PEMBENTUKAN ANAK PERUSAHAAN KHUSUS MENANGANI FLEXI UNTUK MENGETAHUI KINERJA SEBENARNYA ?

Tanggal : 22-05-2010, Kategori : Berita Utama, Sorot



Laporan : H.Erry Budianto

Ban dung-Surabayawebs.com

Akhirnya terkuak juga wacana pembentukan anak perusahaan yang khusus menangani produk CDMA (Code Division Multiple Access) Flexi Telkom. Wacana ini mulai disosialisasikan ke seluruh karyawan Telkom agar segera diketahui sejauhmana keberhasilan pemasaran produk Flexi yang sudah merambah 320 kota di Indonesia tersebut melalui sekitar 5500 BTS yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Kelemahan telepon yang mengandalkan teknologi CDMA ini adalah design yang tidak bisa roaming. Karena untuk roaming harus menggunakan Flexi Combo. Selain itu keterbatasan Spectrum sehingga cakupan menjadi terbatas. Jadi, bagi Telkom bukan karena Flexi menggunakan teknologi yang berasal dari China sebagai  kendalanya.

“Regulasi dari regulator juga kurang bersahabat. Harusnya regulasi disempurnakan agar perangkat Hp yang menggunakan Flexi  bisa roaming tanpa batas seperti produk GSM,” ujar pejabat Telkom yang gak mau disebutkan namanya.

Konon regulasi membuat produk Indosat Starone menguasai sekitar 40% sperctrum CDMA. Sisanya diperebutkan Flexi, Fren dan Esia. Tapi dari produk CDMA ini hanya Flexi dan Esia yang berhasil menjaring pelanggan cukup besar. Yaitu Flexi dengan 15,6 juta pelanggan dan Esia dengan 11 juta pelanggan.

Menurut Budi Haryono dari Esia Bakrie Telecom, Esia kini jauh lebih bagus sinyalnya di Jabodetabek dan Bandung ketimbang Flexi. “Jumlah pelanggan dan sinyal kuat Esia membuat pelanggannya betul-betul tak pernah complain,” ujar Budi kemudian.

Tapi klaim ini dibantah Telkom. Hal itu tidak benar, ujar Dirkug Telkom Sudiro Asno. Produk Flexi bisa mengimbangi Esia di Jabodetabek. “Flexi malah menang di Bandung dan Jawa Barat,” tandasnya.

Keterbatasan sinyal dan daya jangkauan, ditegaskan VP.PMC Telkom Eddy Kurnia, tidak berlaku bagi Flexi prabayar maupun pascabayar. Dengan 5.500 BTS yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, tegasnya, sinyal dan jangkauan Flexi akan memberikan kepuasan kepada pelanggan yang tahun ini ditargetkan bisa mencapai 18 juta pelanggan.

Untuk lebih memberikan kepuasan kepada pelanggan, ungkap mantan Dirut PT.AWI ini Telkom kini mengelar program promosi Flexi Iirit Bicara. Hanya dengan Rp.5.000,- memungkinkan pelanggan Flexi  mendapatkan to up pulsa sebesar Rp.500.000,- “Untuk melakukan pembicaraan sesame Flexi di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Paket Pulsa Rp.500.000 Cuma bayar Rp.5.000 dari program Flexi Irit Bicara Mingguan tersebut betul-betul memanjakan pelanggan  dan calon pelanggan Flexi. Pulsa sebanyak ini dapat digunakan untuk melakukan panggilan local dan SLJJ 01017 ke sesama Flexi 7 kali 24 jam. “Program terbaru ini bisa dibilang tiada hari tanpa ber Flexi ria,” tegas Eddy.

Sementara itu diakui VP Area II Jabodetabek-Jabar Telkomsel, Venusiana Papasi, perang tariff yang terjadi saat ini membuat kualitas layanan hampir semua operator mengalami penurunan. Tarif murah ini katanya, akan berimbas pada lonjakan traffic yang pada ujungnya menurunkan performa layanan. “Tapi sejauh ini kapasitas Telkomsel masih sangat memadai untuk melayani semua pelanggannya,” katanya.

Telkomsel memang bukan yang pertama menggulirkan perang tariff. Tapi, ungkap dia, pihakn ya terpaksa ikut didalamnya karena kebutuhan pelanggan. Jika tidak, ujarnya, pelanggan akan pindah ke produk operator lainnya.

“Akibatnya, mungkin karena traffic tinggi, SMS pending. Namun mungkin saja SMS sudah sampai, tapi reportnya belum sampai kepada pengirim,” ungkapnya disela-sela peluncuran Unlimited Data Roaming *226# di Bandung, Kamis 20/5 lalu.