Pencarian





GANJAR TEGASKAN MENOLAK SALURKAN BLSM

Tanggal : 19-06-2013, Kategori : Berita Utama, Politik & Keamanan

LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO
JAKARTA-SURABAYAWEBS.COM
Calon gubernur Jawa Tengah terpilih Ganjar Pranowo tidak akan menuruti imbauan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi agar para kepala daerah melaksanakan program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM.
’’Gubernur melaksanakan atau tidak program itu, tak masalah. Karena dalam pemberian BLSM, kepala daerah tidak dilibatkan dan tidak diberi data-data. Itu kan urusan pemerintah pusa. Bukan urusan kami di daerah,’’ ujar Ganjar di gedung DPR, Selasa 18/6
Dikemukakan Ganjar,, duit bantuan Rp 150 ribu per bulan itu hanya akan bertahan empat hari. Selain itu, dia juga menerima banyak laporan dari masyarakat yang trauma dengan pemberian bantuan langsung tunai (BLT) pada 2008. Karena itu, Ganjar mengusulkan agar pemerintah mengganti BLSM dengan program yang lebih prorakyat, prodesa, dengan membangun infrastruktur di perdesaan. ’’Kalau gubernur diberi kewenangan, duit itu akan digunakan untuk membangun desa. Itu lebih baik,’’ ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang sebelumnya juga menyatakan tidak setuju dengan kebijakan BLSM akhirnya siap mendukung kebijakan pemerintah pusat tersebut. Mantan wali kota Solo ini menegaskan, dia bukan tidak mendukung BLSM, melainkan menilai BLSM akan lebih bagus jika diberikan kepada pengusaha produktif. ’’Kami dukung program itu, termasuk menyosialisasikan kepada seluruh warga Jakarta,’’ katanya.
Seperti diketahui, Jokowi tidak setuju dengan BLSM. ’’Saya dari dulu nggak senang bantuan tunai. Kalau bisa, bantuan itu diberikan buat usaha-usaha produktif. Usaha-usaha kecil, usaha-usaha rumah tangga yang produktif, itu lebih baik,’’ dalihnya ketika itu.
Di lain pihak, Mendagri Gamawan Fauzi memperingatkan semua kepala daerah agar menaati kebijakan nasional pemerintah dalam memberlakukan program BLSM. Kepala daerah harus mematuhi kode etik pemerintahan, walaupun mereka berasal dari partai politik yang tidak setuju dengan kenaikan harga BBM.
“Saya perlu memberikan peringatan kepada kepala daerah. Secara politik mungkin ada kepala daerah diusung oleh partai yang tidak setuju dengan kenaikan harga BBM dan pemberian BLSM. Tetapi sebagai kepala daerah, dia adalah bagian dari sistem nasional yang saya harapkan mentaati program itu,” kata Gamawan usai membuka Rakernas Program Nasional Pemberdayan Masyarakat Mandiri Pedesaan 2013 di Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa 18/6.
Dikatakan Mendagri, absurd bila kepala daerah tidak sejalan, bahkan menentang kebijakan pemerintah pusat. Gumawan Fauzi meminta para kepala daerah bersikap profesional, karena mereka milik rakyat, bukan milik partai lagi. “Kebijakan ini sudah dikaji selama berbulan-bulan dari berbagai aspek. Kalau ada aspirasi yang diterjemahkan di daerah dengan program sendiri, silakan, tetapi program BLSM ini harus ditaati,” pungkasnya kemudian.
Sebelum kebijakan pemberian BLSM sebagai kompensasi kenaikan harga BBM disetujui untuk disahkan oleh DPR dan pemerintah, Kemdagri sudah menyampaikan hal itu kepada seluruh kepala daerah. “Saya tidak mendengar ada kepala daerah menyampaikan keberatan itu pada saat dikumpulkan. Semua sudah disampaikan secara transparan dengan mengundang semua kepala daerah,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengemukakan, kepala daerah harus tetap proporsional memperlakukan dan memposisikan program nasional seperti PNPM Mandiri Perdesaan, juga BLSM. “Kami tidak ingin ada pihak-pihak yang mengklaim bahwa ini adalah kebijakan atau milik parpol atau caleg tertentu. Ini perlu saya tekankan, dan sampaikan yang benar kepada rakyat. Jangan diklaim milik kelompok tertentu,” ujar Agung pula.
Pemerintah menganggarkan Rp 29,3 triliun sebagai kompensasi dana BBM. Dari jumlah itu, Rp 9,32 triliun dianggarkan untuk BLSM bagi 15,5 juta keluarga miskin. Masing-masing KK akan menerima Rp 150 ribu per bulan selama empat bulan. Artinya sekaligus menerima duit Rp.600.000.
Sementara itu Wakil Presiden Boediono mengatakan, program BLSM mirip dengan skema cash transfer Bantuan Langsung Tunai (BLT) beberapa tahun lalu, namun dengan perbaikan mendasar dalam target sasaran.
Tahun ini, target sasaran disusun berdasarkan survei objektif Badan Pusat Statistik yang diperbaharui dengan konsultasi intensif dengan pemerintah daerah hingga ke tingkat desa dan kelurahan.Menurut Boediono,, target sasaran pemberian BLSM berada dalam satu daftar berisi 40% penduduk Indonesia dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Daftar ini lengkap berisi nama dan alamat dan tidak berhubungan sama sekali dengan afiliasi politik.
’’Kalau masih ada yang mengkhawatirkan, mohon jangan cemas, karena masyarakat pemilih kita sudah sangat cerdas. Barangkali Rp 150 ribu dikali empat bulan itu tak ada artinya bagi konstituen. Publik kita sudah sangat rasional. Kalau kita mengkhawatirkan pilihan mereka, itu sama artinya dengan merendahkan kecerdasan mereka,’’ jelasnya dalam keterangan pers bersama Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Mendikbud M Nuh, Menkominfo Tifatul Sembiring, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, dan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya.
Dikatakan Wapres, dengan sistem baru berbasis kartu, salah sasaran bisa dikurangi. ’’Bulan ini akan kami upayakan untuk membagi 15 kg raskin per keluarga sebanyak dua kali. Sebanyak 15 kg pertama sudah dilakukan, 15 kg berikutnya akan dilakukan pada bulan ini,’’ jelas Boediono.
Adapun bantuan siswa miskin akan diterima oleh 16,6 juta siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dari keluarga tak mampu. Menurut Wapres, pencairan program ini akan menunggu proses pendaftaran siswa baru. Bagi yang bukan siswa baru, uang akan segera dicairkan. ’’Kira-kira pada Juli atau Agustus siswa miskin sudah bisa menerima bantuan ini,’’ tuturnya
Ke tiga, program keluarga harapan juga diupayakan pada Juni ini cair. Menkeu Chatib Basri meyakini BSLM akan membantu rakyat miskin yang terkena dampak kenaikan harga BBM. Pemberian bantuan juga dinilainya tidak membuat rakyat menjadi malas. “Kalau Anda cuma dapat Rp 150 ribu terus tidak kerja, tidak masuk akal,” kata Wapres.
Boediono juga menilai pemberian BLSM tidak membuat masyarakat miskin serta merta langsung meningkat daya belinya dan menjadi kaya. Pasalnya, dana tambahan yang diberikan hanya sekitar Rp 5.000 per hari. Chatib juga optimistis tidak ada penambahan orang miskin baru walaupun ada kenaikan harga BBM
Setelah pemberian BLSM, pemerintah akan menambah kompensasi seperti beras miskin (raskin), program keluarga harapan (PKH), infrastruktur dasar, bantuan siswa miskin (BSM), dan lainnya. BLSM akan diberikan segera setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. Namun menurut Menteri ESDM Jero Wacik, pelaksanaan kenaikan harga belum dapat dipastikan. Diperkirakan keputusan akan keluar paling cepat sepekan lagi sembari menunggu terbitnya regulasi. “Paling lama proses adiministrasi satu minggu. Kenaikan harga harus bulan ini, kalau tidak maka kita akan kehilangan momentum,” jelas Jero Wacik.
Kurun waktu tersebut diperlukan untuk membereskan semua hal terkait administrasi, termasuk pengesahan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kemudian diserahkan ke Kementerian Hukum dan HAM untuk dicatat pada lembaran negara. Selanjutnya, akan digelar sidang kabinet untuk membahas soal kementerian atau pihak yang akan mengumumkan kenaikan harga BBM tersebut.
Sekretaris Tim Sosialisasi Penyesuaian Harga BBM Bersubsidi Tifatul Sembiring mengungkapkan, kenaikan harga BBM kemungkinan akan diumumkan pekan ini. Pemerintah tengah menyiapkan aspek legal.
Presiden SBY menegaskan, langkah pemerintah menaikkan harga BBM adalah pilihan dengan konsekuensi beban minimal bagi masyarakat. Itulah sebabnya pengambilan keputusan itu memerlukan waktu. ’’Apa pun pilihan yang diambil, harus menjadikan ekonomi kita lebih kuat dan tidak membebani pemerintahan berikutnya,’’ kata SBY ketika meluncurkan laporan High Level Panel of Eminent Person (HLPEP) on the Post-2015 Development Agenda di Istana Negara

