Pencarian
Politik & Keamanan
- SIDANG PERKARA LEMAN STORY VS PT.FREEPORT INDONESIA DIUNDUR (10-03-2010)
- Sekilas Telkom, Operator Telekomunikasi Terbaik & Terkemuka di Indonesia. (7-03-2010)
- TINGKATKAN CITRA POLISI, RUMAH PRAJURIT MERANGKAP SEBAGAI POS PENGADUAN MASYARAKAT (2-03-2010)
Ekonomi & Bisnis
- Hindari Pembajakan, Gunakan Flexi Tone sebagai Nada Sambung (15-03-2010)
- TELKOM Kembali Gelar Speedy Championship di “Kota Gudeg” (15-03-2010)
- Sekilas Telkom, Operator Telekomunikasi Terbaik & Terkemuka di Indonesia. (7-03-2010)
Olahraga & Kesehatan
- Telkom Meluncurkan Situs www.kanalbola.com untuk Fasilitasi Para Bolamania (27-01-2010)
- PERESMIAN RUAS TOL KANCI - PEJAGAN DIAWALI LOMBA LARI 5 - 10 KM (24-01-2010)
- AREMA MALANG TIM TERBAIK DI AJANG LIGA SUPER INDONESIA (11-01-2010)
Berita Daerah
- PEMERINTAH LEMAH DALAM MERAWAT KEKUASAAN AKIBATKAN SDM GAGAL, Kategori:Berita Utama, Daerah, Jakarta (7-03-2010)
- TINGKATKAN PENANGGULANGAN BENCANA, BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) DISTRIBUSIKAN KENDARAAN KE 15 PROVINSI, Kategori:Berita Utama, Politik & Keamanan, Daerah, Jakarta (19-02-2010)
- DIRJEN PELAYANAN DAN REHABILITASI SOSIAL DESAK PENANGGULAN BERSAMA DAMPAK NEGATIF FACE BOOK, Kategori:Berita Utama, Politik & Keamanan, Daerah, Jakarta (19-02-2010)
ASING KUASAI MAYORITAS SAHAM OPERATOR TELEKOMUNIKASI DI INDONESIA.
Laporan : H.Erry Budianto
Bandung-Surabayawebs.com
Johny Haumahu, AVP News and Information Management PT.Telkom Tbk, mengungkapkan, mayoritas pemegang saham operator telekomunikasi di Indonesia adalah pihak asing. Seperti PT.Indosat 41,94 % sahamnya dikuasai ST Telemedia (STT) anak perusahaan Temasek Singapore, PT.Telkomsel 35% sahamnya dipegang oleh SingTel anak perusahaan Yemasek Singapore, PT.Excelcomindo 66,98% sahamnya dikuasai Telekom Malaysia ™, PT.Natrindo (Lippo Telecom) 95% sahamnya dikuasai Maxis Communication, PT.Cyber Access 60% sahamnya dikuasai Huctchinsons Telecom Hongkong. PT.Mandara Seluler, 24,7 % sahamnya dikuasai Polaris Mobile. Juga tercatat Twinwood Ventura dari Sampoerna Group menguasai 58% saham PT.Mandara Seluler.
Masuknya investor asing itu menurut Johny Haumahu, karena penetrasi telepon di negeri 17.000 lebih pulau dengan 225 juta jiwa penduduknya ini masih sangat rendah dibandingkan Negara-negara lainnya. Contoh Singapore penetrasi fixed phone mencapai 43%, Malaysia 21%, Thailand 11%, China 27%, Jepang 48%, Korea Selatan 46%. Indonesia 7% lebih tinggi penetrasi fixed phonenya dibandingkan India 2% dan Philipina 4%.
Data 2006 penetrasi seluler Indonesia hanya 30% atau sekira 69 juta pelanggan dibandingkan Malaysia 81%, Thailand 55%, Philipina 44%, Singapore 98%, China 33%, Korea Selatan 81%, Jepang 70%. Indonesia lebih tinggi penetrasi selulernya ketimbang Pakistan 19,8%, India 9,5%, Pakistan 19,8% dan Vietnam 19%.
Terungkap juga jumlah operator seluler di Indonesia dengan 225 juta penduduknya tertinggi dengan 7 operator. China dengan populasi penduduknya mencapai 1,3 miliar penduduk hanya memiliki 3 operator seluler, India dengan 1,080 miliar penduduk terdapat 5 operator, Pakistan dengan 154 juta penduduk hanya 5 operator, Philipina dengan 86 juta penduduk memiliki 4 operator, Korea Selatan dengan 48 juta penduduk terdapat 4 operator, Malaysia dengan 25 juta penduduk ada 3 operator, Singapore dengan 4 juta penduduk terdapat 3 operator, Hongkong 7 juta penduduk 6 operator, Taiwan 23 juta penduduk hanya 3 operator.
