Telkom Serius Garap Palapa Ring dan Sudah Habiskan Dana USD 50 Juta.

Tanggal : 5-08-2010, Kategori : Berita Utama, Politik & Keamanan, Ekonomi & Bisnis


Laporan : H.Erry Budianto

Nusa Dua-Surabayawebs.com

Operator telekomunikasi kelas dunia PT Telkom Tbk sangat serius menggarap Proyek Palapa Ring dan  sudah  menghabiskan  dana sekitar USD 50 juta untuk membangun infrastruktur Palapa Ring di Mataram dan Kupang. Anggaran yang dikeluarkan sudah setengah dari total investasi proyek Palapa Ring yang seratus persen dikerjakan oleh  Telkom di Indonesia Timur yang total akan menghabiskan  USD 90 juta.

Demikian diungkapkan Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno menjawab pertanyaan wartawan menyangkut dana yang sudah dihabiskan untuk proyek kabel laut serat optic yang amat strategis tersebut. “Sudah sekitar USD 50 juta, ,” katanya, di sela acara  Bali Telkom International Confrence (Batic) 2010 di Nusa Dua Bali, Rabu (4/8).

Dibanding dua pemenang tender Palapa Ring lainnya — Indosat dan Bakrie Telecom — Telkom memang menjadi operator yang memiliki dana pengembangan infrastruktur Palapa Ring paling besar.  Total anggaran senilai USD 150 juta, sebesar USD 90 juta disiapkan oleh operator telekomunikasi kelas dunia ini.

“Proyek ini diperkirakan selesai 400 hari sejak kick-offyang dilakukan oleh Presiden SBY awal Mei lalu. Diharapkan di akhir 2011, proyek SKKL ini bisa selesai dan bisa dinikmati masyarakat Mataram dan Kupang,” Harap Sudiro.

Menurut dia, sebelum pembangunan di jalur Mataram-Kupang selesai, Telkom pun bakal melakukan persiapan untuk merambah Papua  Melalui Halmahera-Maluku..

Sebagai informasi, SKKL sepanjang  1.041 kilometer kini telah dibangun Telkom melalui proyek Mataram Kupang Cable System. Proyek ini akan memiliki enam landing point di Mataram, Sumbawa Besar, Raba, Waingapu dan Kupang.

Operator terkemuka ini  akan membangun jaringan inland cable sepanjang 810 kilometer dengan jumlah 15 node di kota Mataram, Pringgabaya, Newmont, Taliwang, Sumbawa Besar, Ampang, Dompu, Raba, Labuhan Bajo, Ruteng, Bajawa, Ende, Maumere, Waingapu, dan Kupang.


Pertimbangan pembangunan SKKL ini karena keterbatasan kapasitas Satelit Telkom 1 dan Telkom 2. Terlebih mengalihkan transfer data manual ke digital, membutuhkan waktu yang tidak terlalu cepat. “Padahal kecepatan adalah kunci keberhasilan mengakseskan bisnis internet Speedy  ke depan,” tandas Direktur Keuangan Telkom ini.