IRAK JADIKAN PEMBEBASAN DARI AS SEBAGAI ‘HARI KEDAULATAN NASIONAL’

Tanggal : 1-07-2009, Kategori : Berita Utama

LAPORAN : BBC
JAKARTA - SURABAYAWEBS.COM
Barrack Obama
Presiden Obama : Masa depan Irak berada di tangan rakyatnya

Presiden Obama mengatakan tentara AS mundur dari kota-kota di Irak sesuai jadwal tetapi dia memperingatkan tentang “masa-masa sulit” yang akan dihadapi negara itu.

Obama menggambarkan pengalihan kepada rakyat Irak merupakan tonggak sejarah, tetapi dia mengatakan pemimpin negara akan menghadapi “pilihan yang sulit” di bidang politik dan keamanan.

Ketika masyarakat Irak merayakan penarikan pasukan AS, bom mobil meledak di kota Kirkuk yang menewaskan setidaknya 27 orang.

Dua pekan terakhir, sekitar 250 orang tewas dalam serangkaian serangan. Tentara Irak dan AS telah bersiap-siap untuk menghadapi serangan selama proses penarikan kembali.

Irak menandai pengalihan itu dengan libur nasional yang disebut Hari Kedaulatan Nasional.

Presiden Obama mengatakan, “Masa depan Irak berada ditangan rakyatnya.”

“Rakyat Irak sudah semestinya merayakan itu.”

“Masa depan menjadi milik pihak yang membangun, bukan yang merusak,” kata Obama.

Obama memperkirakan akan terjadi lebih banyak kekerasan, seperti ledakan bom di Kirkuk.

Serangan itu terjadi sepuluh hari setelah ledakan bom mobil yang menewaskan sekitar 70 orang.

“Jangan membuat kesalahan. Hari-hari ke depan adalah masa-masa yang sulit,” kata Obama.

Dia mengatakan, “Hal itu akan menjadi ujian bagi pasukan keamanan Irak dan untuk mencari jalan keluar bagi rakyat Irak menyusul meningkatnya serangan bom dari kelompok sektarian dan pembunuhan orang-orang yang tak bersalah.”

“Saya yakin mereka akan gagal. Transisi hari ini adalah pembuktian lebih jauh bahwa mereka yang menghancurkan Irak dan menyerang negara ini ke jurang saudara akan dikutuk oleh sejarah.”

Bulan kekerasan

Transisi Irak
 Transisi hari ini adalah pembuktian lebih jauh bahwa mereka yang menghancurkan Irak dan menyerang negara ini ke jurang saudara akan dikutuk oleh sejarah
Presiden AS Barrack Obama

Kirkuk, berjarak sekitar 250 km dari Baghdad, yang merupakan tempat kejadian ledakan bom bunuh diri bulan lalu, yang menewaskan 14 orang.

Kota tersebut merupakan pusat industri minyak di Irak bagian utara, dan di sana tempat bermukim orang Kurdi, Arab, Kristen dan komunitas Turki.

Sebagian besar dari ledakan bom yang menewaskan sekitar 250 orang pada dua minggu lalu terjadi di pemukiman orang Syiah.

Meskipun menarik mundur pasukannya dari kota-kota, pasukan AS akan melekat dengan pasukan Irak.

Pada Senin, empat tentara AS tewas dalam pertempuran di Baghdad.

Penarikan kembali pasukan AS dilakukan setelah dua tahun sejak penambahan pasukan AS di Irak antara Februari dan Juni 2007, menjadi 170.000 orang.

AS memimpin operasi tempur yang diharapkan berakhir pada September 2010, dengan seluruh pasukan meninggalkan Irak pada akhir tahun 2011.

Sekitar 130.000 pasukan AS masih berada di Irak, termasuk 12 brigade tempur, dan jumlah itu berkurang di bawah 128.000 sampai selesainya pemilu di Irak pada Januari.