Pencarian
Politik & Keamanan
- TELKOM SALURKAN BANTUAN UNTUK MERENOVASI MASJID (29-08-2010)
- MENKOMINFO: SITUS PORNO BUKAN HANYA DIBLOKIR PADA BULAN RAMADHAN (16-08-2010)
- FAISAL SYAM : PENEMUAN KENAZAH NOTO CIPTO NARTOMO ADALAH ANUGERAH BULAN SUCI RAMADHAN (10-08-2010)
Ekonomi & Bisnis
- TELKOM Mulai Opersikan Home Digital Service (3-09-2010)
- TELKOM Mulai Opersikan Home Digital Service (3-09-2010)
- KEMENSOS MINTA DUNIA USAHA PEKERJAKAN PENYANDANG CACAT (2-09-2010)
Olahraga & Kesehatan
- MASYARAKAT DATANG KE DOKTER GIGI SETELAH SAKIT (14-07-2010)
- MENSOS: UANG SITAAN KASUS NARKOBA UNTUK REHABILITASI KORBAN (12-07-2010)
- PRUDENTIAL SYARIAH, METODE MERAWAT KEBAHAGIAAN DUNIA DAN AKHIRAT (7-07-2010)
Berita Daerah
- BEASISWA “BIDIK MISI” UNY, Kategori:Daerah, Yogyakarta (3-09-2010)
- MEDIA MASSA PILAR KELIMA PENDIDIKAN, Kategori:Berita Utama, Daerah, Yogyakarta (2-09-2010)
- REKTOR UNY LANTIK PEJABAT BARU, Kategori:Daerah, Yogyakarta (2-09-2010)
TIGA SERDADU AMERIKA TEWAS DI PAKISTAN AKIBAT LEDAKAN BOM
LAPORAN : BBC
JAKARTA - SURABAYAWEBS.COM
Tiga serdadu Amerika menjadi korban jiwa militer pertama negara itu yang diketahui tewas di Pakistan setelah mereka tewas dalam ledakan bom di dekat sebuah sekolah di sana.
Tiga murid perempuan ikut menjadi korban jiwa, sedangkan 70 orang, termasuk 63 murid lain dan dua serdadu Amerika, terluka dalam ledakan di Dir Bawah, di Provinsi North West Frontier, Pakistan barat daya.
Kedutaan besar Amerika mengatakan personel militer itu berada di Pakistan untuk melatih Korps Perbatasan Pakistan dalam operasi antipemberontakan.
Pemerintah Pakistan dan Amerika membantah ada banyak tentara Amerika ditugaskan di Pakistan.
Kedutaan besar AS di Islamabad mengukuhkan dalam pernyataan tiga personel militer Amerika tewas dan dua terluka dalam insiden yang disebutnya “serangan bom teroris yang keji”.
Militer dan pemerintah Pakistan sangat peka mengenai kehadiran pasukan Amerika dalam jumlah besar di wilayah mereka dan keduanya tampaknya mengeluarkan pernyataan berlainan sesuai dengan audiens yang mereka hadapi.
Resminya, pemerintah Pakistan menyatakan sangat khawatir soal peningkatan jumlah diplomatik dan staff bantuan Amerika yang tampak muncul di wilayahnya sejak Presiden AS Barack Obama menyatakan negara tersebut berada di puncak prioitas politik luar negeri Washington.
Mengandalkan Amerika
SASARAN: WARGA ASING
- Oktober 2009: Bom bunuh diri di kantor PBB di Islamabad, lima 5 korban jiwa, termasuk satu warga asing
- Juni 2009: Beberapa warga asing termasuk 18 korban jiwa ketika tersangka Taliban menyerang Hotel Pearl Continental
- March 2009: Bis tim kriket Sri Lanka diserang, lima polisi terbunuh, dan tujuh pemain cedera
- September 2008: Bom truk menewaskan setidaknya 54 orang, termasuk warga asing di Marriott Hotel, Islamabad
- March 2008: Seorang wanita Turki tewas dan sejumlah warga asing terluka ketika sebuah restoran Italia diserang di Islamabad
Dalam lima bulan terakhir, aparat pemerintah Pakistan menahan beberapa pejabat Amerika - di Lahore dan Peshawar - yang dicurigai tidak bisa menunjukkan dokumen yang diperlukan.
Namun, pemerintah Pakistan diyakini diam-diam mengadalkan tenaga dan keahlian Amerika untuk memerangi Taliban.
