Pencarian







Workshop e-Office Pos Indonesia Go Paperless

Tanggal : 3-02-2010, Kategori : Ekonomi & Bisnis, Bandung



 

Laporan : H.Erry Budianto

 

Bandung-Surabayawebs.com

Dewasa ini, tuntutan akan produktivitas dari personil-personil suatu perusahaan makin tinggi, terutama akibat begitu banyaknya informasi yang harus dikelola. Demikian benang meraah digelarnya Workshop e-Office Pos Indonesia Go Paperless belum lama ini.

Ketidak efisienan pekerjaan, terutama di lingkungan manajerial, adalah tingginya waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kolaborasi (kerja sama) antar personil, terutama untuk pengelolaan informasi, dokumen dan koordinasi.

PT Pos Indonesia (Persero) sebagai salah satu operator perposan terbesar dan terkemuka  di Indonesia memiliki jumlah personil yang amat besar, dan dalam kondisi ke-seharian-nya masih banyak mengandalkan informasi atau dokumen dalm bentuk cetak, termasuk dalam hal distribusinya melalui meja-meja.


Kondisi ini menimbulkan beberapa konsekuensi-konsekuensi diantaranya proses kerja relatif lambat, biaya yang cenderung meningkat, kontrol proses menjadi sulit, pemeliharaan dokumen dan laporan menjadi relatif lebih sulit.

Dengan makin berkembangnya volume bisnis, PT Pos Indonesia (Persero) membutuhkan suatu sistem otomasi perkantoran (Office Automation) yang harus dijadikan suatu landasan strategis untuk meningkatkan produktivitas organisasi dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Pada 18 Januari 2010 lalu bertempat di Ruang Mas Soeharto, Gedung Wahana Bakti Pos lt.8, diselenggarakanlah workshop tentang Office Automation yang kelak akan dipergunakan di seluruh jajaran di Pos Indonesia.

Sedianya bila Office Automation ini dipergunakan secara luas di perusahaan, akan mempercepat alur pekerjaan yang berdampak akan meningkatnya kinerja perusahaan.

Dalam sambutannya, I Ketut Mardjana, berharap bahwa kita harus mau berubah bila kita mau maju. Dan perubahan itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Menggunakan E-Office adalah salah satu perubahan yang harus dilaksanakan dengan segera.

 
Jajaran Direksi PT Pos Indonesia (Persero) amat mendukung diterapkannya E-Office di perusahaan.

Dalam workshop, salah satu pembicaranya yaitu Tim dari IT PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk, yaitu perusahaan yang membantu PT Pos Indonesia (Persero) dalam membangun sistim E-office ini menyebutkan pula bahwa bukan tanpa suatu kendala bila sistem ini dipergunakan, tapi meminimalisasi kendala adalah sesuatu yang harus kita lakukan bersama-sama dalam menggunakan E-Office ini.

Sistem ini juga sudah dipakai di beberapa instansi yaitu Mabes AD, Mabes Polri selain PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

Setelah acara workshop akan dilanjutan dengan pelatihan E-Office yang akan diikuti oleh jajaran Manajerial ke atas terlebih dahulu, Top Down.

Telkom Lanjutan Program Poin Reward Telepon Rumah Rejeki Tumpah

Tanggal : 17-01-2010, Kategori : Ekonomi & Bisnis, Bandung

Laporan : H.Erry BudiantoJakarta-Surabayawebs.com

PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TELKOM) melanjutkan program poin reward Telepon Rumah Rejeki Tumpah (TRRT) sebagai apresiasi terhadap pelanggan setia telepon rumah sekaligus untuk menggalakkan pemakaian telepon rumah. Program TRRT baru yang rencananya diluncurkan awal tahun 2010 tersebut, selain menyediakan hadiah yang lebih banyak juga mengikutsertakan pelanggan Speedy dan Yes TV.

Program TRRT Periode 2008/2009 sendiri telah selesai, ditandai dengan pengundian Grand Prize II berupa satu Mercedes Benz C Class dan tiga sepeda motor Yamaha Mio yang disiarkan secara langsung dari Studio Trans TV, menjelang berakhirnya tahun 2009 lalu.

Setelah diundi, hadiah berupa tiga sepeda motor Yamaha MIO masing-masing diraih oleh (0385) 41xxx Hajah Senabe dari Kota Pelabuhan Bajo, (0752) 7445xxx H Yasril ML Nudo dari Tilatangkamang, dan (0911) 355xxx Ambroses Huliselan dari Tanjung Tabalong. Sedangkan Grand Prize berupa 1 Mercedes Benz diraih oleh (022) 7514xxx Andrio Suhendro dari Bandung.

Program TRRT merupakan program poin reward yang ditujukan bagi pelanggan telepon rumah Telkom. Sejak pertama kali diluncurkan pada November 2008, program ini mendapat sambutan yang baik dari pelanggan yang ditandai semakin banyaknya pelanggan telepon rumah yang mendaftarkan nomornya untuk diikutsertakan dalam undian.

Pada TRRT 2008/2009, Telkom menyediakan hadiah total 36 sepeda motor Yamaha Mio, empat mobil Toyota Kijang Innova dan sebagai grand prize berupa dua mobil Mercedes Bens C Class. Di samping hadiah yang diundi setiap bulan tersebut pelanggan bisa menukarkan poin yang dimilikinya dengan hadiah langsung.

Pada akhir program yakni 31 Oktober 2009, seperti diungkapkan Eddy Kurnia pelanggan yang melakukan registrasi sebanyakl 5.766.897 SST (Satuan Sambungan Telepon) atau sekitar 74% dari total pelanggan telepon rumah yang mencapai 7.742.514 SST. “Besarnya jumlah pelanggan yang mengikutsertakan nomornya untuk mengikuti program TRRT, menunjukan bahwa program TRRT cukup diminati pelanggan,” katanya kemudian.

Adapun jumlah poin yang terkumpul dari 5,8 juta pelanggan peserta program TRRT tersebut mencapai 11.177.604.196 poin. Poin diperoleh pelanggan apabila pelanggan melakukan panggilan ataupun menerima telepon dengan telepon rumah. “Setiap satu menit menelepon, pelanggan berhak memperoleh satu poin,” jelas dia.

Sementara pelanggan yang melakukan redeem atau menukarkan poin dengan hadiah langsung sebanyak 785 SST, adapun jumlah poin yang di-redeem mencapai 6.734.580 poin dengan hadiah antara lain, voucher belanja, pinsil warna, pesawat telepon cordless, setrika, hair dryer, blender dan MP3 player. Pelaksanaan redeem poin dengan hadiah langsung diakhiri tanggal 14 Desember 2009.

Dampak program TRRT bagi Telkom dipandang positif, hal ini ditandai dengan meningkatnya pemakaian telepon rumah. “Meski kenaikannya tidak besar, tetapi ini merupakan sinyal positif bahwa telepon rumah masih menjadi alat komunikasi utama bagi sebagian besar pelanggan,” katanya.

Dengan mempertimbangan keberhasilan program TRRT tersebut dan untuk mendukung optimalisasi penggunaan telepon rumah, Telkom akan menggelar program New TRRT. Program yang digelar pada bulan Januari 2010 tersebut tidak hanya memberikan kesempatan menang kepada pelanggan rumah tetapi juga bagi pengguna TelkomNet Instan dan Sambungan Langsung Internasional (SLI 007), Speedy, YesTV dan situs e-commerce Plasa.com.

