HAMAS BERSEDIA TUKAR TAWANAN DENGAN ISRAEL

Tanggal : 24-12-2009, Kategori : Berita Utama, Politik & Keamanan, Daerah, Internasional

LAPORAN: BBC

JAKARTA - SURABAYAWEBS.COM

Gilad Shalit

Shalit akan ditukar dengan ratusan tahanan Palestina.

Seorang penengah asal Jerman yang mencoba membebaskan tentara Israel yang ditawan Palestina, Gilad Shalit, telah mengunjungi Gaza.

Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Hamas.

Kunjungan itu terjadi di tengah spekulasi bahwa usaha untuk saling menukar tahanan mencapai kemajuan.

Kabinet keamanan Israel melakukan beberapa kali pertemuan mengenai masalah ini awal pekan, dan perunding tersebut dikatakan telah membawa usulan terbaru Israel ke Hamas.

Seorang pejabat Hamas mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa mereka memerlukan waktu beberapa hari guna mempelajarinya.

“Kami sudah menerima jawaban Israel dari penengah asal Jerman, dan kami akan mempelajarinya dalam beberapa hari mendatang,” kata pejabat tersebut.

Pejabat tadi menambahkan bahwa sebuah delegasi dari Gaza akan mengunjungi Damaskus dimana kepemimpinan Hamas yang mengasingkan diri berada, guna mengadakan pembicaraan lebih lanjut.

Pertukaran tahanan

Sersan Shalit, 23 tahun, ditangkap oleh Hamas daam sebuah serangan ke Israel Selatan oleh kelompok militan Islam tersebut dari Gaza di tahun 2006.

Hamas menginginkan pembebasan ratusan warga Palestina yang ditahan, termasuk pemimpin militan senior yang menurut Israel bertanggung jawab atas kematian belasan Israel, sebagai pertukaran untuk Shalit.

Kantor kejaksaan Israel bulan lalu mengatakan pemerintah mempertimbangkan untuk membebaskan 450 tahanan yang diminta oleh pihak Hamas dan 530 orang lainnya yang dipilih oleh Israel sendiri.

Tuntutan utama Hamas adalah termasuk Marwan Bargouthi, pemimpin yang populer dari gerakan Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang juga dipandang sebagai calon pengganti Abbas, dan tokoh yang bisa menjadi jembatan antara Fatah dan Hamas.

Kabinet keamanan Israel yang terdiri dari tujuh menteri bertemu hari Minggu dan Senin guna mendiskusikan masalah tersebut.

Hari Selasa, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan Israel memiliki kewajiban membebaskan Shalit.