Pernyataan kedubes AS juga menyebutkan tentara Amerika tersebut seidanya hendak menghadiri peresmian sekolah wanita yang barup-baru ini direnovasi dengan bantuan kemanusiaan Amerika.
Azam Tariq, jurubicara Taliban Pakistan, Tehreek-e-Taliban, mengaku bertanggung jawab atas serangan dalam pernyataan kepada kantor berita AFP.
Jurubicara militer Pakistan Mayor Jenderal Athar Abbas mengatakan kepada BBC bahwa personel Amerika itu diperbantukan kepada Korps Perbatasan sebagai pelatih militer.
Korps Perbatasan Pakistan adalah pasukan paramiliter yang bertanggungjawab atas operasi untuk melawan militan Taliban di kawasan barat daya yang bergejolak tak jauh dari perbatasan dengan Afghanistan.
Mereka diduga tengah mengikuti konvoi militer untuk menghadiri pembukaan sekolah untuk perempuan yang baru rampung dibangun di Maidan, Distrik Bawah di Provinsi North West Frontier ketika ledakan terjadi. Tempat tersebut merupakan basis ulama pro-Taliban Maulana Sufi Mohammad, dan kubu pertahanan militan Taliban.
Ledakan terjadi di dekat sebuah sekolah lain di Koto, desa yang berpenduduk padat di rute yang mereka lewati.
Menurut polisi bom, bom diledakkan dengan alat kendali jarak jauh.
Daya ledak bom meratakan sebagian besar sekolah lanjutan wanita Koto, dan menyebabkan banyak murid menangis minta tolong dari timbunan puing-puing.
Sangat mempermalukan
Insiden ledakan di Dir Bawah diliput stasiun televisi Pakistan
Sedikitnya tiga korban adalah anak sekolah, kata polisi.
Polisi mengatakan, seorang satpam dan tiga wartawan setempat juga tewas dalam ledakan.
Kabar bahwa tiga serdadu Amerika tewas pasti akan sangat mempermalukan pemerintah Pakistan, yang sangat sadar bahwa hubungan erat dengan Washington tidak dikehendaki publik dalam negeri, kata wartawan BBC Ilyas Khan di Islamabad.
Para pengecam menuduh President Pakistan Asif Ali Zardari menutup mata terhadap serangan pesawat tak berawak Amerika terhadap wilayah barat daya, yang telah menelan lebih dari 600 korban jiwa dalam satu tahun terakhir, kata wartawan kami.
Amerika Serikat di masa lalu berdalih bahwa pasukannya di Pakistan untuk mengamankan warga Amerika, tambahnya.
Pasukan Pakistan melancarkan serangan besar-besaran di kawasan yang sama tahun lalu untuk menggusur militan Taliban dari sana serta dua distrik di dekatnya, Swat dan Buner.
Meski demikian, Taliban masih bercokol di bagian-bagian terpencil kawasan tersebut dan serangan terbaru memperlihatkan orang-orang militan masih memiliki kekuatan di sana, kata wartawan BBC.
Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani mengutuk serangan tersebut dan memerintahkan penyelidikan, seperti dilaporkan kantor berita AFP.
Taliban sering menjadikan sekolah wanita sebagai sasaran serangan mereka beberapa tahun ini, termasuk membakar beberapa sekolah.
Banyak sekolah perempuan di kawasan yang dihancurkan oleh orang-orang militan itu kini sudah dibangun kembali.
Berita Utama Terbaru
- TELKOM Mulai Opersikan Home Digital Service (3-09-2010)
- TELKOM Mulai Opersikan Home Digital Service (3-09-2010)
- PENILAIAN PUBLIK KE SBY-BOEDIONO MENURUN (2-09-2010)
- SBY INSTRUKSIKAN STABILKAN HARGA SEMBAKO (2-09-2010)
- UMAT ISLAM INDONESIA DI COLORADO KUMPULKAN DANA UNTUK PEMBANGUNAN MASJID (2-09-2010)
- IDTUG: ADA LAYANAN SELULER DI SURABYA DAN SEMARANG YANG RENDAH (2-09-2010)
- MEDIA MASSA PILAR KELIMA PENDIDIKAN (2-09-2010)
- Mudik Bebas Repot menyongsong Idul Fitri 2010 (2-09-2010)
- Gunung Sinabung Meletus: TELKOM Dirikan Posko Siaga Bencana Di Brastagi Dan Kabanjahe (2-09-2010)
- BOM PINGGIR JALAN TEWASKAN 5 SERDADU AS DI AFGANISTAN (1-09-2010)
