TERORIS INGIN JADIKAN ACEH BASIS BERDIRINYA NEGARA ISLAM INDONESIA

Tanggal : 19-03-2010, Kategori : Berita Utama

LAPORAN : ANT/S.HAJAR

JAKARTA - SURABAYAWEBS.COM
Kelompok teroris berencana menjadikan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sebagai basis berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) dan Daulah Islam Asia Tenggara.

Hal tersebut berdasarkan penyelidikan yang dilakukan penyidik Mabes Polri serta hasil pe-meriksaan para tersangka teroris yang tertangkap di Aceh. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Edward Aritonang memastikan, kamp pelatihan militer terhadap para teroris di pegunungan Jalin, Jantho, Aceh Besar,NAD sebagai basis pejuang kelompok teroris.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para tersangka, termasuk ustad Ubaid, yang merupakan pelatih di kamp tersebut,diketahui jika Aceh akan dijadikan basis pergerakan teroris. Dalam pelatihan tersebut, seluruh anggota yang terlibat memiliki tugas melakukan pembinaan terhadap masyarakat seperti yang terjadi di tempat kediaman Marzuki, salah seorang anggota teroris yang tewas ditembak dalam penggerebekan.

Pembinaan tersebut bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang mendukung program tersebut.Selain itu,beberapa anggota lainnya ditugaskan melakukan survei tempat-tempat lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan LSM milik asing untuk dijadikan sasaran teror, seperti kantor PBB dan UN di Banda Aceh serta pos-pos polisi dan tentara.

Hingga kini pasukan gabungan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri dan Brimob Polda NAD masih melakukan perburuan dan pengejaran terhadap sisa-sisa jaringan teroris Aceh yang jumlahnya mencapai 31 orang. Mereka di antaranya adalah Abdullah Sonata, residivis yang menyembunyikan Noordin M Top dan Dr Azhari, kemudian Saptono alias Pak Tuo, Maulana Mukhlis, Abu Yusuf Mustaqim,Rahmat alias Bayu Seno, Usman alias Gito, dan Babe alias Abu Hamzah alias Reza.

Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat 71 anggota jaringan teroris poros Aceh-Pamulang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 teroris berhasil ditangkap, tujuh di antaranya tewas ditembak. Sedangkan barang bukti yang berhasil di sita yakni 22 pucuk senjata api, rinciannya 14 senpi laras panjang jenis M16,AK 47,AK 56,dan AK 58. Kemudian ada delapan unit senpi laras pendek, jenis glock, pistol FN,pistol revolver S&W,Colt, dan sebagainya.

Selain senpi,turut disita 12.717 butir peluru berbagai jenis senjata, granat asap, dua laptop, telepon genggam, empat ransel,dan 11 magasin. Edward juga mengatakan, dua anggota teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) di NAD kemarin menyerahkan diri ke polisi.Keduanya diketahui bernama Muktar dan Munir alias Abu Rimba alias Abu Eteun. Informasi yang diperoleh, tersangka Muktar menyerahkan diri pada Rabu (17/3) ke Mapolres Lhokseumawe,NAD.

Dari tangan tersangka polisi menyita sejumlah barang bukti berupa senjata api laras panjang jenis M16, tiga pucuk revolver, dan 939 butir amunisi.Menurut Edward,pihaknya masih menyelidiki dari mana asal senjata api tersebut. Muktar kemudian dibawa ke Mapolda Aceh untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sedangkan tersangka teroris lainnya yang menyerahkan diri adalah Munir alias Abu Rimba alias Abu Uteun,tokoh yang masuk daftar pencarian ini menyerah diri pada pukul 22.00 WIB di rumahnya di Lamtamo, Lembah Seulawah, Aceh Besar.Abu Rimba dicari-cari polisi terkait dugaan keterlibatannya dalam kelompok bersenjata jaringan terorisme di Aceh.***