JONAN LARANG PENUMPANG MEROKOK DI ATAS KERETA API PADAHAL DIA PEROKOK BERAT.

Tanggal : 15-02-2012, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis, Olahraga & Kesehatan

LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO

BANDUNG-SURABAYAWEBS.COM

MUNGKINKAH JONAN KINI SADAR BAHWA MEROKOK ITU TIDAK BAIK UNTUK KESEHATAN KARENA ITU DIA MELARANG PENUMPANG MEROKOK DI ATAS KERETA API ?

Kebijakan PT. Kereta Api Indonesi (KAI) (Persero) yang melarang para penumpang untuk merokok di atas kereta api (KA)cukup mengejutkan kalangan jurnalis yang biasa meliput kegiatan perusahaan “Merah Putih” ini.

Pasalnya, Dirut PT.KAI Ignasius Jonan, dikenal sebagai “perokok berat”. Ruang berpendingin AC di kantor pusat operator perkeretaapian terkemuka ini di Bandung, menjadi saksi, betapa kesewenangan Jonan saat jumpa pers dengan wartawan, dia tetap merokok dengan nikmatnya . Asap rokok yang diisap mantan petinggi Citibank kawasan Asia ini menyesakkan napas kalangan jurnalis yang hadir.

Artinya, kebijakan yang diluncurkan komandan PT.KAI yang melarang penumpang merokok di atas kereta api, sebetulnya bertolak belakang dengan kecanduannya terhadap rokok kretek produk dalam negeri. “Alhamdulillah, jika Pak Jonan memang sudah menyadari bahayanya merokok bagi kesehatan dirinya sendiri dan orang lainnya yang mengisap asap rokoknya,” tukas seorang rekan wartawan di Bandung.

Banyak harapan perubahan prilaku “Boos Kereta Api” ini tidak Cuma dikeluarkan untuk penumpang kereta api, tapi juga hendaknya Jonan tidak bertolak belakang saat dirinya di kantor atau di tempat umum lainnya, “asyik merokok” tanpa memperdulikan kehadiran orang lain. Kita lihat saja.

Menurut VP Public Relation (PUrel) PT.KAI, Sugeng Priyono, kebijakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan terus dilakukan. Katanya,  keputusan ini semata karena ingin memberikan kenyamanan bagi penumpang lainnya yang merasa terganggu dengan adanya asap rokok.

“Pelarangan ini berlaku di semua kelas KA dan ruang yang berada di rangkaian KA, baik di dalam bordes maupun di kereta makan yang menjadi tempat favorit para penumpang untuk menghisap rokoknya,” tegas “Arek Suroboyo” ini.

Apalagi  upaya  mensosialisasikan kebijakan baru ini, Ignasius Jonan Direktur Utama PT. KAI, juga  ikut memantau  langsung  dan berinteraksi dengan penumpang KA Argo Bromo Anggrek dari Gambir menuju Surabaya, Jumat  10/2 lalu. Hebatnya, informasi yang diperoleh kalangan wartawan, selama perjalanan Jonan tidak menghisap rokok seperti  biasa yang dilakukannya

“Larangan merokok harus diterapkan, karena banyak didukung oleh banyak pihak, dan tidak ada yang protes,” ujar Jonan ringan ketika tiba  di Stasiun Surabaya Pasar Turi.

Ditururkan Jonan, sebagian besar penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang ditanyainya mengenai pelarangan merokok ini, tidak protes dengan kebijakan baru PT. KAI. “Kita tidak melarang orang merokok, tetapi yang kita larang adalah orang yang merokok di atas KA,” imbuhnya kemudian.

Jonan mencontohkan, jika penumpang ingin merokok, bisa melakukannya ketika KA berhenti di Stasiun. Dengan catatan merokok pada tempat yang sudah disediakan.

“Namun harap diingat para penumpang yang turun untuk merokok tersebut jangan sampai tertinggal oleh KA yang digunakannya,” pesan “perokok berat” yang mungkin sudah sangat menyadari bahwa merokok itu dapat menggangu kesehatan, bisa kena penyakit TBC akut, impoten, merusak jalin dalam kandungan jika perokoknya ibu-ibu yang tengah hamil.