DAMPAK SURAMADU STRUKTUR TATA RUANG JATIM BERUBAH, DISHUB PERPANJANG TRAYEK

Tanggal : 11-06-2009, Kategori : Berita Utama

LAPORAN : DHEO FALDI RISWANDA

SURABAYA - SURABAYAWEB.COM
Beroperasinya Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) membawa dampak bagi struktur tata ruang pembangunan Jawa Timur. Kini Madura tidak lagi terpisah, namun sudah menjadi bagian strategis pembangunan Surabaya Metropolitan. ”Diresmikannya Jembatan Suramadu punya fungsi strategis sebagai titik awal pemerataan pembangunan,” kata Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo dalam sambutannya saat peresmian Jembatan Suramadu di Dusun Sumber Wungu, Desa Sukolilo Barat,Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, kemarin.

Dia menjelaskan, pembangunan di wilayah Madura yang meliputi Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan, serta wilayah Surabaya Metropolitan, yang mencakup Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, dan Jatim pada umumnya. Jalannya pembangunan, kata Karwo, dipastikan mendorong perekonomian secara nasional. Karena itu,orang nomor satu di Pemprov Jatim ini juga mengajak semua pihak, khususnya Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) untuk segera menata berikut melakukan pengawasan di kawasan kaki jembatan. Baik di sisi Madura maupun Surabaya. Khusus untuk pembangunan di sisi Madura, Karwo menandaskan akan menggandeng tokoh-tokoh serta ulama.

Selanjutnya, mereka akan diajak merumuskan dan mengelola pembangunan Madura. Karwo berharap nilai kultural religi yang islami tidak terkikis pembangunan. ”Jangan masyarakat Madura yang santun, yang tawadu terhadap ulama dan umara dengan menyapa Assalamualaikum kiai,Assalamualaikum bupati, menjadi halo kiai, halo bupati,” kata Karwo yang disusul tawa sedikitnya 6.500 undangan.

Dia menambahkan, pesatnya perkembangan Surabaya dan kotakota lain di sekitarnya dipastikan akan membentuk kota metropolitan baru yang lebih luas.Tentunya dibarengi potensi ekonomi yang kuat dan lebih unggul. Madura dengan empat kabupatennya dipastikan bakal masuk di dalamnya,kota metropolitan baru. Terlebih lagi, Madura memiliki potensi besar. ”Pulau Madura memiliki potensi sumber daya yang cukup besar, seperti tanaman pangan, peternakan, perikanan, pertambangan golongan C, minyak dan gas bumi, serta kawasan wisata,” katanya. Sayang,besarnya potensi tersebut tak membuat wilayah Madura berkembang pesat.

Sulitnya aksesibilitas dan infrastruktur lain yang belum memadai antara Madura dan kawasan Surabaya menjadi pemicu. ”Dengan keberadaan jembatan akan terintegrasi dengan rencana jaringan jalan simpang susun Waru- Tanjung Perak, dan Bandara Juanda, serta jaringan tol trans-Jawa.  Membentuk sistem jaringan antarangkutan barang dan penumpang, baik transportasi darat, laut, maupun udara secara terpadu, akan mendorong barang dan jasa ke pusat- pusat pelayanan,”urainya. Integrasi jaringan jalan, masih kata Soekarwo, ke depan harus mampu membantu mewujudkan kesejahteraan rakyat. Menurut dia, ini merupakan makna bahwa Suramadu merupakan jembatan kesejahteraan rakyat.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menambahkan, sejak diresmikannya Jembatan Suramadu, status Surabaya sebagai kota inti kegiatan di kawasan Gerbang Kertasusila (Gresik, Bangkalan, Kota/Kabupaten Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan) akan semakin meningkat.

”Gerbang Kertasusila oleh pemerintah Jawa Timur ditingkatkan menjadi Germa Kertasusila karena Bangkalan diperluas menjadi Madura. Sesuai PP No 26/2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, wilayah ini (Germa Kertasusila) merupakan wilayah strategis nasional yang mempunyai peran vital sebagai pusat pelayanan produksi, distribusi, dan jasa,” tandas Djoko.  Dia menjelaskan,dalam rangka pengembangan kawasan strategis nasional Germa Kertasusila, Jembatan Suramadu yang dibangun untuk menghubungkan Surabaya dan Madura mempunyai peran vital. Pertama, meningkatkan kelancaran arus manusia,barang,dan jasa. Dengan demikian, akan menurunkan biaya transportasi dan mempercepat waktu tempuh dari dan ke Pulau Madura.

Kedua, dapat memacu pertumbuhan perekonomian melalui terjalinnya potensi sumber daya kawasan, khususnya di wilayah Madura. Ketiga,dapat mengurangi kesenjangan ekonomi antara Pulau Madura dengan kawasan lain di provinsi Jatim. ”Keempat, meningkatnya aksesibilitas dan mobilitas secara signifikan, maka peran Pulau Madura sebagai bagian kawasan metropolitan Germa Kertasusila akan semakin nyata.

Kelima, memfasilitasi terjalinnya interaksi budaya antara Jawa dan Madura,”pungkasnya. Sekadar diketahui, peresmian jembatan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin dihadiri sedikitnya 6.500 orang.Pejabat tinggi negara, seperti beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) tampak hadir. Tidak ketinggalan bupati/wali kota dari 38 kabupaten/kota di Jatim.Selain itu,tokoh agama,kiai, kepala desa, camat, dan lurah dari Madura dan Surabaya. Hadir pula perwakilan kades serta lurah dari kabupaten/kota di Jatim, juga 14 gubernur di Indonesia serta Duta Besar China untuk Indonesia.

Dishub Perpanjang Trayek

Pengoperasian Jembatan Suramadu langsung disikapi Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub dan LLAJ) Jatim. Kepala Dishub dan LLAJ Jatim Binsar Tua Siregar mengatakan, pihaknya ancang-ancang akan memperpanjang trayek bus kota maupun angkutan kota dari dan ke Surabaya-Madura pulangpergi (PP).

Karena itu, pihaknya secepatnya akan koordinasi dengan Dishub kabupaten/kota.Terutama untuk membahas penyediaan sarana terminal.Termasuk peningkatan status terminal. Kendati demikian, aspek permintaan masyarakat tetap akan dilihat sekaligus dipertimbangkan. ”Kami juga sudah ngomong-ngomong dengan Organda (Organisasi PengusahaAngkutan Darat).Namanya pengusaha, mereka setuju saja,” terang Binsar.Ketersediaan terminalnya, lanjutnya,diharapkan bisa makin memperlancar masuk dan keluarnya orang maupun barang.***