BERDAYAKAN KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM) UNTUK KEMAJUAN DESA INFORMASI

Tanggal : 17-12-2011, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis, Surabaya

LAPORAN : SALIM

PACITAN - SURABAYAWEBS.COM

Setelah program USO digulirkan dalam rangka mempermudah akses telekomunikasi dan informasi di desa-desa, maka hasilnya mulai dirasakan masyarakat daerah. Sudah puluhan ribu Desa Berdering berhasil dihidupkan pemerintah yang berlanjut ke Desa Pintar hingga Desa Informasi yang dilakukan sepanjang tahun  2011.

Dalam rangka meningkatkan jumlah Desa Informasi menjadi 80 Desa, maka Kementerian Komunikasi dan Informatika yang dilaksanakan Dirjen IKP kini mempersiapkan peresmian Desa Informasi di Pacitan, Jawa Timur. Untuk mempersiapkan acara yang akan diresmikian Menkominfo pada Minggu (18/12), maka digelar acara seminar Pemberdayaan Kelompok Komunikasi Sosial, Sabtu (17/12).

Sejumlah panelis dihadirkan dalam kesempatan itu, mulai dari Direktur Kemitraan Komunikasi Media James Pardede, Staf Ahli IKP Supomo, Direktur Penyelenggaraan Pos dan Informatika Agung Suryo Utomo. Menurut James Pardede, peran masyarakat dalam mensukseskan program Desa Informasi sangat besar sehingga dibutuhkan dukungan yang maksimal.

Apalagi dengan adanya Desa Informasi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Ia memberikan contoh, dengan adanya fasilitas internet di setiap Desa Informasi merupakan sarana penting untuk meningkatkan ilmu pengetahuan masyarakat serta memajukan bidang pendidikan.

Dijelaskannya, tujuan desa informasi adalah agar masyarakat lebih mudah mengatasi kesenjangan informasi antara pusat dan daerah. Untuk tujuan tersebut, maka didirikanlah desa berdering, desa internet, PLIK, MPLIK, juga televisi masuk desa.

Sementara Supomo yang juga mantan Direktur Komunikasi Publik mengatakan peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sangat besar dalam mendukung Desa Informasi. Didepan para peserta seminar yang terdiri dari KIM, radio komunitas daerah, pertunjukan media tradisional seperti wayang dan sebagai, ia mengatakan paling tidak ada empat tahap dalam pengembangan KIM dan yang tertinggi jika KIM sudah mampu membangunan komunitas yang memiliki kemampuan berbisnis.
Pada posisi KIM dapat menjalankan fungsinya dengan baik maka wajar jika akan menghasilkan keuntungan bisnis sehingga ajang Desa Informasi menjadi lahan bisnis yang menarik. Apalagi hasil pertanian di sebuah desa dapat ditingkatkan nilai jualnya jika peran KIM dapat membantu mencarikan harga hasil pertanian yang lebih tinggi sehingga petani setempat mendapatkan keuntungan yang menarik.
Mengenai wadah komunikasi untuk setiap kegiatan di Desa Informasi bisa dari berbagai bentuk baik yang tradisional maupun yang modern. Media televisi dan internet serta telepon memang cepat informasinya namun untuk membuat masyarakat setempat lebih cepat paham informasi maka menggunakan media tradisional seperti wayang dan lainnya maka sasaran komunikasi dapat lebih tepat untuk daerah tertentu.
Adapun Agung mengatakan dalam setiap penyelenggaraan siaran baik itu televisi maupun radio di Desa Informasi sekalipun harus mendapatkan ijin. Namun ijin yang diberikan sangat mudah untuk radio komunitas cukup bayar Rp 20.000 untuk satu ijin serta iuran pertahun Rp14.000 sehingga tidak memberatkan penyelenggara radio komunitas karena memang bukan siaran komersial dan radius siaran juga hanya sekitar 2,5 kilometer.