Pencarian







15 TAHUN TELKOMSEL “SANG JUARA” BERHASIL MENGINDONESIAKAN INDONESIA

Tanggal : 29-05-2010, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis, Bandung

Oleh : H.Erry Budianto (Redaktur Surabayawebs.com)

Lima belas tahun lalu, tepatnya 26 Mei 1995 didirikan oleh manajemen PT.Telekomunikasi Indoensia (Telkom) Tbk sebuah anak perusahaan yang khusus menangani layanan selular yang mengandalkan teknologi Global System Mobile (GSM), yaitu PT.Telkomsel (Persero). Untuk melengkapi bisnis telekomunikasi yang sudah ada, fixedline dan telekomunikasi satelit.

Jika perusahaan swasta lainnya langsung melakukan penetrasi pasar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Makasar dan Medan. Maka nakhoda  Telkomsel, sebaliknya. Memulai perjuangan menerapkan “Perang Gerilya” seperti yang dilakukan  para pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia saat merebut Kemerdekaan dari tangan penjajah Belanda di tahun 1945.

Strategi bergerilya mulai dari daerah-daerah yang tidak diperhitungkan lawan bisnis. Lalu mengepung Kota besar Jakarta, sangat jitu. Awal pembangunan dimulai dari  Batam dengan membangun network berupa Base Transceiver Station (BTS) merupakan “titik awal” keberhasilan Telkomsel sebagai “Raksasa Selular” dengan 100 juta lebih pelanggannya saat ini.

Dengan jaringan layanan yang begitu lengkap dibangun selama 15 tahun, bukan mimpi kalau perusahaan raksasa selular seperti Telkomsel sebelum “matahari terbenam 2010” akan meraih keberhasilan meraih market leader  lebih dari 120 juta pelanggan di seluruh pelosok negeri melalui 32.000 BTS yang berdiri gagah “Mempersatukan Indonesia”.

Dengan jangkauan terluas dan kualitas layanan terbaiknya, dari Cuma sekitar 149 BTS yang dimulai dari  Batam. Lalu Sumatera Utara dengan titik layanan di kota Medan akhirnya dalam waktu relative singkat seluruh kota-kota besar di Pulau Sumatera, seiring dengan pembangunan BTS di Pulau Jawa dan Bali, maka Ibukota Republik Indonesia DKI Jakarta Raya, sudah berada dalam “genggaman”.

Keberhasilan keluar dari era keterisoliran komunikasi dan informasi di negeri dengan lebih dari 17.000 pulau ini menjadikan Telkomsel  dengan 4.200 karyawannya berhasil mempersembahkan layanan terbaiknya dengan jangkauan terluas dan kualitas terbaik lebih dari 25.000 desa dari Sabang sampai Merauke telah mendapatkan layanan prima.

Termasuk penduduk di Pulau-pulau Terluar seperti Pulau Weh di Nangro Aceh Darussalam (NAB), Pulau Natuna yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Pulau Miangas di Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Philipina.

Telkomsel juga paling “memikirkan” untuk memberikan layanan terbaiknya kepada penumpang kapal di seluruh samudera yang mengelilingi ribuan pulau di negeri ini. Kini penumpang kapal tak perlu mengeluh kalau tengah berada di tengah lautan, untuk menelpon rekan bisnisnya, atau saudaranya yang berada di kota-kota besar atau di luar negeri. Untuk itu Telkomsel telah melengkapi 15 kapal PELNI dengan BTS yang menguraikan data analog dari Satelit menjadi  digital. Total 35 Kapal PELNI akan dilengkapi dengan BTS khusus yang sangat mahal harganya ini.

Artinya, setelah berhasil menyatukan negeri melalui inovasi cakupan terluas dan kualitas terbaik di gunung-gunung, daerah terpencil dan pulau-pulau terluar, maka pelanggan Telkomsel yang tengah berlayar di tengah samudera luas, tetap bisa menelpon ke siapa saja di mana saja berada di jagat ini.

Dengan pelayanan terbaiknya, citra terbaik dan kinerja perusahaan selular terbaik di negeri ini maka semua kebutuhan pelanggan selalu dapat dipenuhi. Operator selular kelas dunia ini ke  depan pun sudah memiliki  rencana strategis agar sebagai perusahaan selular nomor satu di Indonesia dan  terbesar ke enam di dunia, selalu bisa memenuhi keinginan pelanggannya.

Telkomsel ternyata juga paling inovatif memberikan layanannya kepada seluruh pelanggannya di Bumi Nusantara ini. Beragam layanan telah dipersembahkan operator selular kelas dunia ini seperti layanan 3G, Telkomsel Flash, BlackBerry, mobile wallet T-Cash, m-Music, Nada Sambung Pribadi, Push Email, mobile banking, mobile advertising, iPhone 3G, iPhone3Gs dan implementasi teknologi Long Term Evolution (LTE) pertama di Indonesia.

Bahkan melalui layanan m-Music sebanyak 10.000 lagu-lagu Indonesia asli baik lagu-lagu lama maupun terbaru. Baik itu irama keroncong, dangdut, pop maupun lagu-lagu soundtrack sinetron layar kacdan film layar lebar,  sudah bisa dinikmati pelanggan Telkomsel kartuHALO,simPATI dan kartuAS di seluruh pelosok negeri khatulistiwa ini.

Dengan mengemas lagu-lagu asli Indonesia begitu banyak,  tak begitu lama lagi MURI akan memberikan penghargaan kepada Telkomsel sebagai Operator selular paling banyak mempersembahkan lagu-lagu Indonesia kepada pelanggan setianya.

Operator selular terkemuka  yang paling peduli Indonesia ini memunculkan inovasi tak henti. Bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional, perusahaan yang dikenal sebagai pembayar pajak terbesar di negeri ini secara resmi melakukan kick off program Universal Service Obligation (USO). Yaitu penggelaran akses telekomunikasi dan informatika di  25.000 desa terpencil dan pengembangan jaringan selular di pulau-pulau terluar di daerah perbatasan Negara.

Diungkapkan, Dirut Telkomsel  Sarwoto Atmosutarno, sampai saat ini hampir seluruh desa yang termasuk program USO telah dapat menikmati akses telekomunikasi yang digelar Telkomsel. Operator juga menambahkan manfaat program USO ini dengan menghadirkan layanan Pusat Telekomunikasi dan Informasi Pedesaan (Pusyanti), Portal Lumbung Desa dan Desa Pintar yang dilengkapi computer dan layanan internet kecepatan tinggi.

Layanan Pusyantip dan portal Lumbung Desai ini ditujukan untuk memajukan perekonomian daerah. Nomor fixed wireless telephone (FWT) di seluruh desa yang masuk dalam program USO tersebut dapat berbagi informasi melalui SMS. Terutama menyangkut kebutuhan pupuk, bibit, hasil panen, pasar dan sebagainya. Pesan singkat ini diteruskan ke Portal Lumbung Desa dan website. Dengan begitu semua pihak yang terkait dapat segera mengetahui kendala dan potensi suatu daerah.

Adapun Desa Pintar, jelas Sarwoto, dimaksudkan untuk menyebatani kesenjangan informasi dan pendidikan. Adanya computer yang dilengkapi akses internet kecepatan tinggi, akan memberdayakan masyarakat untuk bisa mengakses informasi apapun termasuk dunia pendidikan dan pengetahuan umum lainnya. “Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi kesenjangan informasi antara mereka yang tinggal di pedesaan dan di perkotaan,” ujar Dirut Telkomsel ini.

Operator selular kelas dunia ini tak pernah henti memunculkan inovasi untuk anak negeri Indonesia tercinta ini. Pada 6 Mei lalu Telkomsel kembali berinovasi memperkaya nilai tambah SMS. Bersama Google,  Telkomsel  memperkenalkan SMS Translator, yaitu layanan SMS pertama di Indonesia untuk menerjemahkan bahasa Indonesia ke berbagai bahasa asing dan sebaliknya.

Inovasi luar biasa itu bertepatan dengan bulan Buku Nasional. Telkomsel menghadirkan inovasi yang akan mempermudah pelanggan dalam menerjemahkan suatu bahasa. Hal ini akan mempermudah pelanggan dan tidak perlu repot-repot membuka kamus terjemahan bahasa. Cukup dengan mengirimkan SMS, satu kalimat saja sudah bisa langsung diterjemahkan ke bahasa yang diinginkan. Bahkan fungsi SMS Translator lebih dari sekedar kamus digital karena mampu menerjemahkan sebuah kalimat dengan sempurna.

Jika pelanggan mengirim kalimat dalam bahasa Indonesia maka secara otomatis akan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggeris. Begitu juga sebaliknya, bila pelanggan mengirim dalam bahasa asing lainnya seperti bahasa Inggeris, Prancis, Jerman, Belanda, Italia, Spanyol atau Portugal, maka akan diterjemahkan secara otomatis ke bahasa Indonesia

Kalau pelanggan ingin menerjemahkan bahasa Indonesia ke bahasa asing selain bahasa Inggeris, cukup ketik kode bahasa lalu diikuti kata atau kalimat yang diinginkan. Contoh, ketik “DE” : Aku Ciinta kamu. Lalu kirim ke 4664, selanjutnya pelanggan akan menerima SMS kalimat tersebut yang sudah diterjemahkan ke bahasa Jerman menjadi “Ich Liebe Dich” Untuk Mengetahui kode bahasa, cukup kirim SMS, ketik INFO2, kirim ke 4664. Pelanggan hanya dikenakan Rp.100 untuk setiap SMS terjemahan yang dikirim atau yang diterima.

Tahun lalu Telkomsel meluncurkan SMS Pro, yaitu inovasi layanan SMS yang memberikan kemudahan dalam mengatur komunikasi SMS pelanggan. SMS Pro terdiri dari SMS Auto Reply (Bisa menjawab pesan secara otomatis layaknya email). SMS Divert (mengalihkan SMS yang masuk ke nomor lain). SMS Copy (mengalihkan SMS ke nomor lain dan mendapatkan copynya), SMS Blacklist (memblok SMS dan nomor yang tidak diinginkan) dan SMS Whitelist (hanya menerima SMS dari 10 nomor yang diinginkan).

Sebagai operator selular kelas dunia, dengan kepemilikan saham terbesar yaitu 65%, sisanya singTEL 35%  terbukti bahwa Telkomsel “Paling Merah Putih”. Paling peduli Indonesia, karena 25.000 desa dan pulau terluar kini sudah bisa mengakses informasi dan melakukan komunikasi ke seluruh pelosok negeri bahkan ke manca Negara atau sebaliknya.

Paling membangun negeri ini karena jaringan layanan selain jangkauan terluas juga kualitas terbaik hingga ke seluruh Ibukota Kecamatan di tanah air. Paling besar sumbangsihnya di Indonesia karena Telkomsel setiap tahun merupakan pembayar pajak terbesar. Paling dipercaya masyarakat Indonesia karena pelanggannya kini lebih dari 100 juta. Artinya, target tambahan 18 juta pelanggan tahun ini Insya Allah bisa dicapai.