Sementara PT.Telkom Tbk di mana saham mayoritasnya dikuasai pemerintah 51,2%, asing 44,7% dan 4,15 % dimiliki rakyat Indonesia, data Desember 2006 mengungkapkan menguasai market leader dengan 87,4% market share untuk fixed phone. Sedangkan seluler melalui anak perusahaan PT.Telkomsel (65% saham) menguasai pasar seluler di tanah air 56% dan merupakan operator seluler nomor satu di Indonesia. Di usaha multimedia, melalui Divisi Multimedia dan sejumlah anak perusahaan seperti Metra, Indonusa, Infomedia dan Finnet, dengan market position market challenger with significant growth.
Produk utama Telkom Group saat ini antara lain fixed wireline berupa telepon local, telepon SLJJ, Flexi, seluler, internasional call melalui kode accsess 007 dan 01017. Lalu internet kecepatan tinggi Speddy dan TelkomNet Instan (dial up internet), Pay TV dengan produk TelkomVision, mobile e-mail dengan Ventus, contact center dengan contact center service, Yellow Pages dengan produk Directory Service dan Content Srevice, Satellite Service melalui Satelit Telkom 2 dan Business Solution dengan produk TelkomNet, e-Telkom dan TelkomLink.
Dari data yang ada, terungkap daya tarik asing untuk mengembangkan usaha sector telekomunikasi di Indonesia karena penetrasi fixed wireline hanya 4% dimiliki Telkom sejak puluhan tahun lalu memiliki 8,7 juta pelanggan berbayar. Artinya masih terdapat market 96% lagi. Tapi pihak asing ternyata kurang berminat dengan investasi telepon tetap ini. Pasalnya, investasinya sangat mahal. Karena itu mereka lebih tertarik dengan basis teknologi CDMA di mana saat ini penetrasi marketnya baru 2,6% dikuasai Telkom. Masih terdapat 97,4% market lagi yang bisa digarap.
Seluler dengan 63,7 juta pelanggan, di mana Telkomsel menguasai 56% pasar, penetrasinya masih 28%. Artinya, operator lainnya atau pihak asing melalui Indosat, Excel, Hutchinson, Maxiz dan Sampoerna sangat tertarik karena masih terdapat 72% market lagi. Internet dengan 25 juta pengguna saat ini penetrasi pasarnya baru 11,4%. Jadi masih terbuka lebar bagi operator asing maupun domistik untuk berusaha di sector ini. Untuk usaha jasa broadband Telkom baru memiliki 150.000 pelanggan dan penetrasinya ini hanya 0,1%. Artinya masih terdapat ceruk pasar sebesar 99% lagi.
Sebagai operator telekomunikasi dengan mayoritas saham dikuasai pemerintah, Telkom memberikan kontribusi dividen yang sangat berarti kepada pemerintah. Tahun 2001 Telkom meberikan dividend kepada pemerintah 52% dari dividen sebesar Rp.2,1 triliun, 2002 dari Rp.,3,3 tril;un dividen diberikan kepada pemerintah Rp.1,7 triliun, 2003 dari Rp.3 triliun diuviden diberikan kepada pemerintah Rp.1,6 triliun, 2004 dari Rp.3,1 triliun yang dibagikan kepada pemegang saham diberikan kepada pemerintah Rp.1,6 triliun, 2005 dari Rp,.4,4 triliun dividen diberikan kepada pemerintah Rp.2,2 triliun. Bahkan tahun 2006 dari laba bersih Rp.12 triliun pemerintah mendapat Rp.5,3 triliun. Tahun 2007 lalu diperkirakan laba bersih operatopr terkemuka ini akan mencapai Rp.14-Rp.15 triliun. Untuk pemerintah yang selalu kesulitan APBN-nya, besar kemungkinan akan meminta setengah dari laba bersih BUMN ini.