ARIEF YAHYA DIRUT PT. TELKOM TBK. BISA MENJADI TERSANGKA PENCAPLOKAN TELKOMVISION OLEH CT CORP.

Tanggal : 17-06-2013, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis

LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO
JAKARTA-SURABAYAWEBS.COM
Pencaplokan mayoritas saham PT.TelkomVision oleh CT Corp yang dimiliki Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chaerul Tanjung dinilai aneh karena tak memberi nilai tambah kepada perusahaan milik negara (BUMN) papan atas tersebut.
Malah BoD PT.Telkom Tbk bisa segera jadi terpidana apabila pengusutan hukum berjalan mulus dan tanpa campur tangan parpol koalisi yang kini tengah berkuasa..
“Kepada Dirut Telkom Arif Yahya, harap diingat bahwa pemimpin BUMN yang biasanya dijadikan tersangka pertama dalam kasus-kasus seperti ini. Apalagi proses tender TelkomVision tersebut sangat aneh,” tegas ekonom dari Sustainable-Development Indonesia (SDI), Dradjad H Wibowo di Jakarta, Minggu 16/6
Seperti diketahui CT Corporation mencaplok PT TelkomVision, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Kedua perusahaan itu, pada pekan pertama Juni 2013 menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sales and Purchase Agreement/CSPA). Hal yang diperjualbelikan adalah saham Telkom pada anak usahanya, yaitu 98.75% saham PT Indonesia Telemedia, operator tayangan televisi berbayar TelkomVision.
Dalam CSPA tersebut, CT Corp mengakuisisi 80% saham TelkomVision. Telkom tetap memiliki 20%. Nilai akuisisi ini diperkirakan di atas AS$ 100 juta. Setelah akuisisi, CT Corp nanti lebih banyak menyediakan konten, sementara infrastruktur menjadi tanggung jawab Telkom. Telkom menggunakan Morgan Stanley sebagai financial advisor.
Menurut Dradjad, nilai tambah yang akan dibawa oleh CT Corp, khususnya dalam hal konten, sebenarnya bisa dikerjakan sendiri oleh TelkomVision.
Konten yang laku dijual televisi berbayar itu umumnya adalah program anak-anak, film, dan serial, saluran televisi spesial seperti musik dan olahraga, saluran televisi asing, serta saluran lokal. Sementara untuk free-to-air biasanya konten lokal, konten yang dilokalkan, sepakbola, dan film blockbuster.
Sementara pelanggan televisi berbayar adalah dari segmen menengah dan atas yang biasanya berlangganan bukan untuk mencari konten lokal. Di sisi lain Chairul Tanjung memiliki TransCorp, yang saat ini lebih banyak terlibat dalam konten lokal yg lebih cocok untuk free to air. TelkomVision sendiri diketahui sudah mampu menyediakan konten yang cocok dengan segmen TV berbayar. Dan ketika Dirutnya dipegang oleh Elvisar, sudah menguntungkan dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan telepon kabel/rumah selain berlangganan telepon juga bisa berlangganan internet kecepatan tinggi Speedy dan tv kabel TelkomVision.
“Jika ingin konten unggulan, misalkan acara musik dunia, direksi TelkomVision tinggal ditugaskan berburu memenangkan hak siarnya. Saya yakin mereka bias. Mereka cukup cerdas kok,” kata Dradjat kemudian.
Selain itu, dia menengarai saham TelkomVision dijual terlalu murah kepada CT Corp, sebesar 80% dari 98.75% saham TelkomVision seharga AS$ 100 juta lebih. Padahal nilainya bisa di atas USD 200 juta. “Kok ini malah dijual murah. Aneh dan menimbulkan tanda tanya besar, ‘ jelas ekonom terkemuka ini.
Penjelasannya, TelkomVision memiliki sejarah dan pengalaman yang panjang. TelkomVision, lebih tepatnya PT Indonusa Telemedia, sudah berdiri sejak 7 Mei 1997. Artinya perusahaan itu sebenarnya kuat dan tahan banting melewati krisis politik dan ekonomi Indonesia di 1998.
Perusahaan itu juga memiliki kekuatan infrastruktur satelit dan kabel, dengan basis pelanggan yg mencapai lebih dari 250 ribu. “Kalau perusahaan bisnis TV kabel lainnya bisa untung, kenapa TelkomVision tidak bisa. Artinya, TelkomVision dapat meraih laba juga dari operasional selama ini. Janganlah merendahkan orang-orang Telkom yang bekerja dan membesarkan TelkomVision selama ini,’ katanya.
Sebagai perbandingan, lanjutnya, grup usaha media lainnya, Viva Media mengumumkan akan menginvestasikan AS$ 120 juta dalam 3 tahun untuk mulai membangun layanan TV berbayar VivaSky. Dana sebesar AS$ 80 juta diperoleh dari pinjaman Deutsche Bank.
“Perusahaan TV berbayar yang baru mulai dibangun saja, belum punya infrastruktur dan basis pelanggan, diperkirakan membutuhkan AS$ 120 juta. Bagaimana mungkin TelkomVision dengan semua infrastruktur, basis pelanggan dan brand-nya dinilai tidak jauh berbeda dari VivaSky?” ujar Dradjad dengan tanda tanya besar dibenaknya, kenapa TelkomVision dilego begitu murahnya ke CT Corp milik Chairul Tanjung..
Dikemukan dia bahwa sumber-sumber internal memberikan estimasi bahwa nilai TelkomVision bisa mendekati AS$ 200 juta lebih. Itu adalah nilai korporasi sekarang dimana masih banyak inefisiensi. Jika inefisiensi diberantas, nilainya tentu lebih besar lagi. Bisa mencapai USD 350 juta.
“Jadi sebaiknya pencaplokan TelkomVision oleh CT Corp ini dibatalkan. Telkom sebaiknya mengembangkan sendiri TelkomVision sesuai strategi bisnis awal,” kata Dradjad.
Telkom adalah BUMN terbesar ketiga di Indonesia, yang berada pada nomor 685 dalam ranking perusahaan terbesar versi Forbes. Sementara itu CT Corp dimiliki oleh Chairul Tanjung, konglomerat nasional yang juga Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN). Chairul dikenal sangat dekat dengan Presiden SBY, bahkan lebih dekat dibandingkan sebagian besar menteri.

