PERJALANAN LIBURAN DENGAN TRANSPORTASI KERETA API LEBIH NYAMAN

Tanggal : 15-12-2009, Kategori : Berita Utama, Daerah, Bandung


LAPORAN : H.Erry Budianto  (Redaktur Surabayawebs.com)

BANDUNG - SURABAYAWEBS.COM

Bepergian ke luar kota dari Jakarta atau Bandung, menuju kota-kota di Jawa Tengah atau di Jawa Timur, bukan hal yang ribet lagi. Bagi masyarakat yang akrab dengan Kereta Api (KA), banyak pilihan KA regular mana yang akan dipilih untuk menuju daerah tujuannya. Pemesanan tiket pun kini begitu mudah dan gampangnya.

Mau ke Surabaya dari Jakarta, tinggal pilih KA yang setiap hari melayani jalur paling jauh ini. Ada KA Bima dengan tariff bawah Rp.250.000 dan tariff atas Rp.310.000. Juga ada KA Argo Bromo Anggrek dari Stasiun Gambir – Surabaya Pasar Turi(PP) dengan tariff Rp.265.000 sampai Rp.335.000. Lalu pilihan lain adalah KA.Semberani Jakarta Kota- Surabaya Pasar Turi (PP) dengan tariff bersahabat Rp.240.000 tarif bawah dan sampai Rp.330.000 tarif atas.

Ke tiga KA yang memiliki kelas istimewa ini juga sangat diminati oleh calon penumpang dari Kota Pahlawan Surabaya itu jika hendak bepergian ke Ibukota Republik, Jakarta. Bukan saja tepat waktu berangkat tapi juga pelayanan dan keamanan selama perjalanan, sangat dinikmati penumpangnya. Bahkan yang memiliki barang-barang bawaan berharga, dapat menitipkannya pada kotak-kotak khusus titipan barang. Penumpang tinggal tidur nyenyak selama perjalanan. Saat bangun ternyata sudah sampai di tujuan.

KA Eksekutif yang istimewa itu tak heran sangat disenangi masyarakat yang gemar naik KA jarak jauh. Begitu juga KA Eksekutif lainnya seperti  KA Gumarang Jakarta Kota-Surabaya Pasar Turi (PP) yang memasang tariff bawah Rp.235.000 dan tariff atas Rp.280.000. Okupansi KA-KA ini sangat membantu mengisi Kocek operator perkeretaapian terkemuka yaitu PT.KA.

KA jarak jauh yang nyaman, aman, dan lancer itu juga termasuk KA Gajayana Jakarta Kota-Malang (Pulang-Pergi/PP) dengan tariff bawah Rp.270.000 dan tariff atas Rp.330.000.

Operator KA yang kini dipimpin oleh Ignasius Jonan, bukan saja memberikan rasa nyaman dan aman bagi calon penumpangnya, tapi juga menata stasiun-stasiun di sepanjang perjalanan dengan mengecat, menanam pepohonan dan setiap hari bunga-bunga Anggrek yang mahal membuat mata sedap dan nikmat memandangnya.

Mau ke Yogya atau Solo dari Jakarta ? Perusahaan KA milik Negara ini menyiapkan tiap hari KA.Argo Dwi Pangga dengan tariff bawah Rp.220.000 dan tariff atas Rp.270.000. Juga disediakan KA Argo Lawu dari Stasiun Gambir Jakarta-Solo Balapan (PP) dengan tariff bawah Rp.210.000 dan tariff atas Rp.280.000.

Selain itu operator perkeretaapian ini juga mempersembahkan KA.Argo Muria dari Stasiun Gambir Jakarta menuju St Semarang Tawang (PP). Tarif KA ini hanya Rp.190.000 tarif bawah dan Rp.270.000 tarif atas. KA ini melalui St Jatinegara, St.Cirebon, St,Tegal, St.Pekalongan.

Dari St.Gambir ke Semarang, operator perkeretaapian terkemuka ini juga menyediakan KA.Kamandanu dengan tariff bawah yang murah Rp.170.000 dan tariff atas Rp.250.000. Selain itu dari kota Bandung ke Semarang disiapkan KA.Harina dengan tariff bawah Rp.130.000 dan tariff atas Rp.200.000.

