ICAL LAPORKAN POLITIKUS PARTAI DEMOKRAT RAMADHAN POHAN KE BARESKRIM POLRI

Tanggal : 1-02-2012, Kategori : Berita Utama, Politik & Keamanan

LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO

JAKARTA-SURABAYAWEBS.COM

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, atau yang biasa akrap dipanggil  Ical, melaporkan politikus Partai Demokrat Ramadhan Pohan ke Bareskrim Polri, Selasa (31/1). Ramadhan dilaporkan dengan tuduhan pencemaran nama baik dan disangka dengan Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP.

Disebutkan Kuasa hukum Ical, Rudy Alfon, dan Wakil Sekjen Golkar, Lalu Mara, laporan ke Mabes Polri itu sehubungan  pernyataan Ramadhan di sebuah media online yang menuding perusahaan tambang PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) di Bima, Nusa Tenggara Barat,  merupakan mesin ATM Ical.

Menurut Rudy, kliennya merasa nama baik dicemarkan oleh pernyataan tersebut. Pihak Ical telah menyomasi Ramadhan terkait pernyataan tersebut. Tapi somasi yangh dilayangkan  tersebut  tidak  dihiraukan, bahkan yang bersangkutan dinilai menantang untuk berlanjut ke proses hukum. ”Ramadhan menolak untuk mengklarifikasi,” ujarnya kemudian.

Ditegaskan Rudy,  Ical tidak memiliki kaitan sama sekali dengan PT SMN. ”Selembar saham pun tak punya. Bagaimana bisa Ramadhan Pohan semena-mena  ngomong seperti itu. Saya sudah cek melalui internet, PT SMN itu milik keluarga Tahija, pendiri PT Freeport Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu Lalu Mara mengatakan, Ical menilai pernyataan Ramadhan yang merupakan wakil sekjen Partai Demokrat itu bersifat politis. ”Pernyataan Ramadhan Pohan tak bisa dilepaskan dari posisinya sebagai wasekjen Partai Demokrat. Seharusnya marilah kita bersaing melalui ide dan gagasan, bukan malah menyebar isu tak sedap,” kata Lalu Mara yang juga wakil sekjen Golkar ini.

Saat dimintai tanggapannya menyangkut laporan Ical ke Mabes Polri itu, Ramadhan Pohan ,menyatakan sama sekali tidak takut  terkait pernyataannya yang dianggap fitnah mengenai kasus Bima. Dia mengaku heran karena Ical diserang sedikit langsung marah. Padahal, katanya,  tokoh Golkar Bambang Soesatyo menyerang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang notabene pendiri Demokrat didiamkan saja.

”Sebagai anggota DPR, apa salah jika saya menyebut indikasi keterkaitan Ical dengan SMN, perusahaan tambang emas di Bima? Sedangkan Bambang Soesatyo tak memakai kata indikasi terus menerus menyerang Presiden SBY dan PD. Apa itu tidak dilihat oleh Pak Ical?,”  ujar politikus Partai Demokrat ini.

Ramadhan Pohan,  mengatakan,  pernyataan di media seharusnya berbalas di tempat sama. Polemik juga dibalas polemik. ”Lha, kalau tersengat sedikit Pak Ical sudah kebakaran jenggot, piye? Baru jadi capres sudah begitu, bagaimana kalau jadi presiden beneran,”  sindirnya pula.

Ramadhan,  menilai,  Ical tidak fair jika mendiamkan Bambang Soesatyo yang menyerang SBY tapi bereaksi keras saat dirinya yang diserang. ”Itu namanya gajah di pelupuk mata tak tampak, tapi kuman di seberang lautan kelihatan,” katanya mengibaratkan.