NEW TELKOM: PERLUAS PORTOFOLIO BISNIS TELKOM GELAR INDIGO AWARD

Tanggal : 14-11-2009, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis, Daerah, Jakarta, Internasional


Bersamaan dengan Hari Jadi Telkom, pada 23 Oktober 2009, Telkom mencanangkan perubahan arah bisnis, dari semula menggarap infokom, meluas menjadi TIME (Telekomunikasi, Informasi, Media, dan Edutainment). Perubahan ini juga divisualisasikan dalam sebuah logo baru yang berkesan lebih lincah, ramah, dan modern.

Perluasan bisnis ini diikuti oleh penguatan strategi bisnis Telkom ke arah pengembangan content kreatif digital melalui fasilitasi dan kerjasama dengan mitra dan komunitas kreatif se-Indonesia. Strategi dan komitmen ini dijalankan melalui platform program yang disebut Indigo (Indonesia Digital Community).

Industri kreatif diyakini mampu menumbuhkan kembali perekonomian Indonesia, selain kembali mengangkat budaya Indonesia untuk lebih dikenal masyarakat internasional,” jelas Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmanysah.

Menurut dia, pasar dan sumber SDM Kreatif di Indonesia sangat besar, yaitu sekitar 47% dari penduduk Indonesia. Industri kreatif diprediksi akan menciptakan lapangan kerja sekitar 5,4 juta lapangan kerja serta berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 6,3%.

Melalui Indigo, Telkom memosisikan dirinya sebagai penyedia sarana dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku Industri Kreatif, sehingga dapat bersama-sama menumbuhkan pasar bagi karya kreatif digital di Indonesia.

Dikemukakan Rinaldi, customer base Telkom Group saat ini  mencapai lebih dari 100 juta, terdiri dari 80 juta pelanggan telepon seluler, 13,8 juta fixed wireless access, 8,7 juta telepon kabel, 900 ribu pelanggan broadband internet Speedy dan sekitar 400 ribu pelanggan tv berbayar Telkom Vision/Yes TV.

Bertepatan dengan hari ulang tahunnya kali ini sebagai puncak apresiasi atas pencapaian para insan pelaku industri kreatif digital, Telkom menggelar Indigo Awards. Event yang direncanakan akan menjadi kegiatan tahunan ini merupakan ajang apresiasi dari seluruh kategori industri kreatif yang dinilai berhasil dan memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan dapat mendorong serta menciptakan peluang bisnis baru.

Program Indigo Awards ini mencakup Indigo Fellow, Indigo Fellowship, TeSCA (Telkom Smart Campus Award), Indigo Music Awards dan Lomba Cipta Lagu dan Lirik Muslim.

Pada Kategori Indigo Fellow yang merupakan penghargaan bagi pelaku dan pendorong industri digital kreatif khususnya industri game, edutainment musik, dan animasi di Indonesia muncul sederet nama yang sudah tidak asing lagi seperti Kendro Hendra (founder InTouch Wireless Service), Ir. Cahyana Ahmajayadi (Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Depkomnifo, MH, dan  Onno W. Purbo (pakar telematika) dan Hemat Dwi Nuryanto (Chairman Zamrud Technology).

Para pemenang Indigo Fellow diharapkan bisa menjadi panutan (fellow), role model, dan inspirasi bagi masyarakat dan komunitas industri kreatif serta akan menjadi pemicu dan penyemangat bagi seluruh komponen masyarakat yang terlibat dalam Industri Kreatif untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam mengembangkan karya dan indutri kreatif digital ke depan.

Walaupun baru diselenggarakan pertama kali, animo peserta Indigo Awards 2009 cukup menggembirakan yaitu tidak kurang dari 30 tokoh yang terjaring dari usulan para asosiasi dan komunitas kreatif yang ada di seluruh wilayah Indonesia terbagi dalam empat kategori  yaitu Digital Inventor, Digital Leader, Digital Academic, dan Digitalpreneur.

Sementara pada kategori Indigo Fellowship yang merupakan salah satu program utama Indigo dalam mengisi Tahun Kreatif Indonesia 2009. TELKOMGroup mempersembahkan program “INDIGO FELLOWSHIP 2009”, yang merupakan program apresiasi kepada individu atau kelompok yang dinilai berhasil dalam mengembangkan ide dan karya kreatif digital menjadi bisnis yang mencerahkan dan memberikan manfaat kepada masyarakat luas serta mendorong tumbuhnya digitalpreneur baru dalam industri tersebut

Kegiatan ini diluncurkan pertama kali pada tanggal 25 Mei 2009 dan telah berhasil memecahkan target jumlah ide dan karya kreatif dengan menghasilkan tidak kurang dari 700 ide dan karya kreatif digital dari seluruh kalangan komunitas di tanah air yang didukung oleh tim juri dari kalangan para pakar, praktisi dan pelaku industri kreatif yang diketuai oleh Ninok Leksono.

Melalui program Indigo Fellowship tersebut para calon digitalpreneur akan mengikuti tahapan seleksi abstraksi, proposal, dan presentasi ide dan karya kreatif, serta mendapatkan dukungan pelatihan, pemodalan, pendampingan serta akses pasar agar ide dan karya kreatifnya menjadi bisnis yang sukses dan menjadi digitalpreneur sejati.