PENCAPLOKAN TELKOMVISION OLEH CHAIRUL TANJUNG BISA RUGIKAN SBY.

Tanggal : 17-06-2013, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis

LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO
JAKARTA-SURABAYAWEBS.COM
Presiden SBY dinilai bisa dirugikan dengan pencaplokan PT TelkomVision, anak usaha PT Telkom Indonesia, oleh CT Corporation yang dimiliki oleh Chaerul Tanjung, Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN).
Menurut Ekonom Sustainable Development Indonesia (SDI), Dradjad H Wibowo, kedekatan Chaerul Tanjung (CT) dengan Presiden SBY bisa menimbulkan gosip politik yang merugikan Presiden RI tersebut. Apalagi menjelang Pemilu 2014 ini.
“Misalkan, pencaplokan ini digosipkan untuk menggalang dana kampanye. Karena, terdapat potensi capital gain yang sangat besar jika TelkomVision di-IPO-kan pada akhir 2013 atau awal 2014 setelah dicaplok,” kata Dradjad di Jakarta, Minggu 16/6.
Dia mengaku sudah melakukan konfirmasi ke beberapa pejabat negara terkait yang umumnya menjawab tidak ikut-ikutan atau tidak tahu menahu soal pencaplokan itu. Mereka juga tidak yakin jika Presiden SBY tahu dan atau merestui pencaplokan ini. “Sya sendiri gak yakin Presiden Sby tahu dan menyetujui pencaplokan TelkomVision ini oleh CT Corp,” tutur Dradjad.
“Jika boleh menyarankan, karena CT adalah Ketua KEN, sebaiknya dia menahan diri tidak menyentuh BUMN sama sekali. Direksi BUMN tentu keder melihat kedekatannya dengan Presiden,” jelas Dradjad yang juga Waketum PAN itu.
“Jika ingin masuk ke bisnis televisi berbayar, kita dukung bersama. Tapi tirulah VivaSky dan pemain lama seperti MNC, First Media dan Aora yang membangun sendiri, bukan mencaplok anak usaha BUMN yang sudah matang,” tegasnya.
Dradjad juga mendesak Menneg BUMN, Dahlan Iskan untuk tak diam saja melihat bakal hilangnya aset BUMN karena pencaplokan CT Corp itu.
“Apa kita mau menyaksikan lagi banyak hilangnya aset negara lewat pencaplokan-pencaplokan aneh di BUMN?” Tandas Dradjad.
Seperti diketahui, CT Corporation mencaplok PT TelkomVision, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Kedua perusahaan itu, pada pekan pertama Juni 2013 menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sales and Purchase Agreement/CSPA). Yang diperjualbelikan adalah saham Telkom pada anak usahanya, yaitu 98.75 persen saham PT Indonesia Telemedia, operator televisi berbayar TelkomVision.
Dalam CSPA tersebut, CT Corp mengakuisisi 80 persen saham TelkomVision. Telkom tetap memiliki 20 persen. Nilai akuisisi ini diperkirakan di atas USD 100 juta. Setelah akuisisi, CT Corp nanti lebih banyak menyediakan konten, sementara infrastruktur menjadi tanggung jawab Telkom. Telkom menggunakan Morgan Stanley sebagai financial advisor.
Telkom adalah BUMN terbesar ketiga di Indonesia, yang berada pada nomor 685 dalam ranking perusahaan terbesar versi Forbes. Sementara itu CT Corp dimiliki oleh Chairul Tanjung, konglomerat nasional yang juga Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN). Chairul dikenal sangat dekat dengan Presiden SBY, bahkan lebih dekat dibandingkan sebagian besar menteri.
Di tengah kemelut isu BBM dan koalisi, masyarakat Indonesia diharapkan waspada pada aksi korporasi yang bisa menjadi skandal politik dan ekonomi, yakni rencana CT Corporation mencaplok PT Telkomvision, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Telkom adalah BUMN terbesar ketiga di Indonesia, yang berada pada nomor 685 dalam ranking perusahaan terbesar versi Forbes. Sementara itu CT Corp dimiliki oleh Chairul Tanjung, konglomerat nasional yang juga Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN). Chairul dikenal sangat dekat dengan Presiden SBY, bahkan lebih dekat dibandingkan sebagian besar menteri.
Dradjad H Wibowo, Ekonom dari Sustainable Development - Indonesia (SDI), di Jakarta, Minggu 16/6, menjelaskan Telkom dan CT Corp pada pekan pertama Juni 2013 menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sales and Purchase Agreement/CSPA). Yang diperjualbelikan adalah saham Telkom pada anak usahanya, yaitu 98.75 persen saham PT Indonesia Telemedia (operator TV berbayar TelkomVision)..
“Ini saya sebut pencaplokan yang bisa menjadi skandal politik dan ekonomi, karena tidak ada urgensinya bagi Telkom untuk melepas TelkomVision. Bahkan, langkah ini membuat Telkom kehilangan kesempatan bisnis yang menjadi andalan di masa depan,” tegas Dradjad.
Menurutnya, jika Telkom membutuhkan likuiditas, dia dapat meraih dana dari pasar dengan mudah. Apalagi hanya AS$100 juta lebih. Satu obligasi korporasi sudah cukup dan akan diburu investor.
Jika ingin memperbaiki governance TelkomVision, lanjut Dradjad, maka Telkom bisa mengganti direksi, meningkatkan kinerja komisaris, meningkatkan pengawasan, atau masuk ke pasar modal.
“Jika ingin mendapatkan dana pengembangan TelkomVision, banyak opsi lain yang bisa ditempuh. Saya yakin IPO TelkomVision akan sangat diserbu investor,” pungkasnya..
Dikemukakan dia bahwa dari sudut pandang strategis, TelkomVision adalah salah satu masa depan Telkom. Sebab bisnis seluler sekarang ini cenderung menurun pendapatan dari pesan suara dan SMS, namun makin tergantung pada layanan “data”.
Banyak kalangan melihat televisi berbayar adalah salah satu andalan masa depan untuk mengompensasi pelemahan dari bisnis seluler itu. Apalagi, kelas menengah Indonesia tumbuh dengan cepat.
“Oleh sebab itu Telkom seharusnya mengembangkan TelkomVision, bukan melegonya,” kata Dradjad.
Di sisi lain, TelkomVision adalah satu-satunya perusahaan TV berbayar di Indonesia yang secara ekstensif menggunakan teknologi satelit dan kabel sekaligus. Dalam hal satelit, TelkomVision mempunyai keuntungan dibanding pesaingnya karena menggunakan satelit milik Telkom sendiri, yaitu Telkom 1 (C-band).
TelkomVision juga diuntungkan karena menggunakan infrastruktur kabel yang sebagian besar sudah tersedia. Pemain terbesar TV berbayar saja, yaitu Indovision (MNC group), baru mulai masuk ke kabel. First Media (Lippo Group) juga menggunakan kabel, namun belum seluas jaringan Telkom. Saat ini cakupan TV kabel analog TelkomVision meliputi Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Bali. Sementara layanan kabel digital tersedia di Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Selain itu, TelkomVision saat ini menguasai sekitar 14.5% pangsa pasar, kedua terbesar setelah para operator MNC, yaitu Indovision, Top TV, dan Oke Vision. Ketiga TV berbayar MNC ini menguasai di atas 65 persen. Memang posisi TelkomVision belum ideal, namun tetap saja merupakan salah satu daya tarik bagi investor.
“Ada lagi keunggulan TelkomVision yang tidak dimiliki pesaingnya. Yaitu, kekuatan brand Telkom yang sudah sangat dikenal, serta mempunyai reputasi kredibel di pasar,” jelas Dradjad

