TELKOM TURUNKAN TARIF TELEPON MULAI APRIL 2008

Tanggal : 2-03-2008, Kategori : Ekonomi & Bisnis

Laporan : H.Erry Budianto

Bandung-Surabayawebs.com

Operator telekomunikasi kelas dunia PT.Telkom Tbk, akan menurunkan tariff telepon seluruh layanan rata-rata 20%. Hal ini erat kaitannya dengan implementasi penurunan tariff antara 20% sampai 40% interkoneksi berbasis biaya yang diumumkan regulator mulai berlaku April 2008 mendatang.

Direktur Entrerprise and Wholesale Telkom, Arief Yahya, mengisyaratkan penurunan tariff rata-rata 20% itu, untuk semua jenis layanan seperti tariff selular anak perusahaan PT.Telkomsel, telepon tetap (fixedline) nirkabel FWA dan Flexi.

Regulator yang mengumumkan penurunan tariff interkoneksi 20% sampai 40% pada 4 Februari 2008 lalu, berdampak pula terhadap penurunan tariff telepon selular antara 20% sampai 40% dan telepon tetap berkisar 5% sampai 20%.

Penurunan tariff interkoneksi yang berdampak terhadap hilangnya pendapatan Telkom sebesar Rp.600 miliar ini merupakan salah satu komponen dalam menentukan tariff pungut atas layanan telekomunikasi kepada pelanggan. Interkoneksi adalah terhubungnya antar jaringan telekomunikasi origami maupun terminasi dari penyelenggara jaringan telekomunikasi yang berbeda. Tahun 2006 lalu, dari interkoneksi ini Telkom mampu meraioh pendapatan sekira Rp.6,7 triliun.

Menurut Arief Yahya, sebenarnya tariff secara alamiah memang akan turun. Terlebih setelah regulator menetapkan interkoneksi. Selain karena dorongan regulasi, penurunan tariuf juga dipengaruhi kompetisi antar operator dan tuntutan pelanggan. Sehingga mengharuskan operatopr lebih kompetitif dan efisien.

Operator telekomunkasi terkemuka ini sendiri telah menyerahkan daftar penawaran interkoneksi (DPI), yang menjadi acuan antar operator dalam menentukan tariff interkoneksi. DPI ini telah diserahkan 27 Februari lalu kepada regulator dan akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam menentukan tariff atas (ceiling) dan tariff bawah, untuk semua jenis layanan komunikasi.

Apakah penurunan tariff selular, telepon tetap FWA dan Flexi ini akan berdampak terhadap turun atau naiknya jumlah pelanggan Telkomsel sebagai anak perusahaan Telkom (65%) atau pelanggan nirkabel FWA dan Flexi, akan terlihat di akhir tahun 2008 ini. Namun yang jelas, dari 50 juta pelanggan akhir Januari 2008 lalu, Telkomsel mentargetkan pelanggan tahun 2008 ini sebesar 9 juta pelanggan baru. “Bahkan Flexi sampai 2008 ini kami targetkan bisa meraih pelanggan tujuh juta sampai sembilan juta pelanggan dari tujuh juta pelanggan di akhir 2007 lalu,” ungkap VP Marketing dan Communication PT.Telkom Tbk, Eddy Kurnia.



Berita Utama Terbaru