Dari kota Bandung, secara tetap diberangkatkan KA.Argo Wilis menuju Surabaya Gubeng. Tarif bawahnya hanya Rp.205.000 dan tariff atas Rp.300.000. Selain itu pada jalur yang sama terdapat pilihan KA lainnya yaitu KA.Turangga Eksekutif dengan tariff bawah Rp.220.000 dan tariff atas Rp.300.000. Pada trayek yan g sama St.Bandung-Surabaya Gubeng tiap hari diberangkat KA.Mutiara Selatan (kelas Bisnis).

Dari St.Bandung menuju St.Gambir Jakarta (PP) diberangkatkan KA.Argo Gede (Kelas Eksekutif) dengan tariff Rp.50.000 – Rp.60.000 dan KA.Parahyangan (Kelas Eksekutif dan Bisnis), dengan tariff yang betul-betul bersahabat Rp.25.000 – Rp.50.000. Sangat murah dan tidak akan menguras dompet calon penumpang. Bahkan jauh lebih murah dari tariff Bus antar kota. Apalagi tariff travel yang kini begitu marak dengan adanya jalan tol Padalarang-Cikampek-Jakarta.

Operator KA yang berpengalaman sejak jaman pemerintahan Kolonial Belanda ini juga menyediakan KA. Jakarta-Yogyakarta berupa KA Taksaka yang memasang tariff bawah Rp.180.000 dan tariff atas Rp.250.000. Juga dari St Gambir Jakarta menuju Cilacap, disediakan KA.Purwojaya dengan tariff Rp.90.000 (bawah) dan tariff atas Rp.100.000.

Dari St.Gambir Jakarta menuju Kota Udang Cirebon terdapat KA.Argo Djati dengan tariff bawah Rp.90.000 dan tariff atas Rp.100.000. Selain itu juga secara tetap diberangkatkan tiap hari KA.Cirebon Express dengan tariff bawah Rp.70.000 dan tariff atas Rp.105.000.

Operator perkeretaapian terkemuka PT.KA juga mengopertasikan KA-KA.Ekonomi yang mendapat subsidi dari pemerintah. KA Ekonomi ini betul-betul membantu masyarakat yang berpenghasilan kecil.Kondisi KA dinilai penumpang cukup layak dan cukup bersih. “Meski pun KA Ekonomi tapi layanannya yang didapat lebih dari Hotel Melati,” tutur Asep salah satu penumpang yang akan ke Kediri menggunakan KA.Kahuripan.

Tarif atas itu terjadi saat terjadi lonjakan penumpang seperti hari-hari libur Sabtu dan Minggu atau hari-hari besar seperti menjelang akhir tahun 2009 dan Hari Natal 25 Desember serta menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun pemesanan tiket dapat dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari keberangkatan melalui Kantor Pos terdekat, ATM-ATM sejumlah perbankan seperti BCA, Mandiri, BRI, BNI.

Dalam upaya mempermudah masyarakat memperoleh tiket KA, pihak operator perkeretaapian ini juga menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan agen perjalanan. Di Daop I Jakarta dengan 21 perusahaan, di Daop II Bandung dengan 4 perusahaan, di Daop III Cirebon dengan 7 perusahaan biro perjalanan, di Daop IV Semarang dengan 6 perusahaan, di Daop V Purwokerto dengan 1 perusahaan, di Daop VI Yogyakarta dengan 15 perusahaan, di Daop VII Madiun dengan 2 perusahaan dan di Daop VIII Surabaya dengan 15 perusahaan.

Peranan KA semakin dibutuhkan oleh masyarakat sebagai angkutan murah, nyaman dan aman. Terutama di kota-kota besar seperti Jakarta yang sebagian besar pekerjanya bermukim di sekeliling kota-kota di Ibukota RI itu.

Karena itu angkutan KA.Rel Listrik  (KRL) maupun KA Rel Diesel (KRD) semakin penting dan jika tidak beroperasi satu hari saja, maka jutaan pekerja yang berasal dari Depok, Bogor, Bekasi, Tangerang maupun Cikampek dan Sukabumi akan menunpuk tidak bisa berangkat kerja ke kantornya di Jakarta. Oleh sebab itu untuk memenuhi harapan rakyat dan pemerintah, PT.KA membentuk anak perusahaan yang khusus menangani angkutan penumpang di Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi).

