PEMERINTAH SIAPKAN BEA SISWA PERDALAM ILMU EKONOMI SYARIAH

Tanggal : 22-01-2010, Kategori : Ekonomi & Bisnis

LAPORAN : MURHAN RAMLI

JAKARTA - SURABAYAWEBS.COM

Pemerintah berupaya mebantu Sumber Faya Manusia yang mampu turut serta membangun bangsa, dalam hal ini memberikan bea siswa guna memperdalam ilmu eknomi syariah. Wamen Mendiknas Fasli Djalal, melaporkan tentang  hasrat pemerintah yang kuat untuk membangun SDM dalam rangka  memperdalam “Ilmu Ekonomi Syariah”.

Pada sambutan pidatonya pada acara yang diselenggarakan oleh BUKOPIN PUSAT. MT HARYONO, rabu  20 / 01  yang dibuka langsung oleh Dirut. Glen Rinaldi. Dengan inti tema membangun SDM Handal yang menguasai Ekonomi Syariah.Fasli mengajak untuk memperdalam ilmu itu dengan biaya pemerintah. Biaya itu murni dari hasil negara., ujarnya.

Kemana anda ingin melanjutkan pendidikan itu, pemerintah dalam hal ini Departemen Penididkan dan Kesehatan siap untuk mengarahkannnya. Saat ini quotanya diantara 400 - 800 SDM siap untuk dianggarkan untuk  pendidikan itu,jelasnya.

Atas perogram itu kalangan ( MES ) Masyarakat Ekonomi Syariah melalui ketuanya Mulyaman, siap menambah jumlah ahli ekonomi syariah yang selama ini masih kurang, harapnya.

Acara ini didukung SDM handal dari beberapa universitas yang ada di provinsi. Diantaranya adalah Guru Besar Unhas. Makassar,Sul-Sel. Prof. Dr.H. Halide, Guru Besar UII Jogjakarta Muhammad, Guru Besar Univ, Airlangga Prof. DR. H. Suroso Imam Zadjuli SE, Dirut.Bank Syariah Bukopin, Riyanto. Guru Besar UIN Jakarta Amin Suma, Guru besar IAIN Medan, Sumut . Amiur Nuruddin.

Focus dan selintas argumen dan pendapat tentang ekonomi syariah itu yang sempat dicatat surabayawebs.com  adalah bagaimana menguasai aplikasinya, teorinya,kompetensinya, dan jujur disertai jiwa berani. Usaha adalah aktifitas yang berperoses , endingnya adalah Istiqomah dan penyerahan upaya kepada “Sang Khaliq”. Yang melaksanakan urusan itu adalah manusia / SDM sebagai Hamba juga sebagai Khalifah. Dimuka bumi ini. Mereview perjalanan Nabi kita Muhammad S.A.W. dalam membangun dakwanya beliau membutuhkan waktu selama 40 tahun menata urusan ekonomi itu. Karena itu urusan ekonomi itu adalah soal wajib.

Urusan ekonomi itu,  kata Amiur Nuruddin  Guru Besar IAIN Medan - Sumut , ” tinggalkan ekonomi yang tidak bertuhan”,tegasnya.***