Pencarian
Politik & Keamanan
- AMIEN RAIS MINTA KADER DAN TOKOH PARTAI TIDAK SALING JEGAL (17-05-2012)
- AKBAR TANJUNG : JK LAYAK UNTUK MENJADI CAPRES 2014-2019. (17-05-2012)
- JK MASIH DIANGGAP CAKAP OLEH AKBAR TANJUNG SEBAGAI CAPRES 2014-2019. (17-05-2012)
Ekonomi & Bisnis
- ARIEF YAHYA : CORPORATE UNIVERSITY HARUS BISA DIWUJUDKAN DALAM TIGA BULAN PERTAMA (21-05-2012)
- RUPIAH SEMAKIN MELEMAH DAMPAK PEREKONOMIAN EROPA YANG TIDAK MENENTU (21-05-2012)
- MINYAK MENTAH DUNIA TURUN TAJAM, SEHARUSNYA HARGA BBM JUGA TURUN. (21-05-2012)
Olahraga & Kesehatan
- SERGIO AGUERO PEMAIN TERBAIK CITY (21-05-2012)
- BINTANG CITY, SERGIO AGUERO AKAN MENJADI “PEMAIN LEGENDA” (21-05-2012)
- ROBERTO DI MATTEO DIPASTIKAN AKAN TETAP DIKONTRAK CHELSEA (20-05-2012)
Berita Daerah
- BERENCANA TERBANG DI MALAM HARI, Kategori:Berita Utama, Ekonomi & Bisnis, Daerah (10-05-2012)
- WARGA DEPOK ASAL SUL-SEL HADIRI DAN SAMBUT HUT KE 13 KOTA DEPOK JABAR, Kategori:Berita Utama, Olahraga & Kesehatan, Daerah (30-04-2012)
- WARGA DEPOK ASAL SUL-SEL HADIRI DAN SAMBUT HUT KE 13 KOTA DEPOK JABAR, Kategori:Berita Utama, Olahraga & Kesehatan, Daerah (30-04-2012)
BELUM SAATNYA THE COACH DIFINALTIKAN PERLU PENILAIAN LEBIH LANJUT
Penulis Murhan Ramly. SE
Wartawan & Humas Kahmi DKI Jaya.
TIM PSSI Yang mewakili Benua Martim bernama Indonesia, setahap demi setahap memunculkan pro dan kontra seusai laga yang di langsungkan , dengan nilai kurang pantastik. Kekalahan , dari tim Negeri Khomeni, kemudian gagal menghadapi tim Bahrain, kalah 2-0, kini menjadi permasalahan di tubuh menejmen PSSI.
Hasil kerja berat dari menejmen pemerintah,dalam hal ini Menegpora yang merupakan induk PSSI, demi sebuah target prestasi di ajang elit dunia pada bidang Sepak Bola, yang di atur oleh FIFA itu , berat untuk diukur kemampuan tim Merah Putih, yang secara general adalah milik bangsa Asia , yang akan dipersiapkan oleh organisasi pesepak bola di tingkat Asia sebagai wakil untuk mengisi lowongan pada group negara yang resmi menjadi peserta Olympia Foot Ball di World Champion, kedepan.Nantinya.
Dengan hasil apa adanya , setelah melalui kekalahan, kembali tim asuhan WIM akan dituntut memaksimalkan sisa laga yang akan dihadapi pada beberapa tournament yang akan datang.
Seusai dua laga itu , ia harus di konfrontir oleh player dan mantan pelatih sebelumnya , yang menilai pola permainan PSSI belum bisa di nilai Capable unt meningkatkan posisi pada laga selanjutnya menuju taon 2014.
Adalah hal biasa , manakala pelatih , boleh saja marah dan mengingatkan kepada player , ketika terjadi desakan dari publik atas kekalahan menuju prestasi yang dinanti oleh publik bola.Di RI.
Dalam sekian lama PSSI mengalami ” an stabil “ pada prestasi dikawasan Asean , bagi pecandu olahraga ini, adalah hal yang biasa. Faktanya , selama ini, penggemar PSSI tak pernah memudar expectasinya demi prestasi SDM sepak bola di tanah air hingga kedepan nantinya.
Meskipun kekalahan demi kekalahan yang harus diterima. Dengan tekad bahwa ” Kekalahan itu, bukanlah untuk Kalah”. Tapi jalan menanti, untuk meraih kemenangan.Pada level yang lebih wahid.
Atas peroblem kekalahan itu, ada banyak masukan dan keritikan untuk Coach bernama Wim itu. Sebenarnya untuk dipahami , ada apa dibalik kekalahan itu ? …. Dari timnas Bahrain. Sementara pola permain tim Bahrain itu , ada dibawah standard pemain PSSI pada saat beradu aksi dilapangan hijau di Senayan, Jakarta.
Fakta lainnya , ketika Iran, kita hadapi justru ada lebih surfive pada pola permainan tim Merah Putih. Meskipun kita kalah 3-0.
