Syawalan Sivitas Akademika UNY

Tanggal : 15-09-2010, Kategori : Seni & Hiburan, Daerah, Yogyakarta


LAPORAN : AFFAN SAFANI ADHAM

YOGYAKARTA - SURABAYAWEBS.COM

Wilayah sosiologis dari agama ada dua, yaitu the soft power of religion dan the hard power of religion. The soft power of religion seperti budaya Jawa, misalnya tarian bernuansa religius, pembacaan Al-Qur’an dengan terjemahan dalam bahasa Jawa dengan diselingi shalawat yang diiringi gending Jawa, lebih mudah dimengerti. Adanya kegiatan syawalan, mudik, mempunyai dampak  luar biasa dalam masyarakat untuk menyambung persaudaraan.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr H Amin Abdullah pada acara syawalan keluarga besar Universitas Negeri Yogyakarta, Selasa (14/9) di auditorium UNY, diikuti sivitas akademika.

Ketika menguraikan hikmah syawalan bertemakan peningkatan pengabdian dan kinerja, Amin Abdullah mengharapkan dengan syawalan ini memberikan daya dorong untuk kinerja. Ada dua mindset yang membangun etos spirit keagamaan yaitu pribadi dan institusi. “Yang pertama adalah pribadi. Dalam agama yang jarang ditekankan adalah mentalitas memberi seperti seperti infak, shodaqoh, mentalitas yang tidak egoistis dan sebuah mentalitas yang berlimpah. Dia bahagia kalau jika bisa memberi, jika tidak merasa bahagia saat memberi dan agamanya masih dipertanyakan,” kata Amin Abdullah.

Dikatakannya, dalam sebuah institusi itu ada sebuah komitmen. Komitmen itu penting sekali dalam tatanan organisasi. Komitmen itu ada dedikasi, sense of belonging, dan kebanggaan. ”Jika menginginkan pengabdian dan kinerja meningkat dikaitkan dengan jargon keagamaan ada lima, yaitu Syahadat diibaratkan sikap perilaku dan tindakan nyata untuk organisasi. Ikhsan, sungguh-sungguh, amanah, dan istiqomah. Setelah syawalan ini kita bulatkan komitmen untuk menyatukan pikiran, hati dan jiwa raga pada satu yang hendak dituju,” tandas Amin Abdullah lagi.

Sementara itu, Rektor UNY Prof Dr Rochmat Wahab, MPd, MA, dalam sambutannya mengatakan, suasana syawalan ini bisa dijadikan media untuk saling mengakrabkan rasa persaudaraan dan persahabatan. ”Semoga kita semakin kokoh dalam membangun civitas akademika sehingga dapat berkontribusi optimal baik secara personal, kolektif maupun institusional, yang pada akhirnya dapat memberikan kepuasan kepada semua stakeholders sebagai wujud pengabdian kita pada Allah SWT,” kata Rochmat Wahab.

Menurut Rochmat, esensi kehidupan bersifat dinamis, bukan statis. Kehidupan dinamis diindikasikan dengan adanya perubahan dan perbaikan. Dalam konteks perbaikan pada hakikatnya mengandung peningkatan. ”Karena itu, kita mengupayakan spirit syawalan menjadi bagian dari kehidupan kita baik dalam kehidupan personal, keluarga maupun kehidupan karir kita,” kata Rochmat Wahab sambil menambahkan keberadaan UNY semakin diapresiasi dan dirasakan penting bagi institusi atau orang lain.