PEMERINTAHAN YANG SIA-SIA

Tanggal : 5-02-2010, Kategori : Berita Utama, Sorot Tokoh, Sorot

LAPORAN : MURHAN RAMLY

JAKARTA - SURABAYAWEBS.COM
Pemerintahan dibawah kendali menejemen SBY sebagai ‘ the first man’  di negeri kita ini sungguh sayang akan berakhir tak bernilai. Betapa disayangkan ketika pemimpin sebelumnya yang dimenejeri oleh KH.Abd.Rahman Wahid yang serba lemah pada pisik tapi masih terkesan tidak separah dengan SBY. Gusdur di impeach karena badai Bulogate dan harus hengkang dan meninggalkan Istana keperesidenan.

Pada saat itu, ia hanya memakai celana pendek  sebatas lutut berdiri didepan lobbi Istana yang diserbu demonstran. Ujungnya Almarhum terganti oleh wakilnya.

Mengapa-mengapa publik menilia pemerintahan yang sia-sia  karena ada alasan - alasan yang sudah dipahami  oleh masyarakat bahwa  sejak hari pertama hingga hari ke 100 siih berganti persoalan yang terungkap atas kasus penyalah gunaan  uang rakyat.

Maka dari penyakit itu membuat masyarakat melakukan berbagai kesimpulan-kesimpulan bahwa SBY menjadi pemimpin yang sia-sia hanya karena ulah Bank Asing yang melakukan berbagai cara sehingga mendapat dana triliunan rupaih.

Alasannya pun jelas bahwa  5 tahun pertama sejak menjadi  ‘ the first man ‘ saat  di dampingi JK, pun telah dinilai oleh berbagai kalangan bahwa nilainya pas-pasan. Hanya cukup untuk bekal memasuki penyaringan seleksi pemilu di tahun 2009.

Alhasil  sekali putaran langsung tampil diatas 50 plus 1 persen. Dan dinyatakan pemenang.Sekaligus mandat dari masyarakat diserahkan kepada paket SBY-Boedi.

Memasuki pada pemerintahan the second round dengan nama KIB II , meskipun ini berjalan tapi tidak memiliki nilai perhatian oleh publik lagi  karena hal-hal yang bisa membuat SBY-Boedi diserang nampak sekali saat diklarifikasi oleh tim pansus di Senayan.

Bahkan penduduk dunia ikut menyaksikan adu debat tim legislatif dan eksekutif terkait badai Century itu  yang membuat bahtera indonesia ini, seakan tenggelam oleh serangan-serangan dari tim pansus. Tujuannya adalah ingin mengetahui siapa real pelakunya.Mesipun sampai saat ini masih dalam pencarian akan adanya pembenaran atau kebenaran yang dinanti oleh publik.

Pada saat ini apa dilihat dari masalahnya beredar kabar bahwa alasan pemerintah memberi bantuan kepada Century itu sudah prosedur. Sementara anggota DPR di Senayan mencari-cari kenapa harus terjadi  ‘ baillout ‘  padahal Century itu  dinyatakan tidak sehat. Tapi alih-alih timbul juga pertanyaan mengapa anggota DPR-RI itu bisa kecolongan sementara gaweannya sebagai pengontrol antas fungsi-fungsi Budgetting sebagai orang yang dipercaya oleh publik dalam hal ini yang mewakili masing-masing parpolnya ?.

Akibat persoalan itu maka yang terkena beban persoalannya adalah  jelas, yang rugi adalah SBY sebagai seorang pemimpin yang saat ini bernilai sopan-santun dan tidak emosi manakala ia di ejek oleh lawan-lawan politiknya termasuk para demonstran dengan berbagai cara menggiring kerbau dll sebagainya. Tapi SBY tetap hanya mengingatkan dengan cara-cara sesuai dengan  adat ke Indonesiaan.(Sebagai  Bangsa Timuran).

oleh karena itu, meskipun SBY berlanjut mengurusi  pemerintahan KIB II itu  akan tetap dinilia tidak lulus oleh kompetitornya.

Hal demikian mengapa karena apabila kita melihat bahwa pemerintahan kita itu untuk seorang Presiden hanya diberi kesempatan dua kali periode saja. Dengan perbandingan antara persoalan bangsa yang harus diminimkan dengan waktu selama 10 tahun, hitungan-hitungannya berat dengan melihat tuntutan publik. Nah… sekarang sisa 5 tahun lagi kedepan , dengan persoalan yang masih bertumpuk muncul kasus korup yang menjadi penghalang KIB II dua untuk berkarya.

Dengan mempelajari kasus yang menimpa pemerintahan KIB II itu , SBY yang mempunyai karakter yang begitu yakin akan kemampuannya  untuk memimpin sepantasnya melakukan renungan , apakah ia akan dikenang oleh bangsa kita ini sebagai apa ?, dengan berbagagai kasus yang memudarkan harapannya sebagai pemimpin yang ter…… dianatara pemimpin sebelum beliau menjadi ‘ the first man ‘ di negeri kita ini.

Kalaupun ada upaya melaui  tim bendera  KIB II akan membenahi Century Gate itu, ujung-ujungnya dianggap gagal oleh publik. Kenapa demimikian karena  akhir periode ke dua pemerirntahan SBY-Boedi akan otomatis diganti oleh pemimpin baru. Ini yang menjadi pertanyaan seorang SBY dengan tampilan yang serba perfect tapi hancur karena partnernya Boedi-Sri di curigai terlibat pengucuran  “Baillout”.

Jadi karena wakil dan menkeu yang di serang maka, SBY yang menjadi sasaran akhir akan menjelaskan permasalahan ini. Terkait tuntutan oleh masyarakat.

Andaipun terjadi penggantian pemimpin nasional atau berakhir hingga masa lima tahun kedepan sepertinya SBY akan mendapat nilai, bisa jadi masyarakat hanya mengenangnya sebagi seorang pemimpin yang serba menampakkan kemampuan untuk tidak emosi dan bertutur kata yang yang teratur atau sebagai pengarang lagu dan penyanyi berlabel Presiden.

Memang berat untuk sekarang ini hanya dua periode , jika seorang pemimpin nasional berikutnya tidak memiliki visi-misi yang jelas sebaiknya berpikir untuk maju.

” Karena apabila tidak mampu memenej pada pemerintahan yang akan dilaksanakan berarti akan menghasilkan pemimpin yang lebih parah dari SBY. Begitupun sekarang ini, apabila SBY nantinya berakhir masa kepemimpinannya apakah ditengah jalan atau selesai hingga lima tahun kedepan maka bisa jadi peniliannya sebagai  pemimpin yang terparah dari pemimpin sebelummnya “.Harapan dan doa masyarakat menginginkan pemimpin jangan jadi korban karena terpeleset oleh orang-orang yang memang ingin menghancurkan bangsa kita ini “. Ya… tersrahlah bagaimana SBY melantunkan lagu yang baru dibuatnya sebagai penawar  beban yang menghimpitnya.



Berita Utama Terbaru