SBY DINILAI TELAH INGKAR JANJI OLEH IBC SOAL PENGHEMATAN

Tanggal : 28-01-2012, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis

LAPORAN: H.ERRY BUDIANTO

JAKARTA-SURABAYAWEBS.COM

Roy Salam, peneliti senior dari Indonesia Budget Center (IBC)  menilai Presiden Susilo Bambang Yudhyono (sby) telah ingkar janji terkait penghematan penggunaan anggaran negara, yang ternyata juga terjadi di Istana.” Selama ini, SBY  terus mendengung-dengungkan penghematan di semua lini pemerintahan, namun yang terjadi justru sebaliknya,” kritik Roy.

Menurut dia, hal ini seperti menjilat ludah sendiri. Presiden tidak konsisten, selalu bicara penghematan anggaran tapi nyatanya anggaran di Istana juga sangat besar untuk sejumlah proyek.

Dicontohkan Roy, salah satu hal yang menunjukkan pemborosan pemerintah adalah proyek pembangunan areal parkir di kompleks Istana yang menelan biaya Rp 10,6 miliar. “Seharusnya tidak perlu ada proyek renovasi yang tujuannya hanya sekadar mempercantik Istana,” tegasnya kemudian.

Dikemukakan dia, seharusnya  yang menjadi proritas pemerintah adalah pemenuhan kebutuhan pokok. Selain itu, Pemerintah dinilai tidak konsisten karena pada awal tahun 2011, pernah menerbitkan Inpres Nomor 7 Tahun 2011 tentang Penghematan Belanja Kementerian/Lembaga tahun Anggaran 2011.

“Sudah seharusnya  ada prioritas mana kebutuhan yang mendesak mana yang tidak. Semua pejabat termasuk Presiden harusnya sudah memahami konsep penghematan penggunaan anggaran,” tegasnya.

Dikatakan dia, sejatinya kebutuhan rakyat harus segera dipenuhi pemerintah sehingga program-program kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama. “masih banyak kebutuhan rakyat yang terbengkalai yang belum dipenuhi negara, kok uang negara dihambur-hamburkan.  Ini akan jadi contoh buruk karena Presiden SBY banyak bicara hemat anggaran, tapi kenyataannya malah sebaliknya,” kritiknya kepada Presiden.

Sebelumnya, Kepala Biro Tata Usaha dan Humas Kementerian Sekretariat Negara Sugiri menjelaskan proyek areal parkir tidak menelan biaya Rp 12,3 miliar seperti disebutkan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra).

Sekretariat Negara membangun parkiran berkonstruksi beton dua lantai terdiri dari lantai dasar dan bawah tanah seluas 3270 meter persegi. “Selain itu fasilitas bukan hanya untuk parkir tetapi juga musala dan koperasi. Lapangan parkir bisa menampung 1.000 motor dan juga  ada taman ,” ungkap Sugiri.