SURAT TERBUKA PRABOWO TERHADAP RENCANA KENAIKAN BBM

Tanggal : 17-06-2013, Kategori : Berita Utama, Politik & Keamanan

LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO
JAKARTA-SURABAYAWEBS.COM
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan pandangannya akan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jakarta, Minggu 16/6. Prabowo menyatakan pandangannya dalam surat terbuka yang ditujukan kepada 2,5 juta sahabatnya di Indonesia.
Berikut Surat Terbukanya yang dikirimkan Prabowo:
Seperti yang saudara ketahui, sebagian besar rakyat kita saat sekarang ini sedang sibuk membicarakan keputusan Pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM. Kita semua sadar bahwa naik atau turun harga BBM, adalah kuasa Pemerintah yang saat ini sedang berkuasa. Mau tidak mau, kita harus menghadapi kenyataan pahit ini.
Alasan atau rasional dibalik keputusan yang diambil oleh Pemerintah untuk meningkatkan harga BBM, sesungguhnya telah diingatkan berkali-kali. Sudah bertahun-tahun bahkan mungkin lebih dari belasan tahun, telah d ingatkan bahwa sistim ekonomi kita rapuh.
Saya katakan bahwa tanpa strategi yang tepat, dikarenakan sumber energi BBM kita menipis, dan tren harga BBM dunia yang terus naik, beban subsidi BBM pada ekonomi kita dapat menjadi sangat berat.
Sudah lama saya mengatakan bahwa sistim yang kita anut sekarang mengakibatkan kekayaan nasional kita mengalir keluar negeri. Hal ini telah saya jelaskan di ratusan ceramah saya, di puluhan tulisan saya dimana-mana sejak tahun 2004 silam.
Untuk itu, sebagaimana saudara ketahui saya menganjurkan suatu strategi yang saya namakan strategi dorongan besar. Strategi untuk membuka lahan-lahan produksi untuk tanaman-tanaman yang bisa menghasilkan bioethanol atau bahan bakar nabati (BBN) yakni singkong, aren, tebu, jagung, kemiri dan lain sebagainya.
Strategi ini telah berhasil dilaksanakan dengan sukses oleh negara-negara lain. Brazil adalah contoh yang paling berhasil. Sudah hampir, atau mungkin sekarang sudah lebih dari setengah dari kebutuhan BBM Brazil dipenuhi dari bioethanol. Karena itu, saat ini ekonomi Brazil dapat kuat dan rakyatnya hidup dengan baik.
Pada pertemuan saya dengan Presiden SBY bulan Maret lalu, saya juga menyarankan agar: Bulog diperkuat, PT Pertani diperkuat, serta diciptakan gerai-gerai untuk menyalurkan subsidi langsung kepada rakyat miskin berupa sembako.
Lalu saya juga telah menyampaikan dalam beberapa forum, bahwa koperasi unit desa harus diberdayakan. Distribusi pupuk bersubsidi harus melalui KUD-KUD di seluruh kecamatan di Indonesia harus efektif. Kita juga harus pastikan barang-barang bersubsidi tidak boleh diperdagangkan.
Perlu saya sampaikan juga disini, bahwa saya kira biasa kalau ada pihak-pihak yang ingin mendiskreditkan saya karena selalu ada orang yang tidak suka dengan pandangan-pandangan saya yang ingin Indonesia kuat. Ingin Indonesia berdiri di atas kaki sendiri. Ingin Indonesia bebas dari jeratan impor pangan dan impor energi.
Saudara-saudara, golongan komprador ini akan selalu menjelek-jelekkan saya dan Partai Gerindra. Mereka takut Indonesia kuat, takut Indonesia mandiri. Mereka ingin selalu bisa menjual bangsa kita ke bangsa lain. Mereka memiliki banyak kaki tangan yang bertugas untuk menjelek-jelekkan perjuangan kita.
Kalau ada yang menuduh saya sekarang mendukung kebijakan Pemerintah untuk mengurangi subsidi karena Pemerintah menjanjikan uang kepada saya dan/atau partai saya, itu adalah fitnah yang kejam.
Kalau ada yang menuding bahwa saya dan/atau kader Gerindra akan memberikan jabatan kabinet, dengan tegas disini saya katakan itu tidak benar. Gerindra sedang sibuk mempersiapkan diri untuk maju di Pemilu legislatif tahun 2014 yang tinggal delapan bulan lagi. Tidak mungkin saya melepas kader-kader terbaik Gerindra untuk bekerja di kabinet yang tinggal beberapa bulan saja.
Sekali lagi saudara-saudara, Gerindra harus tegas menetapkan kepentingan nasional. Kita tidak mau ikut-ikutan membodohi rakyat. Kita tidak mau ikut-ikutan mengejar popularitas murahan. Kita ingin memberikan pencerahan, pembelajaran politik kepada rakyat.
Sering kali kita sebagai pemimpin harus mengambil sikap yang mengutamakan kepentingan yang lebih besar. Kepentingan bangsa. Kepentingan rakyat jangka panjang, daripada kepentingan sesaat dengan tujuan mendongkrak popularitas di survei-survei semata.
Saudara-saudara sekalian, terutama para kader Gerindra dan sahabat-sahabat saya yang memiliki pengertian, yang telah mempelajari pandangan-pandangan saya cukup lama, yang telah mengikuti sikap saya melalui halaman ini, melalui surat-surat terbuka saya, saya harap saudara dapat membantu saya menjelaskan kepada rakyat bagaimana sikap Prabowo Subianto dan Gerindra yang sebenarnya.
Saudara-saudara yang lebih dari 2.500.000 sahabat saya di ruangan ini, saya minta menjadi corong saya di masyarakat.
Sampaikan bahwa Prabowo Subianto dan Gerindra, sesungguhnya kita punya pemahaman serta sikap yang objektif. Sikap yang sudah dibenarkan oleh peristiwa-peristiwa sejarah beberapa tahun ini.
Peringatan-peringatan saya dan Partai Gerindra tentang haluan ekonomi Indonesia yang harus kembali pada Pasal 33, UUD 1945 sudah berkali-kali, sudah ratusan kali saya sampaikan.
Jadi saudara-saudara, marilah kita menghadapi situasi nasional selalu dengan sikap yang arif, sikap yang berpikir positif, sikap yang mengutamakan kepentingan bangsa, kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok, yang tidak mencari popularitas murahan tetapi menyengsarakan rakyat dengan mengambil posisi-posisi yang sepertinya membela rakyat kecil tetapi tujuan utamanya adalah hanya untuk mendongkrak popularitas.
Saudara-saudara sekalian, marilah kita mencari solusi dan bukan menyebarkan sindiran-sindiran negatif. Saya percaya pada akhirnya saudara-saudara sahabat saya dapat menjadi penyambung diri saya dengan masyarakat, menjelaskan kepada masyarakat apa yang saat ini kita sedang perjuangkan bersama.
Terima kasih. Sahabatmu,
Prabowo Subianto

