SFS PRIORITASKAN MANAJEMEN KESEHATAN PUBLIK

Tanggal : 3-07-2009, Kategori : Berita Utama, Olahraga & Kesehatan

LAPORAN : MURHAN RAMLI

JAKARTA - SURABAYAWEBS.COM

MENKES, Siti Fadilah Supari pada acara Launching Buku Reformasi Birokrasi Menuju Pemerintahan Yang Bersih yang ditulis Dr. Ahmad Sumargono,SE,MM melalui pidatonya sebagai keynot speaker, menilai bahwa selama ini kucuran dana kesejahteraan untuk kesehatan publik ke daerah selama kepemimpinannya serba cepat sampai di daerah. Namun yang menjadi pertanyaan adalah laporan pertanggung-jawabannya yang tidak cepat sampai ke Menkes, begitu ia memaparkan.

Pada acara tersebut turut hadir Prof.Dr. Riyas Rasid, Ichsanuddin Norsih, serta kalangan masyarakat umum, baru-baru ini di Hotel Four Season ,Jakarta.

Lebih lanjut ia menilai bahwa otonomi daerah yang telah diperjuangkan oleh Pak Riyas menghadapi tantangan karena dianggap belum berjalan optimal,menurutnya.

Saat Riyas memberi komentar tentang buku yang ditulis oleh Ahmad Sumargono , berbalik menanggapi SFS dengan bertutur bahwa ” memang benar ” apa yang diungkap Bu Menkes,  “dan menilai bahwa ada juga menteri SBY yang pintar”, sanjungan itu disambut tawa para hadirin.

Riyas mengakui akan berbagai kelemahan yang terjadi pada  sistem pemerintahan Otonomi Daerah.Namun  Riyas optimis bahwa Otda itu akan berjalan dengan baik ,apabila saya  yang akan mengurusnya,ujarnya.

Dilain kesempatan pada acara yang dilaksanakan SFS Fans Club yang dihadiri Menkes dan masyarakat umum  meluncurkan Buku berjudul  “Siti Fadilah Supari Berkiblat Kata Hati Menggeser Tapal Batas Dunia”. Puteri Solo ini yang dijuluki sebagai wanita “Silent Revolution” Pada acara tersebut mengundang publik untuk berdialog terkait dengan Manajemen Pelayanan Kesehatan Publik yang selama ini diharap oleh masyarakat untuk lebih baik lagi. Sebagai Menkes selama kepemimpinannya ia tegar memperjuangkan pelabagai hal ,yang telah dirampok oleh kalangan tertentu yang terkait hak publik pada bidang pelayanan kesehatan masyarkat.

Menurut Kordinator SFS Fans Club , Wahyu A Maryono, menilai SFS adalah wanita yang berani melakukan perlawanan membongkar konsfirasi Amerika Serikat dengan WHO yang mengembangkan Virus flu Burung menjadi Vaksin yang dijual dengan harga mahal kenegara miskin. Bahkan Vaksin itu dikembangkan menjadi senjata biologis.

Selama kepemimpinan SFS, memperbaiki berbagai sistem yang menjadi isu publik seperti merombak Askeskin menjadi Jamkesmas. Perombakan tersebut untuk menciptakan transparansi dan akuntable yang tepat sasaran.

Program lainnya adalah menolak Privatisasi Rumah Sakit Pemerintahan dan menjadikannya BLU. Sasarannya adalah agar publik lebih cepat mengakses dan menikmati pelayanan kesehatan.

Saat ditanya tentang Mapia Perdagangan Obat, oleh undangan yang hadir pada acara tersebut ,ia menjawabnya akan di usahakan. Tapi langkah kongkrit yang sudah ada memberi pelayanan kesehatan dan pelayanan stabilitas harga obat melalui Progrm Obat Generik yang bersubsidi. yang didukung dengan Permenkes No.1010/Menkes/Per/XI/2008 tentang registrasi obat dan Apotik Rakyat..

Ia juga melindungi kesehatan santri dengan Program Poskestren dan Mushollah Sehat.

Ibu Menkes  tidak setuju bahkan  mempertanyakan dan menggugat dominasi mahasiswa asing di FK disejumlah PT di Indonesia yang katanya mengejar status  “World Class”. Dan mengharap WHO yang ditentangnya, agar lebih humanis. SFS  Fans Club menilai dengan prestasi tersebut bisa jadi SFS tampil kembali di kabinet yang akan datang. 2009 to 2014.