Pencarian
Politik & Keamanan
- TELKOM SALURKAN BANTUAN UNTUK MERENOVASI MASJID (29-08-2010)
- MENKOMINFO: SITUS PORNO BUKAN HANYA DIBLOKIR PADA BULAN RAMADHAN (16-08-2010)
- FAISAL SYAM : PENEMUAN KENAZAH NOTO CIPTO NARTOMO ADALAH ANUGERAH BULAN SUCI RAMADHAN (10-08-2010)
Ekonomi & Bisnis
- TELKOM Mulai Opersikan Home Digital Service (3-09-2010)
- TELKOM Mulai Opersikan Home Digital Service (3-09-2010)
- KEMENSOS MINTA DUNIA USAHA PEKERJAKAN PENYANDANG CACAT (2-09-2010)
Olahraga & Kesehatan
- MASYARAKAT DATANG KE DOKTER GIGI SETELAH SAKIT (14-07-2010)
- MENSOS: UANG SITAAN KASUS NARKOBA UNTUK REHABILITASI KORBAN (12-07-2010)
- PRUDENTIAL SYARIAH, METODE MERAWAT KEBAHAGIAAN DUNIA DAN AKHIRAT (7-07-2010)
Berita Daerah
- BEASISWA “BIDIK MISI” UNY, Kategori:Daerah, Yogyakarta (3-09-2010)
- MEDIA MASSA PILAR KELIMA PENDIDIKAN, Kategori:Berita Utama, Daerah, Yogyakarta (2-09-2010)
- REKTOR UNY LANTIK PEJABAT BARU, Kategori:Daerah, Yogyakarta (2-09-2010)
MENANTI HASIL PEMILU PILPRES 2009 DALAM MEMPERSIAPKAN PEMIMPIN YANG NEGARAWAN
Opini : Murhan Ramly.
LKK-KIM : (Lembaga Kajian Keuangan Indonesia Mandiri )
Purnawiran TNI vs Sipil dengan skor 3-2. dari purnawirawan itu SBY, WIN ,PRO. SBY maju jadi capres sementara WIN dan PRO mendampingi JK - Mega. Format ketiga pasangan ini akan maju sebagai pemimpin ummat manusia di NKRI. Dalam perhitungan dan prediksi sebelum pemilu legislatif Afril 2009 lalu hanya ditaksir purnawiran TNI yang akan tampil adalah SBY tapi ternyata meleset justru hadir lagi dua purnawirawan TNI lolos masuk bursah “Cawapres”.
Kondisi bangsa sekarang ini masih terinfeksi oleh pemimpin TNI masa lalu serta isu publik yaitu Pemimpin Jawa dan Non Jawa. Kedua persoalan tersebut masih selalu berada dipikiran rakyat bahwa apakah pemimpin dari purnawirawan TNI akan bisa memperbaiki keadaan lima tahun kedepan ataukah bagaimana kemampuan pemimpin nasional yang berasal dari Non Jawa.Yang tidak dari kalangan TNI.
Membuka lembaran kepemimpinan Pak Harto selama lima periode dengan sistem “Politik Dibawah Petunjuk Beliau” mampu mengantar bangsa Indonesia dengan kondisi “stabilisasi harga” terjangkau oleh penduduk negeri ini.. Kurs Dollar hanya berada dikisaran Rp.1000 per satu USD. Meskipun setelah itu USD mengamuk setelah beliau lengser. Memang benar harga terjangkau tapi hanya bertahan hingga beliau lengser. Ibarat kata selama lima periode hanya mengurangi derita rakyat tapi belum menyembuhkan penyakit yang diderita oleh bangsa Indonesia ini.Bukan rahasia lagi hanya beberapa hari saja beliau lengser terjadi goncangan di Batavia rusuh di sana - sana dan terjadi penjarahan yang memicu mata uang asing melambung tinggi sehingga rupiah melemah dan terjadilah kerisis yang melahirkan pemimpin baru dari Habibi , Gusdur dan Mega.