 Paling melayani Indonesia. Selain memiliki titik layanan terbanyak melalui GraPARI-GraiHalo, mulai 1 Mei 2010 lalu, pelanggan, calon pelanggan dan masyarakat di tanah air bisa menghubungi Plasa Telkom terdekat.

Operator selular terkemuka ini juga membuka Call Center 24 jam per hari, sehingga bisa dihubungi kapan saja oleh konsumen dan masyarakat. Sebagai perusahaan telekomunikasi selular yang peduli lingkungan, Telkomsel jauh-jauh hari sudah menerapkan BTS Go Green. Paling inovatif memberikan layanan berupa layanan phone, layanan new business.

Telkomsel juga paling terkini dalam teknologi selular, sehingga hampir tidak pernah ada keluhan sinyal hilang atau percakapan terganggu. Hal ini karena operator ini memiliki BTS terbanyak diantara operator selular lainnya, yaitu 32.000 BTS yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Bahkan di Pulau-pulau Terluar yang berbatasan dengan Negara lain dan di atas kapal-kapal PELNI.

Mengapa masyarakat Indonesia memilih menggunakan produk-produk Telkomsel ? Hal ini tak lain karena operator selular ini paling lengkap mengelola jaringan infrastruktur TTC di seluruh pelosok negri dari Sabang sampai Merauke. Sebab itu tidaklah heran, berbagai kelebihan operator selular ini membuahkan hasil yang manis. Mendapat berbagai penghargaan nasional maupun internasional atas kinerja dan prestasi yang dicapai selama ini.

Sebagai operator selular yang masih berusia sangat muda, baru 15 tahun, apa yang dihasilkan Telkomsel sebagai operator selular terluas jangkauannya dan memilikii kualitas layanan terbaik, pantas diacungkan jempol. Apalagi Telkomsel tidak pernah melupakan perannya sebagai perusahaan anak negeri dengan menggelar berbagai program corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab social untuk membangun masyarakat dan lingkungan.

Program-program CSR yang dilakukan Telkomsel antara lain ditujukan bagi komunitas sekolah yang terdiri dari guru dan murid. Kegiatan yang dilakukan mulai dari melengkapi fasilitas sekolah dengan fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seperti computer, modem, LCD projector, software pendidikan dan pelatihan bagi guru dalam memanfaatkan TIK sebagai bagian penting proses belajar mengajar di era modern saat ini

Telkomsel juga selalu meningkatkan kesiapan dalam upaya bersama masyarakat menanggulangi bencana alam. Ketika Provinsi Nangro Aceh Darussalam (NAD) porak poranda dihamtam gempa bum 8,7 SR dan Tsunami 2006 lalu, operator selular terkemuka ini dalam hitungan hari sudah mengirimkan bantuan daruratnya berupa sandang pangan, obat-obatan bahkan mobil Ambulance.

Berdasarkan pengalaman terjadinya bencana alam di tanah air, maka peranan  telekomunikasi sangatlah penting saat kondisi darurat di depan mata. Kesiapan jaringan yang didukung oleh Tim TERRA (Telkomsel Emergency Response and Recovery Activity) yang terjun langsung ke lapangan membantu masyarakat yang terkena dampak bencana, mulai dari aktivitas Search and Rescue (SAR), media center, dapur umum, tim medis, sampai pada kegiatan pasca gempa seperti membangun kembali lokasi bekas bencana. Tim TERRA inilah yang langsung diterbangkan dari Jakarta dan Medan, menuju Banda Aceh, Meulaboh, Lokngah, Lokseumawe dan daerah bencana lain di Provinsi NAD ketika itu.

Ditegaskan Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno melalui iklan Telkomsel di media cetak daerah maupun Jakarta, keberhasilan berinovasi dalam upaya memberikan  yang terbaik bagi Indonesia sepanjang 15 tahun perjalanan Telkomsel, tentunya tak lepas dari dukungan dan kepercayaan yang diberikan berbagai pihak seperti pemerintah, pemegang saham, pelanggan, masyarakat, competitor, mitra kerja, 4.200 karyawan yang tersebar di seluruh penjuru tanah air, lembaga swadaya masyarakat dan stakeholder lainnya.

Selamat 15 tahun Telkomsel membangun negeri Indonesia tercinta ini melalu berbagai inovasinya. Semoga Telkomsel selalu sukses dan tetap jaya !!!

PERSIB VS PSM MAKASAR BISA DISAKSIKAN BOBOTOH.

Tanggal : 28-05-2010, Kategori : Berita Utama, Olahraga & Kesehatan, Bandung


Laporan : H.Erry Budianto

Bandung-Surabayawebs.com

Polwiltabes Bandung akhirnya mengeluarkan izin pertandingan terakhir Persib Bandung lawan PSM Makasar pada 30 Mei 2010 nanti bisa disaksikan Bobotoh (supporter). Pertandingan di Stadion Siliwangi Bandung ini sempat dicekal pihak Kepolisian saat Persib berhadapan dengan Persiba Balikpapan 26 Mei lalu, yang berkesudahan kekalahan Persib 1-2 dari tamunya dari Balikpapan kaltim itu.

Perubahan sikap Polwiltabes Bandung itu merupakan bentuk simpati terhadap B obotoh Persib yang sudah mematuhi untuk tidak mendekati area sejauh 300 meter dari Stadion Siliwangi Bandung ketika Persib bertanding tanpa penonton lawan Persiba beberapa lalu.

Hukuman bertanding tanpa penonton ini merupakan sanksi tegas Polwiltabes Bandung karena Bobotoh Persib melakukan perusakan sejumlah rumah di sepanjang rel Siatsiun Cikudapateuh-Kiaracondong dan pemukulan pengendaraan sepeda motor serta perusakan sepeda motor di Jalan Achmad Yani Bandung usai menyaksikan pertandingan Persib-Persipura.

Kepastian izin boleh disaksikan Bobotoh saat Persib menjamu tamunya dari Makasar itui diperoleh ketika Panpel Persib bertatap muka langsung dengan jajaran Polwiltabes Bandung, Kamis 27/5. Sekretaris Panpel Persib, Budi Bram Rachman, mengatakan, meski baru sebatas lisan. Izin tersebut merupakan sinyal positif bagi Panpel dan Persib untuk menggelar pertandingan terakhir di Stadion Siliwangi Bandung dengan dukungan Bobotoh Persib.

“Ketika Persib kalah 1-2 dari Persiba 26 Mei lalu kelihatan sekali, para pemain Persib kehilangan gairah, kreativitas dan motivasi selama pertandingan berlangsung,” ungkap Budi kemudian.

Sementara itu pelatih Persib Robby Darwis, mengakui, pertandingan lawan PSM Makasar nanti pihaknya akan bermain lepas. Dia telah menginstruksikan para pemainnya untuk melakukan serangan ke gawang lawan, habis-habisan. “Mungkin saja saya akan memasang empat stiker sekaligus, yaitu Gonzales, Budi Sudarsono, Airlangga dan Atep,” jelas mantan pemain Persib ini.

Permaian dan pergerakan Persib lawan PSM Makasar 30 Mei nanti, diharapkan membuahkan hasil maksimal. Tapi, diakuinya, untuk meraih posisi ke tiga klasemen akhir Liga Indonesia Super 2009-2010, sangat berat. “Karena meskipun menang dari PSM Makasar, posisi ke tiga ditentukan oleh pertandingan lainnya antara Persiba-Sriwijaya FC dan Persija-Arema,” ungkapnya kemudian.

15 TAHUN TELKOMSEL “SANG JUARA” BERHASIL MENGINDONESIAKAN INDONESIA

Tanggal : 26-05-2010, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis, Bandung

Oleh : H.Erry Budianto (Redaktur Surabayawebs.com)

Lima belas tahun lalu, tepatnya 26 Mei 1995 didirikan oleh manajemen PT.Telekomunikasi Indoensia (Telkom) Tbk sebuah anak perusahaan yang khusus menangani layanan selular yang mengandalkan teknologi Global System Mobile (GSM), yaitu PT.Telkomsel (Persero). Untuk melengkapi bisnis telekomunikasi yang sudah ada, fixedline dan telekomunikasi satelit.

Jika perusahaan swasta lainnya langsung melakukan penetrasi pasar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Makasar dan Medan. Maka nakhoda  Telkomsel, sebaliknya. Memulai perjuangan menerapkan “Perang Gerilya” seperti yang dilakukan  para pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia saat merebut Kemerdekaan dari tangan penjajah Belanda di tahun 1945.

Strategi bergerilya mulai dari daerah-daerah yang tidak diperhitungkan lawan bisnis. Lalu mengepung Kota besar Jakarta, sangat jitu. Awal pembangunan dimulai dari  Batam dengan membangun network berupa Base Transceiver Station (BTS) merupakan “titik awal” keberhasilan Telkomsel sebagai “Raksasa Selular” dengan 100 juta lebih pelanggannya saat ini.

Dengan jaringan layanan yang begitu lengkap dibangun selama 15 tahun, bukan mimpi kalau perusahaan raksasa selular seperti Telkomsel sebelum “matahari terbenam 2010” akan meraih keberhasilan meraih market leader  lebih dari 120 juta pelanggan di seluruh pelosok negeri melalui 32.000 BTS yang berdiri gagah “Mempersatukan Indonesia”.

Dengan jangkauan terluas dan kualitas layanan terbaiknya, dari Cuma sekitar 149 BTS yang dimulai dari  Batam. Lalu Sumatera Utara dengan titik layanan di kota Medan akhirnya dalam waktu relative singkat seluruh kota-kota besar di Pulau Sumatera, seiring dengan pembangunan BTS di Pulau Jawa dan Bali, maka Ibukota Republik Indonesia DKI Jakarta Raya, sudah berada dalam “genggaman”.

Keberhasilan keluar dari era keterisoliran komunikasi dan informasi di negeri dengan lebih dari 17.000 pulau ini menjadikan Telkomsel  dengan 4.200 karyawannya berhasil mempersembahkan layanan terbaiknya dengan jangkauan terluas dan kualitas terbaik lebih dari 25.000 desa dari Sabang sampai Merauke telah mendapatkan layanan prima.

Termasuk penduduk di Pulau-pulau Terluar seperti Pulau Weh di Nangro Aceh Darussalam (NAB), Pulau Natuna yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Pulau Miangas di Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Philipina.

Telkomsel juga paling “memikirkan” untuk memberikan layanan terbaiknya kepada penumpang kapal di seluruh samudera yang mengelilingi ribuan pulau di negeri ini. Kini penumpang kapal tak perlu mengeluh kalau tengah berada di tengah lautan, untuk menelpon rekan bisnisnya, atau saudaranya yang berada di kota-kota besar atau di luar negeri. Untuk itu Telkomsel telah melengkapi 15 kapal PELNI dengan BTS yang menguraikan data analog dari Satelit menjadi  digital. Total 35 Kapal PELNI akan dilengkapi dengan BTS khusus yang sangat mahal harganya ini.