Dengan demikian, tidak hanya pelanggan telepon rumah saja yang berpeluang meraih hadiah-hadiah menarik, tetapi pelanggan produk Speedy dan YesTV memiliki peluang yang sama, karena untuk masing-masing segmen produk tersebut tersedia hadiah-hadiah yang sangat menarik.

 

Telkom Kembali Meraih “Sustainability Reporting Award”

Tanggal : 17-01-2010, Kategori : Ekonomi & Bisnis, Bandung


Laporan : H.Erry Budianto

Jakarta-Surabayawebs.com

PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) meraih “Best Sustainability Reporting Award” untuk kategori Jasa Keuangan, Infrastruktur dan transportasi, perdagangan, jasa dan investasi. Penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup Prof. Gusti Muhammad Hatta kepada Direktur Human Capital & General Affair Telkom, Faisal Sjam, akhir 2009 lalu di Jakarta.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia menyambut baik penghargaan tersebut. “Sebagai perusahaan publik Telkom memang berkewajiban membuat laporan keberlanjutan (sustainability reporting) sesuai dengan amanat Pasal 66 Ayat 2 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas,” ujarnya. “Bahwa kemudian apa yang kami lakukan tersebut mendapat apresiasi dari pihak lain dalam hal ini IAMI (Institut Akuntan Manajemen Indonesia). tentu kami sangat gembira dan berterimakasih.”

Dijelaskan Eddy Kurnia, tahun 2009 ini, Telkom telah memasuki tahun ketiga penerbitan laporan keberlanjutan (Sustainability Reporting). Laporan ini merupakan laporan pertanggungjawaban manajemen terhadap kinerja keberlanjutan (sustainability) Telkom, yang tercermin dari pelaksanaan program Corporate Social Responsibility sepanjang tahun 2008.

Menurut dia, Telkom telah tiga kali meraih penghargaan Sustainability Reporting Award (ISRA). Pada tahun 2007 Telkom keluar sebagai The Best CSR (Corporate Social Responsibility) Reporting in Annual Report dan pada tahun 2008 meraih Best CSR Awad in Annual Report dan CSR Award.

Indonesia Sustainability Reporting Award (ISRA) merupakan penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh National Center for Sustainability Reporting (NCSR) bekerja sama dengan IAMI. Tujuan penyelenggaraan ISRA untuk meningkatkan kesadaran perusahaan-perusahaan di Indonesia mengkomunikasikan program Corporate Social Responsibility kepada para pemangku kepentingan (stakeholder) sekaligus mensosialisasikan amanat Pasal 66 Ayat 2 Undang-undang No. 49 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Penghargaan diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang telah membuat pelaporan atas kegiatan yang menyangkut aspek lingkungan dan sosial di samping aspek ekonomi untuk memelihara keberlanjutan (sustainability) perusahaan itu sendiri.

Dewan juri ISRA berasal dari Institute Akuntan Publik Indonesia, Kementrian Negara Lingkungan Hidup Indonesia, BPPM, Departemen Keuangan, perguruan tinggi, National Commite on Governance, press media, dan lembaga swadaya masyarakat.

Komitmen CSR Telkom
Dijelaskan Eddy Kurnia, sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat, Telkom memiliki komitmen yang tinggi untuk mendukung melaksanakan program tanggung jawab sosial perusaha (CSR).

Komitmen tersebut dilandasi hal-hal sebagai berikut, tuntutan lingkungan global dalam penerapan CSR; CSR merupakan bagian daripelaksanaan tata kelola perusahaanyang baik (‘GCG”); etika dan akuntabilitas bisnis makin mendapat perhatian dunia;implementasi ISO 26000 tentang Social Responsibility pada tahun 2010; sertaTelkom dan lingkungan sekitarnya harus dapat tumbuh bersama secara berdampingan.

Misi kegiatan CSR Telkom adalah Mencerdaskan masyarakat melaluteknologi infoComm; Meningkatkan kualitas hidup masyarakat Menjaga kesinambungan lingkungan. Melalui pelaksanaan CSR,

Telkom berupaya memastikan kelangsungan bisnis Perusahaan dengan melibatkan Perusahaan dalam kegiatan yang terkait dengan perekonomian, sosial dan lingkungan hidup serta membawa manfaat baik bagi Perusahaan maupun para pemangku kepentingan.

Pelaksanaan CSR Telkom dibangun di atas tujuh pilar, yaitu: 1. Pendidikan: memperbaiki kualitas dan tingkat pendidikan masyarakat yang berada di sekitar lingkungan usaha Telkom, keluarga karyawan Telkom Group, serta memfokuskan pada peningkatan keahlian; 2. Kesehatan: meningkatkan standar kesehatan kelompok masyarakat atau sosial tertentu; 3. Kebudayaan dan keadaban: menjaga dan mengembangkan kegiatan kebudayaan, kesenian, olah raga, keagamaan dan kegiatan kemasyarakatan lainnya;

Ke 4. Kemitraan: meningkatkan kemampuan perekonomian setempat dan memperkuat potensi pertumbuhan usaha skala kecil, baik secara langsung maupun tidak langsung, terutama kegiatan yang terkait dengan bisnis Telkom, untuk memberikan manfaatkepada semua pihak; 5. Kewajiban layanan publik:meningkatkan pelayanan danpenyediaan fasilitas serta infrastruktur telekomunikasi secara langsung kepada masyarakat;

Ke 6. Lingkungan hidup: melindungi dan menjaga kualitas lingkungan hidup, baik internal maupun eksternal, untuk menjaga hubungan yang harmonis antara Perusahaan denganlingkungan alam; 7. Bencana dan Penyelamatan: memberikan bantuan kemanusiaankepada masyarakat yang mengalamimusibah bencana alam.

Pada tahun 2008, Telkom telah mengalokasikan dana 40% dari total pendanaan yang dianggarkan untuk mendanai kegiatan pendidikan dan pelatihan. Dana tersebut terutama diberikan dalam bentuk beasiswa bagi pelajar, dukungan terhadap penyediaan prasarana sekolah dan laboratorium, program magang dan pelatihan bagi pelajar serta kursus-kursus yang bersifat penyegaran bagi para guru dan dosen.

Beberapa program jangka panjang tahun 2008 yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: Smart Campus dan Smart School, Program Internet Goes to School, internet Goes to Army, Internet Goes to Police internet Goes To Pesantren dan lainnya, Education for Tommorow, Cyber School, e-government, desa digital e-communities.

Program CSR Telkom yang mendapat banyak pujian dari berbagai kalangan adalah program Indigo (Indonesia Digital Community) dan pelatihan guru ”Bagimu Guru Kupersembahkan”. Melalui program Indigo, Telkom telah menyelenggarakan program Santri Indigo. Program ini bertujuan memberdayakan komunitas pesantren agar dapat memanfaatkan internet untuk kepentingan syiar Islam melalui internet. Sudah ratusan santri dan komunitas pesantren lainnya mendapat manfaat dari program ini.