Ketika kita menjamu tim Bahrain , sepertnya bola-bola yang sempat bobol ke pengawaan Markus H, jg tidak begitu dinikmati oleh tatapan mata dari puluhan ribu penonton yang menyaksikan. Bahkan gol yang tercipta oleh tim lawan itu, sepertinya tidak terencana dengan baik tapi bisa menjebol gawang PSSI. Aksi yang terjadi yang dimainkan oleh lawan, ketika mereka melakukan umpan- umpan dari pemain ke pemain dilini belakang hingga ke tengah, dengan trik untuk memancing barisan pertahanan PSSI untuk dibelah , sehingga terjadi serangan yang kemudian, sempat di hadang oleh pemain belakang PSSI , namun pertahanan kembali gagal, kemudian barisan belakang PSSI diserang, lalu, bola tergiring ke posisi bak kiri PSSI , yang sempat di blok dengan memantulkan bola kedepan , sayang pemain ” Wing Kanan ” tim tamu , lebih cepat menguasai bola dan seketika menyambar bola dan menggiring masuk kesekitar area garis pinalti dengan tembakan keras dari sudut kanan maka tercipta gol di awal babak pertama.
Pendukung Timnas sendiri yang menyaksikan , gol dibabak awal itu , seakan tidak percaya, ketika gol pertama yang menjaring kegawang Markus H.
Pada The Second Gol, juga demikian, pertahanan belakang yang ingin memasang perangkat off side , tapi hal itu ,gagal lalu kemudian dimamfaatkan oleh penyerang lawan, yg lebih cepat mengusai dan merebut bola sehingga terjadi gol. Dapat di saksikan, gol-gol itu sebenarnya tidak harus terjadi. Dari gol kedua yang terjadi itu, penonton serempak kecewa dengan membakar kembang api dari semua lini, di tambah lagi lemparan benda-benda kepada timnas Bahrain , termasuk tribun bawah dihujani lemparan. Belum lagi suara trompek yang begitu kencang hingga pemain dan offcial dari timnas Bahrain , keluar dari lapangan. Dan pertnadingan di stop , untuk sekian menit. Hal ini merupakan kerugian bagi Timnas Indonesia. Yang sudah kalah dan kehilangan konsentrasi karena terjadi teror dari penonton.
Dengan kekalahan itu, sebenarnya supporter hanya ingin melihat ada kemenangan. Namun karena lain hal, maka faktanyapun lain dan membuat kecewa bagi publik hingga ke jajaran menejmen PSSI. Yang kini , sedang mencari solusi atas kekalahan itu, sebelum menghadapi sisa laga kedepan.
Karena urusan menang , pelatih adalah harapan bagi menejmen PSSI, untuk mengarsiteki kemenangan itu, nantinya. Namun perlu dipahami , bahwa , apakah karena Wim, masih baru , atau player yang memang masih berprestasi , rumit untuk di katrol , mengapa demikian . Bisa jadi, karena selama ini, mantan pelatih dengan backround pemain elit dunia yang pernah dikontrak di PSSI , hanya silih berganti menukangi SDM bola di Indonesia, dengan catatan dan hasilnya pemain belum bisa stagnan prestasinya. Alias prestasi di kawasan Asean tidak terdengar. Sementara jajaran terkait ketika timnas gagal justru terbawa arus “ Saling Berseteru Dalam Kekalahan “. Sementara publik penggemar bola, panas dingin menilai prestasi Player PSSI. Pada saat ini.
Jadi ,masalah pelatih, setelah kekalahan dari tim negara lainnya menuju kualifikasi Piala Dunia, terbaiknya adalah ” pelatih jangan di ganggu dulu ” itu my opinion , kan masih ada kontrak kinerja untuk melakukan pemebenahan. Dalam memperbaiki pemain yang sudah dipersiapkan selama ini. Meskipun ada konflik yang terjadi antara pemain dan The Coach. Mr. WIM.
Yang harus dibenahi menuju etape selanjutnya , kemampuan Player dalam berbagai aspek perlu di tata rapi lagi , bukan pada persoalan menejemen PSSI. Mengapa ? karena jajaran PSSI selama ini, full supporting untuk membangun SDM sepak bola yang lebih piawai menuju pemain yang professional.
Sementara yang paling tidak dipahami oleh banyak kalangan termasuk pecandu olah raga ini, “ susahnya di prediksi style player yang ada sekarang ini “ , tidak stagnan pola permainannya. Kadang kelewat panas dan terukur, tapi seketika hilang pada lain laga.
Sebelum kejuaran dalam menghadapi Tim Bahrain pada tanggal 06/09 selasa lalu , dapat dikatakan dukungan untuk menang , berada pada sikon yang signifikan. Tapi ketika disaksikan , dari menit ke menit nampak serangan dari lini bawah, tidak terselesaikan oleh tim eksekutor yang berada di front. Sementara pemain yang berposisi Centraf ( Tengah) juga kurang mampu melakukan imfrovisasi antar sesama pemain dan memudahkan tim lawan membendung area bebas tembak.
