PENILAIAN PUBLIK KE SBY-BOEDIONO MENURUN

Tanggal : 2-09-2010, Kategori : Berita Utama, Jakarta
LAPORAN : Murhan R
NASIONAL, Surabayawebs.com

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono
Atas penilaian tingkat kepuasan publik kepada pemerintahan KIB II 2009-2014, adalah ujian bagi setiap pemimpin ummat yang memenej suatu pemerintahan negara. Sebagaimana yang ditulis pada Harian Kompas Kamis 02/09 yang dirilis Surabayawebs.com. Sebenarnya apa yang menjadi tantangan bagi kedua pemimpin itu juga ada baiknya. Karena dengan adanya penilaian menurut survei itu adalah masukan. Apalagi sekarang ini teknologi informasi yang begitu cepat mengakses kepada publik bagai angin yang tidak bisa dilihat tapi hanya bisa dirasa.
Tak hanya survei Indo Barometer, survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dirilis di kantornya, Kamis (2/9/2010), menunjukkan terus menurunnya kepuasan rakyat terhadap kinerja pemerintahan SBY-Boediono dalam satu tahun masa pemerintahan mereka.

Penurunan tingkat kepuasan ini sedikit banyak dipengaruhi menurunnya tingkat persepsi rakyat terhadap kondisi keamanan dan ketertiban nasional, proses penegakan hukum dan kondisi ekonomi yang terus memburuk.

Direktur Eksekutif LSI Dodi Ambardi mengatakan meski dalam lima bulan terakhir kepuasan rakyat terhadap SBY sebagai Presiden naik 1 persen, namun sebelumnya terus menurun. “Oleh karena itu, tren kepuasan terhadap kinerja presiden itu terus-menerus turun,” ungkapnya di kantor LSI.

Menurut Dodi, kinerja presiden memang sempat tinggi sejak terpilih sebagai presiden. Namun terus menurun di November 2009 hingga ke awal 2010. Sementara itu, tingkat kepuasan rakyat terhadap wakil presiden Boediono leboh bersifat fluktuatif. Kepuasan terhadapnya naik di awal 2010, kemudian turun hingga naik kembali pada Agustus 2010.

“Namun, faktor pendidikan tampaknya sedikit berpengaruh terhadap tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja presiden. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin rendah tingkat kepuasan mereka terhadap kinerja presiden,” katanya kemudian.

Penurunan tingkat kepuasan ini, lanjut Dodi, sedikit banyak dipengaruhi menurunnya tingkat persepsi rakyat terhadap kondisi keamanan dan ketertiban nasional, proses penegakan hukum dan kondisi ekonomi yang terus memburuk.

“Mereka yang katakan kondisi ekonomi tahun ini dibanding tahun lalu buruk, dibandingkan Maret 2010 itu turun 10 persen. Apa penyebabnya? Kami temukan hubungan ketika inflasi naik, persepsi publik terhadap kondisi ekonomi menurun,” tambahnya.