Sedangkan program Bagimu Guru Kupersembahkan, bertujuan untuk memberdayakan para guru khususnya dalam bidang teknologi informasi, kepribadian dan keahlian lainnya. Para instruktur program ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat negara (Menteri/Ketua MPR), Budayawan, Profesional di samping Direksi Telkom.

Program ”Bagimu Guru Kupersembahkan” telah memasuki Pelatihan Tahap IV Angkatan III, artinya sudah lebih dari 1.500 guru berpartisipasi dalam program ini. Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan bisa lebih percaya diri ketika menghadapi anak didik maupun dalam menggeluti profesinya.

Persaingan yang Sehat Membuat Telkom Justru Semakin Unggul

Tanggal : 17-01-2010, Kategori : Ekonomi & Bisnis, Bandung

Laporan : H.Erry BudiantoJakarta-Surabayawebs.com  

Menyusul pencapaian kinerja keuangan yang cukup mengesankan pada triwulan ketiga tahun 2009, di tahun 2010 PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) telah menetapkan serangkaian target yang sangat menantang di bidang pemasaran dan pelayanan. Kecuali layanan telepon kabel (fixed wireline), layanan-layanan unggulan lain seperti fixed wireless (Flexi) dan broadband access (Speedy) diproyeksikan tumbuh pada kisaran angka yang cukup tinggi.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Haji Eddy Kurnia mengatakan proyeksi pencapaian kinerja operasional 2009 yang cuku mengesankan tak lepas dari pertimbangan atas kemampuan internal Telkom yang sesungguhnya. Sebagaimana pencapaian 2009, bisnis legacy seperti layanan telepon kabel, fixed wireless (Flexi) dan seluler masih akan tetap memberikan kontribusi berarti pada pendapatan kotor Telkom (unconsolidated) di tahun 2010.

Namun demikian, lanjutnya, tren pertumbuhan pendapatan dari bisnis new wave diperkirakan akan terus berlanjut.

Flexi dan Speedy
Layanan Flexi yang pada tahun 2009 diestimasi mencapai 15,7 juta satuan sambungan (SS) pelanggan dengan market share 56%, diproyeksikan tumbuh menjadi sekitar 17,2 atau 17,5 juta juta SS pada akhir 2010 dengan penambahan bersih (net add) 1,5-1,8 juta SS.

Untuk mencapai target tersebut, ujar Eddy Kurnia, Telkom akan berusaha melakukan penambahan alat produksi dengan memperhitungkan ketepatan waktu pengiriman, kualitas, kuantitas dan jangkauan (coverage). Bila proyeksi ini terwujud, maka pangsa pasar Flexi akan menjadi sekitar 57%.

Dari sisi layanan, Flexi akan diperkaya dengan beberapa nilai tambah seperti message list, akses data berbasis waktu (Time-based Pocket Data Network), transfer pulsa, long SMS, background music, Combo Plus, dan lain-lain. Selain program bundling hand set yang terbukti disambut hangat pelanggan, Telkom akan lebih mengoptimalkan layanan data lewat produknya: Flexinet Unlimited.

Pada posisi Triwulan III 2009, pelanggan Flexi tumbuh cukup meyakinkan, yakni mencapai 63%. Atau peningkatan dari hanya 9,2 juta pelanggan pada Triwulan III 2008, menjadi 14,9 juta pada Triwulan III 2009.

Peningkatan jumlah pelanggan tersebut, antara lain disebabkan tarif percakapan yang kompetitif dan penambahan BTS (Base Tranceiver Station). Total BTS Flexi hingga saat ini mencapai 5.296 BTS atau tumbuh sebesar 66%.

Dari sisi penetapan harga (pricing), program SurePrice! yang menawarkan tarif hubungan lokal antarpengguna Flexi hanya Rp 49 per menit akan dipertahankan. Sehingga lebih memantapkan positioning Flexi sebagai layanan telepon yang murah dan berkualitas.

Untuk broadband Speedy yang pada posisi akhir 2009 diestimasi mencapai 1,1 juta SS, pada akhir 2010 diproyeksikan bertambah 600 hingga 700 ribu SS menjadi antara 1,7 hingga 1,8 juta SS.

Proyeksi yang cukup menantang ini tentunya selain menuntut pengerahan dukungan ketersediaan dan kualitas alat produksi yang optimal, juga mensyaratkan promosi yang gencar dan tepat sasaran.

Dari sisi pemasaran, program pricing Speedy Multi Speed yang menawarkan paket murah koneksi Internet Speedy sesuai dengan kecepatan yang dipilih pelanggan akan dilanjutkan. Pada saat bersamaan, lanjutnya, Telkom terus melakukan kajian seksama tentang perluasan pemasaran bersama untuk meningkatkan nilai (value) layanan kepada pelanggan. Saat ini Speedy telah melakukan pemasaran bersama dengan YesTV dan Telkomsel Flash.

Telepon Kabel
Berbeda dengan proyeksi layanan broadband Speedy dan Flexi, layanan telepon kabel (wireline) di tahun 2010 diproyeksikan tidak akan mengalami pertumbuhan (flat) dari proyeksi 2009, yaitu tetap di angka 8,7 SST.

Untuk meningkatkan penggunaan telepon kabel, khususnya segmen residensial (rumah), pada tahun 2008/2009 Telkom telah menggelar program poin reward “Telepon Rumah Rejeki Tumpah”. Melihat sambutan yang sangat baik dari pelanggan, pada 2010 program poin reward akan diperluas, selain dengan menambah jumlah dan nilai hadiah juga akan mengikutsertakan pelanggan SLI 007 dan Speedy.

“Meskipun saat ini telah terjadi perubahan gaya hidup, di mana masyarakat semakin mobile, pada posisi Triwulan III 2009 layanan fixed line masih memperlihatkan pertumbuhan 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,“ jelas Eddy Kurnia.

Namun demikian, Telkom juga mencatat, akibat perubahan gaya hidup tersebut, pendapatan atau ARPU (Average Revenue Per User) dari segmen fixed line mengalami penurunan hingga 19% dari semula Rp 138.000 pada Triwulan III 2008 menjadi Rp 112.000 pada Triwulan III 2009. Saat ini pelanggan fixed line tercatat 8,7 juta SST, sedangkan pada periode yang sama tahun 2008 jumlahnya 8,6 juta.

Sebagai konsekuensi dari tingginya target pencapaian 2010, selain pengerahan dukungan alat produksi, Telkom berencana melakukan berbagai promo dan inovasi layanan. Khusus untuk pelanggan telepon rumah, beberapa waktu lalu Telkom telah menyempurnakan program Telepon Tagihan Tetap. Diharapkan di tahun 2010 program ini akan semakin diminati pelanggan.

Seluler: Tetap “Market Leader”
Di segmen selular, Telkomsel masih kokoh di posisinya sebagai market leader. Pada posisi Triwulan III 2009, jumlah pelanggan Telkomsel mencapai hampir 80 juta atau tumbuh sebesar 32% jumlah pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Seperti halnya Flexi, pertumbuhan Telkomsel antara lain dipacu oleh luasnya jangkauan (coverage) BTS yang pada posisi Triwulan III 2009 mencapai 29.781 BTS, atau bertambah 19% dibandingkan periode yang sama di tahun 2008.

