukan tata pemerintahan yang CENTRALISTIK , dikuatkan untuk menjadi DECENTRALISASI, dan menghasilkan produk UU Otonomi Daerah.
Setelah era otda berjalan terungkap bahwa perbahan itu tidak maksimal untuk dijadikan pegangangan. Bahwa negara kita ini ada perobahan.
Oleh karena itu , perobahan penempatan wilayah Ibukota Negara kedaerah lainnya , jangan dijadikan , sama seperti dengan masa reformasi dengan produknya Centralisasi menjadi Decentralisasi hingga era Otda.
Saatnya pemerintah melakukan keputusan untuk rencana ini, karena berbagai pendukung pelaksanaannya sejak jaman Orla sudah ada pertimbangannya tapi sampai sekarang , masih menjadi bahan dialog , apakah akan dilaksanakan atau bagaimana.
Saran dan masukan , apa kata Bang Yos, tentang ” Megapolitan “, untuk menjadikan Jakarta menjadi luas, ada benarnya. Tapi pemisahan antara aktifitas pemerintahan dan perniagaan tidak centralistik. Bisa saja wilayah Jakarta dijadikan tempat lokasi perniagaan karena sudah dilengkapi berbagai sarana dan perasarana.
Sementara Ibukota Negara , sebaiknya masih diwilayah ” YAVA ISLAND “. Manakala suatu saat , karena tahun berjalan dan memungkinkan ada perobahan tata ruang yang akan pasti terjadi ditahun - tahun yang akan datang atau pada abad lainnya , bisa saja akan terjadi pemindahan ke daerah lainnya.
Untuk saat sekarang yang paling efektif dan efisien letaknya. Sebaiknya , masih di Pulau Jawa. Perlu ada keyakinan yang kuat , bahwa rencana itu adalah Langkah Yang Tepat.
JAKARTA, SURABAYAWEBS.COM
Bulan Suci Ramadhan yang jatuh pada bulan Agustus 2010 akan di rayakan oleh ummat Islam di Indonesia dan seluruh ummat islam dunia menjalankan ibadah ini , demi untuk SANG KHALIQ. Kita akan mempersiapkan diri baik mental maupun pisik dalam menyambut dan melaksanakan perintah ini demi kecintaan kita kepada yang menciptakan kita sebagai mahluk yang paling sempurna dari mahluk lainnya.
Harapan masyarakat di bumi pertiwi Indonesia, bagi yang menjalankan ibadah ini, semoga instansi terkait yang dipercaya oleh kepala negara dan pemerintahan di RI ini segera membahas masalah ini karena menjadi agenda pemerintah dalam melindungi warganya yang masih banyak masuk kategori tidak mampu.
Tentu , yang diharap oleh ummat manusia untuk mengatasi masalah itu adalah menteri - menteri terkait yang harus merespons terjadinya kenaikan harga sembako yang tidak melihat kondisi ummatnya yang terlilit dari berbagai kerisis.
Bulan Suci Ramadhan ini, kita harus sambut dengan hati yang tulus dan menjalankan dengan baik, meskipun harga - harga sembako pada naik. Mohon para pemimpin negeri ini segera melakukan perbaikan dalam rangka meminimumkan gejolak harga - harga sembako yang semakin tidak terkontrol itu.
Jakarta, Surabayawebs.com
Persidangan perkara melawan hukum dalam hal ini tergugat PT.Freeport Indonesia, bersama kolega bisnis Redpath Indonesia dan Inamco Varia Jasa atas buruh tambang yang telah bekerja di ketiga perusahaan itu, dan terakhir tercatat sebagai karyawan PT.FI , menggugat melalui kuasa hukumnya Syamsul Zakaria SH,MH. Gugatan yang sudah berjalan 4 bulan itu , dan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Dari pemantauan Surabayawebs.com selama mensiarkan perkara ini yang menyerempet kepada kasus Ham terkait soal “keyakinan dan hubungan kerja” menimbulkan dua opsi seperti yang diumumkan oleh pihak hakim pada persidangan yang lalu .
Pada hari Selasa 12/07 sidang ini kembali dibuka dengan dihadiri kedua kubu dan membawa berkas-berkas perkara untuk ditelaah oleh tim hakim.