TELKOM BANTAH SUDAH FINAL MELEPASKAN SAHAM MITRATEL KEPADA TOWER BERSAMA GROUP MILIK HATTA RAJASA ?

Tanggal : 16-06-2013, Kategori : Berita Utama, Politik & Keamanan, Ekonomi & Bisnis, Sorot

LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO
JAKARTA-SURABAYAWEBS.COM
Operasional VP Public Relation (OVP Purel) PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), Arif Prabowo, membantah dengan tegas bahwa penjualan saham anak perusahaan PT.Mitratel yang bergerak di bisnis usaha BTS/Tower sudah final. “Masih dalam pengkajian yang mendalam soal minat PT.Tower Bersama Group ini untuk membeli saham Mitratel. Jadi, belum final dan belum tentu,’ tegas Bobby panggilan akrab Arif Prabowo, kemudian.
Rencananya Mitratel untuk Iinitial Public Obligation (IPO) tahun 2013 ini dibatalkan manajemen Telkom. Bnegitu juga rencana suntikan dana Rp.2 ttriliun dibatalkan. Padahal melalui IPO maka Mitratel akan menjadi perusahaan penyedia infrastruktut telekomunikasi kelas dunia. Namun jika Mitratel dilepas kepada TBG maka TBG milik Hatta Rajasa dan Tranggono ini akan menjadi monopoli dalam bisnis BTS. Pada sisi lain PT.Telkom Tbk semakin dikerdilkan alias dikebiri oleh kepentingan politik menjelang Pemilu 2014.
Praktik yang mereka lakukan ini dalam pasar modal disebut insider trading. Mereka tahu dan bahkan yang melakukan semua ini untuk kepentingan pribadi. Dengan asumsi Tranggono dan Hatta Rajasa menguasai 50 persen saham Tower Bersama Group (PT.TBIG Tbk). Maka, dengan lompatan harga dari Rp.2000 lembar per saham ke Rp.7000 per lembar saham diperoleh margin 250 persen atau Rp.5000 per lembar saham. Sedikitnya Tranggono dan Hatta Rajasa akan meraup Rp.7 triliun dari hasil Insider trading (IT) ini.
Seperti diketahui Rinaldi Firmansya (RF) selaku CEO Telkom sebelum Arief Yahya (AY) tidak pernah menyetujui penjualan seluruh saham Mitratel kepada PT.Tower Bersama Group Tbk (TBG) yang dimiliki Tranggono, kader Partai amant Nasional (PAN). Alasan RF sangat jelas agar seluruh BTS yang dibangun Mitratel untuk Telkom dan Telkomsel, tidak beralih “penguasaan” kepada pihak luar dan tetap menjadi milik Telkom Group yang menguntungkan dan menjanjikan meraih pendapat untuk mengejar target pendapatan “Dua Digit di 2013”. Jika Mitratel dilepas maka target pendapatan ini tidak akan dapat diraih Telkom.
Pada satu sisi jika Mitratel diambil alih sahamnyaoleh PT.Tower Bersama Group Tbk (TBG) maka harga perusahaan berafiliasi dengan parpol ini sahamnya yang kini bercokol di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rp.2000 per lembar akan melonjak menjadi Rp.7000,-. Selain itu kapitalisasi saham TBG dari Rp.8 triliun akan menjadi Rp.27 triliun atau meningkat lebih dari 300 persen. Pertanyaannya, siapa yang akan menikmati keuntungan terbesar dari pelepasan saham Mitatel ini kepada TBG ?
Yang jelas akibat dari pelepasan saham Mitratel ini oleh BoD Telkom, akan menggerus pendapatan dan habisnya omset serta laba Telkom. Artinya, BoD Telkom sekarang, kurang cerdas membaca bisnis dikemudian hari.
Sementara itu dengan alasan untuk lebih memberdayakan PT.Telkom Properti (d/h PT.Graha Sarana Duta) yang kini Dirutnya dipercayakan kepada Muhammad Cordinal, gedung Kantor Witel Jawa Barat Tengah (d/h Witel Jawa Barat) di Jalan Supratman Bandung akan dijadikan Hotel Bintang 4. Begitu juga Kantor Pusat Telkom di Jalan Japati 1 Bandung, konon akan dijadikan Rumah Sakit.
Dalam upaya mewujudkan impiannya tersebut, manajemen Telkom (c/q Dir HCGA Telkom Priantono) memindahkan sebagian besar karyawan/karyawati Telkom dari GKP Telkom Japati dan dari Witel Jabar Tengah/Supratman) ke luar Bandung dan ke berbagai Yayasan milik Telkom. Seperti Ke Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) ke Yayasan Kesehatan (Yakes) Telkom, ke 11 anak perusahaan. Uniknya bekerja untuk Yayasan dan anak perusahaan, tapi dengan gaji Telkom yang mencapai gaji ke 24.
Sementara itu menyangkut kasus Mobil internet Kecamatan (Mplik) senilai Rp.67 miliar lebih, yang diungkapkan oleh mantan CEO Telkom Rinaldi Firmansyah (RF) kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahwa dirinya tidak pernah “mendelegasikan” Mplik kepada direksi lainnya.
Seperti diketahui kasus Mplik ini selain tidak adanya pendelegasian RF kepada BoD Telkom lainnya, juga terungkap sejumlah pelanggaran. Yaitu harga di markup, pengerjaan diserahkan kepada perusahaan lain (disubkan) dan terjadi keterlambatan penyerahan barang ke Kementerian Kominfo. Konon tak kurang dana sebesar Rp.23 miliar lebih dari proyek Mplik ini dinikmati 3 parpol koalisi. Kasus Mplik yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung) ini karena tak kunjung P-21 akan diambil alih oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

