FAISAL SYAM : PENEMUAN KENAZAH NOTO CIPTO NARTOMO ADALAH ANUGERAH BULAN SUCI RAMADHAN

Tanggal : 10-08-2010, Kategori : Berita Utama, Politik & Keamanan


Laporan : Haji Erry Budianto

Bandung-Surabayawebs.com

Penemuan jenazah pilot pesawat ringan Trike PKS 135 drs.Noto Cipto Nartomo (56 th)  yang hilang sejak 4 Juli 2010 lalu bersama co pilot Panji Gunawan (31 th) dikemukakan Direktur  HCGA Telkom Haji Faisal Syam, merupakan anugerah menjelang Bulan Suci Ramadhan.

“Bayangkan. Satu hari memasuki Bulan Ramadhan yang penuh barokah dan rachmat, jenazah almarhum Pak Noto bersama temannya, ditemukan,’ ungkapnya dalam sambutan pelepasan jenazah almarhum Noto Cipto Nartomo dari rumah duka di Jalan Sukaresmi 2 Kebaktian Kota Bandung menuju pemaksan Muslim Sirnaraga.

Penemuan jenazah almarhum yang merupakan karyawan Telkom yang memasuki masa MPP tersebut, menurut Faisal Syam, akan membuat tenang keluarga besar almarhum memasuki Bulan Suci Ramadhan.” Oleh sebab itu kami mengucapkan beribu banyak terima kasih atas perjuangan seluruh aparat TNI, sipil maupun perorangan yang telah bersusah payah melakukan pencarian jenazah almarhum sejak dinyatakan hilang pada 4 Juli 2010 lalu sesaat lepas landas dari Pangandaran Ciamis,” ujarnya kemudian.

Sebelum dibawa ke pemakasan Muslim Sirnaraga di Jalan Padjadjaran kota Bandung, almarhum Noto Cipto Nartomo dilaksanakan solat jenazah oleh ratusan pelayat yang berdatangan termasuk DanLanud Sulaeman, Dandim 0611 Garut Letkol Arm Rusnandar, Direktur HCGA Telkom Faisal Syam dan VP SDM Telkom Haji Alini.

Menurut isteri almarhum Ny.Hj.Anna R yang juga karyawan operator telekomunikasi terkemuka PT.Telkom Tbk, dirinya sudah iklas atas kepergian suaminya kepangkuan Allah SWT. Begitu juga anak-anak almarhum. “Kami bersyukur dan berterima kasih sekali kepada semua pihak yang telah bersusah payah selama 36 hari melakukan pencarian suami saya dan temannya yang hilang sejak 4 Juli 2010 lalu,” katanya nampak tegar.

“Almarhum suami saya Noto Cipto Nartomo adalah suami yang baik dan penuih perhatian kepada keluarganya. Banyak kenangan manis bersama almarhum saat hidupnya,” jelasnya masih diselimuti duka yang dalam.

Bahkan diutarakan Direktur HCGA Telkom Haji Faisal Syam, almarhum Noto Cipto Nartomo kelahiran 8 November1954 di Kudus Jawa Tengah itu telah memberikan sumbangsih yang tidak kecil bagi pembinaan karyawan Telkom. “Sejumlah konsep pembinaan SDM Telkom saat ini merupakan karya dan pemikiran almarhum,” papar dia.

Ratusan pelayat ikut mengantarkan almarhum menuju peristirahatannya yang terakhir di Pemakaman Muslim Sirnaraga Kota Bandung. Puluhan kendaraan pelayat sempat memacetkan Jalan Kebaktian Bandung yang memang tak seberapa lebar.

Jenazah Pilot pesawat ringan Trike PKS 135  drg. Noto Cipto Nartomo dan  copilot Panji Gunawan,  ditemukan dalam kondisi tewas dengan luka bakar dan dievakuasi dari Blok Karasak Gunung Sodong Abik Kampung Cileunca, Desa Sukajaya Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut Jawa Barat Senin 9/8.

Ke dua jenazah ditemukan pertama kalinya oleh petugas Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut, Basman (51 th) bersama putranya, jajajang Nurjaman (23 th), Ade Hilman (32 th) dan Iyus (41 th) di Blok Karasak.

Seperti diberikan sebelumnya pesawat Trike PKS 135 yang dipiloti drg.Noto Cipto Nartomo (56 th) dan co pilot Panji Gunawan (31 th), hilang kontak sejak Minggu 4 Juli 2010 siang hari. Pesawat ringan yang take off pukul 10.30 WIB dari Bandara Nusawiru Pangandaran Kabupaten Ciamis itu bersama pesawat Trike PKA  201 dengan pilot Ivan dan co pilot Anwar Yahya tersebut direncanakan tiba di Lanud Sulaeman Bandung pukul 14.00 WIB Minggu 4 Juli 2010.

Tim Sar bahkan sempat menghentikan pencarian kurun waktu 2 minggu pencarian korban di Pengunung Malabar Kabupaten Bandung dan Pegunungan Papandaya di Kabupaten garut.

Saat ditemukan, jenazah Noto Cipto Nartomo bagian kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya, dalam kondisi terbakar dan sudah menjadi rangka. Jenazah Panji Gunawan, selain sudah menjadi rangka juga hanya tersisa satu sepatu yang masih utuh.

Puing-puing pesat Trike PKS 135 yang dikemudikan ke dua korban, berada di sekitar ke dua jenazah. Seperti mesin pesawat, parasut, tiang almunium