GUBERNUR MELARANG PENGIRIMAN GULA KE LUAR JATIM

Tanggal : 18-01-2010, Kategori : Berita Utama, Daerah

LAPORAN : DHEO FALDI RISWANDA

SURABAYA - SURABAYAWEBS.COM

Gubernur Jawa Timur Soekarwo melarang pengiriman gula ke luar Jawa Timur.Ini dilakukan untuk menjaga stok serta mempertahankan harga agar tidak kembali naik. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan kordinasi dengan berbagai pihak terkait termasuk PT Perkebunan Nusantara (PTPN) untuk tidak mengirim gula keluar Jawa Timur.Bahkan gubernur yang akrab dipanggil Pakde ini meminta Kapolda Jatim untuk melakukan pengawasan. ”Saya sudah meminta pada Kapolda untuk mencegah pengiriman gula ke luar Jatim. Saya juga sudah mengkomunikasikan hal ini dengan PTPN,” kata Soekarwo, Gubernur Jawa Timur di Surabaya.

Soekarwo menjelaskan, stok gula di Jatim sekitar 1,3 juta ton sebenarnya masih bisa ditingkatkan lagi. ”Kalau dilakukan sistem penanaman yang baik dan mengatur tata niaganya, saya yakin produksi gula kita bisa bertambah sekitar 500.000 ton. Kita akan upayakan melakukan pendekatan terutama kepada distributor untuk menekan harga distribusi,: ujarnya.

Menurutnya, Upaya jangka pendeknya melakukan pendekatan untuk menekan ongkos distribusi dan ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Selain itu antara pemerintah dan pengusaha atau distributor dapat duduk bersama untuk menyepakati selling price. ”Antara pemerintah, produsen, distributor, dan konsumen harus bertemu untuk membuat berapa selling price yang patut,” katanya.

Dia menilai Operasi Pasar (OP) maupun pasar murah tidak efektif dalam menstabilkan harga gula. ”Kuncinya kita memang harus punya stok yang besar kalau mau OP,kalau tidak ada stok sama saja,” tandasnya. Sementara itu, Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Jatim Agusdin Fariedh mengaku siap jika Bulog diminta membantu distribusi komoditas selain beras termasuk gula yang akhir-akhir ini harganya melonjak.

”Kami sudah pernah membantu pemerintah untuk menyalurkan tujuh jenis komoditas selain beras termasuk gula karena kami yang memang memiliki jaringan,” ujarnya.Tujuh jenis komoditas itu di antaranya gula, jagung, tepung terigu, minyak goreng, kedelai,dan lain-lain. Dia menyebutkan selama tahun 2009, Bulog pernah menyalurkan Gula Kristal Putih (GKP) sebanyak 262.650 ton. ”Kalau sekarang kami diminta bantuan lagi,kami siap saja karena selama ini sudah ada jalinan kerjasama dengan agen-agen di daerah,”imbuhnya.***