Kedua kubu dari kuasa hukum masing-masing dihadapan hakim saling menjelaskan berkas - berkas yang akan menjadi bahan kajian oleh tim hakim. Hasil pemeriksaan berkas oleh tim hakim itu , dinyatakan siap untuk dilanjutkan pada persidangan berikutnya 27/07.
Persidangan berikutnya, akan digelar dengan catatan pihak Leman Story bersama kuasa hukumnya diminta mendatangkan saksi-saksi, dalam menempuh tuntasnya perkara ini demi penegakkan hukum.
Perkara yang sedang diperoses oleh Tim Hakim ini masih dikaji lebih mendalam , apakah kasus ini akan dibawah ke PHI ( Pengadilan Hubungan Industrial ) atau Pengadilan Umum. Demikian pemantauan Surabayawebs.com.
Jakarta , Surabayawebs.com
Dialog Kenegaraan menuju negara demokratisasi yang di gelar di Gdg DPD RI membahas ” Kekerasan Dalam Demokratisasi Dan Pembangunan Daerah” mengundang sejumlah kalangan dari publik dan Pers Ibukota Negara dan dari daerah. Turut hadir politisi non partisan Alirman Sori sebagai DPD RI, Prov. Sumbar, Saan Mustofa Politisi F Demokrat Komisi III, Arbi Sanit, Pengamat Politik , Effendi Anas Ka Satuan Polisi Praja DKI Jakarta. Dipandu Hanif Sobari dari unsur Pers Ibu Kota DKI Jaya.
Surabayawebs.com hadir bersama rekan dari penulis freelance mencatat tentang permasalahan sekaitan dengan pokok bahasan yang di bahas pada Rabu 1/07.Siang.
Diawali Politisi Non Partisan dari DPD Sumbar, Alirman Sori , menjawab permasalahan itu dengan berkata. Mengapa terjadi kekerasan ketika kita dalam wilayah menuju demokrasi ?. Menurutnya kekerasan yang terjadi itu , karena masyarakat sudah tidak percaya lagi kepada pengelolah KPU, serta adannya unsur dari PNS yang terlibat ikut partisipasi pada incumbent yang ikut menjadi tim pemenang oleh incumbent itu.
Di perparah lagi Panwas tidak netral menuju jalannya domokratisasi itu, sebagaimana penjelasannya diacara Reboan ini. Ia menambahkan bahwa juga ada aktor intlektualnya dan elit yang bermain di area ini.
Soal kekererasan yang terjadi di wilayah menuju demokrasi itu. Kata Effendi Anas, mantan menejer pemerintahan wilayah Jakarta - Utara dengan mengkaitkan kinerja Satpol setelah tragedi Mbah Periok, dengan berbicara sebagai Ka Polisi Pamong Praja , menyampaikan kepada hadirin bahwa setelah diera Otonomi Daerah itu, terjadiya kekerasan didaerah karena tidak terpenuhinya berbagai aspek kehidupan.
Juga adanya kondisi stabilitas negara yang masih belum stabil di daerah. Menyoal kinerja Satpol PP yang dipimpinya sekarang ini secara perbandingan kemampuan berada pada tingkat 60 persen pendekatannya pemikiran sisanya adalah pisik.Untuk meminimkan soal kekerasan itu , ia menyampaikan pendapatnya agar kesejahteraan lebih diperhatikan karena terkait dengan sosial kemasyarakatan. Manakala hal itu tidak mengiringi proses menuju demokrasi itu, akan berdampak kepada kerawaanan sosial dan ekonomi termasuk memicu timbulnya ancaman.
Sementara Saan Mustofa Politisi dari F - Demokrat , mengungkap, mengapa terjadi kekerasan karena adanya 2 unsur permasalahan, apakah itu secara vertikal maupun horisontal.
Menurutnya, secara vertical, terjadinya kekerasan karena adanya kepentingan penguasa atau pemerintah yang bersebrangan dengan publik yang menuntut berbagai aspirasi dan tuntutan. Yang kedua kata ia, adalah kekerasan secara horisontal. Terjadi karena ada kelompok-kelompok diluar kekuatan penguasa / pemerintah yang merasa terganggu kepentingannya sehingga bisa melakukan kekerasan melalui kelompoknya.