Artinya, setelah berhasil menyatukan negeri melalui inovasi cakupan terluas dan kualitas terbaik di gunung-gunung, daerah terpencil dan pulau-pulau terluar, maka pelanggan Telkomsel yang tengah berlayar di tengah samudera luas, tetap bisa menelpon ke siapa saja di mana saja berada di jagat ini.

Dengan pelayanan terbaiknya, citra terbaik dan kinerja perusahaan selular terbaik di negeri ini maka semua kebutuhan pelanggan selalu dapat dipenuhi. Operator selular kelas dunia ini ke  depan pun sudah memiliki  rencana strategis agar sebagai perusahaan selular nomor satu di Indonesia dan  terbesar ke enam di dunia, selalu bisa memenuhi keinginan pelanggannya.

Telkomsel ternyata juga paling inovatif memberikan layanannya kepada seluruh pelanggannya di Bumi Nusantara ini. Beragam layanan telah dipersembahkan operator selular kelas dunia ini seperti layanan 3G, Telkomsel Flash, BlackBerry, mobile wallet T-Cash, m-Music, Nada Sambung Pribadi, Push Email, mobile banking, mobile advertising, iPhone 3G, iPhone3Gs dan implementasi teknologi Long Term Evolution (LTE) pertama di Indonesia.

Bahkan melalui layanan m-Music sebanyak 10.000 lagu-lagu Indonesia asli baik lagu-lagu lama maupun terbaru. Baik itu irama keroncong, dangdut, pop maupun lagu-lagu soundtrack sinetron layar kacdan film layar lebar,  sudah bisa dinikmati pelanggan Telkomsel kartuHALO,simPATI dan kartuAS di seluruh pelosok negeri khatulistiwa ini.

Dengan mengemas lagu-lagu asli Indonesia begitu banyak,  tak begitu lama lagi MURI akan memberikan penghargaan kepada Telkomsel sebagai Operator selular paling banyak mempersembahkan lagu-lagu Indonesia kepada pelanggan setianya.

Operator selular terkemuka  yang paling peduli Indonesia ini memunculkan inovasi tak henti. Bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional, perusahaan yang dikenal sebagai pembayar pajak terbesar di negeri ini secara resmi melakukan kick off program Universal Service Obligation (USO). Yaitu penggelaran akses telekomunikasi dan informatika di  25.000 desa terpencil dan pengembangan jaringan selular di pulau-pulau terluar di daerah perbatasan Negara.

Diungkapkan, Dirut Telkomsel  Sarwoto Atmosutarno, sampai saat ini hampir seluruh desa yang termasuk program USO telah dapat menikmati akses telekomunikasi yang digelar Telkomsel. Operator juga menambahkan manfaat program USO ini dengan menghadirkan layanan Pusat Telekomunikasi dan Informasi Pedesaan (Pusyanti), Portal Lumbung Desa dan Desa Pintar yang dilengkapi computer dan layanan internet kecepatan tinggi.

Layanan Pusyantip dan portal Lumbung Desai ini ditujukan untuk memajukan perekonomian daerah. Nomor fixed wireless telephone (FWT) di seluruh desa yang masuk dalam program USO tersebut dapat berbagi informasi melalui SMS. Terutama menyangkut kebutuhan pupuk, bibit, hasil panen, pasar dan sebagainya. Pesan singkat ini diteruskan ke Portal Lumbung Desa dan website. Dengan begitu semua pihak yang terkait dapat segera mengetahui kendala dan potensi suatu daerah.

Adapun Desa Pintar, jelas Sarwoto, dimaksudkan untuk menyebatani kesenjangan informasi dan pendidikan. Adanya computer yang dilengkapi akses internet kecepatan tinggi, akan memberdayakan masyarakat untuk bisa mengakses informasi apapun termasuk dunia pendidikan dan pengetahuan umum lainnya. “Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi kesenjangan informasi antara mereka yang tinggal di pedesaan dan di perkotaan,” ujar Dirut Telkomsel ini.

Operator selular kelas dunia ini tak pernah henti memunculkan inovasi untuk anak negeri Indonesia tercinta ini. Pada 6 Mei lalu Telkomsel kembali berinovasi memperkaya nilai tambah SMS. Bersama Google,  Telkomsel  memperkenalkan SMS Translator, yaitu layanan SMS pertama di Indonesia untuk menerjemahkan bahasa Indonesia ke berbagai bahasa asing dan sebaliknya.

Inovasi luar biasa itu bertepatan dengan bulan Buku Nasional. Telkomsel menghadirkan inovasi yang akan mempermudah pelanggan dalam menerjemahkan suatu bahasa. Hal ini akan mempermudah pelanggan dan tidak perlu repot-repot membuka kamus terjemahan bahasa. Cukup dengan mengirimkan SMS, satu kalimat saja sudah bisa langsung diterjemahkan ke bahasa yang diinginkan. Bahkan fungsi SMS Translator lebih dari sekedar kamus digital karena mampu menerjemahkan sebuah kalimat dengan sempurna.

Jika pelanggan mengirim kalimat dalam bahasa Indonesia maka secara otomatis akan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggeris. Begitu juga sebaliknya, bila pelanggan mengirim dalam bahasa asing lainnya seperti bahasa Inggeris, Prancis, Jerman, Belanda, Italia, Spanyol atau Portugal, maka akan diterjemahkan secara otomatis ke bahasa Indonesia

Kalau pelanggan ingin menerjemahkan bahasa Indonesia ke bahasa asing selain bahasa Inggeris, cukup ketik kode bahasa lalu diikuti kata atau kalimat yang diinginkan. Contoh, ketik “DE” : Aku Ciinta kamu. Lalu kirim ke 4664, selanjutnya pelanggan akan menerima SMS kalimat tersebut yang sudah diterjemahkan ke bahasa Jerman menjadi “Ich Liebe Dich” Untuk Mengetahui kode bahasa, cukup kirim SMS, ketik INFO2, kirim ke 4664. Pelanggan hanya dikenakan Rp.100 untuk setiap SMS terjemahan yang dikirim atau yang diterima.

Tahun lalu Telkomsel meluncurkan SMS Pro, yaitu inovasi layanan SMS yang memberikan kemudahan dalam mengatur komunikasi SMS pelanggan. SMS Pro terdiri dari SMS Auto Reply (Bisa menjawab pesan secara otomatis layaknya email). SMS Divert (mengalihkan SMS yang masuk ke nomor lain). SMS Copy (mengalihkan SMS ke nomor lain dan mendapatkan copynya), SMS Blacklist (memblok SMS dan nomor yang tidak diinginkan) dan SMS Whitelist (hanya menerima SMS dari 10 nomor yang diinginkan).

Sebagai operator selular kelas dunia, dengan kepemilikan saham terbesar yaitu 65%, sisanya singTEL 35%  terbukti bahwa Telkomsel “Paling Merah Putih”. Paling peduli Indonesia, karena 25.000 desa dan pulau terluar kini sudah bisa mengakses informasi dan melakukan komunikasi ke seluruh pelosok negeri bahkan ke manca Negara atau sebaliknya.

Paling membangun negeri ini karena jaringan layanan selain jangkauan terluas juga kualitas terbaik hingga ke seluruh Ibukota Kecamatan di tanah air. Paling besar sumbangsihnya di Indonesia karena Telkomsel setiap tahun merupakan pembayar pajak terbesar. Paling dipercaya masyarakat Indonesia karena pelanggannya kini lebih dari 100 juta. Artinya, target tambahan 18 juta pelanggan tahun ini Insya Allah bisa dicapai.

 Paling melayani Indonesia. Selain memiliki titik layanan terbanyak melalui GraPARI-GraiHalo, mulai 1 Mei 2010 lalu, pelanggan, calon pelanggan dan masyarakat di tanah air bisa menghubungi Plasa Telkom terdekat.

Operator selular terkemuka ini juga membuka Call Center 24 jam per hari, sehingga bisa dihubungi kapan saja oleh konsumen dan masyarakat. Sebagai perusahaan telekomunikasi selular yang peduli lingkungan, Telkomsel jauh-jauh hari sudah menerapkan BTS Go Green. Paling inovatif memberikan layanan berupa layanan phone, layanan new business.

Telkomsel juga paling terkini dalam teknologi selular, sehingga hampir tidak pernah ada keluhan sinyal hilang atau percakapan terganggu. Hal ini karena operator ini memiliki BTS terbanyak diantara operator selular lainnya, yaitu 32.000 BTS yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Bahkan di Pulau-pulau Terluar yang berbatasan dengan Negara lain dan di atas kapal-kapal PELNI.

Mengapa masyarakat Indonesia memilih menggunakan produk-produk Telkomsel ? Hal ini tak lain karena operator selular ini paling lengkap mengelola jaringan infrastruktur TTC di seluruh pelosok negri dari Sabang sampai Merauke. Sebab itu tidaklah heran, berbagai kelebihan operator selular ini membuahkan hasil yang manis. Mendapat berbagai penghargaan nasional maupun internasional atas kinerja dan prestasi yang dicapai selama ini.

Sebagai operator selular yang masih berusia sangat muda, baru 15 tahun, apa yang dihasilkan Telkomsel sebagai operator selular terluas jangkauannya dan memilikii kualitas layanan terbaik, pantas diacungkan jempol. Apalagi Telkomsel tidak pernah melupakan perannya sebagai perusahaan anak negeri dengan menggelar berbagai program corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab social untuk membangun masyarakat dan lingkungan.

Program-program CSR yang dilakukan Telkomsel antara lain ditujukan bagi komunitas sekolah yang terdiri dari guru dan murid. Kegiatan yang dilakukan mulai dari melengkapi fasilitas sekolah dengan fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seperti computer, modem, LCD projector, software pendidikan dan pelatihan bagi guru dalam memanfaatkan TIK sebagai bagian penting proses belajar mengajar di era modern saat ini

Telkomsel juga selalu meningkatkan kesiapan dalam upaya bersama masyarakat menanggulangi bencana alam. Ketika Provinsi Nangro Aceh Darussalam (NAD) porak poranda dihamtam gempa bum 8,7 SR dan Tsunami 2006 lalu, operator selular terkemuka ini dalam hitungan hari sudah mengirimkan bantuan daruratnya berupa sandang pangan, obat-obatan bahkan mobil Ambulance.

Berdasarkan pengalaman terjadinya bencana alam di tanah air, maka peranan  telekomunikasi sangatlah penting saat kondisi darurat di depan mata. Kesiapan jaringan yang didukung oleh Tim TERRA (Telkomsel Emergency Response and Recovery Activity) yang terjun langsung ke lapangan membantu masyarakat yang terkena dampak bencana, mulai dari aktivitas Search and Rescue (SAR), media center, dapur umum, tim medis, sampai pada kegiatan pasca gempa seperti membangun kembali lokasi bekas bencana. Tim TERRA inilah yang langsung diterbangkan dari Jakarta dan Medan, menuju Banda Aceh, Meulaboh, Lokngah, Lokseumawe dan daerah bencana lain di Provinsi NAD ketika itu.

