Pencarian
Politik & Keamanan
- TELKOM TAMBAH KECEPATAN SPEEDY UNTUK KEPUASAN PELANGGANNYA. (27-07-2010)
- SAMBUT LEBARAN, TELKOM PERKUAT JARINGAN BTS UNTUK KEPUASAN PELANGGAN. (26-07-2010)
- Imbangi Peningkatan Layanan Data & Internet TELKOM Percepat Pembangunan Serat Optik (22-07-2010)
Ekonomi & Bisnis
- TELKOM TAMBAH KECEPATAN SPEEDY UNTUK KEPUASAN PELANGGANNYA. (27-07-2010)
- TELKOM GALAKKAN INTERNET SEHAT DAN AMAN (27-07-2010)
- SAMBUT LEBARAN, TELKOM PERKUAT JARINGAN BTS UNTUK KEPUASAN PELANGGAN. (26-07-2010)
Olahraga & Kesehatan
- MASYARAKAT DATANG KE DOKTER GIGI SETELAH SAKIT (14-07-2010)
- MENSOS: UANG SITAAN KASUS NARKOBA UNTUK REHABILITASI KORBAN (12-07-2010)
- PRUDENTIAL SYARIAH, METODE MERAWAT KEBAHAGIAAN DUNIA DAN AKHIRAT (7-07-2010)
Berita Daerah
- PILKADA DEPOK, PERTARUNGAN DIANTARA INCUMBENT, Kategori:Berita Utama, Daerah (28-07-2010)
- Gagal Panen Picu Kenaikan Harga Cabai, Kategori:Ekonomi & Bisnis, Daerah, Yogyakarta (14-07-2010)
- MASYARAKAT DATANG KE DOKTER GIGI SETELAH SAKIT, Kategori:Olahraga & Kesehatan, Daerah, Yogyakarta (14-07-2010)
MARZUKI USMAN: EKONOMI MAKRO BERLIMPAH PELUANG, MENJALANKANNYA KURANG OPTIMAL
LAPORAN : MURHAN RAMLY
JAKARTA - SURABAYAWEBS.COM
Pemerintahan Orla dan Orba, kata Marzuki Usman kepada Surabayawebs.com.Bahwa perjalanan perjuangan memperbaiki ekonomi dan polkam untuk pemerintahan pada era tahun dua ribuan ini , apabila ditinjau dari ekonomi Makronya kurang optimal pada pelaksanaan peningkatan infrastruktur wilayah. Di daerah pedesaan menurut taksiran peninjauannya sebagai pengamat pada bidang yang terkait “pembangunan infrastruktur” nampak kurang. Ia membandingkan pada sektor pembangunan jalanan sejak periode Orla-Orba penambahannya belum optimal. ” Kendati demikian kata ia, yang terjadi hanyalah perbaikan jalan-jalan yang memang sudah ada sejak pemerintahan sebelumnya, papar Marzuki.
Jadi menurut mantan Menparpostel ini, kedepan pada pemeintahan yang sedang berjalan ini, “Makronya” adalah gairah dan expectasi masyarakat untuk berusaha memang besar tapi tidak diikuti pada berbagai dukungan ” Politcal Will”.
Sementara , jika dilihat dari potensi SDM dan SDA peluang untuk menggarap berbagai potensi yang dimiliki oleh bangsa kita ini tidak kalah dari negara tetangga. Saat diminta menjelaskan seputar tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh bangsa kita ini, kalau begitu lalu mengapa kita tidak mempotensikan peluang itu ? Ia mengalihkan pembicaraannya dan “mereview” pengalaman masa lalu , katanya sejak pemerintahan Tun Abd Razak berkuasa di Malaysia, di tahun tujuh puluhan , justru SDM bangsa kita di minta untuk menata perekonomian Negeri Jiran Malaysia. Pada saat itu Ekonom DR.Soemitro yang dipakai di Malaysia untuk mencari solusi dalam upaya memperbaiki ekonomi rakyat Malaysia.
Ternyata menurut Marzuki, Malaysia perlahan mampu memperbaiki dan mengendalikan potensi SDA nya yang mengikuti arahan Soemitro untuk mengolah lahan pertanian dan perkebunan. Jadi masyarakat disana diberi lahan 10 ha per orang.Arahan ini berhasil sebagaimana yang di anjurkan oleh Begawan kita itu.
