PERINGATAN 7 TAHUN TSUNAMI DI LHOKNGA ACEH BESAR.

Tanggal : 27-12-2011, Kategori : Berita Utama, Politik & Keamanan, Daerah

LAPORAN : H. ERRY BUDIANT0

BANDA ACEH –SURABAYAWEBS.COM

Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar merupakan kawasan yang parah akibat diterjang tsunami pada peristiwa yang terjadi pada 26 Desember 2004, atau tepatnya 7 tahun yang silam.  Hari ini ribuan masyarakat dari berbagai sudut kota memadati Lapangan Golf yang berada dikecamatan tersebut untuk menghadiri doa bersama dan renungan untuk memperingati peristiwa memilukan tersebut.

Sedikitnya Sembilan ribu  warga yang terdiri dari pegawai negeri sipil, pelajar, mahasiswa, santri serta masyarakat tumpah ruah dan larut dalam doa dan zikir bersama yang dipimpin oleh Ustad Muhammad Arifin Ilham dari Mesjid Khadafi  Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Peringatan di Lhoknga itu  yang juga turut dihadiri oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, Kapolda Irjen Iskandar Hasan dan beberapa tamu undangan dari Jepang.

Dilaporkan, para tamu dari Jepang itu menyediakan bunga kertas warna kuning. Masyarakat diberi leluasa untuk menulis di kertas itu tentang hikmah tsunami yang terjadi di Aceh.

Sedangkan jalan-jalan menuju lokasi peringatan macet, karena banyak kenderaan dipintu masuk sekitar lapangan golf. Padahal jalan raya yang dikerjakan pasukan Amerika Serikat itu cukup lebar dan mulus dari Banda Aceh sampai Meulaboh Aceh Barat.

Sementara itu Perwakilan Dewan Pendidikan Jepang Miyagi Prefekture, Kota Kesennuma, Takahiro Ito menyatakan pihaknya bertekad meningkatkan pendidikan dan pelatihan kebencanaan untuk generasi bangsa di Indonesia dan  di negeri “Sakura”.

Menurut dia, pihaknya  berjanji untuk bersunguh-sungguh dalam pendidikan dan pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi generasi di masa mendantang.”Karena pengalaman kami di Jepang dapat diberikan kepada generasi muda Indonesia untuk memahami tsunami sebagai bencana alam yang dapat merusak infrastruktus yang ada, “ katanya di lokasi renungan tujuh tahun tsunami Aceh di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Janji yang diucapkan Takahiro Ito itu disampaikan  dihadapan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Ketua DPRA Tgk Hasbi Abdullah, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Adi Mulyono, Kapolda Irjen (pol) Iskandar Hasan dan ribuan warga yang menghadiri tujuh tahun renungan tsunami, 26 Desember 2004 di Aceh.

Dikemukakan tamu dari Jepang ini  peran pendidikan sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap berbagai dampak dan penanganan bencana.  Ia mengatakan, rasa sakit dan kesedihan disebabkan kehilangan anggota keluarga tidak akan pernah tersembuhkan walau waktu berlalu. “Namun dengan semangat kebersamaan dan saling membantu akan memiliki masa depan yang cerah dalam suasana penuh kedamaian, sejahtera dan nyaman,” tambahnya pula.

Menurut dia, Indonesia, Aceh khususnya dan Jepang merupakan dua kawasan yang hancur akibat bencana gempa dan tsunami menghantam kedua wilayah tersebut. Tsunami Jepang pada 11 Maret 2011.  Pada saat Jepang dihantam tsunami, banyak hal yang telah dilakukan masyarakat di Indonesia dan Aceh khususnya untuk membantu negara matahari terbit itu.

Dikatakannya, masyarakat Jepang mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan masyarakat Indonesia dan Aceh khsususnya yang telah meringankan penderitaan masyarakt Jepang  ketika itu

“Oleh sebab itu  demi anak cucu dan generasi kedua negara di masa depan, maka peran pendidikan merupakan hal yang paling penting untuk ditingkatkan dikemudian hari,” tuturnya.

Puncak peringatan tujuh tahun tsunami yang dipusatkan di lapangan golf Lhoknga atau berjarak sekitar 15 kilometer arah barat Kota Banda Aceh itu  menghadiri Ustad M Arifin Ilham sebagai pemberi tausiah dan diakhiri dengan doa bersama untuk korban gempa dan tsumani  26 Desember 2004 lalu yang menelan korban sedikitnya 230.000 jiwa di Bumi Aceh dan 150.000 jiwa di Srilangka, India, Thailand dan Malaysia.