Ditegaskan Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno melalui iklan Telkomsel di media cetak daerah maupun Jakarta, keberhasilan berinovasi dalam upaya memberikan  yang terbaik bagi Indonesia sepanjang 15 tahun perjalanan Telkomsel, tentunya tak lepas dari dukungan dan kepercayaan yang diberikan berbagai pihak seperti pemerintah, pemegang saham, pelanggan, masyarakat, competitor, mitra kerja, 4.200 karyawan yang tersebar di seluruh penjuru tanah air, lembaga swadaya masyarakat dan stakeholder lainnya.

Selamat 15 tahun Telkomsel membangun negeri Indonesia tercinta ini melalu berbagai inovasinya. Semoga Telkomsel selalu sukses dan tetap jaya !!!

ANAS URBANINGRUM TERPILIH SEBAGAI KETUA UMUM DPP PARTAI DEMOKRAT

Tanggal : 23-05-2010, Kategori : Berita Utama, Politik & Keamanan, Bandung


Laporan : H.Erry Budianto

Bandung-Surabayawebs.com

Melalui pemilihan putaran ke dua, akhirnya Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI 2009-2014, Anas Urbaningrum, terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat priode 2010-2015 di arena Kongres II Partai Demokrat di Bumi Parahyangan Padalarang Bandung Barat, Minggu 23/5.

Anas Urbaningrum pada putaran ke dua meraih 280 suara, Marzuki Alie 246 suara. Pada putaran pertama Marzuki Alie mendapat dukungan terbanyak, ke dua ditempati Anas dan ke tiga Andi Mallarangeng hanya 82 suara. Suara yang minim di bawah 100 ini menyingkirkan Andi untuk maju pada putaran ke dua.

Anas Urbaningrum lulusan Ilmu Politik Univeritas Airlangga 1992 ini saat putaran ke dua, raihan suaranya kejar-kejar dengan Marzuki Alie. Pada pukul 19.28 WIB Anas mendapat 252 suara, Marzuki 218 suara. Posisi ini sejenak terhenti karena pendukung ke dua belah pihak mulai merangsek ke depan karena ingin langsung melihat papan pengumuman yang menulis raihan suara Anas dan Marzuki. Setelah beberapa menit panitia meminta agar mundur dan kembali duduk, baru pemilihan dimulai lagi.

Suara DPD dan DPC Partai Demokrat seluruh Indonesia yang jadi rebutan berjumlah 531 suara. Pada pukul 19.55 WIB saat satu suara memilih Anas, maka gegap gempitalah para peserta Kongres II Partai Demokrat yang meneriakkan nama Anas-Anas-Anas ! Anas Urbaningrum akhirnya meraih 280 suara. Sementara Marzuki Alie hanya 246 suara.

Anas yang memperoleh gelar Magister Sains Ilmu Politik Universitas Indonesia tahun 2000 ini menyebutkan, kemenangannya adalah kemenangan Demokrat, kemenangan semua pendukung Demokrasi di Indonesia. “Bapak Marzuki Alie dan Bapak Andi, adalah sahabat dan teman saya juga. Ke duanya adalah kader-lader terbaik Partai Demokrat,” ujarnya duduk diapit oleh Marzuki Alie di kanan dan Andi Mallarangeng di kiri.

Sementara itu baik Marzuki Alie maupun Andi Mallarangeng mengaskan bahwa Anas Urbaningrum dipastikan mampu memimpin dan memajukan Partai Demokrat. “Anas selain kader terbaik partai juga sosok pemimpin yang dibutuhkan partai lima tahun ke depan. Beliau masih muda sekali,” tutur Marzuki Alie mengomentari sosok Anas Urbaningrum kelahiran Blitar 15 Juli 1959 ini.

Usai ajang pemilihan Ketua Umum DPP Partai Demokrat 2010-2015 yang dimenangkan “Arek Blitar” Anas Urbaningrum, agenda Kongres II Partai Demokrat dilanjutkan dengan pembahasan ADRT Partai dan pembahasan lainnya.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, mengucapkan selamat kepada Anas Urbaningrum atas terpilihnya sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokorat yang baru. Begitu juga Hatta Rajasa Ketua Umum DPP PAN mengucapkan hal sama. “Semoga keharmonisan hubungan antar partai di negeri ini tetap terpelihara dengan baik menuju Indonesia yang sejahtera dan aman sentosa,” ujar Hatta Rajasa uasi menyaksikan pemilihan Ketum DPP Partai Demokrat dari layar kaca di Jakarta,

Anas Urbaningrum kelahiran Blitar ini meraih gelar sarjana Ilmu Politik Universitas Airlangga 1992, Magister Sains Ilmu Politik Universitas Indonesia tahun 2000 dan sampai kini masih mengikuti pendidikan Ilmu Politik di Universitas Gajah Mada (UGM) untuk meraih gelar Doktor.

Adapun karir sosok “Arek Blitar” ini antara lain sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI 2009-2014, Pimpinan Kolektif Nasional KAHMI 2009, Ketua Yayasan Wakaf Paramadina 2006 sampai sekarang, Ketua DPP Partai Demokrat 2005 sampai sekarang dan pernah menjadi anggota KPU 2001-2005.

Anas juga pernah meluncurkan buku judul “Revolusi Sunyi” yang menceritakan latar belakang kemenangan Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono pada Pemilu 2009. Anas juga mengisyaratkan, jika terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat akan mundur  sebagai anggota DPR RI agar dapat secara penuh mengurus partai.

POLITEKNIK POS INDONESIA BUKA JURUSAN L0GISTIK BISNIS PERTAMA DI NEGERI INI

Tanggal : 9-05-2010, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis, Bandung



Oleh : H.Erry Budianto (Redaktur Surabayawebs.com)

Siapa yang tidak kenal dengan Politeknik Pos Indonesia  atau Poltekpos yang memiliki kampus megah dan  sangat luas di atas lahan 4,5 hektar lebih di Sarijadi Bandung Utara dengan udara yang sejuk, nyaman dilingkungan yang bersih dan sangat cocok untuk menimba ilmu. Menciptakan “Bangsa yang Cerdas dan Pintar Sebagai  Majikan”  dan”Bukan Bangsa Bodoh Sebagai Penonton”.

Institusi pendidikan terkemuka di kota Bandung ini memiliki fasilitas yang lengkap dan berkualitas didukung atmosfir pendidikan yang menyenangkan. Poltekpos ini berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bakti Pos Indonesia (YPBPI) yang didirikan PT.Pos Indonesia tahun 2001 dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga-tenaga profesional yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industry.

Dengan semakin berkembangnya bisnis logistic di tanah air, Poltekpos menjawabnya dengan membuka Jurusan Logistik Bisnis program studi D-3 dan D-4 Sarjana Sain Terapan. Jurusan Logistik Bisnis ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Program studi D-3, difokuskan pada membekali mahasiswa dengan manajemen logistic dan operasional yang berbasis aplikasi teknologi informasi. Kurikulum dirancang agar lulusan mempunyai kompetensi yang meliputi berbagai aspek antara lain ekspor impor, ahli kepabean, warehousing, cargo dan shipping, purchasing (procurement), good inspection, transportation, distribution and logistic information service.

Jebolan D-3 Logistik Bisnis ini memiliki peluang untuk mengembangkan karier dalam posisi  manajerial padaperusahaan freight forwarder, courier, ritel, distributor, value added warehouse, terminal peti kemas, transportation, shipping dan juga pada perusahaan-perusahaan manufactur dan jasa lainnya.

Program D-4 yang menelurkan Sarjana Sain Terapan, awalnya berangkat dari suksesnya program Studi Logistik Bisnis untuk pendidikan Vokasi D-3. Untuk itu Poltekpos yang tiap tahun diserbu puluhan ribu calon-calon mahasiswa dari seluruh pelosok Indonesia ini akhirnya meluncurkan program Studi D-4 Logistik Bisnis.

Hal ini berawal dari peluang serapan yang begitu besar akan kebutuhan lulusan D-4 bidang Logistik Bisnis menjadi salah satu factor disirikannya Program Studi ini selain tentunya karena ditunjang dengan kebutuhan industry baik internasional maupun nasional. Lulusan D-4 Sarjana Sain Terapan  ini ternyata laris manis di bursa tenaga kerja Indonesia maupun di luar negeri.

Lulusan Logistik Bisnis D-4 ini juga memperoleh sertifikasi dari CILT (Chartered Institute of Logistic and Transportation) sebuah lembaga sertifikasi internasional dalam bidang logistic dan Transport yang mempunyai apresiasi di sector logistic dan transportasi di level internasional. Sehingga menjadi profesional di bidang logistic dan transportasi. Program ini dilakukan dalam bentuk program regular dan alih jenjang.

Program regular, lama belajar selama 8 semester. Sedangkan Ajeng dengan lama belajar 2 semester (lulusan D-3 Logistik Bisnis).

MANAJEMEN  INFORMATIKA TEKNOLOGI & SISTEM  INFORMASI.

Program studi ini dirancang untuk menyiapkan para mahasiswa masuk ke dalam karier di bidang teknologi informasi. Khususnya pengembangan di bidang system informasi. Termasuk dalam system informasi berintelegensia tinggi.

Mahasiswa dibekali dengan kompetensi manajemen system informasi yang bisa diterapkan pada lingkungan organisasi bisnis maupun masyarakat umum. Kompetensi utama program studi ini adalah kemampuan membangun, mengintalasi dan memelihara system informasi, membangun aplikasi perangkat lunak pemrograman, system basisdata dan rancangan web.

Lulusan dibekali dengan kemampuan dasar proses bisnis perusahan seperti akutansi, logistic, manajemen dan kewirausahaan, kecakapan interpersonal dan kerjasama tim (Teamwork). Karena kompetensi-kompetensi tersebut sangatdibutuhkan perusahaan swasta maupun instansi pemerintah di era globalisasi.

Lulusan juga dibekali pengalaman insdutri ataupun pengelolaan system informasi daerah. Dapat memulai karier mereka sebagai teknisi perangkat lunak, programmer dan konsultan analisis.

TEKNIK INFORMATIKA.

Program studi teknik informatika (TI) ini dirancang untuk menyiapkan tenaga profesional di bidang teknologi informasi yang mampu memenuhi tuntutan  aplikasi teknologi informasi di sector industry dan bisnis. Selama proses belajar, mahasiswa dibekali dengan materi-materi yang mendukung penguasaan teknologi informasi. Seperti  jaringan computer wireless, database, multimedia, network security, system keamanan informasi, teknologi dan aplikasi web berbasis framework.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dan untuk mengantisipasi kebutuhan di masyarakat, lulusan juga dibekali dengan state of the art technology information. Seperti Mobile Content and application serta berbagai aspek hokum, etika yang berhubungan dengan teknologi informasi.

Lulusan teknik informatika ini juga mempunyai peluang untuk mengembangkan karir di berbagai lapangan pekerjaan  seperti di bidang telekomunikasi,  perbankan, layanan jasa, industry perminyakan, logistic, instrumentasi dan sector bisnis lainnya.

AKUTANSI.