Dari sisi pandang politisnya sebagaimana pokok bahasan , Pengamat Politik Arbi Sanit, memaparkan pengamatannya atas bahasan itu, dengan mereview sejarah dan kultur bangsa kita ini bahwa memang awalnya pemerintahan pada saat itu, dimulai dari perjalanan menuju kemerdekaan RI adalah kekerasan yang nampak, dan masih rendah budaya demokrasinya. Ketika kita memasuki era reformasi dengan focusnya menuju demokrasi hingga pada sasat ini , tentu perlu upaya untuk mengatasi berbagai kekerasan dalam menuju berdemokrasi itu.
Soal mengatasi soal kekerasan itu menuju berdemokrasi, sebaiknya kita ” mempersiapkan SDM yang berilmu tapi memikiliki intlektual yang tinggi . Alasannya kalau ilmuwan itu terbatas dalam menghadapi berbagai tantangan menuju demokrasi itu.
Jadi menurut ia kalangan intlektual itu lah yang lebih luas pandangannya dalam mengantisipasi berbagai masalah yang akan terjadi. Demikian Surabayawebs.com mencatat.
Ledakan tabung gas banyak terjadi di sejumlah daerah. Tercatat ada 36 kali ledakan. Sebesar 30 persen terjadi pada pengguna elpiji tabung gas 3 kilogram. Dan 11 persen terjadi pada pengguna elpiji tabung 12 kilogram. Jumlah korban tewas menelan lebih dari 15 orang.
Tak sedikit warga menuding, kasus ini disebabkan program pemerintah melalui konversi minyak tanah ke elpiji, tiga tahun silam. Namun mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menampik ledakan gas disebabkan program konversi. Usai memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (8/7), ia mengatakan kelalaian penggunalah yang sering menyebabkan ledakan.
Tak heran kasus ini membuat warga resah. Buntutnya puluhan orang berunjuk rasa depan Kantor Pusat PT Pertamina, Kamis ini. Mereka meminta pemerintah memecat direktur utama pertamina karena dinilai bertanggung jawab. Mereka juga menuntut tanggung jawab perusahaan migas pelat merah itu atas korban luka dan tewas.
Sementara di Kediri, Jawa Timur, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji yang ada mencatat, kerusakan tabung gas elpiji 3 kilogram cukup besar. Dalam sehari tak kurang 200 tabung ditemukan rusak dan bocor. Ini akibat perlakuan tabung yang salah meski telah memenuhi standar SNI.
Hingga kini Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji Kediri menyimpan 13 ribu tabung elpiji 3 kilogram yang rusak.
Tragedi tabung gas selama ini terkesan membahayakan.Bisa jadi ada unsur lain. Mengapa demikian ?. Karena pemakaian tabung gas ukuran besar itu sudah lama dipakai oleh konsumen dan grafik permasalahannya biasa-biasa saja.
Munculnya tabung gas ukuran 3 kg, sejak di edarkan terjadi banyak ledakan. Hal ini perlu di telaah secara mendalam karena sudah membahayakan. Kecil kemungkinan kalau kelalaian masyarakat hanya menyalakan kompor gas bisa terjadi bahaya ledakan. Apalagi soal menyalakan kompor gas merupakan pekerjaan harian dan tidak perlu belajar untuk mempergunakannya.Karena sangat praktis.
Yang perlu dipahami adalah, apakah komponen alatnya sudah “good condition” hingga sampai ketangan konsumen. Meskipun sudah digaranti melalui uji SNI.Dan siapa yang akan diklaim apabila terjadi bahaya. liputan6.com.
Berbelanja kebutuhan pokok di pasar di Jakarta dalam beberapa hari terakhir ini terasa makin merogoh kocek, Kamis (8/7). Harga kebutuhan pokok terus melonjak naik. Kenaikan yang diduga akibat ulah spekulan dan faktor cuaca ini sudah tentu makin memberatkan warga yang berpenghasilan tetap.