Berita Utama Terbaru
- PULUHAN RIBU DEMONSTRAN ANTI PEMERINTAH THAILAND AKAN GULINGKAN PM ABHISIT VEJJAJIVA (15-03-2010)
- TRAFFIC MANAGEMENT CENTER PANTAU ENAM AKSI UNJUK RASA DI JAKARTA (15-03-2010)
- PEMBANGUNAN 1.600 RUMAH ISRAEL DI TEPI BARAT TIMBULKAN KONFLIK AS-ISRAEL (15-03-2010)
- TELKOM Serius Dukung UKM Melalui Fasilitas E-Commerce (15-03-2010)
- TELKOM Serius Dukung UKM Melalui Fasilitas E-Commerce Laporan : H.Erry Budianto Jakarta-Surabayawebs.com Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) kini tidak perlu lagi bingung bagaimana memasarkan dagangannya. Mojopia, sebutan lain PT Metranet, salah satu anak perusahaan PT Multimedia Nusantara (Metra) yang bernaung dalam Telkom Group, telah siap menyediakan wadah bagi UKM untuk menjajakan barang dagangannya serta melakukan transaksi secara on line melalui fasilitas e-commerce pada situs www.plasa.com. Hal tersebut dikemukakan Vice President Public and Marketing Communication (PMC) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) Haji Eddy Kurnia bahwa sesuai dengan kompetensi dan kapasitas yang dimiliki, Telkom akan terus memberikan perhatian dan dukungan serius terhadap pengembangan UKM di Indonesia. “Mojopia sebagai perusahaan lokal yang serius dalam mengembangkan industri e-commerce dan agregasi konten mendukung para pelaku UKM untuk dapat saling terhubung dalam pelaksanaan transaksi bisnis,” katanya kemudian.. Diungkapkan dia, untuk mendukung e-commerce di Indonesia Telkom mendirikan PT. Metranet pada Mei 2009. Mojopia adalah brand utama yang dimiliki oleh PT Metranet, sebagai penyedia portal e-commerce dan agregasi konten. Menurut dia tujuan utama Mojopia adalah memberikan kemampuan dan menyatukan pengguna dalam melakukan transaksi barang dan layanan secara elektronik serta membentuk suatu ekosistem e-commerce yang terpadu untuk UKM. “Mojopia merupakan perusahaan yang berfokus pada penyediaan portal e-commerce dan agregasi konten dan salah satu bentuk strategi perluasan bisnis Telkom yang bertujuan memberikan dukungan bagi para pelaku bisnis Indonesia dalam mengembangkan usaha mereka. Mojopia juga diharapkan dapat mendorong semangat kewiraswastaan,” jelas Eddy .. Peluang untuk menjadikan plasa.com sebagai sentra jual beli online terbesar di Indonesia sangat terbuka. Mengutip ADMA (Asia Digital Marketing Association), Eddy Kurnia menyebutkan, tahun lalu ada 128 juta pengguna telepon selular (mobile subscribers) di Indonesia. Jumlahnya akan terus meningkat, di mana awal 2010 ini diperkirakan pengguna telepon selular akan mencapai 159 juta dan sebanyak 233 juta di akhir tahun 2010. Sekedar informasi bahwa di Indonesia ada 45 juta pengguna internet ditahun 2009. Dalam persiapannya menjadi pemain utama dan pemimpin dalam bidang e-commerce ini, Mojopia sedang mempersiapkan versi terbaru Plasa.com sebagai portal. Mojopia juga bekerja sama dengan penyedia layanan untuk penyediaan dan penyebaran konten sebagai bagian dari dukungan untuk industri kreatif Indonesia. ”Dengan solusi yang disediakan oleh Mojopia, para pelaku bisnis terutama UKM mendapatkan keuntungan dari platform yang terintegrasi, dari komunikasi sampai jasa iklan, yang dapat membuka kesempatan lebih besar dengan akses mudah dan efisien,” kata VP.PMC Telkom ini. Untuk menjadi merchant yang menjajakan dagangannya di plasa.com, pelaku UKM bisa mendaftar secara online. Eddy menyebut, tahun ini plasa.com dapat melayani 1.000 penjual yang menjual lebih dari 100.000 barang. Beberapa jenis barang yang masuk daftar barang yang boleh dijual di plasa.com adalah handicraft, elektronik, produk fashion, peralatan otomotif, perlengkapan kesehatan dan kecantikan, sampai keperluan bayi. Disebutkannya, Telkom mempersilakan para pelaku UKM yang menjadi mitra binaannya untuk memanfaatkan fasilitas e-commerce Plasa.com. Saat ini Telkom tercatat memiliki lebih dari 32,000 mitra binaan aktif yang tersebar di 33 propinsi di Indonesia. Dengan menyediakan platform untuk mempermudah proses bisnis, kehadiran fasilitas e-commerce diharapkan dapat mengembangkan perekonomian dan memfasilitasi para pelaku bisnis, khususnya UKM. Dengan semakin berkembangnya pasar konten dan e-commerce di Indonesia dan diluncurkannya solusi e-commerce plasa.com diharapkan para pelaku pasar dan pengguna dapat membentuk suatu ekosistem yang didasari oleh kepercayaan dan komitmen. Seperti dinyatakan Eddy Kurnia, sebagai bagian dari grup perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, Mojopia berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi penggunanya. Perusahaan ini terus berusaha menghadirkan produk dan layanan yang berinovasi dan berteknologi handal, menghasilkan ekosistem pasar e-commerce yang terpercaya dan aman. (14-03-2010)
- MANAJEMEN SAMPAH FAUZI BOWO DI SEMINAR DPD GRINDRA DKI (13-03-2010)
- REFORMASI ELIT POLRI DI BEDAH BUKU TESTIMONI SUSNO (13-03-2010)
- PASCA VONIS HUKUM HARAM MEROKOK DARI MUHAMMADIYAH, KOMISI FATWA MUI MINTA PEMERINTAH MENERAPKAN ATURAN TEGAS (10-03-2010)
- WARGA PALESTINA PROTES RENCANA ISRAEL BANGUN 1.600 RUMAH DI WILAYAH JERUSALEM (10-03-2010)
- SIDANG PERKARA LEMAN STORY VS PT.FREEPORT INDONESIA DIUNDUR (10-03-2010)