Program studi Akutansi memiliki dua konsentrasi yaitu Konsentrasi Akutansi Keuangan dan konsentrasi Micro Finance. Bagi lulusan Program Studi Akutansi Konsentrasi Keuangan, mempunyai kemampuan membuat laporan keuangan, melakukan audit laporan keuangan, menghitung pajak, merancang dan mengimplementasikan system informasi akutansi berbasis computer.

Sedangkan jurusan bidang Konsentrasi Akutansi Micro Finance, lulusannya mampu menganalisa dan mengelola bidang usaha keuangan mikro, mampu bertindak sebagai pengelola BMT (Baitul Mall Wat Tamwil) dan lembaga keuangan mikro lainnya serta mampu ,menjadi sumber daya yang dibuthkan khususnya di bagian Akutansi, bagian Keuangan dan bagian operasional bagi jenis-jenis usaha bidang keuangan mikro.

Dalam rangak membekali lulusan jurusan ini untuk memasuki dunia kerja, mahasiswa diberi kesempatan mengikuti uji kompetensi Brevet Pajak A dan B, aplikasi computer dan Bahasa Inggeris serta work shop auditing serta  memperoleh sertifikasi  dari asosiasi atau lembaga yang berwenang. Melakukan audit laporan keuangan, menghitung pajak, merancang dan mengimplementasikan system informasi akutansi berbasis computer serta sertifikasi profesi.

Lulusan program ini disiapkan untuk bekerja di Divisi  Micro banking Bank Umum Syariah, mitra modal venture Syariah dan wirausaha mandiri.

MANAJEMEN PEMASARAN.

Program studi jurusan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan skill dan kompetensi yang mendukung profesi marketer seperti marketing communication, perencana an dan evaluasi  program pemasaran, pemanfaatan media dan teknologi terkini di bidang pemasaran. Termasuk pemanfaatan teknologi untuk penyusunan segmentasi dan target pelanggan. Program ini memiliki dua konsentrasi. Yaitu Konsentrasi Advertising dan Customer Relationship.

Llulusan dari Program Studi Marketing Manajemen dengan konsentrasi Advertising mempunyai kiemampuan merancang pesan marketing communication, baik animasi, suara, script writing dan memadukannya menjadi sebuah iklan yang menarik yang mampu meningkatkan penjualan.

Sedangkan lulusan dari konsentrasi Customer Relationship mempunyai kemampuan membangun hubungan dengan pelanggan dari mulai prospecting sampai mempertahankan pelanggan dan menjadikan pelanggan sebagai mitra perusahaan/lembaga dan menguasai basis data pelanggan, teknik komunikasi, loby dan negosiasi.

KEUNGGULAN.

Menimba ilmu di Poltekpos  yang beralamat di Jl.Sariasih No.54 Bandung 40151 ini terlihat dari kurikulum yang bersifat implementatif, dirancang sesuai dengan kebutuhan dunia industry. Kerjasama industry yang luas untuik program intership, recruitment dan kerjasama dengan GTZ Jerman untuk pengembangan pendidikan.

Selain itu kegiatan mahasiswa yang menjadi wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa. Selain itu tenaga pengajar terdiri dari praktisi dan akdemisi yang ahli dibidangnya, dengan pendidikan sampai S-3 dari institusi pendidikan ternama di negeri ini.

Uji kompetensi bagi mahasiswa dengan sertifikasi yang diakui dunia industry. Program beasiswa dari Poltekpos, yayasan, kopertis dan Dikti serta mira. Program inteship (magang) untuk menghadapkan mahasiswa langsung dengan dunia kerja sehingga lebih siap bekerja.

Pendidikan Character building untuk pengembangan soft skill mahasiswa. Juga disiapkan tenaga ahli dari Jerman untuk membantu mengembangkan pendidikan dan meningkatkan kualitas Poltekpos di era globalisasi.

Juga memberikan bekal ilmu kepada mahasiswa melalui Entrepreneurship (kewirausahaan) agar mahasiswa dapat membuka usaha sendiri atau menajdi  wirausaha yang profesional di negeri yang begitu luas, kaya raya dan berpenduduk lebih dari 225 juta jiwa ini.

Mengapa memilih mengkuti pendidikan di Poltekpos ini ? Hal ini karena institusi pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bakti Pos Indonesia (YPBPI) ini memiliki fasilitas dan sarana pendukung yang dibutuhkan mahasiswa menimba ilmu, menjadi tenaga profesional dan siap kerja di perusahaan swasta, BUMN, institusi/lembaga pemerintah manapun.

Poltekpos ini mempunyai  Lab computer berupa lab jaringan, lab system operasi, lab programming, lab aplikasi, lab basis data, lab multimedia, lab stimulasi dan lab dasar. Selain itu tersedia juga lab bahasa, lab jurusan, akses internet via jaringan wireless (nirkabel) LAN (W-Fi) yang dapat digunakan secara gratis.

Sekolah tinggi terkemuka ini juga menyediakan ruangan kelas yang luas dan representative, perpustakaan yang lengkap.

Sedangkan fasilitas penunjang lainnya juga tersedia untuk para masiswa di institusi pendidikan tinggi ini berupa fasilitas olahraga (GOR) dan outdoor serta panjat dinding. Sebagai lembaga pendidikan yang menempati areal 4,5 hektar lebih dan fasilitas bangunan kuliah yang megah dan lengkap, di Poltekpos di Sarijadi Kota Bandung ini juga melengkapi kampus dengan sebuah Mesjid  yang indah dan sangat menarik arsitekturnya.

Selain itu juga dilengkapi lapangan parker yang sangat luas, nyaman dan aman. Terdapat pula auditorium modern dan kantor pos.

Pihak Yayasan juga mencatat lulusan Poltekpos yang sudah mengembangkan karirnya di sejumlah perusahaan swasta, BUMN dan Pemprov dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Diantaranya di PT.Pos Indonesia, PT.Bank Niaga, PT.Telkomsel, PT.Telkom, PT.PLN, PT.Pertamina, PT.Kimia Farma, PT.Indosat, PT.Garuda Indonesia, PT.AJB Bumi Putera, PT.Bank Danamon, PT.Bank BRI.

PT.Bank Mandiri, PT.Bank BCA, PT.Bank BNI, PT.Astra Internasional Indonesia, PT.ASstra Honda Motor, PT.Yamaha Motor Indonesia, PT.Excelcomindo, PT.TIKI, PT.DHL Excel Supply Chain, PT.Mentari Kencana, PT.Pelindo II, PT.Angkasa Pura, PT.Quasar, PT.Exon Mobil, PT.Wijaya Karya, Bank Jabar Banten, Bursa Efek Indonesia (BEI), PT.Aplle Computer, PT.Mentari Trans Kencana, PT. Micro Modal Usaha, PT.Mobile 8, TNT Global Expess, PT.Mat Express, PT.Rushiin Persada, Lab.Pramita, PT.Agung Raya, Nusa Cerah Informatika (NCI) dan Departemen Perindustrian.

Lembaga pendidikan tingi ini selain menyediakan beasiswa, juga terdapat fasilitas Laptop bagi seluruh mahasiswa baru untuk proses belajar mengajar berbasis ICT (Information & Communication Technology). Dan bagi calon mahasiswa baru disiapkan pendaftaran melalui online http://pmb.poltekpos.ac.id. Juga bisa diklik di facebook: pmbpoltekpos@yahoo.com, Blog : pmbpoltekpos.blogspot.com dan YM :pmbpoltekpos@yahoo.com

SEKILAS SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL DI BANDUNG.

Tanggal : 5-05-2010, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis, Bandung


Oleh : .Erry Budianto (Redaktur Surabayawebs,com)

Jawa Barat yang dikenal di seluruh dunia sebagai sentra industry tekstil, khususnya di wilayah Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi dan Kabupaten Sumedang, erat kaitannya dengan keberadaan sebuah institusi pendidikan tinggi tekstil. Yaitu Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT/ST3) yang memiliki kampus di Jl.Jakarta 31Bandung 40272.

Tiap tahun sekolah tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian RI, mampu mencetak sekitar 250 sarjana dari sekitar 500-700 sarjana tekstil yang dibutuhkan industry tekstil di tanah air.Terlebih kota Bandung sangat idektik sebagai “Kota Fashion” yang bersinergi antara modelnya yang cantik-cantik degan produk tekstil yang berkualitas

Sekolah tinggi  di bidang tekstil ini bermula sejak 1922 dengan nama Textile Inrichting Bandoeng (TIB). Barulah di tahun 1954 dikembang menjadi Akademi Tekstil (AKATEX). Pada tahun 1964 berubah menjadi Perguruan Tinggi  Ilmu Tekstil (PTIT)

Sejak 19979, ITT dikembangkan menjadi dua lembaga, yaitu Balai Besar Pengembangan dan Penelitian Industri Tekstil. (BBPPIT) . Dua lembaga tersebut  adalah Balai Besar Pengembangan dan Penetian Industri Tekstil (BBT). Sebuah sekolah  lainnya ialah STTT/AT3 adalah satu-satunya perguruan tinggi di bidang teknologi tekstil milik pemerintah Indonesia.

STTT memiliki fasilitas pendidian dan pelatihan di bidang teknologi tekstil terlengkap di negeri ini seperti laboratorium kimia tekstil dan teknik tekstil.kshop CAD, laboratorium computer, workshop garmen, perpustakaan,auditorium, ruang seminar, laboratorium bahasa dsb.

Guna menunjang kegiatan ektrakuriukuler disediakan juga sarana olahraga seperti lapangan basket, tenis, badminton, wall climbing, peralatan  music dan koperasi.

Diploma empat dengan lama pendidikan delapan semester, seperti Tekstil (Akreditasi A dari BAN-PT). Jurusan ini mempelajari pembuatan serat, benang dan kain untuk dijadikan material tekstil. Mulai dari material sandang maupun material teknik seperti halnya tekstil tahan api, tekstil untuk otomotif dsb.

Jurusan Kimia Tekstil (Akreditasi  B dari BAN-PT). Jurusan ini mempelajari proses-proses kimia yang dilakukan dalam proses industry tekstil dari mulai pretreatment sampai dengan penyempurnaan.

Jurusan Teknologi dan Bisnis Garmen. Jurusan ini mempelajari teknologi yang terlibat dalam proses pembuatan manufactur pakaian jadi sampai denganpengelolaan bisnisnya.

Pendidikan Diploma 1 dengan lama pendidikan 2 semester. Seperti Teknologi Manufaktur Pakaian Jadi (Akreditasi B dari BAN-PT). Seperti Fashion Design. Di mana untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang fashion, Sebab mulai Tahun Akademik 2009/2010 Program D-IV Jurusan Barang Jadi Tekstil membuka konsentrasi baru yakni FASHION DESIGN yang antara lain mempelajari Visial Merchandising, Ilustrasi Fashion, Eksplorasi Desain dll.

Program D-1 Teknologi Manufactur Pakaian Jadi Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil bekerjasama dengan PT.APAC  Inti  Corpora di Semarang Jateng. Kerjasamanya dalam bentuk mengadakan program belajar bersama dengan tujuan untuk mengena;lan kepada mahasiswa. Bagaimana proses produksi di industry tekstil.