Tema program Indigo Fellowship tahun 2009 adalah “For a brighter digitalpreneur”. Diharapkan Indigo Fellowship mampu berperan maksimal dalam memfasilitasi pengembangan pebisnis baru yang mencerahkan dan menyehatkan.

Telkom Smart Campus Awards (TESCA)

Penghargaan Telkom Smart Campus Awards (TESCA) adalah program penghargaan nasional yang diinisiasi TELKOM untuk meningkatkan ICT awareness di komunitas Perguruan Tinggi. Program Smart Campus Awards merupakan salah satu bagian dari program Corporate Social Responsibility Telkom (CSR) yang mendukung pengembangan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan melalui pemberdayaan Information and Communication Technologi (ICT) di lingkungan Kampus dan Perguruan Tinggi.

Maksud dari Program Smart Campus Awards, menjadikan perguruan tinggi sebagai Centre of Excellence bagi komunitas dan instansi lain serta meningkatkan image TELKOM di lingkungan perguruan tinggi. TeSCA tahun 2009 in merupakan kesinambungan dari rangkaian program Smart Campus yang dicanangkan sejak tahun 2006.

“TesCA merupakan wujud nyata kepedulian Telkom kepada dunia pendidikan Menciptakan standar ICT yang tepat di Lingkungan Perguruan Tinggi,” kata Rinaldi. TeSCA diharapan menjadi stimulus bagi pergurun tinggi sehingga mampu meningkatkan penggunaan  dan pengembangan ICT di lingkungan kampus.

Saat ini sudah ada sekitar 175 kampus yang mengikitu program Smart Campus. Menurutnya, TeSCA diharapkan dapat mendorong dan memacu kreatifitas dan inovasi di bidang ICT untuk memajukan proses belajar mengajar di lingkungan perguruan tinggi. Sekaligus mendukung terciptanya visi Masyarakat Informasi Indonesia.

TeSCA 2009 memberikan tiga kategori penghargaan, yakni, –Platinum Award dengan Cash Reward: Rp 100 juta, Inkind Reward Free Bandwidth  5 Mbps selama 6 bulan, Gold Award dengan Cash Reward: Rp 75 juta dan Inkind Reward Free Bandwidth 3 Mbps selama 6 bulan, serta Special Award dengan Cash Reward sebesar Rp 50 juta.

Untuk Nominator Telkom juga akan memberi penghargaan berupa Inkind Reward, Free Bandwidth 2 Mbps selama 6 bulan. Total hadiah yang dialokasikan TELKOM untuk TeSCA 2009 ini bernilai sekitar Rp 4 milyar.

 

Indigo Music Awards

Indigo Music Awards dianugerahkan kepada para artis dari berbagai aliran musik yang karya-karya musik digitalnya diapresiasi masyarakat dan berperan dalam menggerakkan tumbuhnya bisnis digital music di Indonesia.

Penilaian music award ini mempertimbangkan apresiasi masyarakat dalam bentuk penggunaan musik digital sebagai ring back tone. Pada Indigo Music Award 2009 ini dipilih sebelas kategori Best Digital Music dalam bentuk RBT (Ring Back Tone) berdasarkan jumlah trafik yg diambil dalam kurun waktu satu  tahun.

Melalui inisiatif indigo dan menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 2009 lalu telah dilaksanakan Lomba Cipta Lagu Muslim (LCLM). Lomba ini terselenggara agar para pencipta lagu dan lirik muslim mendapatkan kesempatan untuk maju dan menampilkan hasil karyanya sehingga dapat menjadi pintu masuk untuk lebih berperan dalam industri musik di Indonesia.

Hal yang menarik pada LCLM adalah munculnya para pecipta lagu baru tetapi memiliki karya yang sangat potensial. “Memang salah-satu tujuan LCLM adalah mengangkat para pecipta lagu baru agar karya-karya mereka bisa dikenal dan digemari masyarakat,” jelas Rinaldi.

Menurutnya, Telkom memiliki customer base lebih dari 100 juta, ini tentunya pasar yang sangat potensial bagi para musisi maupun para kreator digital di Indonesia.

LCML telah berhasil menyeleksi  lina buah karya dan pecipta lagu muslim terbaik LCLM 2009 tersebut yaitu: Fajar Ahadi dengan karyanya ”Terima kasih”, Chandra Indrawan dengan karyanya ”Nikmat Dalam Doa”, M. Haris Munandar dengan karyanya ”Taqwa”,  Arief Muttaqin dengan karyanya”Kirimkan Cinta” serta Pangki Alatas dengan karyanya ”Senyum Terbaikmu”.

Kelima lagu pemenang tersebut diaransemen ulang dan dinyanyikan para musis terkenal yakni Joeniar Arief dengan ”Kirimkan Cinta”, Twentyfirst Night dengan ”Terima Kasih”, Andien dengan ”Nikmat Dalam Doa”, Melati Hieselaar dengan ”Taqwa”, FasTrack ”Various Artist” dengan ”Senyum Terbaikmu”.

Lomba cipta Lagu dan Lirik Muslim 2009 berhasil memilih 24 lagu dari 600 lagu yang dikirim oleh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Kemudian dipilih lagi lima lagu yang menurut juri memiliki kualitas yang baik dari segi lirik dan musik. Proses penjurian dilakukan pada 13 Juli 2009 oleh dewan juri kawakan dalam dunia musik  Indonesia yakni Gilang Ramadhan, Bubi Sutomo, Fariz RM, Iwang Modulus dan Krishna J. Sadrach. (Advertorial)