TARI TOPENG PAKANDANGAN INDRAMAYU MENDAPAT SAMBUTAN MERIAH.

Tanggal : 16-06-2013, Kategori : Berita Utama, Seni & Hiburan

LAPORAN ; CINDY OKTAVIANTI
KOTA BARU PARAHYANGAN-SURABAYAWEBS.COM
Kemunculan penari topeng gaya Pakandangan Indramayu Early Rasinah mampu mencuri perhatian dan mendapat sambutan meriah pengunjung Gunungan International Mask & Puppets Festival 2013 di Bale Pare Kota Baru Parahyangan. Tampil bersama belasan muridnya yang masih anak-anak, Early Rasinah membawakan Tari Topeng Panji.
Pada penampilan elegant Tari Topeng Samba yang menggambarkan sifat manusia saat berangkat remaja dibawakan lima orang penari. Gaya tarian yang lincah menyedot animo pengunjung yang rela menyemut di depan panggung meski hujan gerimis membasahi penonton.
Dedengkot Tari Topeng Pakandangan Indramayu, Early Rasunah tampil setelahnya dengan menyajikan Tarian Panji. Suatu tarian menggambarkan tentang sifat mutmainnah bayi yang baru lahir, atau perwujudan dari awal mula berlangsungnya hidup di dunia, sehingga pada gerakan tari topeng panji gerakannya mirip dengan bayi yang baru lahir dan masih begitu suci.
Tarian Topeng Samba, Topeng Tumenggung dan Topeng Tumenggung menjadi penutup rangkaian pegelaran. “Pertunjukan biasanya diadakan sore hari, di atas panggung buatan yang sederhana berplatform tinggi, namun berjarak dekat dengan penonton. Ada lima repertoar klasik yang dipertunjukan dengan selingan banyolan humoris antara tarian ke empat dan ke lima, tapi karena kendala waktu maka kami hanya membawakan tarian saja,” jelas Aerly Rasinah.
Tari Topeng Pakandangan Indramayu ini dipastikan akan dimanfaatkan oleh seluruh kontestan dari seluruh parpol peserta Pemilihan Calon Legislatif (Pilleg) 2014 daerah pemilihan Dapil 8 Indramayu, Cirebon Kota dan Kabupaten. Gerak tari dan aroma yang sangat khas dan kental “Keindramayuan dan Kacirebonan” inilah yang mampu men yedot kehadiran masyarakat pesisir pantai Indramayu dan Cirebon untuk datang menonton dan ikut menyaksikan para Calon Anggota Legislatif DPRD II, DPRD I dan DPR RI mengobral janji-janji muluk.

“5 CM” FILM TERPUJI FESTIVAL FILM BANDUNG 2013.

Tanggal : 16-06-2013, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis, Seni & Hiburan