Memasuki era setelah lengsernya Pak.harto terjadi kepemimpinan nasional yang baru dengan “sistem pemilu langsung” dan berhasil melegalisasi SBY - JK hingga sampai lima tahun berjalan. Pemerintahan ini sebenarnya adalah lebih condong kepada menjalankan aturan yang tidak mengikuti sistem Pak Harto yaitu “sistem politik dibawah petunjuk” menjadi sistem dengan memperhatikan petunjuk dari publik. Itulah sistem yang terjadi setelah era sistem pemilihan langsung. Benar sekali kalau Pak Harto itu , sosok pemimpin yang mampu mengatur tiga parpol yaitu Golkar,PDI dan PPP dengan sistem Pemilu “Kebulatan Tekad”. Yang melahirkan eksekutif yang ditakuti. Pada saat itu setelah pemerintahan SBY-JK dalam lima tahun berjalan memunculkan baru sebatas membuka dan menerima keritikan dan saran dari publik dengan pola yang santun. Artinya tidak ada lagi petunjuk. Saran dan Keritikan ditampung dengan minimnya aksi kekerasan oleh aparat yang bertugas ketika aksi demo berlangsung. Sudah tidak seperti masa sebelumnya.Itu kelebihannya untuk memulai suatu peradaban demokrasi di negeri ini.
Sebenarnya kalau kita mengartikan bangsa ini sebagai Bangsa Indonesia tidak harus ada estimasi atau perkiraan atau reka-reka , apakah pemimpinnya dari Militer/Sipil atau Jawa Non Jawa tapi yang perlu di nilai ketika ada pemimpin yang memang mampu mengurangi masalah atau memajukan bangsa ini kearah yang lebih baik itulah yang menjadi harapan oleh bangsa ini yang terdiri dari berbagai kultur.
Beberapa bulan lagi kita akan memasuki seleksi kepemimpinan nasional tahun 2009 tentu dalam hal ini harus ada pembelajaran dari kepemimpinan nasional tentang hal-hal yang baik yang telah diraih oleh pemimpin masa lalu dan itu bisa menjadi masukan bagi pemimpin yang akan tampil nantinya. Karena apabila seleksi kepemimpinan nasional hanya berada pada bagaimana mengulas-ulas pemerintahan masa lalu berarti kita tetap berada pada kondisi seperti sebelumnya.Hasilnya adalah hanya mengangkat pemimpin baru dan menyusun kabinet yang merupakan konpromi dari berbagai parpol. Alias bagi-bagi posisi.Hanya itu yang akan tampil hingga masuk lagi era pergantian pemimpin nasional berikutnya.
Menjaring ketiga calon pemimpin yang akan maju untuk menjadi pemimpinnya ummat manusia di negeri ini perlu mempelajari berbagai masukan dan pengalaman yang menjadi kekuatan untuk membangun negeri ini keluar dari masalah. Kalau mengikuti kegagalan yang sudah terjadi berarti tidak akan ada kemajuan. Sementara yang perlu kita pelajari adalah bagaimana kita melihat negara-negara yang tadinya dibawah standar bangsa kita kini sudah maju. Seperti Thailand, Vietnam,Malaysiai, dan beberapa negara lainnya. Ini perlu kita pelajari sebagai kombinasi antara pengalaman bangsa kita sendiri dengan kemajuan yang diraih oleh negara-negara yang telah keluar dari peroblemnya.
Masalah lainnya adalah bagaimana kita mau merobah diri tanpa harus mencari-cari dan menyalahkan pihak lainnya yang memang punya kemampuan. Karena keberhasilan suatu bangsa itu tidak hanya dilihat dari data-data yang ditampilkan tapi bisa dilihat dari kondisi masyarakatnya yang sudah menurun neko-nekonya terhadap suatu pemerintahan karena mereka merasakan suatu pembangunan yang berjalan dengan baik. Kalau selama ini kan….. bisa dilihat betapa susahnya bangsa ini sehingga banyak orang yang nekat mau jadi pemimpin melalui jalur “Parpol” , hanya karena ingin mendapatkan gaji yang lebih besar dan ingini ditakuti oleh orang. Tapi tidak disegani. Hal tersebut bisa saja dan hak orang itu untuk mau jadi caleg.Tapi yang diinginkan oleh bangsa ini adalah “Improvment”.