Lapangan Kerja.

Lulusan ITT/STTT bekerja padaperusahaan/instansi atau membuka usaha industry sendiri yang bergerak dalam bidang Industri Tekstil (Fiber Making, Spinning, Weaving, Knitting, Dyeing, Printing, Finishing dan garmen).

Juga dapat membuka usaha industry bahan-bahan kimia. Perusahaan Dagang (Trading Company) dalam bidang Mesin Tekstil dan Spareparts, Auxiliary, Tekstil dan Produk Tekstil). Lulusan STTT/ST3 yang merupakan satu-satunya kini di Indonesia ini bisa juga bekerja di lembaga pendidikan atau di lembaga penelitian yang ada di tanah air ataupun di luar negeri.

Selain itu jebolan sekolah tinggi ini juga dapat membuka usaha Biro Konsultan dan menjadi PNS di instansi pemerintah.

Lulusan Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) di Bandung ini pada 2007 mencapai 205 orang. Yang dminta langsung mencapai 274 orang dan industry yang meminta langsung sebanyak 81. Tahun 2008 berhasil lulus sebanyak 210 orang/siswa. Jumlah yang diminta l;angsung 300 orang dan industry yang meminta langsung 105. Tahun 2009 tercatat 190 berhasil lulus. Yang diminta langsung 304 dan industry yang meminta langsung berjumlah 132..

Menurut Hendra SST,M.Tech dari Panitia Penerima Mahasiswa Baru Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil, setiap tahun tersedia beasiswa untuk lebih dari 100 mahasiswa yang diberikan oleh perusahaan,organisasi ataupun perorangan. Antara lain  dari POM STTT, Yayasan Tifico, PT.Centex,PT.Arismto Darmawan, Alumni ITT Angkatan l964, 1967 dan PT.Fit U Garment Industri dll.

Kerjasama.

STTT yang memiliki kampus yang sangat luas dengan berbagai kelengkapannya ini menjalin kerjasama di dalam bidang transfer teknologi maupun pelatihan dengan beberapa perusahaan dan institusi. Diantaranya dengan Schlafhorst yang merupakan produsen mesin tekstil dari Jerman. Juga dengan Savio produsen mesin tekstil dari Italia, Rieter , produsen mesin tekstil dari Swiss dan Picano, produsen mesin tekstil dari Belgia.

Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil ini juga bekerjasama dengan pemerintah Jerman memanfaatkan dana yang disediakan GTZ-KFW melalui IGI (Indonesia German Institute) untuk pengembangan SDM bidang teknologi tekstil.

Workshop e-Office Pos Indonesia Go Paperless

Tanggal : 3-02-2010, Kategori : Ekonomi & Bisnis, Bandung



 

Laporan : H.Erry Budianto

 

Bandung-Surabayawebs.com

Dewasa ini, tuntutan akan produktivitas dari personil-personil suatu perusahaan makin tinggi, terutama akibat begitu banyaknya informasi yang harus dikelola. Demikian benang meraah digelarnya Workshop e-Office Pos Indonesia Go Paperless belum lama ini.

Ketidak efisienan pekerjaan, terutama di lingkungan manajerial, adalah tingginya waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kolaborasi (kerja sama) antar personil, terutama untuk pengelolaan informasi, dokumen dan koordinasi.

PT Pos Indonesia (Persero) sebagai salah satu operator perposan terbesar dan terkemuka  di Indonesia memiliki jumlah personil yang amat besar, dan dalam kondisi ke-seharian-nya masih banyak mengandalkan informasi atau dokumen dalm bentuk cetak, termasuk dalam hal distribusinya melalui meja-meja.


Kondisi ini menimbulkan beberapa konsekuensi-konsekuensi diantaranya proses kerja relatif lambat, biaya yang cenderung meningkat, kontrol proses menjadi sulit, pemeliharaan dokumen dan laporan menjadi relatif lebih sulit.

Dengan makin berkembangnya volume bisnis, PT Pos Indonesia (Persero) membutuhkan suatu sistem otomasi perkantoran (Office Automation) yang harus dijadikan suatu landasan strategis untuk meningkatkan produktivitas organisasi dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Pada 18 Januari 2010 lalu bertempat di Ruang Mas Soeharto, Gedung Wahana Bakti Pos lt.8, diselenggarakanlah workshop tentang Office Automation yang kelak akan dipergunakan di seluruh jajaran di Pos Indonesia.

Sedianya bila Office Automation ini dipergunakan secara luas di perusahaan, akan mempercepat alur pekerjaan yang berdampak akan meningkatnya kinerja perusahaan.

Dalam sambutannya, I Ketut Mardjana, berharap bahwa kita harus mau berubah bila kita mau maju. Dan perubahan itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Menggunakan E-Office adalah salah satu perubahan yang harus dilaksanakan dengan segera.

 
Jajaran Direksi PT Pos Indonesia (Persero) amat mendukung diterapkannya E-Office di perusahaan.

Dalam workshop, salah satu pembicaranya yaitu Tim dari IT PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk, yaitu perusahaan yang membantu PT Pos Indonesia (Persero) dalam membangun sistim E-office ini menyebutkan pula bahwa bukan tanpa suatu kendala bila sistem ini dipergunakan, tapi meminimalisasi kendala adalah sesuatu yang harus kita lakukan bersama-sama dalam menggunakan E-Office ini.

Sistem ini juga sudah dipakai di beberapa instansi yaitu Mabes AD, Mabes Polri selain PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

Setelah acara workshop akan dilanjutan dengan pelatihan E-Office yang akan diikuti oleh jajaran Manajerial ke atas terlebih dahulu, Top Down.

Telkom Lanjutan Program Poin Reward Telepon Rumah Rejeki Tumpah

Tanggal : 17-01-2010, Kategori : Ekonomi & Bisnis, Bandung

Laporan : H.Erry BudiantoJakarta-Surabayawebs.com

PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TELKOM) melanjutkan program poin reward Telepon Rumah Rejeki Tumpah (TRRT) sebagai apresiasi terhadap pelanggan setia telepon rumah sekaligus untuk menggalakkan pemakaian telepon rumah. Program TRRT baru yang rencananya diluncurkan awal tahun 2010 tersebut, selain menyediakan hadiah yang lebih banyak juga mengikutsertakan pelanggan Speedy dan Yes TV.

Program TRRT Periode 2008/2009 sendiri telah selesai, ditandai dengan pengundian Grand Prize II berupa satu Mercedes Benz C Class dan tiga sepeda motor Yamaha Mio yang disiarkan secara langsung dari Studio Trans TV, menjelang berakhirnya tahun 2009 lalu.

Setelah diundi, hadiah berupa tiga sepeda motor Yamaha MIO masing-masing diraih oleh (0385) 41xxx Hajah Senabe dari Kota Pelabuhan Bajo, (0752) 7445xxx H Yasril ML Nudo dari Tilatangkamang, dan (0911) 355xxx Ambroses Huliselan dari Tanjung Tabalong. Sedangkan Grand Prize berupa 1 Mercedes Benz diraih oleh (022) 7514xxx Andrio Suhendro dari Bandung.

Program TRRT merupakan program poin reward yang ditujukan bagi pelanggan telepon rumah Telkom. Sejak pertama kali diluncurkan pada November 2008, program ini mendapat sambutan yang baik dari pelanggan yang ditandai semakin banyaknya pelanggan telepon rumah yang mendaftarkan nomornya untuk diikutsertakan dalam undian.

Pada TRRT 2008/2009, Telkom menyediakan hadiah total 36 sepeda motor Yamaha Mio, empat mobil Toyota Kijang Innova dan sebagai grand prize berupa dua mobil Mercedes Bens C Class. Di samping hadiah yang diundi setiap bulan tersebut pelanggan bisa menukarkan poin yang dimilikinya dengan hadiah langsung.

Pada akhir program yakni 31 Oktober 2009, seperti diungkapkan Eddy Kurnia pelanggan yang melakukan registrasi sebanyakl 5.766.897 SST (Satuan Sambungan Telepon) atau sekitar 74% dari total pelanggan telepon rumah yang mencapai 7.742.514 SST. “Besarnya jumlah pelanggan yang mengikutsertakan nomornya untuk mengikuti program TRRT, menunjukan bahwa program TRRT cukup diminati pelanggan,” katanya kemudian.

Adapun jumlah poin yang terkumpul dari 5,8 juta pelanggan peserta program TRRT tersebut mencapai 11.177.604.196 poin. Poin diperoleh pelanggan apabila pelanggan melakukan panggilan ataupun menerima telepon dengan telepon rumah. “Setiap satu menit menelepon, pelanggan berhak memperoleh satu poin,” jelas dia.

Sementara pelanggan yang melakukan redeem atau menukarkan poin dengan hadiah langsung sebanyak 785 SST, adapun jumlah poin yang di-redeem mencapai 6.734.580 poin dengan hadiah antara lain, voucher belanja, pinsil warna, pesawat telepon cordless, setrika, hair dryer, blender dan MP3 player. Pelaksanaan redeem poin dengan hadiah langsung diakhiri tanggal 14 Desember 2009.

Dampak program TRRT bagi Telkom dipandang positif, hal ini ditandai dengan meningkatnya pemakaian telepon rumah. “Meski kenaikannya tidak besar, tetapi ini merupakan sinyal positif bahwa telepon rumah masih menjadi alat komunikasi utama bagi sebagian besar pelanggan,” katanya.

Dengan mempertimbangan keberhasilan program TRRT tersebut dan untuk mendukung optimalisasi penggunaan telepon rumah, Telkom akan menggelar program New TRRT. Program yang digelar pada bulan Januari 2010 tersebut tidak hanya memberikan kesempatan menang kepada pelanggan rumah tetapi juga bagi pengguna TelkomNet Instan dan Sambungan Langsung Internasional (SLI 007), Speedy, YesTV dan situs e-commerce Plasa.com.

Dengan demikian, tidak hanya pelanggan telepon rumah saja yang berpeluang meraih hadiah-hadiah menarik, tetapi pelanggan produk Speedy dan YesTV memiliki peluang yang sama, karena untuk masing-masing segmen produk tersebut tersedia hadiah-hadiah yang sangat menarik.

 

Telkom Kembali Meraih “Sustainability Reporting Award”

Tanggal : 17-01-2010, Kategori : Ekonomi & Bisnis, Bandung


Laporan : H.Erry Budianto

Jakarta-Surabayawebs.com

PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) meraih “Best Sustainability Reporting Award” untuk kategori Jasa Keuangan, Infrastruktur dan transportasi, perdagangan, jasa dan investasi. Penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup Prof. Gusti Muhammad Hatta kepada Direktur Human Capital & General Affair Telkom, Faisal Sjam, akhir 2009 lalu di Jakarta.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia menyambut baik penghargaan tersebut. “Sebagai perusahaan publik Telkom memang berkewajiban membuat laporan keberlanjutan (sustainability reporting) sesuai dengan amanat Pasal 66 Ayat 2 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas,” ujarnya. “Bahwa kemudian apa yang kami lakukan tersebut mendapat apresiasi dari pihak lain dalam hal ini IAMI (Institut Akuntan Manajemen Indonesia). tentu kami sangat gembira dan berterimakasih.”