LAPORAN : CINDY OKTAVIANTI
BANDUNG-SURABAYAWEBS.COM

Akhirnya, Film “5 Cm” sukses mendapat anugerah sebagai Film Terpuji dalam perhelatan Festival Film Bandung (FFB) 2013. Pada malam puncak FFB 2013 yang berlangsung di Lapangan Gasibu Jln. Diponegoro Kota Bandung, Sabtu 15/6 yang disiarkan langsung oleh stasiun TV swasta nasional itu , film “5 Cm” mengalahkan empat nomine lain, yaitu “Tanah Surga.. Katanya”, “Gending Sriwijaya”, “Habibie & Ainun”, dan “9 Summers 10 Autumns”.
Selain sebagai Film Terpuji, film “5 Cm” juga dinobatkan sebagai Penata Editing Terpuji yang diraih Sastha Sunu dan Penata Kamera Terpuji untuk Yudi Datau.
Yang mengundang apluss riuh, didapuknya dua aktris sebagai Pemeran Utama Wanita Terpuji, yaitu artis termahal saat ini Acha Septriasa untuk film “Test Pack” dan Julia Perez yang akan bebas dari Lapas Wanita Tangerang Senin 17/6 nanti lewat “kabisaannya” film “Gending Sriwijaya”. Sementara itu, dari kategori Pemeran Utama Pria Terpuji diraih aktor Reza Rahadian melalui film “Habibie & Ainun”.
Sedangkan duet Alex Komang dan Dewi Irawan yang bermain dalam film “9 Summers 10 Autumns” sukses memboyong penghargaan dalam Festival Film Bandung (FFB) 2013. Dua pelakon senior Indonesia itu didapuk gelar Pemeran Pembantu Pria dan Pemeran Pembantu Wanita Terpuji .
Lifetime Achievement Award diberikan kepada Johan Chasmadi dan Rahayu Effendi yang diwakili anaknya, Dede Yusuf. Johan yang menerima penghargaan mengaku bangga karena FFB adalah salah satu festival yang prestise.
“Saya mengikuti FFB sejak awal. Makin banyak festival diselenggarakan, makin banyak film Indonesia ditonton. Film Indonesia itu perlu dipromosikan agar dapat dinikmati dan ditonton oleh masyarakat Indonesia dan warga asing di luar negeri,” tegas Johan kemudian.
HASIL SELENGKAPNYA.
Aktor senior Alex Komang mengalahkan para pesaingnya, yaitu Igor Saykoji (”5 Cm”), Fuad Idris (”Tanah Surga.. Katanya”), Mathias Muchus (”Gending Sriwijaya”), dan Reza Rahadian (”Perahu Kertas”) pada kategori Pemeran Pembantu Pria Terpuji. Alex mengatakan, dia berterima kasih karena telah diapresiasi sangat positif oleh para pencinta film Indonesia..
“Buat saya penghargaan ini bukan beban. Ini apresiasi dan penghargaan. Saya percaya kalau bekerja dengan sungguh-sungguh tentu akan ada apresiasi. Ini salah satu bentuk apresiasi yang saya terima dari masyarakat,” kata Alex Komang.
Aktris Dewi Irawan yang meraih Pemeran Pembantu Wanita Terpuji mengalahkan nomine lainnya, yaitu Pevita Pearce (”5 Cm”), Renata Kusmanto (”Test Pack”), Jajang C Noer (”Cinta Tapi Beda”), dan Henidar Amroe (”Bidadari-bidadari Surga”). Dewi mengungkapkan, dia tidak menyangka menang FFB 2013. “Banyak yang lebih baik dan lebih senior dari saya. Pesaing saya begitu banyak. Tapi terima kasih kepada Tim Penilai FFB 2013 yang telah memilih saya sebagai peraih Piala FFB 2013 kali ini,” ujarnya sendu.
“Alhamdulillah tahun ini, tahun berkah buat saya. Tanggal 13 Juni kemarin saya baru ulang tahun, jadi ini kado untuk saya dari Allah SWT,” ungkap Dewi Irawan dengan mata yang berbinar-binar.
Dikemukkan Dewi, di kategori Pemeran Pembantu Wanita Terpuji saingannya sangat berat karena ada Jajang C Noer dan Henidar Amroe. Dewi tahu kualitas akting mereka, makanya dia tidak percaya diri meraih kemenangan di FFB 2013 itu.
Aktris belia Lana Nitibaskara juga meraih penghargaan pada FFB 2013. Lana yang bermain dalam film keluarga “Ambilkan Bulan” itu mendapatkan Penghargaan Khusus. Lana mengaku senang dan bangga untuk penghargaan yang dia terima.
Tak hanya film “9 Summers 10 Autumns” yang membawa pulang piala FFB, film “5 Cm” juga memboyong piala FFB. Film besutan Rizal Mantovani itu dinobatkan sebagai Penata Editing Terpuji yang diraih Sastha Sunu dan Penata Kamera Terpuji untuk Yudi Datau.
Dari kategori Penulis Skenario Terpuji, film “Tanah Surga.. Katanya” meraih FFB 2013 untuk Danial Rifky. Penata Musik Terpuji diraih Andhika Triyadi untuk film “Perahu Kertas”. Film “Cinta Tapi Beda” meraih FFB 2013 untuk kategori Poster Terpuji.
Para nomine FFB merupakan hasil pengamatan Regu Pengamat FFB selama satu tahun, yaitu 1 Maret 2012 sampai 30 April 2013. Film yang diamati adalah yang diputar di bioskop-bioskop di Kota Bandung. Total ada 92 judul film nasional.
Ketua Umum FFB Eddy D Iskandar mengungkapkan, tema yang disuguhkan para sineas Indonesia selama satu tahun pengamatan cukup menggembirakan karena variatif dan inovatif. Tema yang variatif ini nampak lebih hidup karena disuguhkan dengan teknik canggih dan casting yang tepat.
“Banyak cerita bagus dengan penyuguhan yang bagus pula, berhasil menjadi tontonan sekaligus tuntunan. Secara keseluruhan, produksi film tahun ini cukup menggembirakan dan menjanjikan ke depannya,” aku Eddy.

PERSIB BANDUNG TEKUK SRIWIJAYA FC 4-0 (0-0), KINI BERCOKOL DI POSISI KE TIGA LIGA SUPER INDONESIA.

Tanggal : 15-06-2013, Kategori : Berita Utama, Olahraga & Kesehatan

LAPORAN : DIMAS ARIESETIADI
BANDUNG-SURABAYAWEBS.COM
Persib “Maung” Bandung yang diarsiteki oleh pelatih Djadjang Nurdjaman, bermain di kandang sendiri di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Sabtu 15/6. sukses menekuk tamunya Sriwijaya FC Palembang 4-0 (0-0). Keberhasilan ini menaikkan peringkat Maung Bandung ke posisi ke tiga klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) dan menggeser pasukan “Wong Kito” Sriwijaya FC ke posisi ke empat.
Sukses menghancurkan Sriwijaya FC ini menegaskan, janji “Maung Bandung” untuk merebut peringkat ketiga klasemen Indonesia Super League (ISL) dari tangan Sriwijaya FC. Tim Maung Bandung memukul tamunya tersebut empat gol telak tanpa balas.

Di babak pertama Persib memang mendapat ancaman dari Dzumafo namun tembakannya masih melebar ke samping gawang. Menit ke-10 tendangan voli Hilton masih terlalu mudah ditangkap Rivky. Tendangan jarak jauh Hariono di menit 12 juga mengancam gawang Rivky.

Kerja sama apik kembali diperagakan para penggawa Persib. Peluang emas didapat Firman Utina yang menerima bola umpan Tony Sucipto di menit 21. Sayang, bola masih ditepis Rivky.

Aksi Firman kembali memberi ancaman bagi Sriwijaya di menit 34. Bola yang dilepas Firman ke sisi kiri kiper gagal dikonversi gol oleh Ridwan. Sriwijaya akhirnya mendapat peluang kembali melalui Weeks di menit 40. Namun tembakan Weeks masih belum menemui sasaran. Hingga turun minum skor tidak berubah, 0-0.

Pada interval babak kedua Hilton mendapat peluang emas tepatnya di menit 47. Meski sudah tanpa pengawalan ketat, sayangnya bola yang dilesakkan Hilton masih belum tepat sasaran.