Lalu kemudian Pak Mitro memberi resepnya, kalah itu bagaimana meningkatkan potensi SDM, ia mengarahkan agar pemerintahan Malaysia menata masyarakat lewat peningkatan keterampilan melalui pendidikan hingga negara ikut membiayai sampai pada perguruan tinggi bahkan hingga keluar negeri. Apa yang terjadi menurut Marzuki “kita bisa melihat sekarang masyarakat Malaysia masuk sebagai negara berkembang. “. Padahal awalnya mereka meminta SDM bangsa kita ini untuk memperbaiki keadaan di negri Tun Abd Razak itu, ujarnya.
Jadi, apabila di negeri kita ini “sementara dalam mencari-cari jurus jitu” untuk memperbaiki keadaan sebagai bangsa yang memilki potensi yang prima, tentu didalamnya ” berlimpah peluang, sayang bangsa kita ini kurang mengoptimalkan upaya implementasinya” Ia membei contoh ” kalau kamu saya kasih lahan tapi surat-suratnya saya yang pegang ” apa itu anda bebas memakainya ? karena itu, apa yang terjadi pada bangsa kita ini masih berada pada kondisi yang masih belum memiliki sepenuhnya ruang untuk bergerak. Masih ada kekuatan kelompok-kelompok tertentu yang kuat dalam penguasaan pada bidang-bidang tertentu, hal ini perlu di benahi, harapnya.
Di negeri Paman Sam,USA, papar ia ,pembangunanya sejak pada pemerintahan sebelumnya “hanya ingin melihat rakyatnya happiness”. Artinya rakyat adalah mitra pemerintahan untuk membangun bersama.Lantas kenapa dinegeri kita ini belum bisa Happiness ? ia menjelaskan perlunya ada semacam pembangunan moral baru kemudian membuat RUU yang bisa menjadi kekuatan bagi semua kalangan, mempersiapkan tenaga-tenaga yang terampil dan berpendidikan dan di potensikan dengan baik,usulnya.
Mengakhiri bincang-bincangnya, ia menjelaskan bahwa antara berlimphanya peluang itu tapi tidak tergarap dengan baik. Akhirnya pihak-pihak tertentu dari luar yang mempotensikan alam Indonesia ini. Banyak kalangan dari dalam negeri mendrikan industri menurut pantauan ia, kurang berjalan dengan baik. Memang tidak gampang. Tapi itulah yang harus kita hadapi kedepan, harapnya.
Pada sektor penghijuan ia menambahkan jika ditata dengan baik ini peluangnya mampu mensejahterahkan bangsa ini. Tapi bagaimana kita mengolahnya dengan baik, kuncinya.
Berita Utama Terbaru
- PILKADA DEPOK, PERTARUNGAN DIANTARA INCUMBENT (28-07-2010)
- TELKOM TAMBAH KECEPATAN SPEEDY UNTUK KEPUASAN PELANGGANNYA. (27-07-2010)
- TELKOM GALAKKAN INTERNET SEHAT DAN AMAN (27-07-2010)
- SAMBUT LEBARAN, TELKOM PERKUAT JARINGAN BTS UNTUK KEPUASAN PELANGGAN. (26-07-2010)
- EDDY KURNIA : TELKOM TIDAK PUNYA SISA KEWAJIBAN APAPUN KEPADA PENSIUNAN. (26-07-2010)
- Imbangi Peningkatan Layanan Data & Internet TELKOM Percepat Pembangunan Serat Optik (22-07-2010)
- TELKOM Tingkatkan Fasilitas Telekomunikasi Di Pulau-Pulau Terluar Indonesia (22-07-2010)
- TELKOM Meraih Penghargaan “Best Managed Company 2010″ Dari Majalah Finance Asia Hong Kong (22-07-2010)
- 2020 ERA GLOBAL TDK MEMBTASI WARGA DUNIA BERINVESTASI (22-07-2010)
- BULAN PENUH BERKAH DISAMBUT HARGA SEMBAKO PADA NAIK (21-07-2010)