Penguasaan pasar oleh Telkomsel pada tahun 2009 diproyeksikan cukup mengesankan, yakni menguasai 52% pangsa pasar. “Di tengah serbuan operator baru, kinerja Telkomsel cukup meyakinkan,” ujar Eddy Kurnia. Ia yakin di tahun 2010 Telkomsel akan bertambah sekitar 15-17 juta pelanggan dari estimasi 83 juta di akhir 2009 menjadi 98-100 juta pelanggan. Dengan demikian market share seluler juga diproyeksikan meningkat menjadi 53%.

Sementara itu layanan IPTV (Internet Protocol TV) yang telah sukses diujicoba di beberapa kota besar, diharapkan sudah bisa dinikmati pelanggan pada Triwulan pertama 2010. Portal e-business Mojopia yang disiapkan sebagai portal bisnis pertama di Indonesia diharapkan juga sudah bisa beropersi secara penuh pada awal 2010.

Proyek Mataram-Kupang Cable System yang merupakan bagian dari mega proyek Palapa Ring, telah dimulai pada 30 November 2009 lalu. Mataram-Kupang Cable System merupakan bagian dari proyek pembangunan backbone di KTI yang mencakup Mataram-Kupang, Manado-Sorong, dan Fakfak-Makassar. Proyek Mataram Kupang Cable System merupakan inisiatif Telkom untuk mendukung percepatan pembangunan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang diharapkan selesai akhir September 2010.

Percepatan pembangunan backbone Mataram Kupang juga didorong oleh perubahan mendasar pada layanan Telkom yang bergeser ke arah TIME (Telecommunication, Information, Media dan Edutainment). KTI sebagaimana wilayah lain di Indonesia sangat memerlukan layanan TIME untuk lebih memajukan wilayahnya.

Transformasi Bisnis
Tahun 2009 mencatat sejarah penting bagi perjalanan Telkom, terhitung sejak 23 Oktober 2009, Telkom melakukan transformasi secara total. Tidak hanya logo yang berubah, Telkom juga melakukan transformasi di berbagai bidang, baik bisnis, budaya perusahaan hingga transformasi sumber daya manusia.

Bisnis Telkom yang selama ini hanya informasi dan telekomunikasi, sejak 23 Oktober 2009 bertransformasi menjadi TIME. Transformasi tersebut juga telah menciptakan peluang bisnis baru yang diharapkan di masa depan dapat memberikan sumbangan berarti terhadap pendapatan Telkom.

Catatan 2009: Pertumbuhan New Wave Mengesankan
Menyinggung kinerja Telkom Group di tahun 2010 yang belum berakhir, Eddy Kurnia mengaku optimis bisa lebih baik lagi dibanding tahun 2009. Optimisme ini antara lain dipicu oleh Laporan Triwul III 2009 yang menunjukkan performansi keuangan Telkom telah tumbuh mengesankan melampaui kinerja pada periode yang sama di tahun 2008.

Sampai dengan 30 September 2009, pendapatan Telkom naik Rp 2.465 milyar menjadi RP 47,11 triliun atau tumbuh 5,5% dibanding pendapatan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 44,65 triliun, yang sebagian besar berasal kenaikan pendapatan seluler sebesar Rp 2.760 milyar atau 15,1%. Pendapatan data, internet dan jasa teknologi informatika naik sebesar Rp 1.534 milyar atau 14,1%. Di sisi lain, pendapatan telepon tetap dan interkoneksi diakui turun maisng-masing sebesar Rp 1.078 milyar atau 14,5% dan Rp 899 milyar atau 13,5%.

Sebagai dampak dari kenaikan Pendapatan di satu sisi serta Beban Operasi yang juga tercatat naik sebesar Rp1.689 milyar, Laba Usaha Telkom pada posisi sampai dengan 30 September 2009 mengalami kenaikan sebesar Rp 776 milyar atau 4,5% dan EBITDA naik sebesar 8,2%. Sedangkan Laba Bersih mengalami kenaikan sebesar Rp381 milyar atau 4,3%.

Yang sangat menggembirakan, menurut Eddy Kurnia, adalah sinyal kuat yang menunjukkan bahwa strategi bisnis Telkom sudah berada di jalur yang benar. Meningkatnya pendapatan dari bisnis New Wave pada Triwulan III 2009 yang secara relatif (50,1%) jauh melampaui persentase pertumbuhan bisnis legacy yang sebesar 2,6% menunjukkan bahwa strategi Telkom bertransformasi ke bisnis T.I.M.E sudah tepat. Dan, fakta ini rupanya juga memicu membaiknya persepsi pasar terhadap nilai saham Telkom yang pada 6 November 2009 menembus Rp 8.700 per saham dari semula hanya Rp 7.500 per saham pada Juni 2009.

Tahun Prestasi
Tahun 2009 boleh dibilang merupakan tahun prestasi bagi Telkom. Serangkaian penghargaan bergensi telah diterima Telkom terkait dengan berbagai prestasi bisnis dan operasionalnya baik di tingkat nasional maupun internasional. Di tingkat nasional, penghargaan yang diraih antara lain:

§ The Most Sustainable Corporate Image 2009 dalam ajang Indonesia Most Admired Companies (IMAC Award 2009).

§ Penghargaan Best of the Best Service Provider of the Year dalam ajang Frost & Sullivan Indonesia Telecoms Award 2009, serta mendapatkan dua kategori lainnya yaitu Data Communication Service Provider of the Year, dan Broadband Service Provider of the Year.

§ Best of the Best Perusahaan Idaman 2009 versi Majalah Warta Ekonomi.

§ Mobile Service Provider of the Year (Telkomsel)

§ Sebagai Perusahaan Terbaik Pemberdaya Koperasi, Usaha Mikro dan Usaha Kecil Tahun 2009 dari Menteri Koperasi melalui program CSR dan PKBL.

§ Best of the Best E-Company Award 2009 pada ajang Warta E-Company Award 2009.

§ Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2009 kategori Service Provider Wireline/Fixed, Simcard Prabayar, Internet Service Provider Wireless Mobile (Telkomsel Flash).

§ The Best CDMA Operator

§ Best of The Best Perusahaan Idaman 2009; Dirut Telkom terpilih sebagai CEO Idaman.

§ Best of the Best E-Company Award 2009

§ Contact Center TELKOM 147 meraih The Best Contact Center Award pada Indonesia Contact Center Award 2009

§ Perusahaan Sangat Terpercaya dalam kontes Corporate Governance Perceptions Index 2009 dari The Indonesian Institute For Corporate Governance (IICG) dan Majalah SWA,, the Best of Performance Excellence Achievement dari Indonesia Quality Award for BUMN 2006.

§ Meraih Penghargaan Platinum dalam Indonesia CSR Award 2009 dari Menteri Sosial RI.

§ Meraih Sustainability Reporting Award.

Sedangkan di tingkat global, beberapa penghargaan yang telah diraih, antara lain tercatat dalam Urutan 675 Forbes Global 2000; Penghargaan Contact Center Tingkat Asia-Pacific di Singapura; dan Penghargaan Best Managed Company, Best Corporate Governance, Best Investor Relations, Best Corporate Social Responsibility, Most Committed to A Strong Dividend Policy, dari Majalah Finance Asia, Hong Kong.

