ARIEF YAHYA GANTIKAN RINALDI FIRMANSAYAH SEBAGAI DIRUT TELKOM 2012-2017.

Tanggal : 11-05-2012, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis, Sorot Tokoh, Sorot

LAPORAN : SURYA PUTRA UTAMA.

JAKARTA-SURABAYAWEBS.COM

Profesional muda asal Jawa Timur, Arief Yahya (AY) akhirnya dipastikan menggantikan  Rinaldi Firmansyah (RF) sebagai Direktur Utama (Dirut) PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Sebelumnya AY menjabat sebagai Direktur Enterprise and Wholesale di operator telekomunikasi kelas dunia ini.

Arief Yahya yang dekat dengan kalangan wartawan ini tinggal membentuk Timwork untuk mengisi jabatan direksi Telkom lainnya. Apakah AY akan tetap mempercayakan jabatan BoD Telkom kepada rekan-rekan lamanya, belum diperoleh info. Namun besar kemungkinan Prasetio yang menjabat Direktur Complliance & Risk Management Telkom, akan  mengisi jabatan Direktur Keuangan Telkom menggantikan Sudiro Asno, kalau jejak rekamnya selama di Merpati Nusantara Airline (MNA) tidak ada yang mengutak-utik.

Jika melihat hasil “21 putra terbaik Telkom” antara lain M.Awaluddin (Dirut Infomedia Nusantara), Mas-ud (EGM Telkom Konsumer Wilayah Barat), Tonda (Kapusdiklattel), Elvisar (Dirut TelkomVision), Djaka Sunda, Hj.Heddy Safina, Eddy Rianto (Dirut Metratel), Dewi Sasongko, Arief Mustain (EGM Diva Telkom,Rizkan Chandra Dirut Sigma Cipta Caraka, Teguh, Herdi Rosadi, Dina Rifani (Dirkug Sigma), Triana, Yudhi (kini Direktur Garuda), maka merupakan pilihan yang tepat bagi Arief Yahya jika meminang M.Awaluddin, Hj. Heddy Safina, Rizkan Chandra, Eddy Rianto, Arief Mustain sebagai anggota Timwork BoD Telkom 2012-2017.

Selain lima orang tersebut sebagai bentuk kaderisasi dilingkungan Telkom, ada baiknya AY menempatkan Rohiman Soekarno Direktur Yayasan Dapentel sebagai Direktur Complience and Risk Management menggantikan Prasetio. Lalu jika Prasetio memang harus keluar dari Telkom dan mendapat tugas di BUMN lain, maka yang paling berpengalaman di bidang keuangan selama ini adalah Sudiro Asno yang pas untuk menjabat kembali Direktur Keuangan Telkom.

Bagi Arief Yahya, tidaklah ringan mengemban tugas sebagai  CEO Telkom yang baru, namun lulusan ITB Bandung ini nampaknya sudah siap membesarkan, membangun, meningkatkan pundi-pundi pemasukan, memberikan kepuasan kepada  masyarakat khususnya pelanggan dan mensejahterakan karyawan serta pensiunan Telkom.

Dalam waktu dekat ini event di depan mata adalah mensukseskan peluncuran Satelit Telkom-3 di Rusia. Satelit ini melengkapi bisnis telekomunikasi  Telkom untuk memenangkan persaingan dan menjadikan Telkom perusahaan telekomunikasi terbesar di kawasan Asia Tenggara, mengalahkan Thailand dan Malaysia.

Selain itu Arief Yahya juga harus mengevaluasi kembali sejumlah proyek yang molor dan melakukan penawaran atau negosiasi   ulang karena  patut diduga sejumlah proyek tersebut kemahalan. Sewajarnya, nilai proyek itu paling tidak dikurangi nilainya antara 30% sampai 40%. Sehingga Telkom tidak dirugikan oleh proyek yang dibengkakkan tersebut.

Selama ini tidak ada yang memikirkan Telkom. Yang ada adalah orang-orang yang memikirkan dirinya sendiri dan kelompoknya. Apakah itu  si Polan atau si Agus, gak peduli Telkom mau bangkrut atau tidak, yang penting adalah kepentingan dirinya sendiri dan kelompoknya.

Nah untuk itu adalah kewajiban bagi Arief Yahya memenuhi harapan Serikat Karyawan (Sekar) Telkom agar Telkom kembali bersemangat tidak letoy lagi. Apalagi Sekar Telkom merupakan “benteng pertahanan terakhir” bagi operator telekomunikasi kelas dunia ini jika ada upaya-upaya yang ingin menhancurkan Telkom.

Dalam kondisi semangat nasionalisme yang mulai menipis, hukumnya wajib bagi Arief Yahya bersama Sekar Telkom memotivasi kembali semangat karyawan yang selama ini terkotak-kota akibat dibentuknya organisasi baru hasil buah pikir konsultan asing.

Selain itu hukumnya juga wajib melaksanakan kaderisasi karyawan. Lalu cost efisiensi yang dilakukan selama ini bukan jalan satu-satunya untuk meningkatkanb pendapatan perusahaan. Masih banyak cara lain yang lebih elegant dan lebih manusiawi ketimbang meniadakan makanan kecil pagi hari karyawan.

Keberhasilan Arief Yahya menakhodai Telkom memang perlu dilihat selama tiga bulan kepemimpinan awalnya atau istilah kerennya seratur hari. Karyawan bersama Sekar bisa memantau, pensiunan bersama P2Tel  juga dapat melihat hasilnya.

Seperti diberitakan Surabayawebs.com sebelumnya, diharapkan pergantian BoD dan BoC Telkom pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan-Luar Biasa (RUPST-LB) Telkom 2012 pada hari ini 11 Mei 2012 dapat memberikan perubahan signifikan bagi bisnis Telkom ke arah positif.

Sehingga saham Telkom yang sempat stagnan pada kisaran Rp.6-700-Rp.7.000 per lembar saham , dapat meningkat lagi nilainya sesuai yang diharapkan stakeholder dan investor yang memburu  kembali saham Telkom di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau di New York Stock Exchange (NYSE), London Stock Exchange (LSE)  dan Tokyo Stock Exchange (TSE) (tanpa listing).

Apakah sosok Arief Yahya sesuai dengan harapan Sekar Telkom, yaitu lebih visioner dan memiliki integritas tinggi terhadap bangsa Negara dengan lebih mampu memaksimalkan pengelolaan sumber daya perusahaan, lebih bersemangat, bergairah dan optimis melihat ke depan “hutan belantara”  persaingan yang demikian ketat dan sangar serta mampu membawa perubahan dan penyegaran bagi  perusahaan “Merah Putih” sebesar Telkom, kita lihat saja. Bravo Telkom !