DIRJEN PELAYANAN DAN REHABILITASI SOSIAL DESAK PENANGGULAN BERSAMA DAMPAK NEGATIF FACE BOOK

Tanggal : 19-02-2010, Kategori : Berita Utama, Politik & Keamanan, Daerah, Jakarta



LAPORAN : SALIM

JAKARTA – SURABAYAWEBS.COM

Kondisi yang sangat memprihatinkan yang diakibat ekses negative dari jejaring social facebook di internet mendorong semua pihak harus turun tangan. Untuk itu, Direktorat Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Makmur Sunusi mendesak semua stake holders secara bersama-sama mencari solusi dari dampak negative facebook yang telah banyak memakan korban terutama para remaja putri.

Makmur mengharapkan semua dapat ikut serta dalam mengatasi persoalan dampak negative yang ditimbulkan facebook yang sangat banyak digemari para remaja. “Ini sebenarnya domain dari Kementerian Kominfo dalam mengatur pola pelaksanaan layanan di internet,” kata Makmur yang didampingi Humas Kementerian Sosial, Tati .

Ia mengatakan sangat prihatin dengan munculnya sejumlah penculikan remaja putri yang terjadi akhir-akhir ini sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat. Menurut ia, melihat kondisi yang sangat memprihatinkan ini maka diperlukan aksi kampanye tentang dampak negative face book kepada masyarakat luas.

“Bagi pihak kami, mungkin lebih banyak akan memberikan kampanye tentang dampak negative facebook di media massa sehingga masyarat lebih mewaspadai setiap anak remaja putri yang terpengaruh oleh teman chattingnya di face book,” katanya lagi. Namun ia juga tidak pungkiri bahwa ada dampak positif yang ditimbulkan facebook karena dapat meningkatkan hubungan social dari komunitas masyarakat yang ingin menjalin kembali tali silaturahim bersama sahabat atau teman sekolah yang sudah lama sekali tidak bertemu.

Hanya menurut ia, karena tingkat pengawasan yang tidak memadai dari orang tua, maka remaja putri seringkali menjadi korban penipuan. Bentuk penipuan yang dialami remaja putri lebih kepada ajakan kencan yang dapat merusak masa depan remaja putrid, untuk itu perlu menegakkan aturan yang tegas agar anak remaja putri tidak terjerumus dan diperdayai karena dapat berujung pada prostitusi yang meresahkan masyarakat.***