Gol pertama “Maung Bandung” akhirnya baru terjadi di menit 58. Tendangan keras Sergio setelah menerima umpan Asri bersarang tepat di sudut gawang Sriwijaya. Gol indah ini disambut riuh para sekitar 28.000 Bebotoh yang memenuhi Stadion Si Jalak Harupat. Persib memperbesar kedudukan menjadi 2-0 setelah Hilton merobek jala Sriwijaya di menit 64 sesudah menerima assist Firman Utina.
Sriwijaya semakin dibuat kocar-kacir di lini pertahanan. Di menit 73 kesalahan Diego memberikan bola ke pemain belakang Sriwijaya akhirnya dimanfaatkan Ridwan. Tanpa kesulitan mantan pemain Sriwijaya FC itu mengelabui Rivky sekaligus mengubah skor menjadi 3-0. Gol kedua Sergio lahir di menit 90 sekaligus menutup pesta kemenangan Persib menjadi 4-0 tanpa balas.

Atas kemenangan di laga Big Match tersebut, Persib menggeser Sriwijaya FC dengan raihan nilai 47. Sedangkan Laskar Wong Kito turun satu tingkat dengan nilai 45. Pada hari Sabtu 22/6, Persib “Maung Bandung” akan bermain tandang lawan Persija “Macan Kemayoran” di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.

Susunan Pemain
Persib: I Made Wirawan, Abanda Herman, Maman Abdurrahman, Supardi, Tony Sucipto, Hariono, Firman Utina (’87 Airlangga Sucipto), M. Ridwan (’84 Atep), Asri Akbar, Hilton Moreira (’88 Kenji Adachihara), Sergio van Dijk.

Sriwijaya FC: Rivky Mokodompit, Mahyadi Panggabean (’61 Khoirul Huda), Lee Dong-won, Abdulrahman, Fandy Mochtar, Ahmad Juprianto, Ponaryo Astaman, Diego Michiel, Erick Weeks Lewis, Tantan (’54 Ramdani Lestaluhu) , Herman Dzumafo

SAHAM TELKOM MASIH DIBURU INVESTOR.

Tanggal : 14-06-2013, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis, Sorot

LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO.
JAKARTA-SURABAYAWEBS.COM

Meskipun pasar modal dalam negeri gonjang ganjing akibat rencana pemerintah akan menaikkan harga BBM bersubsidi dan sejumlah saham papan atas sedikit melorot turun, tapi saham Telkom (TLKM) tetap menjanjikan dan diburu investor dalam negeri dan luar negeri.

Ini dibuktikan pada volume penjualan Rabu 12/6, mencapai 41.615.000 lembar saham dengan harga per lembar saham Rp.10.300. Padahal hari Senin 10/6 volume penjualan hanya 35.505.000 lembar dengan harga per lembar saham Rp.10.500,- Volume penjualan meningkat di hari Selasa 11/6, di mana tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 49.774.500 lembar saham, dengan harga per lembar Rp.10.000,-.

Pada Senin 3 Juni 2013, harga saham TLKM sempat menyentuh 11.700 per lembar di pagi hari. Siang hari turun menjadi Rp.11.050 per lembar saham dan ditutup dengan harga Rp.11.400 per lembar saham, dengan volume penjualan mencapai 41.199.000 lembar. Bahkan pada hari Jum’at 7 Juni 2013, volume penjualan mencapai 46.285.500 lembar saham, dengan harga saham Rp.11.000 per lembar.

12 10.000,00 10.500,00 9.700,00 10.300,00 41.615.000 - IDR
11 10.000,00 10.550,00 9.850,00 10.000,00 49.774.500 - IDR
10 11.000,00 11.150,00 10.350,00 10.500,00 35.505.000 - IDR
07 11.000,00 11.250,00 10.800,00 11.000,00 46.285.500 - IDR
05 11.350,00 11.400,00 11.200,00 11.200,00 23.601.500 - IDR
04 11.400,00 11.650,00 11.150,00 11.350,00 23.532.000 - IDR
03 11.050,00 11.700,00 11.050,00 11.400,00 41.199.000

KETUA YPT JHONI GIRSANG : TELKOM UNIVERSITY SEGERA DIRESMIKAN.

Tanggal : 14-06-2013, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis, Sorot

LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO
BANDUNG-SURABAYAWEBS.COM

Institusi pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT), seperti Institut Teknologi Telkom (ITT), Institut Manajemen Telkom (IM Telkom), Politeknik Telkom, STISI Telkom dan Telkom PDC , akan dilebur menjadi Telkom University (TU). Peresmian TU ini diharapkan akan dilakukan oleh Menneg BUMN Dahlan Iskan. Demikian dikemukakan Ketua YPT Jhoni Girsang kepada Surabayawebs.com dan Haluan Sumbar, Jum’at 14/6.

Menurut Jhoni, peresmian tersebut diharapkan dapat terlaksana sekitar bulan Agustus 2013 mendatang. Untuk itu semua persiapan telah dilakukan agar segera terealisir sesuai rencana. “Ketika Sekolah Tinggi Telekomunikasi atau dikenal sebagai STT Telkom diresmikan mantan Presiden RI Soeharto, maka paling tidak Telkom University diresmikan oleh Bapak Menteri Dahlan Iskan. Jika Presiden SBY yang meresmikan, kami akan bersyukur dan berterima kasih sekali,” ujarnya kemudian.

Seperti diketahui, kini di areal kampus IT Telkom, selain berdiri Mesjid yang anggun dan megah, kini juga telah dilengkapi gedung-gedung perkuliahan IM Telkom, Politeknik Telkom, Asrama Putri, Telkom PDC dan STISI Telkom. “Semua institusi pendidikan di bawah YPT akan bersatu di Kampus di Dayeuh Kolot Bandung agar semua terintegrasi secara baik, efisien dan efektif,” kata Jhoni.

Staf pengajar di institusi di bawah Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) ini berasal dari ITB Bandung, SBM ITB, UI, UGM, ITS Surabaya dan dari sejumlah perguruan tinggi lainnya. Tenaga pengajar dari Telkom sendiri secara bertahap akan dikurangi, termasuk karyawan Telkom yang mendapat penugasan membantu YPT. Apalagi setelah Yayasan Sandhi Kara Putra (YSKP) kini sudah dilebur ke dalam YPT.

YPT juga memiliki bisnis anak perusahaan PT. CSM, Radio Zora dan Radio K’lite. Dalam perkembangan kini dan ke depan, YPT yang terbentuknya diprakarsai PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) ini juga menjalin kerjasama dengan institusi-institusi pabrikan luar negeri dan juga dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Malaysia, China, Singapore dan Australia. Artinya, tidaklah berlebihan jika suatu hari nanti Telkom University akan menjadi Wordl Class University di negeri ini. Bahkan di Asia Tenggara dan Asia Pasifik.

Dikemukakan Ketua YPT Jhoni Girsang ini keberadaan YPT merupakan “Bhakti Telkom Kepada Negara”. Ini membuktikan sebagai BUMN papan atas, Telkom ikut mencerdaskan Bangsa dan mensejahterakan rakyat melalui Ilmu Pengetahuan. Bravo Yayasan Pendidikan Telkom !