Penggantian pemain , juga tidak seirama ketika Bambang P, diganti oleh Haryanto sementara pemain naturalisasi tidak diturunkan untuk memperbaiki kekompakan dalam menguatkan kehausan Gonzales untuk mencetak gol. Dilini ” Wing Kanan ” ,ada Boaz, dari tampilan nya , ada kurang PD, saat menguasai bola , sehingga hanya mampu menggiring hingga area garis pinalti.
Dari teknik adu dobrak dan tackling hampir semua pemain melakukan dengan cermat demi menghindari ganjaran sanksi kartu.
Saat Firman U, diganti juga kelihatan melemahnya permainan untuk mendukung BP dan El Loco dalam beradu taktis didepan gawang Timnas Bahrain. Pada sisi lain yang diperankan oleh Nasuha, mengalami kejang kaki, ini merupakan persoalan psycal yang menurun daya tahannya untuk bermain full power selama 90 menit.
Kalau dikalkulasi daya gempur ketika itu, ada penurunan daya tahan. Memang soal stamina itu, sebenarnya pemainlah yang lebih tau, dalam menjaga kebugarannya terkait dengan profesiioanalnya. Dan menjadi tanggung jawab individu player, karena mereka sudah disupport oleh menejemen PSSI, jadi bukan kepada siapa-siapa yang harus bertanggung jawab atas kedisiplinan pemain menjaga stamina. Apabila soal stamina tidak stagnan ketika berlaga.
Menejemen PSSI sudah maksimal mempasilitasi dalam segala sikon untuk kemajuan SDM Bola di Negeri ini. Sementara Coach yang selama ini diberi mandat untuk memperbaiki kemampuan pemain dalam membangun strategi dan taktis termasuk cara-cara yang exellent untuk bermain adalah urusan bagi sang Pelatih. ( The Coach ).
Dari sekian pelatih Timnas PSSI, selama ini menurut pengamatan saya, sepertinya kewalahan mencari format yang bisa bertahan lama sebagai style permainan tersendiri bagi pemain PSSI.
Bahkan pelatih nampak kewalahan , sejaK dari Riedle A kemudian dilanjutkan oleh WIM hasilnya, berseturu dalam menerima kekalahan.
The Coach MR. WIM, saat sekarang sebagai arsitek menuju laga selanjutnya , harus BISA meramu menu , yang sesuai dengan tipe pemain Orang Indonesia, yang tidak disiplin menjaga Stamina, dalam bahasa sederhananya, menu apa , yang cocok bagi SDM bola di negeri ini.
Bukankah ? ……selama ini, setelah era taon 30 an , infrastruktur PSSI perlahan terbangun dari berbagai kompetisi hingga terbentuknya LIGA professiional pada olahraga ini. Dan itu sudah terbangun ?. Saya pikir, untuk next laga, Player perlu di tanyai, atas amanah yg dipercayakan oleh The Coach , yg ditunjuk untuk meningkatkan prestasi pemain PSSI. Dalam hal ini Pelatih adalah The Man, yang di Hope oleh menejmen PSSI , untuk menguatkan tim Player menjadi juara yang diinginkan oleh publik. Sebagai Stake Holder yang memiliki saham supporitng untuk berlaga. Bravo PSSI. ( Kekalahan Bukan Untuk Kalah Tapi Menanti Menuju Kemenangan ).
Berita Utama Terbaru
- ARIEF YAHYA : CORPORATE UNIVERSITY HARUS BISA DIWUJUDKAN DALAM TIGA BULAN PERTAMA (21-05-2012)
- RUPIAH SEMAKIN MELEMAH DAMPAK PEREKONOMIAN EROPA YANG TIDAK MENENTU (21-05-2012)
- MINYAK MENTAH DUNIA TURUN TAJAM, SEHARUSNYA HARGA BBM JUGA TURUN. (21-05-2012)
- SERGIO AGUERO PEMAIN TERBAIK CITY (21-05-2012)
- BINTANG CITY, SERGIO AGUERO AKAN MENJADI “PEMAIN LEGENDA” (21-05-2012)
- LANGKAH MENGUNDURKAN DIRI AKAN DITEMPUH DIREKSI MERPATI AIRLINE ? (21-05-2012)
- PRANCIS TARIK PASUKAN LEBIH AWAL, PRESIDEN OBAMA MENYATAKAN PERLU KERJA KERAS DI AFGANISTAN (21-05-2012)
- AMERIKA KHAWATIRKAN KONDISI MASYARAKAT MADANI DI SELURUH DUNIA YANG TERANCAM PENGUASA (21-05-2012)
- ROBERTO DI MATTEO DIPASTIKAN AKAN TETAP DIKONTRAK CHELSEA (20-05-2012)
- JUARA LIGA CHAMPIONS DI MATA JUAN MATA DAN FERNANDO TORRES (20-05-2012)