Eddy Kurnia menyatakan bahwa meskipun prestasi yang dicapai Telkom selama 2009 dianggap mengesankan, namun sesungguhnya kinerja yang lebih baik lagi bisa dicapai di tahun-tahun mendatang. Dukungan infrastruktur, sumber daya manusia, sistem, portofolio dan coverage layanan, serta fundamental keuangan yang sehat, diharapkan akan semakin memacu Telkom untuk menjadi sebuah operator nasional yang layak dibanggakan Bangsa Indonesia.

Selain faktor internal tersebut Eddy Kurnia menunjuk pentingnya regulasi dan iklim persaingan yang sehat sebagai faktor penting bagi peningkatan kinerja Telkom. Menurutnya, Telkom memandang persaingan sebagai sesuatu yang positif. ”Persaingan, sepanjang dilakukan secara sehat, akan membuat Telkom semakin besar. Faktanya persaingan yang sehat telah membuat Telkom justru semakin unggul,” tandasnya.

Hingga kini Telkom terus menduduki posisi sebagai market leader hampir di semua segmen layanan (wireline, fixed wireless, seluler, komunikasi data). Pada posisi Triwulan III 2009, pelanggan Flexi sudah mendekati 15 juta SS (market share 59%), sedangkan layanan Seluler melalui Telkomsel menguasai lebih dari 52% pangsa pasar dengan jumlah pelanggan mendekati 80 juta SS.

Di segmen broadband, Telkom unggul melalui layanan Speedy (mendekati 1 juta SS) dan Telkomsel Flash (lebih dari 1,3 juta user). Sedangkan di segmen komunikasi data, Telkom menguasai setidaknya 52% revenue share. “Mengacu pada pencapaian 2009 tak ada keraguan bagi Telkom untuk mengarungi tantangan bisnis 2010 dengan prestasi yang lebih baik lagi,” ujar Eddy Kurnia optimis.

Menjelang Tahun 2010 Trafik Komunikasi Telkom Mengalami Kenaikan

Tanggal : 17-01-2010, Kategori : Ekonomi & Bisnis, Bandung


Laporan : H.Erry Budianto

Jakarta-Surabayawebs.com

Menjelang pergantian tahun 2009-2010 PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) mencatat kenaikan trafik komunikasi baik pada layanan telepon kabel, Flexi maupun Speedy. Kenaikan trafik yang sama terjadi pada layanan SLI 007.

Telkom yang memiliki 8,7 juta pelanggan telepon kabel mencatat kenaikan trafik panggilan suara (voice call) sebanyak 30,9 juta menit. ”Bila dibandingkan dengan trafik rata-rata harian bulan Desember yang berkisar pada 28,1 juta menit maka terjadi kenaikan trafik sebesar 10,28%,” demikian Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Haji Eddy Kurnia.

Kenaikan yang sama terjadi pada Sambungan Langsung Internasional (SLI) 007. Menjelang pergantian tahun tersebut Telkom mencatat 1,4 juta call atau setara 1,74 juta menit panggilan keluar per hari. Sementara panggilan masuk per hari mencapai 4,65 juta menit.

”Bila dibandingkan dengan menjelang pergantian ke tahun 2009 terjadi peningkatan panggilan keluar sebanyak 36,1% dan untuk panggilan masuk naik 9,2%, jelas. Panggilan terbanyak, yakni sekitar 50% merupakan panggilan ke operator lain, disusul SLJJ sebanyak 17,48%, lokal 23,5% dan ke Flexi 11,09%,” kata eddy.

Sementara itu, layanan Flexi juga mencatat kenaikan panggilan suara sebanyak 14,2% dibanding hari-hari biasa yakni sekitar 41.807.044 panggilan atau 50.545.562 menit. Trafik SMS Flexi naik 22,7% atau 46.144.393 SMS. Adapun penggunaan data, mencapai 1,2 Terabita atau naik sekitar 13%. Saat ini pelanggan Flexi mencapai 15,7 juta pelanggan.

“Keberhasilan panggilan Flexi lebih dari 99% yang berarti tidak ada permasalahan signifikan dalam koneksi voice maupun data di Telkom,” tandas Eddy Kurnia. Menjelang pergantian tahun, yang ditandai juga dengan libur panjang, lalu lintas telekomunikasi di periode Tahun Baru cukup padat, namun pelanggan tetap dapat berkomunikasi secara nyaman.

Dikemukakan dia, keberhasilan dalam menyelenggarakan layanan tersebut tak lain berkat persiapan matang antara lain dengan memperhatikan data trafik tahun lalu, Telkom melakukan prediksi yang cukup akurat, sehingga Telkom bisa melayani dengan baik kebutuhan telekomunikasi para pelanggannya.

Kesiapan jaringan dengan memperhitungkan prakiraan lonjakan trafik serta pemantauan yang intensif, terbukti dapat meningkatkan layanan kepada pelanggan sehingga pelanggan bisa berkomunikasi dengan nyaman.

Sebanyak 1.252 Karyawan Telkom Mengikuti Program Pensiun Dini

Tanggal : 17-01-2010, Kategori : Ekonomi & Bisnis, Bandung


Laporan : H.Erry Budianto

Jakarta-Surabayawebs.com

Sebanyak 1.252 karyawan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) awal 2010 ini akan menjalani Program Pensiun Dini 2009. Program tersebut merupakan bagian dari proses transformasi bisnis Telkom menjadi perusahaan yang fokus mengelola portofolio T.I.M.E. (Telecommunications, Information, Media, Edutainment).

Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Haji Eddy Kurnia menjelaskan Program Pensiun Dini (Pendi) terutama ditujukan kepada karyawan yang berumur di atas 48 tahun dengan pertimbangan memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan kemampuhannya di bidang lain, selain persaingan yang sangat ketat serta tuntutan bisnis perusahaan yang semakin besar.

”Program Pensiun Dini merupakan bagian dari corporate strategy yang dimaksudkan untuk mencapai jumlah dan komposisi karyawan optimum guna menciptakan kecepatan, keahlian dan efisiensi untuk memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi persaingan,” ujarnya kemudian.

Saat ini Telkom memiliki 23.154 karyawan dan 456 di antaranya bekerja di anak perusahaan dalam naungan TELKOM Group. Sejak 2002 hingga 2009, jumlah total karyawan yang mengikuti pensiun dini mencapai 12.568 orang.

Dijelaskannya, setiap kebijakan pensiun dini tentunya memiliki implikasi biaya. Namun demikian, lanjutnya, dalam jangka panjang, program ini juga akan berdampak menurunkan biaya SDM.

”Secara bertahap dan diseleraskan dengan kondisi perusahaan, Telkom akan menawarkan pensiun dini hingga dicapai jumlah pegawai yang ideal sesuai dengan tuntutan lingkungan bisnis yang berkembang. Namun demikian, pensiun dini ditawarkan secara sukarela kepada pegawai. Program Pensiun Dini sendiri dijadwalkan berlanjut hingga 2011 atau sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” ungkap dia.

Telkom pertama kali menawarkan program pendi tahun 1995, waktu itu sebanyak 5.188 pegawai mengikuti program tersebut. Terhitung sejak tahun 2002 hingga 2009 sudah sekitar 12 ribu pegawai mengambil program pensiun dini.

Di samping pensiun dini, pengurangan pegawai juga didukung melalui pensiun reguler baik itu secara normal (telah memenuhi syarat untuk pensiun) maupun pensiun atas permintaan sendiri.

