Menjelang Muktamar Aisyiyah ke-46 di Yogyakarta

Tanggal : 28-06-2010, Kategori : Berita Utama, Politik & Keamanan

LAPORAN : AFFAN SAFANI ADHAM

YOGYAKARTA - SURABAYAWEBS.COM

Muktamar Aisyiyah ke-46 yang  bertajuk “Dinamika Gerakan Perempuan Indonesia untuk Pencerahan Bangsa” yang digelar 3-8 Juli 2010, akan dibicarakan upaya konkrit Aisyiyah untuk membangun karakter bangsa. “Di samping juga akan mengoptimalkan amal usahanya bagi upaya-upaya tersebut,” kata Ketua Umum PP Aisyiyah Prof Dr Hj Siti Chamamah Soeratno dalam “Media Gathering” di BPPTK Yogyakarta, Senin (28/6), yang didampingi Panitia Muktamar Dra Hj Siti Norjannah Djohantini, MM dan Sekretaris Dra Trias Setiawati, MSi.

Acara inti muktamar itu terdiri atas sidang pleno yang membahas berbagai permasalahan bangsa yang menjadi agenda program Aisyiyah periode 2010-2015. Beberapa prasaran materi antara lain “Penegakan Hukum dan HAM” (Menteri Hukum dan HAM RI H Patrialis Akbar), “Masalah Tenaga Kerja Wanita Indonesia di Luar Negeri” (Duta Besar RI di Syria), “Peran Strategis Gerakan Perempuan untuk Membangun Karakter Bangsa sebagai Pilar Peradaban melalui Pendidikan dan Praksis Sosial” (Prof Dr Fasli Jalal dan Prof Dr Azyumardi Azra)

Dalam muktamar Aisyiyah, ada empat sidang komisi, yaitu Komisi A: Umum (Laporan dan Organisasi), Komisi B: Program Organisasi, Komisi C: Pengembangan Organisasi dan Perubahan Anggaran Dasar, Komisi D: Peran Kebangsaan dan Rekomendasi. Selanjutnya, akan ditetapkan Anggota PP Aisyiyah periode 2010-2015.

Aisyiyah saat ini memiliki 212 Kelompok Bermain, 3763 TK, 239 Tempat Penitipan Anak, 165 Taman Pendidikan Al-Quran, 16 SD, 93 Madrasah Diniyah Awaliyah Putri, 4 SMP, 11 MTs, 4 SMA, 3 SMK, 3 MA, 8 SLB, 9 MI, 4 Pendidikan Guru TK, 1 Pendidikan Guru SD, 13 Perguruan Tinggi, 17 Rumah Sakit Umum, 58 Rumah Bersalin, 48 Balai Kesehatan Ibu dan Anak, 2 Rumah Sakit Ibu dan Anak, 39 Balai Pengobatan, 81 Posyandu Anak dan Lansia, 8 apotek dan toko obat.

Sementara itu, dalam upaya menangani bidang ekonomi, Aisyiyah telah memiliki 176 koperasi, 143 Bina Usaha Ekonomi Aisyiyah (BUEKA), 50 toko, kios kantin, 35 simpan pinjam, 18 home industry, 9 BMT, 5 kursus ketrampilan. Selanjutnya, dalam bidang kesejahteraan social, Aisyiyah memiliki 195 kelompok dana santunan sosial, 145 panti asuhan yatim piatu, 40 santunan anak asuh non-panti, 31 tim pengrukti jenasah, 2 rumah singgah anak jalanan dan amal usaha lain.

Sejauh ini, Aisyiyah dipercaya untuk menyelenggarakan berbagai program dari organisasi internasional seperti IOM, AUSAID, Global Fund for Children, AUSTCARE, UNICEF, John Hopkins University (JHU), UNDP, TAF, dll.

Untuk memadukan gerak Aisyiyah hingga ke akar rumput dalam memberikan solusi bagi problem bangsa saat ini, muktamar akan digelar dalam sejumlah kegiatan. Sidang Tanwir Aisyiyah III pada 30 Juni-1 Juli  2010 akan membahas agenda muktamar, laporan PP Aisyiyah, tanggapan Pimpinan Wilayah Aisyiyah dan angkatan muda Muhammadiyah (Putri) terhadap Laporan PP Aisyiyah, penjelasan dan penetapan sistem pemilihan, pemilihan calon tetap, perubahan Angaran Dasar, dinamika dan pengembangan organisasi, program Aisyiyah  periode 2010-2015.

Selanjutnya, tanwir akan dibagi dalam dua komisi, yaitu Komisi A dan Komisi B. Komisi A akan membahas Anggaran Dasar dan Pengembangan Organisasi, sedangkan Komisi B akan membahas tentang program Aisyiyah periode 2010-2015 dan peran kebangsaan jelang satu abad Aisyiyah. Pada hari terakhir akan disahkan materi muktamar dan calon tetap anggota Pimpinan Pusat Aisyiyah.

Seminar Internasional yang dihadiri peserta dari berbagai Negara pada 2 Juli 2010 di Hotel Saphir dengan tema Strenghthening Synergies Among Women’s Movement Against Poverty to Achieve the Millennium Development Goals in the Developing Countries” dibuka Menko Ekuin Ir H Hatta Rajasa dengan keynote speaker Prof Dr H Syafii Maarif dengan tema “End Poverty Now, Promote Islamic Value and Spirit in the Development”. Pemakalah dalam seminar antara lain Prof Dr Amin Abdullah (UIN Sunan Kalijaga), Dr Muhammad Yunus (Grameen Bank, Bangladesh), Minar Pimple (Direktur UNMC wilayah Asia), Rosalia Sciortino, Ph.D (Penasihat Kesehatan AusAID), dan sejumlah pemakalah lain.

Selanjutnya, digelar pengajian akbar dengan penceramah Prof Dr HM Amien Rais dengan tema “Nir-kekerasan terhadap Perempuan dan Anak: Kunci Peradaban Bangsa”. Dalam kegiatan yang akan diikuti sekitar 4000 orang itu, juga akan dilakukan penyerahan bibit pohon oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.