KWIK KIAN GIE : RP.1.800 TRILIUN HUTANG INDONESIA MERUPAKAN HASIL MENIPU.

Tanggal : 22-02-2012, Kategori : Berita Utama, Politik & Keamanan

LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO

JAKARTA-SURABAYAWEBS.COM

Kwik Kian Gie, mantan Menko Menteri Perekonomian, menegaskan, pemerintah pasti mengalami kesulitan untuk menyelesaikan hutang Indonesia yang membengkak dan menembus angka Rp.1.800 triliun lebih. “Hutang-hutang ini hasil penipuan luar biasa,” jelas Kwik kemudian.

Menurut dia, sudah sejak tiga puluh tahun lalu dirinya mengingat soal hutang-hutang ini. Katanya, ibarat pepatah “Besar Pasak daripada Tiang”. Hal ini menjadi penipuan luar biasa. “Hutang yang begitu dasyuat besarnya tersebut, dalam APBN tidak disebut sebagai sebagai hutang tapi pemasukan pembangunan dalam negeri,” ungkap Kwik.

Jadi, katanya, selama 30 tahun lamanya anggaran minus ditutupi dengan hutang kiri kanan. Anggaran harus berimbang, tandasnya, biar bisa dikatakan berimbang, ya nipu.

Kwik dalam acara dialog ekonomi di Hotel Millennium, kemarin, menyebutkan, jumlah hutang pemerintah Indonesia yang menembus angka lebih dari Rp.1.800 triliun itu, sudah sangat membahayakan dan sulit dicarikan solusinya .

“Ini bukan membayakan lagi karena sumber daya mineral sudah dihabisi oleh para elite-elite birokrat di pemerintahan . Sudah kayak begini ya sulit  solusinya. Saya sendiri sudah gak tahu bagaimana,” katanya sambil menyatakan, pasti pimpinan formal negeri ini juga bingung lebih dari dirinya solusi menghentikan hutang dan membayar hutang yang diibaratkan besar pasak dari pada tiang.

Seperti diketahui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui hutang pemerintah Indonesia sudah mencapai Rp.1.816 triliun akhir 2011 lalu. Tapi, katanya, rasionya turun dan sangat rendah ketimbang Negara-negar maju di Eropa dan Asia. Hutang pemerintah Indonesia akhir 2011 lalu mencapai Rp.1.803,40 triliun atau naik Rp.126, 64 triliun dalam setahun dibandingkan 2010 yang mencapai Rp.1.676, 85 triliun.

Menanggapi hutang pemerintah Indonesia yang begitu besar, mantan Menko Menteri Perekonomian RI ini menyatakan, bayarnya dari mana. “Paling-paling akan diwariskan kepada anak-cucu kita dikemudian hari,” katanya prihatin. Nah !?