Telkom Akan Menggelar Speedy Games Championship di Bandung

Tanggal : 17-01-2010, Kategori : Ekonomi & Bisnis, Bandung

Laporan : H.Erry Budianto

Jakarta-Surabayawebs.com

Menyusul sukses penyelenggaraan Speedy Games Championship di Jakarta, Desember 2009 lalu, dalam waktu dekat PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk juga akan menggelar acara serupa di Bandung. Speedy Games sendiri merupakan layanan konten game online yang bisa dimainkan secara bersama oleh para pelanggan akses internet cepat Speedy melalui situs web http://game.telkomspeedy.com. Situs games ini menyediakan lebih dari 130 jenis game online.

Selain di Jakarta dan Bandung, penyelenggaraan event Speedy Games Championship juga akan berlangsung di kota-kota besar lainnya seperti Jogyakarta, Surabaya, Medan, Makasar dan Balikpapan yang dimainkan melalui askes internet cepat Speedy. Event reguler tersebut diadakan guna memfasilitasi para Gamers Indonesia untuk menunjukkan kebolehannya bermain game secara online.

Menurut Vice President Public and Marketing Telkom, Haji Eddy Kurnia, Speedy Games merupakan bentuk nyata kepekaan Telkom terhadap kebutuhan para pelanggan Speedy akan konten games dengan kecepatan tinggi. Acara ini juga merupakan komimen Telkom Speedy menyelenggarakan kompetisi online.

”Di sisi lain, layanan Speedy Games merupakan bentuk keseriusan Telkom dalam menggarap bisnis T.I.M.E (Telecommunication, Information, Multimedia dan Edutainment) di Indonesia,” ujar Eddy Kurnia.

Event Speedy Games Championship yang pertama telah diselenggarakan di Mall La-Piazza Jakarta, Sabtu dan Minggu, 19-20 Desember 2009 dengan menghadirkan 160 peserta yang mewakili 41 tim dari Jabodetabek. Kejuaraan sesi pertama ini mempertandingkan game Counter Strike dan Left 4 Dead memperebutkan total hadiah Rp. 20 juta yang diperebutkan oleh 32 tim CounterStrike dan 9 tim Left 4 Dead.

Menurut rencana, turnamen sesi kedua akan diselenggarakan di Bandung pada 23-24 Januari 2010, dilanjutkan kemudian di Balikpapan (Februari), Surabaya (Maret), Yogyakarta (April), Medan (Mei) dan Makasar (Juli). Pemenang kompetisi game di setiap kota akan mewakili kotanya pada Grand Final Speedy Games Championship yang akan diselenggarakan Juli 2010 di Jakarta.

PaketSpeedyGames

Paket Speedy Games sudah dapat dinikmati oleh pelanggan. ”Speedy Games memungkinkan pelanggan terhubung dengan semua pengguna Games Online dan bermain games secara real time,” jelas Eddy Kurnia. Dikatakannya, Speedy Games akan membuat pelanggan Speedy menikmati berbagai layanan Games dengan kecepatan tinggi

Menurutnya, probgram ini diharapkan dapat menambah minat masyarakat menggunakan layanan internet cepat Speedy. Saat ini, pelanggan Speedy telah mencapai 1,2 juta yang tersebar di seluruh Indonesia, yang sebanyak 500.000 pelanggan di antaranya berada di wilayah Jabodetabek. Selain bisa diakses melalui saluran telepon kabel, Speedy juga bisa diakses secara nirkabel. Saat ini Telkom sudah menyediakan tidak kurang dari 4.800 titik hotspot di seluruh Indonesia.

”Tahun 2010 ini, kami menargetkan pelanggan Speedy bisa naik dua kali lipat menjadi sekitar 2,2 juta pelanggan,” kata Eddy Kurnia.

Menurutnya, sekitar 20% dari total pelanggan Speedy menggunakan akses Speedy untuk bermain game online.

Ia berharap, kehadiran Speedy Games dapat memacu pertumbuhan konten games hasil ciptaan Indonesia. ”Indonesia terkenal dengan kreativitasnya, termasuk dalam hal kreasi game. Banyak pengembang games (games developer) hasil ciptaan orang Indonesia justru digunakan di luar negeri,” ujar Eddy Kurnia. Konten Speedy Games yang saat ini diperkenalkan merupakan hasil kerjasama dengan Valve, perusahaan game developer asal Washington, Amerika Serikat.

 

Telkom Selalu Tuntaskan Seluruh Kewajiban kepada Pensiunannya

Tanggal : 17-01-2010, Kategori : Ekonomi & Bisnis, Bandung


Laporan : H.Erry Budianto

Jakarta-Surabayawebs.com.

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) tidak punya sisa kewajiban apa pun kepada para karyawan yang pensiun terhitung 1 Februari 2009 sepanjang itu menyangkut hak para pensiunan tersebut.

Bantuan Peningkatan Kesejahteraan (BPK) bukanlah pesangon, melainkan apresiasi yang diberikan perusahaan kepada para pensiunan sehingga eksekusinya mengacu pada pertimbangan-pertimbangan yang bersifat kondisional dan fleksibel yang pijakan utamanya adalah kondisi perusahaan saat ini dan proyeksinya ke depan.

Demikian dinyatakan Vice President Public and Marketing Communication Telkom Haji Eddy Kurnia menanggapi munculnya pemberitaan seputar isu “belum dibayarkannya” pesangon para pensiunan oleh perusahaan ini serta maraknya demo para pensiunan Telkom yang menuntut manajemen segera membayarkan BPK kepada mereka.

Dijelaskannya bahwa manfaat pensiun bulanan dan Tunjangan Hari Tua (THT) yang menjadi hak mereka sudah dibayarkan oleh Dana Pensiun TELKOM sejak mereka memasuki pensiun dengan besaran yang memadai, hak mendapatkan pelayanan kesehatan bagi mereka yang sudah mempunyai masa kerja 20 tahun, termasuk fasilitas lainnya yang menjadi hak mereka sudah juga dibayarkan oleh perusahaan.

BPK, sekalipun menjadi komponen yang akan diberikan, lebih merupakan kebijakan atau apresiasi manajemen yang nilainya ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara perusahaan dengan Sekar Telkom.

Menurut Eddy Kurnia, dalam merumuskan kebijakan seperti BPK untuk memberikan apresiasi kepada para karyawan yang memasuki pensiun dimaksud, Telkom senantiasa merujuk antara lain pada pertimbangan kesinambungan bisnis perusahaan dalam jangka panjang. Telkom berusaha untuk tidak terjebak hanya memikirkan kepentingan jangka pendek tetapi merugikan kelangsungan perusahaan di kemudian hari.

Menyinggung tuntutan pensiunan agar Telkom segera membayarkan BPK,  dikemukakan Eddy, hal tersebut sudah menjadi agenda perusahaan. “Perusahaan sama sekali tidak berniat mengabaikan BPK, artinya jika para pensiunan itu berkenan mengambil seperti yang sudah ditawarkan sebesar 1,4 kali maka kapan pun uang BPK itu bisa dicairkan,” ujarnya.

Hanya saja, lanjut Eddy, hingga saat ini belum tercapai kesepakatan antara perusahaan dengan Sekar tentang besaran nilai BPK yang mengacu pada azas uniformula sebagaimana disepakati dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) III Telkom-Sekar pasal 35 ayat 4.

