DPR RI TOLAK PEMBELIAN 100 UNIT TANK LEOPARDH

Tanggal : 14-01-2012, Kategori : Berita Utama, Politik & Keamanan

LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO

JAKARTA-SURABAYAWEBS.COM

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), menolak rencana pemerintah untuk membeli Tank Leopardh  2A6 keluaran 1980 bekas dipakai Angkatan Bersenjata Belanda. Selain tidak cocok dengan kondisi alam Indonesia dan keadaan geografis Indonesia, juga tank tersebut dinilai sudah tua dan ketinggalan jaman secara teknologi serta tidak direncanakan sebelumnya.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Fraksi PDI-P) Tubagus Hasanuddin, kemarin di Jakarta, mengungkapkan, mayoritas fraksi di Komisi I DPR RI meno9lak secara tegas rencana pembelian tank Leopardh tersebut. Selain tidak cocok dengan geografis Indonesia yang merupakan negera kepulauan, teknologi ketinggalan sudah tua dan harga terlalu mahal untuk tank bekas.

Dikemukakan Hasanuddin, tank Leopardh itu hanya cocok untuk Negara dengan daratan yang luas seperti di Eropa atau Afrika Utara yang memiliki gurun pasir dan kemampuan menembaknya sampai 6 Km. “Padahal yang dibutuhkan untuk TNI di negeri ini adalah tank yang ringan, dengan teknologi terkini dan jarak tembak sekitar 3-4 Km saja.

Sementara itu Teguh Juwarno anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN), tank Leopardh dengan bobot 62 ton tersebut akan sulit bermanuver di medan berfrawa-rawa di Indonesia. “Apalagi jembatan di negeri ini bebannya Cuma bisa menampung berat di bawah bobot tank bekas itu,” jelasnya pula.

Alasan lain, pembelian tank tersebut belum pernah direncanakan dan dibicarakan dengan DPR RI. Apalagi, sebelumnya belum pernah dibicarakan oleh Kementerian Pertahanan dan Keamanan dalam rencana peremajaan system persenjataan alutsista TNI.

Kekhawatiran Wakil Rakyat di Komisi I DPR RI ini juga masuk akal. Mereka menyebutkan, paling-paling tank sebesar itu hanya jadi pajangan pameran persenjataan TNI di kota-kota besar di Indonesia. “Pasalnya, tank tersebut tidak bakalan cocok untuk menjaga kemananan negeri ini jika diserang musuh dari luar,” tandasnya kemudian.

Sebelumnya President Direktor Indonesia Police Watch, Neta S.Pane, dalam siaran persnya, mengingatkan, hendaknya KPK mencermati rencana pembelian tank Leopardh bekas dari negeri Belanda itu. Katanya, bukan saja harganya terlalu mahal dan teknologinya ketinggalan jaman, tapi juga sangat tidak cocok dengan kondisi geografis dan alam Indonesia.

Menurut Neta, pembelian alusista TNI menggunakan uang rakyat. Artinya, selain harus efisien juga harus bisa dipertanggungjawabkan dunia akhirat. “Memang ada upaya dari sekelompok politikus pedagang untuk menggolkan rencana pemerintah membeli tank tersebut dengan cara kasak-kusuk ke Cikeas dan mengajak serta mensponsori anggota Komisi I DPR RI melakukan kunjungan ke negeri Belanda,” jelas mantan Redaktur Harian Merdeka (BM.Diah) ini.