KUBU IRWANDI YUSUF ANCAM AKAN GUGAT KIP ACEH

Tanggal : 28-01-2012, Kategori : Berita Utama, Politik & Keamanan

LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO

BANDA ACEH-SURABAYAWEBS.COM

Kubu Irwandi Yusuf mengancam akan menggugat KIP Aceh apabila pencoblosan Pemilukada Aceh diundur lebih dua minggu dari tanggal 16 Februari 2012. Sedangkan Wagub Aceh Muhammad Nazar, meminta semua pihak dapat menerima putusan dan tidak membuat masalah baru terkait pemberian batas waktu pencoblosan 9 April 2012.

“Lewat dua minggu saja dari jadwal sebelumnya, kami akan menggugat KIP. Apalagi sampai digeser ke 9 April 2012,” kata Thamren Ananda, Humas Seuramoe Irwandi-Muhyan, Jumat 27/1

Pernyataan ini dikeluarkan kubu Irwandi Yusuf,  menyikapi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan KIP menyesuaikan jadwal hari ‘H’ Pemilukada selambat-lambatnya 9 April 2012. “Secara kompromistis mungkin kami bisa menerima kalau hari ‘H’ digeser selama satu minggu atau dua minggu dari 16 Februari. Tetapi bila lebih dari itu, kami akan menggugat KIP Aceh,” tegas Thamren.

Thamren menyatakan putusan MK tersebut aneh dan sangat politis karena dalam putusan sela sebelumnya majelis hakim tidak menyebutkan soal penyesuaian tahapan Pemilukada Aceh. Namun demikian, ujarnya, pihaknya  tetap berusaha bersikap dewasa dan taat hukum dalam merespon keputusan MK tersebut.

Pada sisi lain  Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar menyerukan semua pihak untuk menerima putusan MK. “Sebaiknya tidak ada lagi komplain atas keputusan MK itu.  Berikan waktu kepada KIP Aceh untuk bekerja maksimal sehingga kualitas demokrasi lebih terjamin,” kata kandidat gubernur yang diusung Partai Demokrat, PPP, Partai SIRA ini.

Menurut Nazar, putusan final MK yang memberi celah hukum kepada KIP Aceh tentang batas waktu maksimal pencoblosan 9 April 2012 sudah layak dan cukup  rasional. “Jadi jangan ada lagi yang buat masalah baru terkait hal ini,” imbaunya.

Disebutkan Nazar, sebagai kandidat yang sudah terlebih dahulu mendaftar, sebenarnya pergeseran jadwal itu juga sangat merugikan pihaknya. “Namun saya lebih melihat bagaimana memenangkan Aceh secara keseluruhan, ketimbang bicara Pemilukada yang berjangka pendek itu. Jadi, yang terpenting Aceh harus tetap aman dan damai,” tandas Wagub Aceh ini.