Dalam proses perundingan, Sekar mengajukan usulan agar BPK dibayarkan kembali dengan besaran 2 kali THT sementara perusahaan sesuai dengan semangat perubahan yang telah dinyatakan dalam PKB III mengajukan proposal BPK model baru dengan besaran setara 1,4 kali THT.

Untuk menghindari deadlock perundingan, manajemen telah mengeluarkan kebijakan solusi sementara yang memungkinkan pensiunan memilih untuk mendapatkan BPK tanpa harus menunggu perundingan selesai. “Mudah-mudahan kebijakan ini bisa menjadi solusi yang baik bagi kedua pihak dan beberapa di antaranya sebenarnya sudah ada yang mengambilnya,” ujarnya.

Telkom, demikian Eddy Kurnia, sangat menghargai para pensiunannya. Pada saat yang sama, Telkom juga dituntut untuk senantiasa bijaksana dan cermat dalam merumuskan kebijakan perusahaan yang berdampak jangka panjang.

Lingkungan bisnis di sektor telekomunikasi sudah berubah dan terus bergerak sangat cepat dan dinamis. Struktur industri telekomunikasi yang sangat kompetitif bagaimanapun perlu disikapi dengan cara-cara atau pendekatan yang berbeda dengan ketika Telkom masih berupa perusahaan monopoli, misalnya.

PERJALANAN LIBURAN DENGAN TRANSPORTASI KERETA API LEBIH NYAMAN

Tanggal : 15-12-2009, Kategori : Berita Utama, Daerah, Bandung


LAPORAN : H.Erry Budianto  (Redaktur Surabayawebs.com)

BANDUNG - SURABAYAWEBS.COM

Bepergian ke luar kota dari Jakarta atau Bandung, menuju kota-kota di Jawa Tengah atau di Jawa Timur, bukan hal yang ribet lagi. Bagi masyarakat yang akrab dengan Kereta Api (KA), banyak pilihan KA regular mana yang akan dipilih untuk menuju daerah tujuannya. Pemesanan tiket pun kini begitu mudah dan gampangnya.

Mau ke Surabaya dari Jakarta, tinggal pilih KA yang setiap hari melayani jalur paling jauh ini. Ada KA Bima dengan tariff bawah Rp.250.000 dan tariff atas Rp.310.000. Juga ada KA Argo Bromo Anggrek dari Stasiun Gambir – Surabaya Pasar Turi(PP) dengan tariff Rp.265.000 sampai Rp.335.000. Lalu pilihan lain adalah KA.Semberani Jakarta Kota- Surabaya Pasar Turi (PP) dengan tariff bersahabat Rp.240.000 tarif bawah dan sampai Rp.330.000 tarif atas.

Ke tiga KA yang memiliki kelas istimewa ini juga sangat diminati oleh calon penumpang dari Kota Pahlawan Surabaya itu jika hendak bepergian ke Ibukota Republik, Jakarta. Bukan saja tepat waktu berangkat tapi juga pelayanan dan keamanan selama perjalanan, sangat dinikmati penumpangnya. Bahkan yang memiliki barang-barang bawaan berharga, dapat menitipkannya pada kotak-kotak khusus titipan barang. Penumpang tinggal tidur nyenyak selama perjalanan. Saat bangun ternyata sudah sampai di tujuan.

KA Eksekutif yang istimewa itu tak heran sangat disenangi masyarakat yang gemar naik KA jarak jauh. Begitu juga KA Eksekutif lainnya seperti  KA Gumarang Jakarta Kota-Surabaya Pasar Turi (PP) yang memasang tariff bawah Rp.235.000 dan tariff atas Rp.280.000. Okupansi KA-KA ini sangat membantu mengisi Kocek operator perkeretaapian terkemuka yaitu PT.KA.

KA jarak jauh yang nyaman, aman, dan lancer itu juga termasuk KA Gajayana Jakarta Kota-Malang (Pulang-Pergi/PP) dengan tariff bawah Rp.270.000 dan tariff atas Rp.330.000.

Operator KA yang kini dipimpin oleh Ignasius Jonan, bukan saja memberikan rasa nyaman dan aman bagi calon penumpangnya, tapi juga menata stasiun-stasiun di sepanjang perjalanan dengan mengecat, menanam pepohonan dan setiap hari bunga-bunga Anggrek yang mahal membuat mata sedap dan nikmat memandangnya.

Mau ke Yogya atau Solo dari Jakarta ? Perusahaan KA milik Negara ini menyiapkan tiap hari KA.Argo Dwi Pangga dengan tariff bawah Rp.220.000 dan tariff atas Rp.270.000. Juga disediakan KA Argo Lawu dari Stasiun Gambir Jakarta-Solo Balapan (PP) dengan tariff bawah Rp.210.000 dan tariff atas Rp.280.000.

Selain itu operator perkeretaapian ini juga mempersembahkan KA.Argo Muria dari Stasiun Gambir Jakarta menuju St Semarang Tawang (PP). Tarif KA ini hanya Rp.190.000 tarif bawah dan Rp.270.000 tarif atas. KA ini melalui St Jatinegara, St.Cirebon, St,Tegal, St.Pekalongan.

Dari St.Gambir ke Semarang, operator perkeretaapian terkemuka ini juga menyediakan KA.Kamandanu dengan tariff bawah yang murah Rp.170.000 dan tariff atas Rp.250.000. Selain itu dari kota Bandung ke Semarang disiapkan KA.Harina dengan tariff bawah Rp.130.000 dan tariff atas Rp.200.000.

Dari kota Bandung, secara tetap diberangkatkan KA.Argo Wilis menuju Surabaya Gubeng. Tarif bawahnya hanya Rp.205.000 dan tariff atas Rp.300.000. Selain itu pada jalur yang sama terdapat pilihan KA lainnya yaitu KA.Turangga Eksekutif dengan tariff bawah Rp.220.000 dan tariff atas Rp.300.000. Pada trayek yan g sama St.Bandung-Surabaya Gubeng tiap hari diberangkat KA.Mutiara Selatan (kelas Bisnis).

Dari St.Bandung menuju St.Gambir Jakarta (PP) diberangkatkan KA.Argo Gede (Kelas Eksekutif) dengan tariff Rp.50.000 – Rp.60.000 dan KA.Parahyangan (Kelas Eksekutif dan Bisnis), dengan tariff yang betul-betul bersahabat Rp.25.000 – Rp.50.000. Sangat murah dan tidak akan menguras dompet calon penumpang. Bahkan jauh lebih murah dari tariff Bus antar kota. Apalagi tariff travel yang kini begitu marak dengan adanya jalan tol Padalarang-Cikampek-Jakarta.

Operator KA yang berpengalaman sejak jaman pemerintahan Kolonial Belanda ini juga menyediakan KA. Jakarta-Yogyakarta berupa KA Taksaka yang memasang tariff bawah Rp.180.000 dan tariff atas Rp.250.000. Juga dari St Gambir Jakarta menuju Cilacap, disediakan KA.Purwojaya dengan tariff Rp.90.000 (bawah) dan tariff atas Rp.100.000.

