TARI SAMAN MASUK WARISAN BUDAYA DUNIA TAK BENDA UNESCO.

Tanggal : 26-11-2011, Kategori : Berita Utama, Seni & Hiburan

LAPORAN : H.ERRY BUDIANTO

JAKARTA-SURABAYAWEBS.COM

Seni budaya Tari Sama dari Gayo Lues dan daerah sekitarnya di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) resmi masuk dalam daftar warisan budaya dunia tak benda (intangible cultural heritage) yang memerlukan perlindungan dari  Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa Bangsa (UNESCO). Demikian dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) H.R. Agung Laksono di Jakarta, Kamis 24/11.

Menurut Menko Kesra, masuknya Tari Saman dalam daftar warisan budaya dunia tak benda diketahui setelah melalui ketuk palu sidang sesi ke 6 Komite AntarPemerintah Warisan Budaya tak Benda UNESCO Rabu 23/11 pagi pukul 9.47 WITA atau 8.47 WIB. “Ini harus dipelihara seperti halnya warisan budaya lainnya,” tegas dia kemudian.

Menko Kesra menyatakan rasa syukurnya ata skeberhasilan Tari Saman masuk warisan budaya dunia  tak benda dan menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berjuang keras untuk meneliti di lapangan, kemudian menyusun berkas dan memperjuangkan nominasi Tari Saman sampai disidangkan di Bali.

Dikatakannya, upaya pelestarian Tari Saman tidak berakhir dengan penerimaan piagam yang ditandatangani Direktur Jenderal UNESCO. Disebutkan dia, ini merupakan awal pelaksanaan tentang tindakan atau action plan untuk melindungi dan mengembangkan warisan budaya Tari Saman oleh semua pihak pemangku kepentingan di negeri ini.

Berkas nominasi Tari Saman itu sendiri sudah disusun dengan teliti dan diajukan kepada UNESCO Maret 2010 oleh Menko Kesra RI. Ini dilakukan dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, Pemda Provinsi NAD, Bupati Gayo Lues, Pemkab Gayo Lues, masyarakat Gayo dan seluruh  masyarakat Aceh.

Sidang UNESCO di Bali dihadiri lebih dati 500 anggota delegasi dari 69 negara, diantaranya LSM Internasional, pakar budaya dan media mulai 22 November sampai 29 November 2011. Indonesia dipercaya oleh 137 negara Konvensi UNESCO PBB untuk perlindungan warisan budaya dunia tak benda menjadi tuan rumah dan memimpin sidang tersebut.

Sidang UNESCO itu sendiri dibuka oleh Menko Kesra Agung Laksono didampingi Sekjen UNESCO Irina Bukova dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Eka Pangestu.

Sementara itu masyarakat Aceh sendiri menyambut dengan sukacita Tari Sama masuk warisan budaya dunia tak benda. “Kami sudah yakin Tari Saman dari daerah kami ini akan menjadi warisan budaya dunia Perserikatan Bangsa Bangsa-UNESCO. Salur buat Menko Kesra yang telah memperjuangkan Tari Saman ini tercatat dalam warisan budaya dunia. Karena bisa saja jika kita tidak peduli, tiba-tiba diakui Malaysia sebagai  warisan budaya miliknya,” ujar Mahdi (39 th) dari Banda Aceh.

Selain Mahdi, penduduk Takengon Aceh Tengah, Jasman (51 th) dari Dinas PU Aceh Tengah, juga menyatakan kegembiraannya Tari Saman masuk warisan budaya dunia UNESCO. “Ini merupakan penghargaan luar biasa dari UNESCO kepada seniman Gayo di Aceh Tengah maupun di Gayo Lues agar lebih kreatif lagi dalam menghasilkan karya besar untuk bangsa dan Negara Indonesia,” kata ayah Sherly Purnama (15 th) yang juga gemar seni tari daerah Aceh ini.

Tahun 2012 mendatang, Indonesia kembali mengusulkan tiga karya untuk dicatatkan sebagai warisan budaya dunia tak benda ke UNESCO. Yaitu  Tari Tradisional Bali, kerajinan tangan Noken dari Papua dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai penciptaan ruang budaya untuk perlindungan, pengembangan dan pendidikan warisan budaya bangsa.