Harga cabai misalnya, yang disaat normal sekitar Rp 10 ribu rupiah per kilogram, saat ini hanya bisa ditebus dengan uang Rp 48 ribu. Bawang putih yang sebelumnya Rp 16 ribu menjadi Rp 24 ribu per kilogram. Sedangkan tomat naik dari tiga ribu rupiah menjadi tujuh ribu rupiah.
Kenaikan harga yang sudah kian melonjak-lonjak tak karuan ini bukan hanya terjadi di Jakarta. Di Madura, Jawa Timur, lonjakan harga yang diluar batas kewajaran dikeluhkan pembeli maupun penjual. Pembeli makin terkuras uangnya, sedangkan penjual mengaku barang dagangnya banyak yang tidak laku.
Sedangkan di Bandung, Jawa Barat sebagai salah satu daerah penghasil sayuran, kenaikan harga juga tidak terhindarkan. Bukan hanya sayur-mayur, kebutuan lain seperti daging makin sulit terjangkau. Warga pun kini makin terbebani setelah sebelumnya tarif dasar listrik juga naik.
Pemantauan harga-harga sembako tersebut yang harusnya ditangani serius oleh Helper Presiden RI, setingkat menteri dalam hal ini Menperdag, Ibu Mari Elka Pangestu, harus tegas mencari tahu , apa sebab kenaikan harga itu melonjak. Pada hal apa yang dipantau oleh publik dalam beberapa bulan ini jelas sekali bahwa kenaikan harga tersebut bagai hukum pasar dengan style rimba.
Karena itu,masyarakat mengharuskan agar tim dari menteri dan instansi terkait tegas dan turun langsung ke Market, bisa jadi dengan aktifnya tim dari menperdag dan instansi terkait , oknum yang tidak jelas itu tidak berdaya lagi untuk memainkan harga sembako karena sembako itu menjadi fital bagi kehidupan masyarakat. Liputan6.com.***
Indonesia kembali memperoleh bantuan. Kali ini giliran Amerika Serikat yang akan mengucurkan dana US$ 160 juta untuk pengembangan pendidikan di Tanah Air. “Dukungan itu sudah ditandatangani Presiden Obama dengan Presiden Yudhoyono dalam pertemuan di Kanada,” kata Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Cameron R. Hume di Surabaya, Jawa Timur, baru-baru ini.
Menurut Cameron R. Hume, bentuk kegiatan untuk pengembangan pendidikan akan ditentukan Komisi Bersama Indonesia-AS. “Komisi Bersama Indonesia-AS itulah yang akan memformalkan bentuk kegiatannya. Namun, prinsip bentuknya bergantung apa yang diminta Pemerintah Indonesia,” kata Cameron R. Hume seperti ditulis Antara.
Saat ini, lanjut Cameron R. Hume, kerjasama antara Indonesia-AS di bidang pendidikan sudah berjalan. Di antaranya melalui program pengajaran oleh 20 guru bahasa Inggris dari AS pada sejumlah sekolah di Jatim. “Universitas Hasanuddin di Makassar juga meminta kerjasama pendidikan maritim biologi dengan universitas di Los Angeles, AS,” ungkap Cameron R. Hume.
Bentuk lain yang sudah berjalan adalah beasiswa Fulbright untuk mahasiswa Indonesia yang belajar di AS. Selain itu, ada kerjasama penelitian dalam bidang eksplorasi laut. Kerjasama penelitian bawah laut Indonesia-AS telah menghasilkan gambar-gambar bawah laut yang sangat menakjubkan dan dapat ditelusuri lewat internet. “Saya sudah melihat gambar yang mereka hasilkan. Ada koral (karang) dari kedalaman 2,5 kilometer di bawah laut, ada pula gunung api di bawah laut. Sangat indah semuanya,” ujar Cameron R. Hume.
Harapan masyarakat Indonesia, semoga bantuan pendidikan itu dapat dimamfaatkan untuk membantu penyelenggara pendidikan setingkat SD,SMP,SMA yang saat ini banyak mengeluh karena dana penyelenggaraan pendidikan belum optimal.Demikian liputan6.com mensiarkan .***