Dari St.Gambir Jakarta menuju Kota Udang Cirebon terdapat KA.Argo Djati dengan tariff bawah Rp.90.000 dan tariff atas Rp.100.000. Selain itu juga secara tetap diberangkatkan tiap hari KA.Cirebon Express dengan tariff bawah Rp.70.000 dan tariff atas Rp.105.000.

Operator perkeretaapian terkemuka PT.KA juga mengopertasikan KA-KA.Ekonomi yang mendapat subsidi dari pemerintah. KA Ekonomi ini betul-betul membantu masyarakat yang berpenghasilan kecil.Kondisi KA dinilai penumpang cukup layak dan cukup bersih. “Meski pun KA Ekonomi tapi layanannya yang didapat lebih dari Hotel Melati,” tutur Asep salah satu penumpang yang akan ke Kediri menggunakan KA.Kahuripan.

Tarif atas itu terjadi saat terjadi lonjakan penumpang seperti hari-hari libur Sabtu dan Minggu atau hari-hari besar seperti menjelang akhir tahun 2009 dan Hari Natal 25 Desember serta menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun pemesanan tiket dapat dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari keberangkatan melalui Kantor Pos terdekat, ATM-ATM sejumlah perbankan seperti BCA, Mandiri, BRI, BNI.

Dalam upaya mempermudah masyarakat memperoleh tiket KA, pihak operator perkeretaapian ini juga menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan agen perjalanan. Di Daop I Jakarta dengan 21 perusahaan, di Daop II Bandung dengan 4 perusahaan, di Daop III Cirebon dengan 7 perusahaan biro perjalanan, di Daop IV Semarang dengan 6 perusahaan, di Daop V Purwokerto dengan 1 perusahaan, di Daop VI Yogyakarta dengan 15 perusahaan, di Daop VII Madiun dengan 2 perusahaan dan di Daop VIII Surabaya dengan 15 perusahaan.

Peranan KA semakin dibutuhkan oleh masyarakat sebagai angkutan murah, nyaman dan aman. Terutama di kota-kota besar seperti Jakarta yang sebagian besar pekerjanya bermukim di sekeliling kota-kota di Ibukota RI itu.

Karena itu angkutan KA.Rel Listrik  (KRL) maupun KA Rel Diesel (KRD) semakin penting dan jika tidak beroperasi satu hari saja, maka jutaan pekerja yang berasal dari Depok, Bogor, Bekasi, Tangerang maupun Cikampek dan Sukabumi akan menunpuk tidak bisa berangkat kerja ke kantornya di Jakarta. Oleh sebab itu untuk memenuhi harapan rakyat dan pemerintah, PT.KA membentuk anak perusahaan yang khusus menangani angkutan penumpang di Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi).

Operator perkeretaapian terkemuka ini juga ikut menggalakkan dunia pariwisata di negeri ini dengan menata dan membenahi sejumlah bangunan kuno seperti Lawang Sewu di Semarang dengan dana yang cukup besar. Perusahaan ini kini meningkatkan performance dengan merehabilitasi asset bangunan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian bangunan peninggalan sejarah. Sekaligus untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Mancanegara ke Indonesia. Untuk itu Museum KA Ambarawa hampir setiap minggu dikunjungi ribuan wisatawan local maupun asing.

Menurut Dirut PTKA Ignasiun Jonan, yang berhasil meningkatkan kesejahteraan karyawan. Termasuk Masinis, Kondektur dan penjaga perlintasan KA, dengan banyaknya asset bangunan kuno bersejarah yang dimiliki, perusahaan melakukan konservasi dengan merehabilitasi dan merenovasi bangunan tersebut. “Apa yang kami lakukan ini sebagai upaya mengoptimalkan assetnya agar bermanfaat secara social maupun komersial,” ujar mantan petinggi Citi Bank ini.

Pada 15 Oktober 2009 lalu Dirjen Perkeretaapian Ir. Tunjung inderawan Msa didampingi Dirut PTKA Ignasius Jonan meresmikan pemugaran Gedung Lawang Sewu di Semarang. Selain operator ini juga mengoperasikan kembali Stasiun KA.Tanjung Periuk pada 28 April 2009. Stasiun yang tadinya kumuh dan menjadi tempat tinggal tunawisma yang mencari peruntungan hidup di Ibukota itu kini nampak cantik, anggun dan megah seperti semula.

Selain meluncurkan KRD “Baraya Geulis” di Bandung yang melayani trayek Padalarang-Cicalengka (PP), operator ini juga meresmikan KRDI Blora Jaya lintas Semarang-Cepu-Bojonegoro. Hal ini sebagai upaya perusahaan ini untuk meningkatkan peran Kereta Api sebagai angkutan perkotaan yang efektif: anti macet, hemat bahan bakar, ramah lingkungan, nyaman dan aman.

Dalam upaya meningkatkan dunia kepariwisataan di tanah air, operator ini juga meluncurkan KA.Wisata di Sumatera Barat (Sumbar) yang melayani trayek Padang-Bukit Tinggi. Juga bekerjasama dengan Pemkot Solo meluncurkan KA.Wisata yang menggunakan lokomotif kuno. “Ini bukan masalah uang dalam arti untung atau rugi. Termasuk adminitrasi secara teknis, tetapi lebih sebagai semangat melestarikan heritage,” ujar Dirut PT.KA Ignasius Jonan usai menandatangani perjanjian kerjasama (PKS) operasional lokomotif uap kuno di Loji Gandrung, Solo 20 Oktober 2009 lalu.

Terobosan-terobosan baru banyak dilakukan operator perkeretaapian terkemuka ini di bawah kepemimpinan Ignasius Jonan. Diantarnya, mengadakan lokomotif tambahan, gerbong-gerbong eksekutif tambahan dari PT.Inka Madiun. Selain itu juga menambah gerbong Batuibara bekerjasama dengan PT.Bukit Asam. Pasalnya, tahun deoan kapasistas angkutan batubara bisa mencapai 9,3 juta per tahun. Tahun 2011 diprediksikan meningkat menjadi 11,5 juta ton per tahun, 2012 menjadi 12,9 juta ton per tahun. 2013 menjadi 15,8 juta ton per tahun dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 20 juta ton per tahun.

Bahkan untuk mengatasi lonjakan pengendara sepeda motor yang akan berlebaran di daerahnya di Jawa Timur, PTKA sudah menyediakan KA Khusus untuk angkutan sepeda motor.

Angkutan khusus ini memudahkan para pemudik mengunakan sepeda motor. Misalnya dari Jakarta naik KA ke Surabaya bersama kendaraan roda duanya yang berada di gerbong khusus angkutan sepeda motor. Tiba di Surabaya, pemudik ini tinggal menaiki moltornya menuju kampong halamannya di Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, Jember  atau Gresik.

Melihat peran KA dulu, sekarang dan akan datang, tak pelak lagi jasanya sangat luar biasa. Terlebih kini diisi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan memiliki integritas tinggi memajukan perusahaan. Hal ini bukan saja kesejahteraan yang meningkat tapi dalam upaya menjawab Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007. Semoga PT.KA tetap jaya dan Sukses. Amin !***

NEW TELKOM: PERLUAS PORTOFOLIO BISNIS TELKOM GELAR INDIGO AWARD

Tanggal : 16-11-2009, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis, Sorot Tokoh, Daerah, Bandung, Sorot



Berita Utama Terbaru