Oleh karena itu, apabila negara kita ini sudah mapan dibawah suatu pemerintahan yang berjalan dengan baik dipastikan bangsa kita ini tidak akan mau memikirkan apa itu pekerjan politis. Mengapa terjadi orang mau jadi caleg karena ada ingin jadi terkenal dan hidup diatas standar atau memang juga ingin memikirkan bangsanya. Namun hingga saat ini belum seperti itu.
Persoalan bangsa kita ini juga masih berpola kepentingan golongan masih rendah untuk memikirkan kepentignan secara nasional sementara apabila bangsa ini hanya sedikit yang menikmati alam Indonesia dan hasilnya dipastikan akan terjadi neko-neko hingga waktu tak terbatas dan akan berdampak kepada kecemburuan sosial.Hal tersebut akan terjadi bila tidak diantisipasi.
Apa yang terjadi pada bangsa kita terkait pada pembangunan infrastruktur perekonomian secara makro rendah sekali, ini bisa kita pantau bahwa pengusaha di negeri ini hampir 70 % dari pihak asing. Bangsa kita hanya berada pada posisi hanya menyiapkan lahan untuk disedot dengan istilah bagi hasil yang tidak jelas. Hanya petinggi - petinggi negeri ini yang kaya dari hasil kerja sama itu. Karena sudah kaya mereka mampu jadi pemimpin untuk melanjutkan agresinya.
Karena negara kita memiliki potensi SDA yang banyak, ini juga mempengaruhi para pemimpin kita untuk masa bodoh ketika mereka jadi pemimpin. Artinya “kalau bisa dipercepat dengan mudah tanpa harus bekerja keras dan menghasilkan, yang penting pihak pengontrak yang mau garap silahkan”. Ini memang menghasilkan tapi hanya sebatas mengurangi beban derita tapi tidak menyembuhkan derita akhirnya masalah itu kembali lagi cilakanya menjadi konsumsi para politisi yang memang tidak paham apa itu Politisi yang negarawan.
Kita sayang pemimpin yang akan maju jadi pemimpin jutaan orang dan itu hal itu mulia sebagai wakilnya “Sang Pencipta Alam Raya”. Namun apabila hanya jadi pemimpin yang hanya mampu menghasilkan generasi “jago diplomasi” berarti negara kita ini memang hanya mampu mengkader orang-orang hanya untuk berdiplomasi sebagai generasi penerusnya dan teradilah Politisi tapi tidak Negarawan.
Fakta bahwa selama ini tingkat pendidikan semakin tinggi dan mudahnya teknologi informasi sampai ke publik tapi dari segi penguasaan dan ciptaan dalam negeri tidak dikenal oleh bangsa kita sendiri.Yang ada hanya menjual sumber daya alam. Minim ciptaan dari negeri ini untuk di jual keluar negeri sementara banyak tenaga terdidik hanya menjadi pekerja. Apakah sistem politik kita berjalan untuk memperjuangkan hal itu agar bangsa kita ini mampu sejajar dengan bangsa lainnya. Perlu dipahami bangsa kita ini “hanya berada pada bagaimana mengurangi beban derita tapi masih lemah dalam menyembuhkan beban derita itu. ***
Berita Utama Terbaru
- TELKOM Mulai Opersikan Home Digital Service (3-09-2010)
- TELKOM Mulai Opersikan Home Digital Service (3-09-2010)
- PENILAIAN PUBLIK KE SBY-BOEDIONO MENURUN (2-09-2010)
- SBY INSTRUKSIKAN STABILKAN HARGA SEMBAKO (2-09-2010)
- UMAT ISLAM INDONESIA DI COLORADO KUMPULKAN DANA UNTUK PEMBANGUNAN MASJID (2-09-2010)
- IDTUG: ADA LAYANAN SELULER DI SURABYA DAN SEMARANG YANG RENDAH (2-09-2010)
- MEDIA MASSA PILAR KELIMA PENDIDIKAN (2-09-2010)
- Mudik Bebas Repot menyongsong Idul Fitri 2010 (2-09-2010)
- Gunung Sinabung Meletus: TELKOM Dirikan Posko Siaga Bencana Di Brastagi Dan Kabanjahe (2-09-2010)
- BOM PINGGIR JALAN TEWASKAN 5 SERDADU AS DI AFGANISTAN (1-09-2010)
