FAHMI IDRIS : PARTAI GOLKAR HARUS MENANG DALAM PEMILU 2014.

Tanggal : 5-01-2012, Kategori : Berita Utama, Politik & Keamanan

LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO

SURABAYA-SURABAYAWEBS.COM

Anggota Dewan Penasihat DPP Partai Golkar Fahmi Idris memprediksi partainya akan bisa menang dalam Pemilu 2014, tapi capres yang diusung partainya belum tentu menang dalam Pilpres 2014.

“Kalau Pemilu 2014, insya-Allah Golkar akan menang dan harus menang, tapi kalau capres masih tergantung parpol lain akan mengusung siapa,” ujarnya kemudian.

Mantan Menakertrans ini mengemukakan hal itu di sela-sela wisuda ke-12 untuk 210 lulusan Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) kampus Surabaya yang juga dihadiri Duta LP3I Hj Marissa Haque dan suaminya Ikang Fawzi.

Menurut Pembina LP3I itu, prediksinya atas kemenangan Golkar dalam Pemilu 2014 itu didasarkan pada trend dukungan masyarakat kepada Golkar pada akhir-akhir ini. “Tapi, kalau capres, saya kira masih tergantung parpol lain mencalonkan siapa dulu, karena sampai saat ini belum ada parpol yang jelas-jelas mendukung siapa dalam Pemilu 2014 dan Pilpres 2014,” katanya.

Menyinggung tentang persyaratan untuk calon legislator dan capres, Fahmi mengaku tidak khawatir dengan persyaratan yang diterapkan untuk caleg atau capres. “Kalau caleg saja minimal harus SMA, maka Golkar sudah lama mensyaratkan caleg harus berpendidikan minimal SMA. Kalau syarat untuk caleg yang rendah saja minimal SMA, maka syarat untuk capres bisa lebih tinggi dari itu,” tutur mantan Angkatan 66 ini.

Tentang kemungkinan pencalonan Aburizal Bakrie dalam Pilpres 2014, Fahmi menilai hal itu juga tergantung siapa calon yang disusun parpol lain, karena setiap calon itu memiliki keunggulan masing-masing. “Kalau capres, potensi menang atau kalah untuk calon kami akan sangat ditentukan oleh potensi calon dari parpol lain,”jelas dia.

Hingga kini, capres yang bermunculan antara lain Aburizal Bakrie (Golkar), Megawati (PDIP), Surya Paloh (Nasdem), Hatta Radjasa (PAN), Muhaimin Iskandar (PKB), Prabowo Subianto (Gerindra), Wiranto (Hanura) , dan sebagainya. Ada pula sejumlah calon non-parpol seperti Mahfud MD, Khofifah Indar Parawansa, Menneg BUMN Dahlan Iskan dsb.