Dijelaskan Eddy Kurnia, tahun 2009 ini, Telkom telah memasuki tahun ketiga penerbitan laporan keberlanjutan (Sustainability Reporting). Laporan ini merupakan laporan pertanggungjawaban manajemen terhadap kinerja keberlanjutan (sustainability) Telkom, yang tercermin dari pelaksanaan program Corporate Social Responsibility sepanjang tahun 2008.

Menurut dia, Telkom telah tiga kali meraih penghargaan Sustainability Reporting Award (ISRA). Pada tahun 2007 Telkom keluar sebagai The Best CSR (Corporate Social Responsibility) Reporting in Annual Report dan pada tahun 2008 meraih Best CSR Awad in Annual Report dan CSR Award.

Indonesia Sustainability Reporting Award (ISRA) merupakan penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh National Center for Sustainability Reporting (NCSR) bekerja sama dengan IAMI. Tujuan penyelenggaraan ISRA untuk meningkatkan kesadaran perusahaan-perusahaan di Indonesia mengkomunikasikan program Corporate Social Responsibility kepada para pemangku kepentingan (stakeholder) sekaligus mensosialisasikan amanat Pasal 66 Ayat 2 Undang-undang No. 49 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Penghargaan diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang telah membuat pelaporan atas kegiatan yang menyangkut aspek lingkungan dan sosial di samping aspek ekonomi untuk memelihara keberlanjutan (sustainability) perusahaan itu sendiri.

Dewan juri ISRA berasal dari Institute Akuntan Publik Indonesia, Kementrian Negara Lingkungan Hidup Indonesia, BPPM, Departemen Keuangan, perguruan tinggi, National Commite on Governance, press media, dan lembaga swadaya masyarakat.

Komitmen CSR Telkom
Dijelaskan Eddy Kurnia, sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat, Telkom memiliki komitmen yang tinggi untuk mendukung melaksanakan program tanggung jawab sosial perusaha (CSR).

Komitmen tersebut dilandasi hal-hal sebagai berikut, tuntutan lingkungan global dalam penerapan CSR; CSR merupakan bagian daripelaksanaan tata kelola perusahaanyang baik (‘GCG”); etika dan akuntabilitas bisnis makin mendapat perhatian dunia;implementasi ISO 26000 tentang Social Responsibility pada tahun 2010; sertaTelkom dan lingkungan sekitarnya harus dapat tumbuh bersama secara berdampingan.

Misi kegiatan CSR Telkom adalah Mencerdaskan masyarakat melaluteknologi infoComm; Meningkatkan kualitas hidup masyarakat Menjaga kesinambungan lingkungan. Melalui pelaksanaan CSR,

Telkom berupaya memastikan kelangsungan bisnis Perusahaan dengan melibatkan Perusahaan dalam kegiatan yang terkait dengan perekonomian, sosial dan lingkungan hidup serta membawa manfaat baik bagi Perusahaan maupun para pemangku kepentingan.

Pelaksanaan CSR Telkom dibangun di atas tujuh pilar, yaitu: 1. Pendidikan: memperbaiki kualitas dan tingkat pendidikan masyarakat yang berada di sekitar lingkungan usaha Telkom, keluarga karyawan Telkom Group, serta memfokuskan pada peningkatan keahlian; 2. Kesehatan: meningkatkan standar kesehatan kelompok masyarakat atau sosial tertentu; 3. Kebudayaan dan keadaban: menjaga dan mengembangkan kegiatan kebudayaan, kesenian, olah raga, keagamaan dan kegiatan kemasyarakatan lainnya;

Ke 4. Kemitraan: meningkatkan kemampuan perekonomian setempat dan memperkuat potensi pertumbuhan usaha skala kecil, baik secara langsung maupun tidak langsung, terutama kegiatan yang terkait dengan bisnis Telkom, untuk memberikan manfaatkepada semua pihak; 5. Kewajiban layanan publik:meningkatkan pelayanan danpenyediaan fasilitas serta infrastruktur telekomunikasi secara langsung kepada masyarakat;

Ke 6. Lingkungan hidup: melindungi dan menjaga kualitas lingkungan hidup, baik internal maupun eksternal, untuk menjaga hubungan yang harmonis antara Perusahaan denganlingkungan alam; 7. Bencana dan Penyelamatan: memberikan bantuan kemanusiaankepada masyarakat yang mengalamimusibah bencana alam.

Pada tahun 2008, Telkom telah mengalokasikan dana 40% dari total pendanaan yang dianggarkan untuk mendanai kegiatan pendidikan dan pelatihan. Dana tersebut terutama diberikan dalam bentuk beasiswa bagi pelajar, dukungan terhadap penyediaan prasarana sekolah dan laboratorium, program magang dan pelatihan bagi pelajar serta kursus-kursus yang bersifat penyegaran bagi para guru dan dosen.

Beberapa program jangka panjang tahun 2008 yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: Smart Campus dan Smart School, Program Internet Goes to School, internet Goes to Army, Internet Goes to Police internet Goes To Pesantren dan lainnya, Education for Tommorow, Cyber School, e-government, desa digital e-communities.

Program CSR Telkom yang mendapat banyak pujian dari berbagai kalangan adalah program Indigo (Indonesia Digital Community) dan pelatihan guru ”Bagimu Guru Kupersembahkan”. Melalui program Indigo, Telkom telah menyelenggarakan program Santri Indigo. Program ini bertujuan memberdayakan komunitas pesantren agar dapat memanfaatkan internet untuk kepentingan syiar Islam melalui internet. Sudah ratusan santri dan komunitas pesantren lainnya mendapat manfaat dari program ini.

Sedangkan program Bagimu Guru Kupersembahkan, bertujuan untuk memberdayakan para guru khususnya dalam bidang teknologi informasi, kepribadian dan keahlian lainnya. Para instruktur program ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat negara (Menteri/Ketua MPR), Budayawan, Profesional di samping Direksi Telkom.

Program ”Bagimu Guru Kupersembahkan” telah memasuki Pelatihan Tahap IV Angkatan III, artinya sudah lebih dari 1.500 guru berpartisipasi dalam program ini. Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan bisa lebih percaya diri ketika menghadapi anak didik maupun dalam menggeluti profesinya.

Persaingan yang Sehat Membuat Telkom Justru Semakin Unggul

Tanggal : 17-01-2010, Kategori : Ekonomi & Bisnis, Bandung

Laporan : H.Erry BudiantoJakarta-Surabayawebs.com  

Menyusul pencapaian kinerja keuangan yang cukup mengesankan pada triwulan ketiga tahun 2009, di tahun 2010 PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) telah menetapkan serangkaian target yang sangat menantang di bidang pemasaran dan pelayanan. Kecuali layanan telepon kabel (fixed wireline), layanan-layanan unggulan lain seperti fixed wireless (Flexi) dan broadband access (Speedy) diproyeksikan tumbuh pada kisaran angka yang cukup tinggi.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Haji Eddy Kurnia mengatakan proyeksi pencapaian kinerja operasional 2009 yang cuku mengesankan tak lepas dari pertimbangan atas kemampuan internal Telkom yang sesungguhnya. Sebagaimana pencapaian 2009, bisnis legacy seperti layanan telepon kabel, fixed wireless (Flexi) dan seluler masih akan tetap memberikan kontribusi berarti pada pendapatan kotor Telkom (unconsolidated) di tahun 2010.

Namun demikian, lanjutnya, tren pertumbuhan pendapatan dari bisnis new wave diperkirakan akan terus berlanjut.

Flexi dan Speedy
Layanan Flexi yang pada tahun 2009 diestimasi mencapai 15,7 juta satuan sambungan (SS) pelanggan dengan market share 56%, diproyeksikan tumbuh menjadi sekitar 17,2 atau 17,5 juta juta SS pada akhir 2010 dengan penambahan bersih (net add) 1,5-1,8 juta SS.

Untuk mencapai target tersebut, ujar Eddy Kurnia, Telkom akan berusaha melakukan penambahan alat produksi dengan memperhitungkan ketepatan waktu pengiriman, kualitas, kuantitas dan jangkauan (coverage). Bila proyeksi ini terwujud, maka pangsa pasar Flexi akan menjadi sekitar 57%.

Dari sisi layanan, Flexi akan diperkaya dengan beberapa nilai tambah seperti message list, akses data berbasis waktu (Time-based Pocket Data Network), transfer pulsa, long SMS, background music, Combo Plus, dan lain-lain. Selain program bundling hand set yang terbukti disambut hangat pelanggan, Telkom akan lebih mengoptimalkan layanan data lewat produknya: Flexinet Unlimited.

Pada posisi Triwulan III 2009, pelanggan Flexi tumbuh cukup meyakinkan, yakni mencapai 63%. Atau peningkatan dari hanya 9,2 juta pelanggan pada Triwulan III 2008, menjadi 14,9 juta pada Triwulan III 2009.

Peningkatan jumlah pelanggan tersebut, antara lain disebabkan tarif percakapan yang kompetitif dan penambahan BTS (Base Tranceiver Station). Total BTS Flexi hingga saat ini mencapai 5.296 BTS atau tumbuh sebesar 66%.

Dari sisi penetapan harga (pricing), program SurePrice! yang menawarkan tarif hubungan lokal antarpengguna Flexi hanya Rp 49 per menit akan dipertahankan. Sehingga lebih memantapkan positioning Flexi sebagai layanan telepon yang murah dan berkualitas.

Untuk broadband Speedy yang pada posisi akhir 2009 diestimasi mencapai 1,1 juta SS, pada akhir 2010 diproyeksikan bertambah 600 hingga 700 ribu SS menjadi antara 1,7 hingga 1,8 juta SS.

Proyeksi yang cukup menantang ini tentunya selain menuntut pengerahan dukungan ketersediaan dan kualitas alat produksi yang optimal, juga mensyaratkan promosi yang gencar dan tepat sasaran.

Dari sisi pemasaran, program pricing Speedy Multi Speed yang menawarkan paket murah koneksi Internet Speedy sesuai dengan kecepatan yang dipilih pelanggan akan dilanjutkan. Pada saat bersamaan, lanjutnya, Telkom terus melakukan kajian seksama tentang perluasan pemasaran bersama untuk meningkatkan nilai (value) layanan kepada pelanggan. Saat ini Speedy telah melakukan pemasaran bersama dengan YesTV dan Telkomsel Flash.

Telepon Kabel
Berbeda dengan proyeksi layanan broadband Speedy dan Flexi, layanan telepon kabel (wireline) di tahun 2010 diproyeksikan tidak akan mengalami pertumbuhan (flat) dari proyeksi 2009, yaitu tetap di angka 8,7 SST.

