PSSI PADA LAGA SELANJUTNYA TINGKATKAN ENDURANCE.

Tanggal : 3-09-2011, Kategori : Berita Utama, Sorot Usaha, Sorot

Murhan R. SE.
Penulis adalah Wartawan dan Humas Kahmi DKI Jaya.
TINGKATKAN ENDURANCE 90 to 250 MENIT,   Meskipun PSSI kalah 3 - 0, dari tuan rumah Iran,  banyak harapan untuk mengimbangi kekalahan itu. Apa yang saya ,terawang atas kekalahan itu,  dari berbagai sumber berita ,  meskipun saya tidak melihat langsung.Tim Merah Putih berlaga.
Kemudian dari bahan - bahan itu,  saya olah melalui terawanan saya. Yang pertama PSSI dari segi permainan ada kemajuan ,
faktanya adalah tim merah putih baru kemasukan setelah di second round , hal ini adalah bisa menjadi  bahan uji materil dilapangan bahwa dibabak ke dua , baru gawang Markus H kebobolan.

Dari pendapat saya ini ,perlunya  Coach dari negeri Kincir Angin, menilai asuhannya ada kemajuan  karena mampu  mengimbangi  tuan rumah  hanya kalah 3-0. Hal itu sudah baik, karena apa,  Iran adalah tim yang sudah sering lolos hingga ke piala dunia. Jadi memang diatas segalanya. Tapi bukan karena itu. Kita tdk mampu  untuk menaklukkan lawan  pada  event berikutnya.

Adapun beberapa alasan  yang sempat terdengar dari kekalahan itu  , saya pikir ini tidak terlalu menjadi pengaruh atau pengangan untuk dijadikan menjadi hambatan dikemudian event , hingga tim Red White,  akan mampu lolos di kualifikasi benua  Asia. Artinya kita
harus yakin , bahwa Indonesia akan ikut menjadi wakil Asia masuk di Zona Group , untuk mengisi lowongan di Piala Dunia Nantinya.

Memang hal ini masih impian,  tapi dari impian itu, bisa jadi,  menjadi  ‘ true story ‘ in the next time. Bahwa world champion nantinya , akan kembali dihadiri oleh generasi pesepak bola , sama ketika jaman PSSI masih di taon 1930 an. Dan itu,  bisa saja terjadi , dan tidak ada yang bisa menghalangi , apabila tim the Red White ‘ percaya dan yakin ‘  akan kemampuannya untuk mengahadapi lawan setangguh apapun.

Yang perlu dipelajari akan kemampuan tim sekelas Iran , adalah tim Iran itu ,sudah mampu masuk ke piala dunia mewakili Benua Asia. Ini modal utamanya. Sementara tim PSSI, baru menjajaki untuk bisa lolos. Ini menjadi tantangan tersendiri. Ingat, semua petarung yang akan mengejar prestasi biasanya tekanannya lebih tinggi dari pada yang sudah meraih prestasi. Jadi hal ini , merupakan
kekuatan tersendiri bagi tim merah putih.

Kekalahan di Iran  itu, menurut saya, apalagi terjadi ketika di babak  kedua , bisa jadi,  ada merosot daya tahan pemain yang belum mampu bertahan diatas 90 hingga 250  menit , sehingga ketika adu kecepatan, adu dobrak, adu menghindari kepungan dan
hadangan pada second round ,  termasuk menurunnya daya,  memberdayakan nalar karena support power/daya tahan ada menurun sehingga terhambatnya taktis untuk mengecoh lawan, menurun dan menjadi rapu karena  penurunan daya tahan pemain  disemua lini, depan ,tengah dan dibelakang sehingga gempuran lawan mampu membuka peluang untuk mencari titk bebas dan memamfaatkan peluang untuk mengoyak gawang Markus H.

Hal Ini menurt saya. Kalau mengenai tinggi postur lawan , ini tidak terlalu menjadi hambatan. Mengapa demikian karena memang SDM pesepak bola,  dari Indonesia , sudah demikian adanya alias tidak terlalu tinggi. Hali ini tidak menjadi pnghalang di kemudian  hari.

Memang untuk amannya,  tim Indonesia,  forever , adalah menguatkan daya tahan yang lebih dari 90 menit to 250 Menit, untuk mampu beradu di lapangan , dengan strategi, pemain depan , tengah dan belakang , siap menjajal  semua posisi untuk menekuk lawan  sehingga titik saran untuk mempermudah terbukanya peluang untuk menggiring bola hingga membuahkan hasil.

Dengan cara seperti ini, kita bisa mencuri gol. Apalagi menghadapi negara-negara sekelas Iran, Irak, China, Jepang , Korea  dan negara asal Asia lainnya yang sdh pernah lolos masuk piala dunia sebagai perwakilan dari negara Asia.

Hanya saja , bagaimana Coach dan anak asuhannya ,  bisa percaya dan yakin , untuk mengahadapi lawan, tanpa harus dingin masuk kelapangan untuk bertarung. Alias panas ketika masuk kelapangan. Kekalahan dari tim Iran kemarin, bisa jadi , daya tahan dibabak kedua menurun sehingga , kemampuan nalar, menghindar dari kepungan dan keluar dari ancaman hadangan serta kecepatan mengungguli lawan melemah sehingga lamban ,  untuk membagi bola , dan   kurang pas menggiring bola ke titik peluang mencetak gol , sehingga  tidak mampu melesatkan bola ke gawang Iran.

Tentu yang diharap nantinya adalah Then Man Behind Menejemen sebagai peracik resep racikan dari tim menejmen terkait bersama  Coach yang akan lebih jitu merancang untuk  menerapkan ‘ menu strategi ‘  pada laga berikutnya.

Permainan Sepak Bola , adalah permainan yang menggiring  bola bunder, yang memerlukan daya tahan, kemampuan nalar, kecepatan, menghindar  dan  dikejar untuk dihadang serta menggiring bola dan kemudian mengumpang kepada  sesama tim yang berada dalam pengawasan lawan , perlu di kecoh untuk mencari peluang tembak,  meskipun sikon dalam terhimpit.

Untuk memberdayakan semua itu, bertumpuh pada daya tahan yang harus full prima selama lebih dari 90 menit. Mengapa demikian karena untuk mempersiapkan ketika akan terjadi penambahan waktu, karena harus perpanjangan waktu, atau karena adu sudden death.

Menang dan kalah adalah hal wajar , pada setiap kejuaran. Tapi kekalahan bukan hal yang menjdi penghalang untuk tampil sebagai the Champion. Bravo PSSI. Go A Head.