JELANG BULAN SUCI RAMADHAN, KELUARGA CENDALA MELAKUKAN TRADISI NYADRAN KE MAKAM SOEHARTO DAN IBU TIEN.

Tanggal : 29-07-2011, Kategori : Berita Utama, Seni & Hiburan


 

LAPORAN : ELLY SURYATI.

KARANGANYAR-SURABAYAWEBS.COM

Usai solat Lohor, sekitar pukul  12.55 WIB Senin 24/7 lalu sejumlah kendaraan mewah  tiba di kompleks makam Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah.

Nampak  berdiri berjajar di samping kiri dan kanan gapura kompleks makam keluarga Cendana itu beberaoa orang  pria berpakaian safari menyambut kedatangan rombongan tamu itu. Satu per satu rombongan turun adri kendaraan. Juga kelihatan pula  sejumlah anak- anak kecil langsung berlarian  ke arah makam.

Terlihat diantaranya seorang perempuan cantik  mengenakan baju batik dan jilbab berwarna cokelat muda plus pasmina hitam melingkar di pundak. Sesudah dilihat seksama, ternyata perempuan itu adalah   putri sulung almarhum Presiden RI ke dua Soeharto,  yaitu Hj. Siti Hardiyanti Rukmana yang biasa disapa Mbak Tutut.

 

Pemilik Tablod Wanita Indonesia ini nampak diikuti rombongan keluarga besarnya mulai dari anak, menantu hingga para cucu. Rombongan besar ini langsung menuju cungkup Argosari tempat Pak Harto dan Ibu Tien jasadnya dimakamkan.

Terlihat pula dalam rombongan besar itu beberapa artis-artis muda  sekaligus menantu  mbak Tutut. Diantaranya, Lulu Tobing bersama suami Dany Rukmana. Tidak tampak Mas Bambang Triatmojo bersama isterinya  artis Mayang sari.

Mbak Tutut yang Nampak anggun didampingi suami Indra Rukmana beserta keluarga besarnya berjalan menaiki tangga menuju makam. Tutut sempat memberikan salam santun kepada warga yang tengah berziarah di makam Astana Giribangun. 

Masyarakat  yang akan berziarah ke makam mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut, terpaksa menunggu prosesi nyadran keluarga Cendana selesai. Lokasi makam orangtuanya disterilkan sejak satu jam sebelumnya sesuai permintaan keluarga Cendana.

 

Wartawan juga dilarang masuk ke dalam area makam karena keluarga Cendana menginginkan prosesi sadranan berlangsung khusyuk dan hikmat

Saat rombongan keluarga besar Cendana ini memasuki cungkup Argosari, kawasan itu langsung ditutup sementara. Lantunan tahlil dan ayat-ayat suci Alquran terdengar mengalun indah di kompleks Astana Giribangun.

Artis Lulu Tobing yang mengenakan kerudung putih bermotif pohon dan bunga, juga  terlihat khusyuk mengikuti sadranan tersebut. Tutut dan suami kemudian melakukan memasangkan rangkaian melati mulai dari makam Soeharto dilanjut Ibu Tien dan makam keluarga lainnya. Anggota keluarga yang lain menyusul bergantian menaburkan bunga.

Selain di makam Soeharto dan Ibu Tien, tabur bunga juga dilakukan di makam kerabat di luar cungkup Argosari. Prosesi ini berlangsung singkat dengan penjagaan ketat aparat TNI dan Polri.

Dikemukakan Mbak Tutut, keluarga yang lain akan menyusul pada lain hari. Sadranan ini dilakukan sebagai tradisi Jawa  menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. “Prosesi  nyadran ini biasa sebelum puasa. Ini hanya bersama keluarga saya saja,” ungkapnya.

Seusai nyadran, Tutut menyempatkan diri menyapa pengunjung yang sudah berdiri berjajar sepanjang jalan masuk cungkup Argosari. Kemudian rombongan segera meninggalkan Astana Giribangun dengan menggunakan sejumlah kendaraan.

Budi Nugraha (37) salah satu pengunjung dari Semarang yang datang bersama keluarga besar untuk berziarah ke makam Soeharto ini mengaku senang bisa bertemu langsung dengan keluarga Cendana. “Jarang-jarang bisa ketemu langsung seperti tadi,” katanya sumriwah.