RIBUAN MASSA PENUHI LAPANGAN GASIBU BANDUNG MENILAI GAGAL 100 HARI SBY-BOEDIONO

Tanggal : 28-01-2010, Kategori : Berita Utama


Laporan : H.Erry Budianto

Bandung-Surabayawebs.com

Ribuan massa pengunjuk rasa dari elemen organisasi buruh, pekerja, mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan, mulai pukul 10.00 WIB mendatangi areal Gedung Sate (Kantor Pemda Jabar) dan Gedung DPRD Jabar. Massa menuntut SBY-Boediono mengundurkan diri karena dinilai telah gagal dalam pemerintahannya selama ini.

Selain itu massa pengunjuk rasa juga menuntut segera dituntaskannya kasus Bank Century dan kasus korupsi lainnya yang merugikan Negara. Massa juga meminta Kasus Kaveling Gate DPRD Jabar 2004-2009 diusut kembali. Hal ini disebabkan tidak semua anggota DPRD sebelumnya mengembalikan uang masing-masing sebesar Rp.250 juta. “Wakil rakyat itu malah kini menjadi anggota dewan lagi seperti Tetty Kadi dari Golkar,” ujar Solihin (41)  dari organisasi buruh Jabar.

Yel-yel bersahutan diiringi ratusan spanduk yang menuntut pembubaran cabinet dan mengundurkan diri SBY-Boediono serta pemecatan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Mereka juga menolak perjanjian dagang China-Asean. “Tolak perjanjian Indonesia-China,” teriak salah seorang peserta un juk rasa yang disambut teriakan bergelombang : Batalkan Perjanjian dagang Indonesia-China !!!

Namun unjuk rasa yang mendapat kawalan ratusan aparat keamanan itu berlangsung tertib. Cuma saat pengunjuk rasa yang menggunakan motor mencoba memasuki  jalan Diponegoro di depan Gedung Sate, agak sedikit terjadi adu mulut dengan petugas karena barisan motor tersebut dihalau ke kanan lapangan Gasibu menuju jembatan layang Surapati.

Petugas berjaga-jaga di sekitar Gedung Sate-Lapangan Hasibu. Diantaranya ada yang menempati depan kantor Kejati Jabar. Bahkan sebuah mobil polisi di parkr di dalam areal parkir Kantor Pusat Telkom di Jl.Japati Bandung.

Menumpuknya massa pengunjuk rasa di pusat kota di Depan Gedung Sate-Lapangan Gasibu, membuat jalan-jalan protocol lainnya sepi dari arus lalu lintas kendaraan. “Asyik euy, jalan-jalan sepi,” ujar Asep (24 th) seorang pengendaraan sepeda motor saat berada di Jalan Riau Bandung yang bisa ramai dengan kendaraan.

Melihat kondisi kota Bandung hari ini meskipun aktivitas kantor pemerintahan maupun swasta tetap seperti biasa, tapi kentara sekali warga enggan ke luar rumah. Mereka memilih tetap tinggal di rumah. Kecuali ada urusan penting. “Buat apa ke luar rumah. Jalan-jalan pasti dipenuhi pengunjuk rasa,” ungkap Elis (23 th) mengomentari keengganannya keluar rumah di Gatsu Bandung.