DENGAN DANA RP.48 MILIAR, PT.KA TINGKATKAN KUALITAS SDM

Tanggal : 9-03-2009, Kategori : Berita Utama, Olahraga & Kesehatan, Bandung


Oleh : H.Erry Budianto

Operator perkeretaapian terkemuka PT.Kereta Api (PTKA) (Persero), tahun 2009 ini  mencanangkan “Tahun Kualitas Sumber Daya Manusia/SDM) dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja karyawan berbasiskan kompetensi.

Menuju SDM yang berkualitas dan professional, PTKA yang kini dipimpin Iqnasius Jonan, merupakan keharusan agar perusahaan yang padat karya dan padat modal ini bisa tetap survive. Karena itu 2009 ini operator transportasi nasional ini menyisihkan dana Rp.48 miliar dari 2007 yang hanya Rp.12 miliar untuk memberikan training, pelatihan dan pendidikan kepada 6.000 karyawan.

Pendidikan dan latihan itu saat ini difokuskan kepada Masinis, Pinpinan Perjalanan Kereta Api (PPKA), penjaga pintus perlintasan dan Juru Penilik Jalan (JPJ) Kelompok kerja di garis terdepan ini akan diuji (test) sampai bisa. Jika lulus dengan baik, barulah akan diberikan sertifikat.

“Tapi kalau hasil test berikutnya ternyata menurun kemampuannya, maka sertifikatnya akan dicabut. Tapi kelompok kerja ini bisa mengikuti test lagi pada kesempatan berikutnya untuk mempertahankan sertifikat yang pernah diraihnya,” ungkap Director of Personal and General Affair (PGA) PTKA Ir.Joko Margono, MBA yang didampingi Ka Humas PTKA Dra.Hj. Adi Suryatminim kepada Surabayawebs.com di Bandung.

Perusahaan seperti PTKA dengan 26.000 lebih karyawan saat ini memang membutuhkan peningkatan kualitas SDM melalui berbagai pelatihan, pendidikan dan training. Karena untuk memenuhi target pendapatan Rp.5 triliun tahun ini proses bisnis harus oke banget.

“Kuncinya pelanggan harus puas atas layanan karyawan PTKA,” tegas dia kemudian sambil mengungkapkan idealnya 2% pendapatan disisihkan untuk peningkatan kualitas SDM. Artinya tahun 2010 dana yang dibutuhkan untuk menciptakan SDM berkualitas dan professional ini sebesar Rp.100 miliar.

Pentingnya kompetensi dimaksudkan agar produktivitas dan unjuk kerja karyawan meningkat pesat sesuai tuntutan pasar. Selain itu dibutuhkan pula talenta dan mempunyai bakat bagi karyawan setingkat manajerial. Saat ini 100 orang dari 400-600 orang yang diperlukan untuk mengisi jabatan manajer. Tapi yang paling penting dan paling utama bagi perusahaan besar seserti PTKA yang padat modat dan padat karya ini adalah karyawan yang memiliki mental dan moral yang baik.

Untuk memenuhi harapan masyarakat di tanah air, PTKA menetapkan arah kebijakan perusahaan tahun 2009 ini. Berupa peningkatan keselamatan mengarah pada zero accident melalui penerapan No Go Item dan peningkatan perawatan  serta menegakkan peraturan perusahaan menuju GCG.

Selain itu peningkatan pelayanan melalui peningkatan on time performance dari penggunaan teknologi untuk kemudahan memperoleh tiket. Sebab itu kini begitu mudahnya konsumen mendapatkan tiket lewat ATM BRI, Mandiri, BNI dan Loket Kantor Pos.

Sementara itu peningkatan kualitas SDM berdasarkan kompetensi  dan disiplin kerja yang diiringi dengan tingkat kesejahteraan yang memadai. Lalu peningkatan kontribusi bisnis non core dan melakukan antisipasi terhadap pelaksanaan UU No. 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian dengan focus pada penyehatan PTKA.

Tahun 2009 ini selain ditetapkan sebagai Tahun Peningkatan Kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan menuju SDM Profesional, “Tahun Kerbau” ini juga ditetapkan sebagai “Tahun Kerja Keras.”

Tak pelak lagi operator perkeretaapian terekemuka ini akan sukses meraih peluang bisnisnya sebagai perusahaan transportasi nasional terbesar, hemat energi, angkutan missal, melalui SDM. Sumber Daya Manusia (SDM) inilah sebagai penggerak prasarana dan sarana, menjadi pelayanan transportasi yang nyaman dan aman. “Karena itu peran SDM sebagai penggerak bisnis dalam memenuhi target pendapatan tahun 2009 sebesar Rp.5 triliun, sangat penting,” tandas Joko Margono.

Realisasi jumlah penumpang 2008 sebesar 196 juta penumpang dengan pendapatan Rp.2,2 triliun. Angkutan barang terealisasi 19 juta ton dengan pendapatan Rp.1,4 juta triliun. Tahun sebelumnya (2007) jumlah penumpang sekitar 179 juta dengan pendapatan sebesar Rp.1,8 triliun dan angkutan barang 16 juta ton dengan pendapatan Rp.1,2 triliun. Artinya, ada peningkatan pendapatan di tahun 2008 lalu sekitar Rp.600 miliar.

Tahun 2009 iniditargetkan mengangkut 204 juta penumpang dan 19,2 juta ton angkutan barang dengan pendapatan sebesar Rp.5 triliun. Tahun 2009 ini dengan dana internal, PTKA akan melakukan investasi sebesar Rp.442 miliar untuk penyehatan sejumlah kereta, fasilitas pendukung, pengadaan 10 lokomotif GE, rangkaian kereta dan sejumlah gerbong untuk angkuatan barang.

Seiring dengan peningkatan pelayanan kepada pelanggan, operator perkeretaapian terkemuka ini juga meningkatkan kesejahteraan karyawan. Selain memperoleh layanan kesehatan melalui asuransi kesehatan Askes, karyawan juga mendapatkan Dana Tunjangan Operasional (DTO) sebanyak 1, 5 bulan gaji setiap tahun.

Bahkan karyawan setiap akhir tahun (Desember) memperoleh Jasa Edisiensi 75%. Bagi  Penjaga Pintu Perlintasan (P3) dan Juru Penilik Jalan (JPJ), menerima tunjangan resiko rata-rata Rp.300 ribu dari gaji setiap bulannya rata-rata Rp.2 juta. “Tapi karena Masinis gajinya cukup besar, maka tunjangan resikonya juga lumayan besar,” ujar Joko.

Dengan masuknya Iqnasius Jonan sebagai Dirut PTKA dan Sudarmo Ramadhan sebagai Wakil Dirut PTKA, begitu banyak harapan berada dipundak keduanya. Termasuk BoD PTKA lainnya. Apalagi Iqnasius Jonan juga pernah meraih prestasi terhormat di Citi Group (2006-2008. Dirut PT.Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) priode 2001-2006. Bahkan Dirut Telkom (sekarang) Rinaldi Firmansyah merupakan mantan anak buahnya di BPUI. Bravo PTKA !!!