Operator perkeretaapian terkemuka ini juga ikut menggalakkan dunia pariwisata di negeri ini dengan menata dan membenahi sejumlah bangunan kuno seperti Lawang Sewu di Semarang dengan dana yang cukup besar. Perusahaan ini kini meningkatkan performance dengan merehabilitasi asset bangunan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian bangunan peninggalan sejarah. Sekaligus untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Mancanegara ke Indonesia. Untuk itu Museum KA Ambarawa hampir setiap minggu dikunjungi ribuan wisatawan local maupun asing.

Menurut Dirut PTKA Ignasiun Jonan, yang berhasil meningkatkan kesejahteraan karyawan. Termasuk Masinis, Kondektur dan penjaga perlintasan KA, dengan banyaknya asset bangunan kuno bersejarah yang dimiliki, perusahaan melakukan konservasi dengan merehabilitasi dan merenovasi bangunan tersebut. “Apa yang kami lakukan ini sebagai upaya mengoptimalkan assetnya agar bermanfaat secara social maupun komersial,” ujar mantan petinggi Citi Bank ini.

Pada 15 Oktober 2009 lalu Dirjen Perkeretaapian Ir. Tunjung inderawan Msa didampingi Dirut PTKA Ignasius Jonan meresmikan pemugaran Gedung Lawang Sewu di Semarang. Selain operator ini juga mengoperasikan kembali Stasiun KA.Tanjung Periuk pada 28 April 2009. Stasiun yang tadinya kumuh dan menjadi tempat tinggal tunawisma yang mencari peruntungan hidup di Ibukota itu kini nampak cantik, anggun dan megah seperti semula.

Selain meluncurkan KRD “Baraya Geulis” di Bandung yang melayani trayek Padalarang-Cicalengka (PP), operator ini juga meresmikan KRDI Blora Jaya lintas Semarang-Cepu-Bojonegoro. Hal ini sebagai upaya perusahaan ini untuk meningkatkan peran Kereta Api sebagai angkutan perkotaan yang efektif: anti macet, hemat bahan bakar, ramah lingkungan, nyaman dan aman.

Dalam upaya meningkatkan dunia kepariwisataan di tanah air, operator ini juga meluncurkan KA.Wisata di Sumatera Barat (Sumbar) yang melayani trayek Padang-Bukit Tinggi. Juga bekerjasama dengan Pemkot Solo meluncurkan KA.Wisata yang menggunakan lokomotif kuno. “Ini bukan masalah uang dalam arti untung atau rugi. Termasuk adminitrasi secara teknis, tetapi lebih sebagai semangat melestarikan heritage,” ujar Dirut PT.KA Ignasius Jonan usai menandatangani perjanjian kerjasama (PKS) operasional lokomotif uap kuno di Loji Gandrung, Solo 20 Oktober 2009 lalu.

Terobosan-terobosan baru banyak dilakukan operator perkeretaapian terkemuka ini di bawah kepemimpinan Ignasius Jonan. Diantarnya, mengadakan lokomotif tambahan, gerbong-gerbong eksekutif tambahan dari PT.Inka Madiun. Selain itu juga menambah gerbong Batuibara bekerjasama dengan PT.Bukit Asam. Pasalnya, tahun deoan kapasistas angkutan batubara bisa mencapai 9,3 juta per tahun. Tahun 2011 diprediksikan meningkat menjadi 11,5 juta ton per tahun, 2012 menjadi 12,9 juta ton per tahun. 2013 menjadi 15,8 juta ton per tahun dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 20 juta ton per tahun.

Bahkan untuk mengatasi lonjakan pengendara sepeda motor yang akan berlebaran di daerahnya di Jawa Timur, PTKA sudah menyediakan KA Khusus untuk angkutan sepeda motor.

Angkutan khusus ini memudahkan para pemudik mengunakan sepeda motor. Misalnya dari Jakarta naik KA ke Surabaya bersama kendaraan roda duanya yang berada di gerbong khusus angkutan sepeda motor. Tiba di Surabaya, pemudik ini tinggal menaiki moltornya menuju kampong halamannya di Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, Jember  atau Gresik.

Melihat peran KA dulu, sekarang dan akan datang, tak pelak lagi jasanya sangat luar biasa. Terlebih kini diisi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan memiliki integritas tinggi memajukan perusahaan. Hal ini bukan saja kesejahteraan yang meningkat tapi dalam upaya menjawab Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007. Semoga PT.KA tetap jaya dan Sukses. Amin !***