Untuk meningkatkan penggunaan telepon kabel, khususnya segmen residensial (rumah), pada tahun 2008/2009 Telkom telah menggelar program poin reward “Telepon Rumah Rejeki Tumpah”. Melihat sambutan yang sangat baik dari pelanggan, pada 2010 program poin reward akan diperluas, selain dengan menambah jumlah dan nilai hadiah juga akan mengikutsertakan pelanggan SLI 007 dan Speedy.

“Meskipun saat ini telah terjadi perubahan gaya hidup, di mana masyarakat semakin mobile, pada posisi Triwulan III 2009 layanan fixed line masih memperlihatkan pertumbuhan 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,“ jelas Eddy Kurnia.

Namun demikian, Telkom juga mencatat, akibat perubahan gaya hidup tersebut, pendapatan atau ARPU (Average Revenue Per User) dari segmen fixed line mengalami penurunan hingga 19% dari semula Rp 138.000 pada Triwulan III 2008 menjadi Rp 112.000 pada Triwulan III 2009. Saat ini pelanggan fixed line tercatat 8,7 juta SST, sedangkan pada periode yang sama tahun 2008 jumlahnya 8,6 juta.

Sebagai konsekuensi dari tingginya target pencapaian 2010, selain pengerahan dukungan alat produksi, Telkom berencana melakukan berbagai promo dan inovasi layanan. Khusus untuk pelanggan telepon rumah, beberapa waktu lalu Telkom telah menyempurnakan program Telepon Tagihan Tetap. Diharapkan di tahun 2010 program ini akan semakin diminati pelanggan.

Seluler: Tetap “Market Leader”
Di segmen selular, Telkomsel masih kokoh di posisinya sebagai market leader. Pada posisi Triwulan III 2009, jumlah pelanggan Telkomsel mencapai hampir 80 juta atau tumbuh sebesar 32% jumlah pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Seperti halnya Flexi, pertumbuhan Telkomsel antara lain dipacu oleh luasnya jangkauan (coverage) BTS yang pada posisi Triwulan III 2009 mencapai 29.781 BTS, atau bertambah 19% dibandingkan periode yang sama di tahun 2008.

Penguasaan pasar oleh Telkomsel pada tahun 2009 diproyeksikan cukup mengesankan, yakni menguasai 52% pangsa pasar. “Di tengah serbuan operator baru, kinerja Telkomsel cukup meyakinkan,” ujar Eddy Kurnia. Ia yakin di tahun 2010 Telkomsel akan bertambah sekitar 15-17 juta pelanggan dari estimasi 83 juta di akhir 2009 menjadi 98-100 juta pelanggan. Dengan demikian market share seluler juga diproyeksikan meningkat menjadi 53%.

Sementara itu layanan IPTV (Internet Protocol TV) yang telah sukses diujicoba di beberapa kota besar, diharapkan sudah bisa dinikmati pelanggan pada Triwulan pertama 2010. Portal e-business Mojopia yang disiapkan sebagai portal bisnis pertama di Indonesia diharapkan juga sudah bisa beropersi secara penuh pada awal 2010.

Proyek Mataram-Kupang Cable System yang merupakan bagian dari mega proyek Palapa Ring, telah dimulai pada 30 November 2009 lalu. Mataram-Kupang Cable System merupakan bagian dari proyek pembangunan backbone di KTI yang mencakup Mataram-Kupang, Manado-Sorong, dan Fakfak-Makassar. Proyek Mataram Kupang Cable System merupakan inisiatif Telkom untuk mendukung percepatan pembangunan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang diharapkan selesai akhir September 2010.

Percepatan pembangunan backbone Mataram Kupang juga didorong oleh perubahan mendasar pada layanan Telkom yang bergeser ke arah TIME (Telecommunication, Information, Media dan Edutainment). KTI sebagaimana wilayah lain di Indonesia sangat memerlukan layanan TIME untuk lebih memajukan wilayahnya.

Transformasi Bisnis
Tahun 2009 mencatat sejarah penting bagi perjalanan Telkom, terhitung sejak 23 Oktober 2009, Telkom melakukan transformasi secara total. Tidak hanya logo yang berubah, Telkom juga melakukan transformasi di berbagai bidang, baik bisnis, budaya perusahaan hingga transformasi sumber daya manusia.

Bisnis Telkom yang selama ini hanya informasi dan telekomunikasi, sejak 23 Oktober 2009 bertransformasi menjadi TIME. Transformasi tersebut juga telah menciptakan peluang bisnis baru yang diharapkan di masa depan dapat memberikan sumbangan berarti terhadap pendapatan Telkom.

Catatan 2009: Pertumbuhan New Wave Mengesankan
Menyinggung kinerja Telkom Group di tahun 2010 yang belum berakhir, Eddy Kurnia mengaku optimis bisa lebih baik lagi dibanding tahun 2009. Optimisme ini antara lain dipicu oleh Laporan Triwul III 2009 yang menunjukkan performansi keuangan Telkom telah tumbuh mengesankan melampaui kinerja pada periode yang sama di tahun 2008.

Sampai dengan 30 September 2009, pendapatan Telkom naik Rp 2.465 milyar menjadi RP 47,11 triliun atau tumbuh 5,5% dibanding pendapatan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 44,65 triliun, yang sebagian besar berasal kenaikan pendapatan seluler sebesar Rp 2.760 milyar atau 15,1%. Pendapatan data, internet dan jasa teknologi informatika naik sebesar Rp 1.534 milyar atau 14,1%. Di sisi lain, pendapatan telepon tetap dan interkoneksi diakui turun maisng-masing sebesar Rp 1.078 milyar atau 14,5% dan Rp 899 milyar atau 13,5%.

Sebagai dampak dari kenaikan Pendapatan di satu sisi serta Beban Operasi yang juga tercatat naik sebesar Rp1.689 milyar, Laba Usaha Telkom pada posisi sampai dengan 30 September 2009 mengalami kenaikan sebesar Rp 776 milyar atau 4,5% dan EBITDA naik sebesar 8,2%. Sedangkan Laba Bersih mengalami kenaikan sebesar Rp381 milyar atau 4,3%.

Yang sangat menggembirakan, menurut Eddy Kurnia, adalah sinyal kuat yang menunjukkan bahwa strategi bisnis Telkom sudah berada di jalur yang benar. Meningkatnya pendapatan dari bisnis New Wave pada Triwulan III 2009 yang secara relatif (50,1%) jauh melampaui persentase pertumbuhan bisnis legacy yang sebesar 2,6% menunjukkan bahwa strategi Telkom bertransformasi ke bisnis T.I.M.E sudah tepat. Dan, fakta ini rupanya juga memicu membaiknya persepsi pasar terhadap nilai saham Telkom yang pada 6 November 2009 menembus Rp 8.700 per saham dari semula hanya Rp 7.500 per saham pada Juni 2009.

Tahun Prestasi
Tahun 2009 boleh dibilang merupakan tahun prestasi bagi Telkom. Serangkaian penghargaan bergensi telah diterima Telkom terkait dengan berbagai prestasi bisnis dan operasionalnya baik di tingkat nasional maupun internasional. Di tingkat nasional, penghargaan yang diraih antara lain:

§ The Most Sustainable Corporate Image 2009 dalam ajang Indonesia Most Admired Companies (IMAC Award 2009).

§ Penghargaan Best of the Best Service Provider of the Year dalam ajang Frost & Sullivan Indonesia Telecoms Award 2009, serta mendapatkan dua kategori lainnya yaitu Data Communication Service Provider of the Year, dan Broadband Service Provider of the Year.

§ Best of the Best Perusahaan Idaman 2009 versi Majalah Warta Ekonomi.

§ Mobile Service Provider of the Year (Telkomsel)

§ Sebagai Perusahaan Terbaik Pemberdaya Koperasi, Usaha Mikro dan Usaha Kecil Tahun 2009 dari Menteri Koperasi melalui program CSR dan PKBL.

§ Best of the Best E-Company Award 2009 pada ajang Warta E-Company Award 2009.

§ Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2009 kategori Service Provider Wireline/Fixed, Simcard Prabayar, Internet Service Provider Wireless Mobile (Telkomsel Flash).

§ The Best CDMA Operator

§ Best of The Best Perusahaan Idaman 2009; Dirut Telkom terpilih sebagai CEO Idaman.

§ Best of the Best E-Company Award 2009

§ Contact Center TELKOM 147 meraih The Best Contact Center Award pada Indonesia Contact Center Award 2009

§ Perusahaan Sangat Terpercaya dalam kontes Corporate Governance Perceptions Index 2009 dari The Indonesian Institute For Corporate Governance (IICG) dan Majalah SWA,, the Best of Performance Excellence Achievement dari Indonesia Quality Award for BUMN 2006.

§ Meraih Penghargaan Platinum dalam Indonesia CSR Award 2009 dari Menteri Sosial RI.

§ Meraih Sustainability Reporting Award.

Sedangkan di tingkat global, beberapa penghargaan yang telah diraih, antara lain tercatat dalam Urutan 675 Forbes Global 2000; Penghargaan Contact Center Tingkat Asia-Pacific di Singapura; dan Penghargaan Best Managed Company, Best Corporate Governance, Best Investor Relations, Best Corporate Social Responsibility, Most Committed to A Strong Dividend Policy, dari Majalah Finance Asia, Hong Kong.

Eddy Kurnia menyatakan bahwa meskipun prestasi yang dicapai Telkom selama 2009 dianggap mengesankan, namun sesungguhnya kinerja yang lebih baik lagi bisa dicapai di tahun-tahun mendatang. Dukungan infrastruktur, sumber daya manusia, sistem, portofolio dan coverage layanan, serta fundamental keuangan yang sehat, diharapkan akan semakin memacu Telkom untuk menjadi sebuah operator nasional yang layak dibanggakan Bangsa Indonesia.

Selain faktor internal tersebut Eddy Kurnia menunjuk pentingnya regulasi dan iklim persaingan yang sehat sebagai faktor penting bagi peningkatan kinerja Telkom. Menurutnya, Telkom memandang persaingan sebagai sesuatu yang positif. ”Persaingan, sepanjang dilakukan secara sehat, akan membuat Telkom semakin besar. Faktanya persaingan yang sehat telah membuat Telkom justru semakin unggul,” tandasnya.

Hingga kini Telkom terus menduduki posisi sebagai market leader hampir di semua segmen layanan (wireline, fixed wireless, seluler, komunikasi data). Pada posisi Triwulan III 2009, pelanggan Flexi sudah mendekati 15 juta SS (market share 59%), sedangkan layanan Seluler melalui Telkomsel menguasai lebih dari 52% pangsa pasar dengan jumlah pelanggan mendekati 80 juta SS.

Di segmen broadband, Telkom unggul melalui layanan Speedy (mendekati 1 juta SS) dan Telkomsel Flash (lebih dari 1,3 juta user). Sedangkan di segmen komunikasi data, Telkom menguasai setidaknya 52% revenue share. “Mengacu pada pencapaian 2009 tak ada keraguan bagi Telkom untuk mengarungi tantangan bisnis 2010 dengan prestasi yang lebih baik lagi,” ujar Eddy Kurnia optimis.